Uang Lenyap di ATM Bank Mandiri

Saya korban penipuan ATM akibat kelalaian Bank Mandiri karena membiarkan ATM mereka dihiasi nomor custumer service lainya. ATM saya tertelan, kemudian maklum kalau saya panik dan menelpon customer service, apa yang terjadi? Uang saya amblas

Kemudian saya komplen ke Bank Mandiri, apa tanggapan Bank Mandiri? ” Itu murni kesalahan Bapak, karena Bapak menelpon customer service yg salah.

Saya menyangkal “Kenapa pihak Bank Mandiri tidak teliti check ke setiap ATM nya tiap hari, apakah ada sticker Bank Mandiri yg diganti atau ada selebaran?”

Kemudian pihak Bank Mandiri berjanji akan menampilkan CCTV kejadian tersebut, tetapi sampai dengan hari ini tidak ada kabar beritanya. Baru saja saya mendapat kabar tetangga saya kebobolan 26 juta, Bank Mandiri pula tepatnya di Kota Cilacap.

Kejadian yg menimpa saya tgl 5 April 2012 jam 9:57, di ATM RSUD Kab Cilacap. Mohon saran dari pihak yg membaca ini, apalagi kalau yg membaca ini dari Pihak Bank Mandiri, saya minta kepastian. Kejadian ini sehari setelah saya membuka ATM di Mandiri cab Cilacap,

Pelayanan complain tidak semanis waktu menawarkan pembukaan rekening. Mohon saran, karena kami orang kecil, uang begitu berharga buat kami. Terima Kasih.

Wijang Ratmaka
Jl. Kokosan no 33
Cilacap
087719766764

Harap Keseriusan Indosat M2

Ini ada surat kami yang kedua kalinya konsumen.org, surat pertama adalah tahun 2010 dan sekarang sudah 1 tahun kemudian tapi tetap saja pelayanan Indosat M2 masih buruk.

Sudah 6 tahun di rumah kami berlangganan IM2 Cable paytv dengan nomor pelanggan 050300548, tetapi selama hampir 5 tahun terakhir ini kami mendapatkan service yang buruk, baik dalam kualitas maupun sisi pelayanan pelanggan. Selama berlangganan itu hampir rutin beberapa bulan sekali pasti ada kerusakan tiap tahunnya, seperti gambar buram dan channel hilang, dan selama kerusakan itu juga kami dibiarkan hingga berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan perbaikan.

Setiap terjadi kerusakan kami pasti melaporkannya ke customer service IM2, baik via telpon maupun email, tetapi jawabannya selalu dalam pengecekan atau akan diteruskan ke pihak yang terkait, tapi kenyataannya bisa berbulan-bulan baru teratasi, itupun harus kami telpon berkali-kali dalam proses yang lama, kami juga masih ada menyimpan bukti-bukti pelaporan dan jawaban IM2 dalam email.

Kami juga bingung dengan cara kerja perusahaan besar seperti IM2. Pelanggan yang mengalami kerusakan dapat dibiarkan selama berbulan-bulan, bahkan sampai sekarang sudah bertahun-tahun. Dan yang sekarang ini kami sudah mengalami kerusakan selama 3 bulan terakhir, tapi sampai sekarang sama saja, belum ada perbaikan juga. Sedangkan kami harus membayar tagihan setiap bulan dan harus tepat waktu kalau tidak akan terputus, tapi sama sekali tidak sesuai dengan kualitas pelayanan yang kami terima.

Sebenarnya kami sudah sangat kecewa, tapi terpaksa harus terus berlangganan karena di area kami tidak ada pilihan provider lain kecuali IM2. Tolong perhatiannya dan tolong keseriusannya dalam menangani kerusakan ini sampai tuntas! Bukan hanya perbaikan yang untuk sementara.

Terima kasih.

Rio Koesnadi
rio.lsg@indosat.net.id

Penukaran Botol Aqua Galon yang Merugikan Konsumen

Sudah 1 tahun ini saya tidak lagi berlangganan Aqua galon padahal sebelumnya saya adalah pelanggan setia selama bertahun-tahun. Penyebabnya adalah akhir-akhir ini penukaran galon Aqua selalu menimbulkan mimpi buruk.

Pengalaman pertama dulu sekitar 3 tahun lalu saat akan menukarkan galon di sebuah toko oleh pemilik toko dinyatakan kalau galon saya cacat. Setelah saya teliti saya tidak menemukan adanya cacat di galon saya. Kemudian saya tukar di toko lain dan ternyata tidak ada masalah.

Yang kedua saat saya menukarkan galon di sebuah supermarket sekitar 1 tahun lalu. Oleh petugas supermarket saya disarankan untuk mengecek galon yang akan saya beli apakah cacat atau tidak. Dia mengeluhkan jika belakangan ini pihak Aqua semakin memperketat galon-galon yang mereka terima.
Kebetulan saat itu truk pengangkut galon baru saja meninggalkan supermarket itu. Hampir 1/2 jam saya menghabiskan waktu buat mencari galon yang benar-benar OK alias tidak ada cacat sedikit pun. Jadi di antara beratus-ratus galon itu hanya beberapa biji saja yang tidak cacat.
Yang saya herankan padahal semua galon itu baru saja turun dari truk pengangkut Aqua sendiri. Berarti sebenarnya dari pihak Aqua sendiri sudah banyak memberikan galon yang cacat ke konsumen. Ini jelas-jelas merugikan konsumen.

Yang ketiga saat itu menjelang lebaran dan galon Aqua sedang langka. Setelah mencari kesana kemari kebetulan saat itu hanya ada 1 buah di sebuah toko. Karena sedang butuh saya beli tapi beberapa hari kemudian pas saya tukar di sebuah mini market oleh petugasnya dikatakan jika galon saya cacat. Ya sudah akhirnya sejak saat itu saya jadi trauma membeli galon Aqua jika sistem penukarannya seperti ini dan saya memutuskan untuk tidak berlangganan Aqua galon lagi.

Pernah juga saya melihat selebaran yang ditempel di sebuah toko tentang kriteria galon yang cacat. Saya jadi heran apakah semua konsumen atau reseller memiliki kemampuan quality inspection galon semacam itu? Di situ terpampang banyak sekali kriteria galon yang dianggap cacat.

Belum lagi gambarnya kecil-kecil sehingga saya juga tidak bisa melihatnya begitu jelas. Saya kira ini adalah strategi jitu PT Aqua buat mengurangi jumlah pelanggannya dan memang sangat efektif. Saya yakin masih banyak konsumen Aqua galon lain yang bernasib seperti saya. Terima kasih banyak buat PT Aqua yang sudah kehilangan seorang pelanggannya.

Sudiro
Keputih Tambak IIA/10
Surabaya

Kesewenang-wenangan Pengurus Apartemen Gading Mediterania Residences Kelapa Gading

Saya pemilik unit di Apartemen Gading Mediterania Residences (GMR) Kelapa Gading. Sejak kami mulai tinggal di unit ini tahun 2006 hingga saat ini, tagihan listrik, air dan Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL) serta beban bersama (Sinking Fund – SF) selalu kami bayar lunas tepat waktu, dan semua berjalan normal.

Masalah muncul pada Januari 2011, saat pihak Pengurus PPRS menerbitkan surat pemberitahuan yang diumumkan di media informasi apartemen tentang kenaikan biaya IPL dan SF, yang semula Rp 6.900/m2 menjadi Rp 9.000/m2, per 1 Februari 2011 tanpa melalui mekanisme yang telah ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) PPRS GMR, yaitu berdasarkan rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Perhimpunan (APBP) yang ditetapkan oleh Rapat Umum Anggota (RUA).

Sedangkan sejak diadakan terakhir kali pada tahun 2009, RUA PPRS GMR belum pernah diadakan lagi, yang juga merupakan pelanggaran terhadap ART. Atas inisiatif warga, pada tanggal 1 Februari 2011 diadakan pertemuan antara warga dan Pengurus PPRS, yang menghasilkan 4 butir keputusan yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris PPRS. Intinya, penundaan kenaikan IPL dan SF hingga diadakan rapat yang dihadiri dan diadakan di balai warga Apt GMR, serta kenaikan harus disetujui oleh warga yang hadir.

Namun alih-alih memenuhi keputusan pertemuan tersebut, sekali lagi pihak Pengurus PPRS secara sepihak mengumumkan kenaikan IPL dan SF per tanggal 1 Mei 2011 melalui surat pengumuman bertanggal 30 Maret 2011. Masukan dan keluhan warga yang keberatan dan menolak kenaikan secara sepihak ini tidak ditanggapi dengan baik.

Sejumlah warga yang membayar dengan tarif lama mendapat ‘ancaman’ akan diputuskan aliran listrik dan airnya jika tidak melunasi dengan tarif baru. Beberapa warga yang ingin bertemu dengan Pengurus dan Manager Pengelola pun tidak ditanggapi. Kami selaku warga bukannya menolak segala bentuk kenaikan / penyesuaian tarif.

Kami hanya ingin agar hak-hak warga dilindungi dan Pengurus memenuhi kewajiban-kewajibannya, sebagaimana diamanatkan dalam AD-ART PPRS, yang notabene ditandatangani sendiri oleh Pengurus. Sikap Pengurus yang tidak transparan dan tidak komunikatif menimbulkan kecurigaan warga terhadap kejujuran Pengurus dalam pengelolaan dana warga.

Agung Seno
aseno73@yahoo.com

Perbaikan Pelayanan Telkomsel Yang Menimbulkan Ketidaknyamanan Pelanggan

Pada Tanggal 18 Mei 2011 saya melakukan pengecekan pulsa. Pulsa saya sebesar Rp. 860. Kemudian saya melakukan pengisian pulsa di Alfamart sebesar Rp.50.000, tetapi ketika saya cek, pulsa saya sebesar Rp. 59.632. Kemudian saya melakukan beberapa panggilan ke nomor lokal, seluruh panggilan tersebut kurang dari 10 menit. Saya juga mengirim sms sebanyak 5 kali ke nomor lokal.

Pada tanggal 19 Mei 2011 pukul 00.30 saya melakukan pengecekan pulsa, kembali tersisa Rp. 860, dan saya tidak dapat mengirimkan pesan ataupun melakukan panggilan.

Saya berpikir, tidak mungkin hanya dengan kurang dari 10 menit panggilan dan 5 sms ke nomor lokal bisa menghabiskan pulsa yang baru saya isi sebesar Rp.50.000.

Dan dengan pulsa Rp.860, seharusnya saya masih bisa mengirimkan beberapa kali sms @ Rp. 150.

Saya khawatir apabila saya kembali mengisi pulsa, pulsa saya akan kembali habis.

Untuk itu, lalu saya menghubungi operator 116 untuk menanyakan masalah tersebut. Operator tersebut beralasan bahwa memang sedang terjadi gangguan dikarenakan ada perbaikan demi meningkatkan kualitas layanan Telkomsel. DIa kemudian meminta saya menunggu 3×24 jam karena dia beralasan data transaksi saya belum terupdate.

Setelah 3×24 jam, yaitu pada tanggal 22 Mei 2011 Pukul 01.00 WIB, saya kembali menanyakan kepada operator 116 dan operator kembali beralasan data saya masih belum terupdate, mohon tunggu 1×24 jam, dan ternyata pulsa saya belum juga kembali dan Nomor SIM Card saya masih mengalami gangguan.

Tadinya saya pikir Telkomsel adalah Provider Selular yang paling bagus dan karena itu saya sudah lebih dari 5 tahun mengunakan nomor tersebut. Tetapi dengan kejadian ini saya merasa sangat kecewa. Bayangkan saja selama lebih dari 3 hari dan sampai saat saya menuliskan cerita ini saya tidak bisa menghubungi siapa2 melalui Handphone saya. Pekerjaan saya pun jadi terganggu. Segala urusan jadi berantakan.

Yang saya sesalkan adalah, mengapa perbaikan mutu yang dilakukan telkomsel harus dengan cara yang mengganggu kenyamanan pelanggan. Apakah ini yang dinamakan peningkatan mutu…?

Ifan Christianto
Perumahan Harmony Mas Blok A 3 No. 1
Desa Wadas Kecataman Telukjambe Timur
Kabupaten Karawang
081394300576

Garuda Indonesia Tidak Professional

Saya pemesan tiket Garuda Airline pada tanggal 29 Maret 2011 atas nama Hartono. Masalah muncul pada saat terjadi aspal mengelupas di Juanda Surabaya. Penerbangan Garuda di delay.

Saya pesan direct dari Sub-Ckg-Nrt. Kemudian waktu seharusnya terbang pukul 20.30 dengan GA 331 diganti GA 327 dengan penerbangan pukul 21.00. Kemudian, penerbangan di delay lagi hingga pukul 23.00, kemudian pesawat diganti lagi dengan GA 333. Singkat cerita pkl +- 22.30.

Setelah itu hal konyolnya tertinggal oleh pesawat yang ke Jepang dengan GA 884 pukul 23.15. Padahal sebelum berangkat saya sudah tanya Airport Duty Manager (ADM) Bandara Juanda bahwa kalau pesawat berani diberangkatkan mereka (dalam hal ini Garuda), wajib bertanggung jawab apabila terjadi masalah.

Karena kejadian tersebut penumpang tidak diperdulikan/ ditelantarkan di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, tanpa diberi kompensasi apapun. Ini disebabkan pihak Garuda tidak merasa bersalah dan menyalahkan Angkasa Pura Surabaya. Besok paginya saya kembali ke Bandara Juanda untuk meminta kejelasan mengenai nasib penumpang. Kemudian setelah saya tanyakan kembali ke ADM juanda tetep dianggap salah Garuda.

Setelah itu saya ke Garuda untuk meminta pertanggungjawabannya, staf di Juanda bernama Erni awalnya bilang harusnya diberi hotel. Kemudian ditanyakan Pak Ludfi bosnya Jakarta yang bilang tidak dapat apa-apa. Hal itu karena dianggap kesalahan Juanda bukan Garuda.

Dengan alasan yang paling “menjijikkan” untuk maskapai sekelas Garuda yang harganya cukup mahal bahwa petugas di loket Garuda cerita, diberitahu Jakarta bahwa penumpang tidak mau hotel dan memilih menginap di saudaranya. Hal itu adalah karangan staf Garuda belaka. Padahal penumpang menginap seharian di bandara tanpa diberi kompensasi apapun. Terakhir saya kembali ke ADM Juanda meminta pertanggungjawaban kembali dijawab salah Garuda.

Intinya mereka semua saling menyalahkan kalau ada masalah seperti ini. Maka kesimpulannya berhati2lah naik Garuda kalau tidak mau dibohongi staf2nya…..padahal saya sudah memilih garuda karena maskapai kebanggan Indonesia. Bagaimana ini Garuda or Angkasa Pura yang stafnya menyarankan saya menulis surat ini ??????

Samuel Felix
samuel150388@yahoo.co.id

Indosat Sangat Cepat Menyedot Pulsa, Tapi Sangat Lama Dikembalikan

Sejak Tanggal 06 Februari 2011, saya sudah melaporkan permasalahan saya kepada CALL CENTRE INDOSAT tentang Paket BB saya yang sudah diperpanjang otomatis, tetapi kemudian dikatakan belum diperpanjang dan saya cek, pulsa saya sudah berkurang 100.000.

Dikatakan oleh CALL CENTRE INDOSAT bahwa laporan saya akan diproses “MAKSIMAL” 7×24 jam. Saya tunggu hingga tanggal 12 Februari 2011 jam 7 malam, yang dimana pada siang harinya tanggal 12 Februari 2011, saya sudah menanyakan tentang nasib laporan saya kepada CALL CENTRE INDOSAT. Namun saya tunggu-tunggu, ternyata tidak ada konfirmasi sama sekali dari INDOSAT, padahal sudah mencapai batas MAKSIMAL yang diberikan INDOSAT sendiri. Pada hari yang sama, saya langsung menelepon CALL CENTRE INDOSAT dan saya diminta menunggu lagi 1×24 jam, yaitu 13 Februari 2011, yang ternyata juga tidak ada kabar.

Tanggal 13 Februari 2011 saya telepon lagi ke CALL CENTRE INDOSAT dikatakan akan dibuatkan laporan lagi dan ditunggu MAKSIMAL 7×24 jam (lagi), yaitu 20 Februari 2011, yang juga ternyata tidak ada konfirmasi sama sekali dari pihak INDOSAT, dan saya diminta menunggu LAGI MAKSIMAL 7×24 jam.

Dalam selang waktu itu, saya selalu menelepon CALL CENTRE INDOSAT berkali-kali, bahkan INDOSAT sendiri dapat mengeceknya di call record CALL CENTRE INDOSAT 54388888, namun waktu dan emosi, serta tenaga yang saya relakan demi permasalahan saya ini agar cepat terselesaikan, tidak sebanding dengan pihak INDOSAT yang tidak memberikan konfirmasi langsung sama sekali kepada saya untuk setidaknya memberikan jaminan bahwa pulsa saya akan dikembalikan atau paket BB saya akan diaktifkan kembali.

Saya juga mengirimkan e-mail ke costumer_service@indosat.com berkali-kali, dan hanya dijawab dengan jawaban klise, bahwa laporan saya sedang diproses, yang dimana tidak memberikan saya sedikit kelegaan bahwa laporan saya benar-benar ditangani dengan serius oleh pihak INDOSAT.

Dan saat ini, 24 Februari 2011, sudah hampir 3 minggu, saya berkali-kali bertanya bagaimana kelanjutan dari laporan saya, yang selalu
dijawab “masih dalam proses”, tidak pernah ada telepon dari INDOSAT langsung untuk menjelaskan dan memberikan jaminan terhadap permasalahan saya ini.

Elvi
Jl.Pluit Raya No.132-O
Jakarta Utara

Blackberry Telkomsel Sangat Merugikan

Saya pelanggan layanan blackberry telkomsel. Saya mendaftarkan melalui sms: *363#. Saya memilih layanan; UNLIMITED (tarif 99ribu/bulan). Sebelumnya saya juga sudah membaca SEMUA aturan di website telkomsel.com. Disitu ada settingan yg harus dilakukan supaya tidak kena charge tarif GPRS, diantaranya:

  • Mengubah setting browser menjadi: Internet browser
  • Tidak membuka website dengan video streaming (misal: youtube).
  • Tidak dipakai di luar negeri.

Ke tiga hal tsb sudah saya patuhi dan hasilnya adalah:

  • Bulan pertama saya kena charge GPRS: 400 ribu
  • Dan bulan kedua kena charge GPRS lagi: 600 ribu.

Saya laporkan ke grapari semarang, dan jawaban petugasnya adalah:

Settingan BB Anda keliru… Harusnya begini… begitu… dan saya dikasih selembar kertas yg berisi settingan supaya tidak kena tarif GPRS Rp5/kb.

Saya jadi heran…
Kenapa bisa dengan santainya menyalahkan settingan di BB saya? Kenapa settingan di lembar kertas tsb tidak dicantumkan di website?
Kenapa tidak langsung saja disetting dari pihak telkomsel?

Saya yakin kalau telkomsel BERNIAT BAIK, pasti bisa melakukan setting supaya konsumen tidak harus membayar lebih utk layanan yg mereka tidak sadari.

Pertanyaan selanjutnya:
Apa yg saya dapatkan dari layanan UNLIMITED 99ribu/bulan itu?? kalau semua akses ke internet dikenai tarif GPRS Rp5/kb ???

Sungguh aneh bin ajaib!!!

Sekarang saya punya kesimpulan begini:
Jadi ternyata telkomsel bisa kaya karena pintar memanfaatkan ketidaktahuan konsumen. Mungkin ini termasuk strategi bisnis korporat telkomsel???

Saya yakin banyak orang yg bernasib sama seperti saya dan saya yakin juga bahwa tulisan ini tidak akan berpengaruh pada policy perusahaan Telkomsel.

Saya menulis ini supaya pembaca berhati2 dalam memilih product, terutama layanan yg tidak jelas aturannya.

Terima kasih.

Salam,
satyasmg@gmail.com

Hati-hati kehilangan isi bagasi di Air Asia

Beberapa waktu lalu saya melakukan perjalanan dinas ke Bangkok (tgl 21 Sep 2010 Flight QZ 7716)). Sesampai di Bangkok 2 dari 4 bagasi kami hilang, dan kami langsung membuat laporan di bandara Bangkok. Pada saat itu, petugas yg bersangkutan memberitahukan bahwa dia akan melacak keberadaan tas kami dahulu dan akan membari kabar jika sudah diketemukan atau mrk akan kirim ke hotel tempat kami menginap. Kami menyetujui hal itu, dikarenakan pada saat itu sdh cukup malam, maka kamipun langsung check in ke htl.

Keesokannya kami mendapat kabar dari pihak airasia Bangkok bhw tas kami sdh diketemukan (dgn alasan tertinggal di Jakarta) dan akan dikirim ke hotel tempat kami menginap. Pada malam harinya sekitar jam 11 malam, kami baru menerima tas kami (dikirim oleh pihak delivery service) dalam keadaan terbungkus plastik dan msh tersegel. Pada saat segel tersebut kami buka, saya mendapati resleting tas saya dalam keadaan rusak (putus), begitu juga tas milik teman saya dalam kondisi pernah dibuka paksa. Sayapun lalu membuka tas saya dan memeriksa isinya, dan ternyata ada beberapa barang saya yg hilang diantaranya : 2 bngks rokok berikut lighter dan baterai charger kamera digital Sony DSC T300. Dan teman sayapun kehilangan pocket knifenya yg ditaruh di dlm tas.

Sayapun langsung komplain ke pihak Airasia Bangkok per telpon dan menjelaskan semuanya, mereka menyarankan saya untuk membuat laporan kembali pada saat jadwal kepulangan saya nanti (tgl 25 Sept 2010), dan saya setuju.

Pada saat pulang dari Bangkok, sayapun melaporkan hal tsb kembali di bandara Bangkok, mereka membuat reportnya (Report id : CBTBKK10a00353) dan menyarankan saya untuk melaporkan kembali setibanya di Jakarta, sayapun melakukannya. Pihak airasia menjanjikan akan menginvestigasi dahulu keadaanya dan akan memberi kabar ke saya 2 hari kemudian, namun tdk ada kabar/telepon dr Airasia dlm 2 hari tsb. Akhirnya saya yg hrs menghubungi mrk, dan itupun sulit.

Setelah perdebatan berkali-kali dlm bbrp minggu, saya diberi kabar bhw dlm policy airasia tdk ada penggantian untuk isi bagasi yg hilang, dan saya sangat kecewa dgn hal ini. Kalau memang tidak ada penggantian isi bagasi yg hilang karena kelalaian customer, saya msh bisa menerima, tetapi dalam hal ini tas saya dalam kondisi dirusak yg berarti adanya pembongkaran paksa yg sama artinya dengan kasus pencurian.

Bagaimana mungkin saya hrs menanggung kerugian yg disebabkan oleh kelalaian pihak Airasia. Belum lagi kerugian karena saya hrs membeli pakaian untuk kerpeluan sehari2 saya pada saat di Bangkok.

Sungguh pelayanan yg sangat mengecewakan sekali. Kenapa di Indonesia, kita sebagai konsumen selalu berada di posisi yg lemah.
Saya sarankan harap berhati-hati bagi yg ingin melakukan penerbangan bersama Air Asia, terutama terhadap bagasi anda.

Gaynowo Liman
gaynowo@yahoo.com

Nama besar Agung Podomoro Group bukanlah Jaminan

Mohon Berhati-hati jika anda ingin mencari / membeli unit apartemen AGUNG PODOMORO GROUP (APG), pada tanggal 22 Agustus 2010 yang lalu saya dipaksa oleh pihak marketing Seasons City untuk saat itu juga membayar booking fee sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) No. Kuitansi : 00021352 supaya dapat mengikat unit TB/25/CB.

Alasan mereka harga akan segera naik dan promo akan segera berakhir, tentu saja saya sangat yakin dengan semua ucapan mereka; karena mereka berjanji apabila nanti discount dan promo cicilan tidak sesuai maka uang booking fee yang telah dibayar dapat dikembalikan.

Kemudian saya diminta untuk menandatangani unit pesanan dan form pengajuan special promo, dibenak pikiran saya waktu itu sangat yakin dan percaya dengan janji Bpk Andi J.K. selaku sales mgr disana akan mengajukan ke pihak direksi perihal permohonan special promo unit apartemen saya.

Tiba-tiba saya sangat terkejut mendapat kabar dari beliau bahwa permohonan saya di tolak oleh pihak direksi, sepontan saya sangat kaget dan sangat kecewa karena impian saya ingin memiliki apartemen Seasons City menjadi sirna.

Tidak hanya sampai disitu kekecewaan saya bertambah pahit lagi, ketika saya mencoba untuk meminta kembali uang booking fee yang telah saya bayar, namun saya tunggu sampai sekarang ini belum juga dikembalikan sedikitpun.

Saya benar-benar sangat tertipu dengan nama besar APG, yang selama ini saya pikir bisa memberikan jaminan kepuasan dan kepercayaan terhadap konsumen; ternyata mereka telah terbukti sebagai salah satu developer ternama yang suka memperdayai orang kecil yang baru ingin memiliki apartemen untuk tempat tinggal.

-Nugroho Kristian Hartanto-
nugie_79@hotmail.com

Mohon penyelesaian Bus Hiba, Sopir Ugal-ugalan

Pada tanggal 20 Sept sekitar jam 7 malam, mobil saya di serempet Bus Hiba Utama (memaksakan masuk jalur walau nggak muat). Kejadiannya di dekat stasiun bekasi. Sopir bus yang bernama Suharso merasa bersalah dan akan bertanggung jawab. Dia minta damai tidak berurusan dengan polisi. Karena dia tidak memiliki uang untuk ganti rugi, sopir tersebut memberikan STNK bis-nya.

Setelah menunggu waktu yang lumayan lama dan proses yang ribet (berkali2 dan di foto) akhirnya kami ketemuan di bengkel dan akhirnya oleh bengkel kerugian ditaksir 1.7 Jt + PPN 10%. Kami kecewa ternyata sopir tersebut tidak mengakui penyebab penyok mobil saya dan hanya mengakui baret saja.

Akhirnya karena saya males ribet dan kasihan dengan sang sopir, saya minta Hiba menanggung 50% dari kerugian saya. Namun mereka masih keberatan. Masa hanya diganti 100 Rb rupiah, memang mobil saya mobil mainan atau mobil angkot?

Melalui media ini, saya mohon Hiba untuk segera menyelesaikan masalah ini dan menegor supir tersebut agar berhati2 dijalan dan tidak ugal ugalan karena bisa membahayakan keselamatan penumpang & orang lain. Dan untuk pengguna jasa Bus Hiba agar berhati-hati, tegur sopir kalau ugal-ugalan.

Yusuf I
yusuf_ipoenx2001@yahoo.com

Layanan Buruk Telkomsel Flash (Prosedur Tidak Jelas)

Saya berlangganan produk telkomsel kira-kira selama 5 tahun dimulai dari tahun 2005. Dari memakai kartu Simpati sampai migrasi ke kartu Halo. Mulanya saya percaya dan bangga menggunakan produk dari telkomsel tersebut, karena konon katanya mempunyai sinyal yang kuat dan jaringan ada dimana-mana. Jadi gak usah takut gak ada sinyal. Walaupun tarifnya memang mahal untuk ukuran saya sebagai buruh pabrik.

Terakhir saya sangat amat kecewa dengan pelayanan dari Costumer Servis Telkomsel. Bermula dari keinginan saya untuk menggunakan Kartu Halo untuk dapat digunakan Internet menggunakan modem, dengan mengikuti program Telkomsel Flash. Saat itu saya melakukan pendaftaran melalui sms ke 3636, singkat cerita sayapun langsung melakukan registrasi, dengan mengambil paket Rp125.000/bulan, tinggal menunggu konfirmasi selanjutnya dari pihak TELKOMSEL.

Tetapi setelah ditunggu konfirmasi aktivasi saya tidak juga saya terima akhirnya saya beranggapan bahwa registrasi tersebut telah gagal, dan pada saat saya menerima BILLING tagihan dari pihak Telkomsel Bulan Mei 2010, disitu tertera ringkasan biaya penggunaan 3G, HSDPA, GPRS, MMS…..sebesar Rp 137.365.-. Betapa terkejutnya saya. Saya pikir kapan saya pakai paket ini, karena saya tidak merasa mendapatkan konfirmasi dari pihak Telkomsel bahwa registrasi yang saya lakukan telah disetujui.

Karena merasa dirugikan, kemudian saya coba ke Grapari Halo yang ada di Niaga Kalimas Kali Malang Bekasi Timur. Disini coba saya adukan permasalahan saya. Saya jelaskan semua dari awal sampai akhir agar ada pertimbangan untuk tidak membebankan tagihan tersebut kepada saya, karena masalahnya saya tidak pernah pakai produk Telkomsel Flash tersebut. Karena memang saya tidak tahu kalau paket tersebut telah aktif dan bisa dipergunakan. Yang lebih mengecewakan lagi ternyata paket tersebut mengikuti periode kartu HALLO saya yaitu dari tgl 11- sampai tanggal 11 bulan berikutnya, sementara saya daftar tanggal 9,jadi saya harus menghabiskan paket tersebut dalam waktu 3 hari saja, kalau tidak pasti hangus. Logikanya kalau saja saya tahu periode aktifnya sama dengan Kartu Halo, saya tentunya saya tidak akan ambil paket tersebut. Rugi saya. Tetapi ternyata saya tetap harus melakukan pembayaran paket tersebut.

Akhirnya saya mencoba menghubungi CS Telkomsel. Nah disini mulailah bertambah rasa kecewa itu muncul. Betapa tidak, saya tidak hanya menghubungi sekali atau dua kali CS tersebut untuk melaporkan permasalahan/keluhan saya, dan setiap saya telpon CS operator yang menerima selalu berganti. Berarti saya harus menjelaskan berkali-kali kepada setiap operator yang berbeda mengenai masalah yang saya alami, karena belum mendapatkan titik terang, apa yang harus saya lakukan untuk mengklarifikasi masalah ini.

Setelah lama akhirnya saya diminta membuat Surat Pernyataan dilengkapi dengan foto copi KTP, Materai, dan salinan tagiahn yang bermasalah untuk di Fax ke Call Center Telkomsel. Setelah dikirim, saya diminta untuk konfirmasi ke pihak Telkomsel bahwa fax sudah dikirim. Setelah dikonfirm dan di cek oleh operator ternyata belum ada fax masuk katanya, dan akhirnya saya diminta untuk mengirim fax ulang. Setelah Fax dikirim saya konfirmasi kembali ke Call Center, dan kejadian menyebalkan terulang lagi disini karena operator yang menerima tlp saya sudah berbeda. Alhasil saya harus menjelaskan kembali duduk persoalan dari awal lagi.

Sepertinya nama besar Telkomsel tidak diimbangi dengan pelayanan yang besar terhadap pelanggan. Setelah fax diterima saya disuruh tunggu selama 2 minggu untuk dibantu menyelesaikan keluhan saya. Oke saya tunggu, walau dalam hati bertanya-tanya, kenapa masalah seperti ini saja koq ngurusnya lama banget…? Setelah seminggu berlalu, akhirnya saya coba amenghubungi call center kembali untuk menanyakan kabar pengaduan saya. Seperti biasa, operator yang menerima berbeda lagi, walaupun saya sudah sebutkan nama, no hp, tetap saja saya harus menjelaskan dari awal permasalahan saya. Sepertinya tidak ada komunikasi antara Operator, sehingga terjadi kejadian seperti ini, padahal mereka bekerja pada perusahaan telekomunikasi.

Singkat cerita, setelah dicheck dan menunggu lama… dengan pulsa terus berjalan… akhirnya saya mendapat keterangan yang sungguh diluar dugaan saya:

“Bapak, untuk masalah ini, sebaiknya bapak langsung datang saja ke Gerai Halo yang ada di BCP Bekasi Barat…”

Gubrakkk. Sudah buat Surat Pernyataan pake materai, ngasih foto kopi KTP, nunggu satu minggu… eehhhh malah dapet jawabannya suruh datang aja ke BCP… Kenapa enggak bilang dari minggu kemariiin neeeng…

Sampai sekarang masalah tersebut blm tuntass…sementara tagihan terus masuk ke saya dengan tagihan yang semakin membesar….

AMMPUUUN TELKOMMSEEELLL ENGGA LAGI-LAGI DAH PAKE TELKOMSELLL….MAHAALLL..MENYESSAAALLLL…

Wassalam,
Ahmad Jabidi
jabidi.ahmad@gmail.com

Upaya Perampokan oleh Provider Indosat IM3

Halo managemen Indosat, IM3….

Saya pelanggan 085669444404, tanggal 21-08-2010 pkl 10:25 WIB mendapat sms dari no 600 yang berisi sbb :

\\\”Trims. Km trdaftar di prg HEBOH Indosat. Dgn 2rb/sms kmbs raih VIOS dan UANG TUNAI setiap hari. Ktk STOP ke600 kalau km tdk mau terima ksmptn ini CS:02157943884\\\”

Permasalahannya:

1.Saya tidak pernah merasa mendaftar/registrasi prg. HEBOH Indosat tersebut! Dan sama sekali tidak tertarik mimpi2 dapat Vios atau uang tersebut karena jelas2 bohong besar.

2.Kalimat yg saya cetak tebal dan garis bawah sangat meresahkan. Jika saya tidak mengetik STOP dan mengirimkan ke 600 maka berarti saya setuju dipotong 2rb/sms. (Entah satu hari berapa kali? Bayangkan kalo satu hari 10x pengelola ini sms kepada saya, berarti pulsa saya akan dipotong 20rb/hari!).

3. Belakangan ini hampir semua operator mengganti kalimat REG pada program berlangganan mereka dengan kode-kode yang langsung aktif sebagai member misal: *000*000*00# dll termasuk INDOSAT! Karena saat ini masyarakat sudah menghindari kalimat REG karena itu adalah perampokan tersembunyi pihak operator kepada pelanggan2nya dgn biaya extra MAHAL cuma buat sms!!! Maka diubahlah sistem REG tsb dgn kode2 yang dulu cuma dipakai oleh pihak operator buat bahasa intern nya.. misal cek pulsa, CS dsb…

4. Pihak Indosat membiarkan promosi searah kepada pelanggan2nya, misalnya sms2 discount dicounter2 tertentu, promo ini, promo itu dll. Padahal itu semua tidak termasuk perjanjian awal saat pelanggan mendaftar sebagai pelanggannya. Sepertinya pihak operator dalam hal ini INDOSAT, tidak cukup mengambil keuntungan dari pelanggannya dari penjualan Nomor Kartu, dan Pulsa saja, tapi juga berlaku sebagai Biro Iklan, calo penipuan program-program yang memotong dana konsumen nya melalui sms. Perlu manajemen Indosat ketahui bahwa saya pribadi sangat tidak nyaman inbox saya dipenuhi sms-sms sampah semacam itu! Dulu kalo saya dapet sms yang pengirimnya Indosat, maka akan penuh antusias membacanya. Mungkin ada pengumuman atau berita penting. Tapi sekarang? Terus terang hampir semua sms yang masuk dgn nama pengirim Indosat langsung saya delete tanpa merasa perlu utk dibaca dulu! Sebab isinya bisa dipastikan sms sampah berisi iklan-iklan yang tidak sepatutnya dikelola manajemen Indosat!

5. Pihak terkait utamanya Kementrian Komunikasi seyogyanya menertibkan masalah ini! Bayangkan kalo user/pelanggan tersebut orang yg tidak tahu atau tidak mau tahu atau tidak ngerti maka habislah dirinya dirampok! (maaf saya pakai istilah ini karena rasanya pas!) oleh operator selular beserta kroni2nya. Dan terusterang ada banyak kawan, tetangga yang komplain karena pulsanya yang tiba-tiba berkurang setiap hari tanpa dipakai dengan keterangan ikut program-program seperti di atas tanpa pernah mendaftar alias tertipu mentah-mentah. Pihak Kemkominfo selayaknya membersihkan semua jalur operator selular dari perampok-perampok rakyat seperti ini. Bahkan bila perlu menutup operator yang berani melanggarnya tidak kecuali! Baik itu Indosat, Telkomsel, Excelcomindo dan lain-lain. Karena mereka jelas-jelas mencari keuntungan semata dengan segala cara.

Demikian saya sampaikan. Sebetulnya uneg-uneg ini sudah lama saya pendam dan saya cuma memberitahu keluarga terdekat saja agar jangan sekali-sekali kirim atau ikut perintah REG kepada operator manapun. Karena begitu kita REG, maka habislah kita di rampok setiap hari.

Namun hari ini, dibulan suci Ramadhan 1431H ini saya terpaksa mengangkat masalah ini ke publik karena saya nilai sudah sangat terlalu. Bangsa ini mencari rezeki dengan segala cara…. Cara2 penipuan dan persekongkolan menghirup darah rakyat Indonesia ini yang dianggapnya tolol semua! Bahkan diBulan Suci Ramadhan pun mereka tidak peduli lagi…

Prabumulih 21 Agustus 2010

Hormat saya,
Ir. Rahmad Awaluddin
085669444404

Komplek dkt 27 RT.03/RW.01
Prabumulih, Sumatera Selatan

Hati-hati Penipuan Penjualan Pulsa oleh www.nasionalpulsa.co.cc

Awalnya bermula dari sebuah sms yang masuk ke hp saya pada tanggal 15 Agustus 2010 dari no 087842990145, yang menawarkan untuk menjadi anggota (Master Dealer atau Agen) dari nasional pulsa. Dalam sms ditulis sebuah website www.nasionalpulsa.co.cc.

Karena memang sebelumnya saya sudah menjadi anggota dari perusahaan yang juga bergerak dalam bidang penjualan pulsa elektrik, maka begitu melihat harga pulsa yang ditawarkan lebih murah dari yang biasa saya jual ditambah dengan bonus Rp.500.000,-, saya langsung tertarik dan langsung melakukan pendaftaran dengan menggunakan nama IZARD001 via sms (petunjuk dari website www.nasionalpulsa.co.cc). Setelah itu saya menerima sms balasan yang menyebutkan keanggotaan saya sudah aktif, dan kemudian saya disuruh untuk melakukan pengisian deposit awal sebesar 2 juta rupiah.

Keeseokan harinya saya mendaftarkan no rekening bank BTN a.n Zaenal Abidin (0004401500283152) dan a.n Andy Musafir (0018401500015088) via ATM agar memudahkan saya pada saat mentransfer uang via sms banking. Pada saat itu juga, saya langsung mentransfer uang sejumlah Rp.2 jt ke rek. Zaenal Abidin. Setelah itu, saya sms ke nomor pendaftaran nasional pulsa (081394739145) untuk mengkonfirmasi bahwa uang deposit awal sudah saya transfer.

Kurang lebih 2 jam, dari pihak nasional pulsa menghubungi saya dan menyuruh saya untuk kembali ke ATM bank BTN karena menurutnya ada yang harus diinput via ATM. Sayapun langsung ke ATM bank BTN, di situ saya disuruh untuk mentransfer uang sejumlah Rp.5.999.999,- ke nomor rekening Zaenal Abidin dengan alasan uang itu untuk dijadikan sebagai modal awal saya sebagai master dealer.
Kurang lebih sekitar 2-3 jam, saya kembali dihubungi dari pihak nasional pulsa dan disuruh untuk membeli voucher gesek dengan rincian Simpati 100rb & 50rb=10 lbr; As 50=7 lbr; As25=4lbr, Axis50=4 lbr. Setelah itu, saya kemudian disuruh untuk menggosok semua nomor voucher tersebut dan mengirimkan ke nasional pulsa via sms.

Karena saya tidak mendapatkan voucher axis, akhirnya saya disuruh untuk membeli voucher elektriknya dan disuruh masukkan ke nomor 083139065881 dan 083139065882 masing-masing sebesar Rp.50.000,-

Keesokan harinya, saya menghubungi ke pihak nasional pulsa untuk menanyakan status keaktifan keanggotaan saya. Saya lalu disuruh untuk mengurus surat izin sebagai master dealer sebagai syarat keaktifan master dealer. Saya lalu mencoba ke kantor telekomunikasi untuk mengurusnya, tetapi ternyata menurut petugas di kantor telekomunikasi, untuk penjualan pulsa apapun bentuknya itu tidak memerlukan surat ijin.

Akhirnya saya menghubungi lagi pihak nasional pulsa dan menanyakan perihal surat ijin tersebut. Dari pihak nasional pulsa menyarankan agar saya mentransfer uang sejumlah Rp.2.500.000,- agar pihak nasional pulsa dapat mengurusnya sendiri. Karena sudah kepalang tanggung, akhirnya saya melakukan lagi transfer via Bank BTN ke nomor rekening Zaenal Abidin. Menurut pihak nasional pulsa, jika surat ijin sudah selesai hari itu, maka besok akan dikirim via pos disertai dengan spanduk nasional pulsa.

Keesokan harinya, saya menghubungi pihak nasional pulsa untuk menanyakan perihal surat ijin saya sekaligus menanyakan apakah saya sudah bisa melakukan transaksi penjualan pulsa. Kemudian saya dijawab bahwa semua sudah selesai dan sudah siap untuk dikirimkan, tapi dari pihak nasional pulsa meminta lagi uang pengiriman sebesar Rp.1.500.000,-.

Karena pada dasarnya saya sudah biasa dengan kiriman paket barang, maka saya menanyakan spesifikasi paket tersebut hingga biaya pengiriman sampai sejumlah Rp.1.500.000,-. (sampai saya menulis cerita ini, spesifikasinya tidak pernah saya terima)
Akhirnya saya menghubungi pihak nasional pulsa dan mengatakan “bahwa jika memang nasional pulsa seperti yang disebutkan di www.nasionalpulsa.co.cc itu ada, saya minta bantuannya untuk mengirm lebih dahulu barang saya, dan jika barang sudah tiba di rumah maka akan saya ganti berapapun besarnya”. dan jawaban dari pihak nasional pulsa bahwa mereka akan mengusahakannya. tapi sampai saya menulis cerita ini, kepastian itu tidak ada.

Kiranya sampai di sini saja cerita penipuan ini, dan mudah-mudahan melalui cerita ini banyak orang yang dapat terhindar dari penipuan oleh WWW.NASIONALPULSA.CO.CC

Oh iya, ternyata nasional pulsa itu ada 2 website. Yang melakukan penipuan menggunakan website WWW.NASIONALPULSA.CO.CC, sementara website nasional pulsa yang lain menggunakan WWW.NASIONALPULSA.COM

Ini data-data yang tidak ada di www.nasionalpulsa.co.cc :
– no rek bank BTN a.n ZAENAL ABIDIN : 0004401500283152
– no rek bank BTN a.n ANDY MUSAFIR : 0018401500015088
– no rek bank BCA a.n EDI LUKMAN : 6630349476

Terimakasih
Alfred Deddy
Jl. Manunggal No. 33 Loa Bakung
Samarinda, Kaltim

Update: website di www.nasionalpulsa.co.cc menghilang, ini tembolok dari Google disini.