BRI (lagi-lagi) Mengecewakan

Pada tanggal 26 Februari saya melakukan transaksi cek saldo SMS Banking BRI. Sejak pagi sampai siang, saya sudah melakukannya sebanyak 3 kali dengan format yang sama : SALDO (PINSMS) kirim ke 3300.

Setiap kali saya mengirim, pulsa saya terpotong 1.000 rupiah. Sehingga, pada hari itu pulsa saya terpotong sebnayak 3.000 rupiah.

Tapi, 3 kali saya kirim, tak satupun balasan yang masuk ke HP saya.

Saya pun menelepon Call Center BRI di nomer 14017. Diterima petugas bernama Nicky (laki-laki). Saat dicek, ternyata pada saat itu terjadi gangguan jaringan di SMS Banking BRI.

Saya pun bertanya, “Lalu, pulsa saya gimana mas?”
Dia menjawab, “pulsanya memang otomatis terpotong pak, sejak dilakukannya pengiriman,”
Saya bertanya lagi “lalu, informasi tidak kunjung saya dapatkan, tapi pulsa saya terpotong. Gimana ini?”
Dia menjawab, “memang seperti itu, pak. Pulsa dipotong oleh operator yang bersangkutan meskipun transaksi gagal dilakukan”
Saya pun bertanya lagi, “Lalu, kapan jaringan ini beres pak?”
Dia menjawab, “belum tau pak. nanti bapak coba lagi saja”

Logika otak saya yang tidak sepandai bos-bos di BRI mengatakan, jika tidak saya harus mencoba terus,maka potensi pulsa saya terpotong lebih besar lagi. Jika pada hari itu saya mencoba sebanyak 10 kali, maka pulsa saya terpotong 10 ribu. Jika di saat yang sama terdapat 1000 pelanggan SMS Banking BRI yang mencoba sebanyak 10 kali pula, maka terdapat 100 JUTA Rupiah uang keluar tanpa ada hasil atau SMS balasan dari BRI.

Apakah memang demikian kebijakan BRI ? Pulsa terpotong atau tidak (seperti dikatakan mas Nicky tadi) adalah urusan operator, sementara persoalan jaringan tidak ada follow up atau pemberitahuan kepada konsumen bahwa sedang ada gangguan jaringan, atau bahkan pemberitahuan jika permasalahan telah selesai.

Di kepala saya yang tidak sepandai Bos-Bos BRI itu, mestinya ada tindakan dari BRI yang akan menginformasikan kepada pelanggan SMS Banking BRI jika terjadi persoalan jaringan, dan AKAN DIBERITAHUKAN lewat SMS pula jika persoalan tersebut telah selesai. sehingga, pelanggan tidak membuang-buang pulsanya untuk mencoba dan belum tentu berhasil.

Bayangkan, jika saya mencoba sebanyak 10 kali, artinya hanya untuk cek saldo saya dikenai biaya 10ribu. Itu dengan catatan persoalan jaringan telah selesai.
Sungguh mengecewakan Bank Sebesar BRI tidak becus menangani problem pelayanan. Mereka hanya membangun, mengembangkan, menambah, tapi tidak mampu merawat. Akibatnya, promosi SMS Banking jadi SIA-SIA.

Untunglah BRI adalah Bank yang wajib saya miliki rekeningnya, karena gaji saya dibayar hanya lewat situ. Kalau tidak…entahlah.

 

Yunus Bani Sadar

yunusbani@gmail.com

Sebarkan cerita ini:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Yahoo! Buzz
  • Digg
  • email
  • MySpace
  • Technorati
  • Live
  • Mixx
  • NewsVine
  • Print
  • SphereIt
  • Sphinn
  • TwitThis
  • YahooMyWeb
Ditulis pada February 27, 2009 | 18 Komentar | Di dalam kategori : Perbankan

Ada 18 Komentar sejauh ini...

Memang Pelayanan BRI sangat amat mengecewakan terkesan meremehkan para nasabahnya apalagi yang ada di unit kecamatan tidak seperti di bank2 lain,
ketika saya masuk di BCA,MANDIRI di sambut dengan ucapan selamat pagi..siang dan terima ksih ketika meninggalkan BANK dan pintupun dibukakan ini sangat bertolak belakang dengan BRI,
pada saat pembukaan rekeningpun begitu di BANK lain di jelaskan sejelas2nya tapi kenapa di BRI di tanyapun petugasnya jawabnya ogah2an ya!…..tidak!…..
apakah mereka para karyawan BRI kesejahteraanya masih kurang sehingga kerjanya seperti itu, yang pasti kalau saya nggak terpaksa sangat amat mals sekali untuk membuka rekening di BRI.

Berkomentar pada March 27, 2009 03:39 pm
2. retno

Emang betul, aku juga pengguna sms banking BRI, tapi emang lebih banyak troubelny, apalagi pas tanggal2 muda, mohon pengelola sms banking BRI memperhatikan hal ini demi kemajuan BRI dimasa mendatang sebagai Bank Rakyat yang bisa masuk ke seluruh pelosok desa.
Terima kasih

Berkomentar pada May 27, 2009 03:50 pm
3. pram

benur tuch smsbanking bri mengecewakan selain mahal juga sering error masa tidak ada balasan pulsa terpotong 1000, ada balsan time out atau system sibuk atau lainya juga terpotong padahal harga bea sms sekarang dah turun drastis lintas opr saja sms ada yg 20 perak(im3) max 150 perak.. demi pelayanan pelanggan jika masalah tersebut ada di operator selluler kan bri bisa aktifkan i-banking, sampai sekarang ibanking juga gak tau kapan adanya….
mngkin karyawanya dah PNS jadi ker gak ker tetap dibayar..

Berkomentar pada June 20, 2009 08:42 pm
4. Rina

kalo setau saya memang karyawan bri,terutama yg frontliner,adalah outsourching. Yang lebih miris lagi ternyata hampir seluruh saham perusahaan outsourching itu adalah dana kepegawaian bri (milik bos-bos bri) yg berarti selain “memerah” tenaga karywn outsourch itu,pihak bri sendiri pun memotong gaji karyawan outsourch tsb. Sudah barang tentu kesejahteraan karywn tsb tidak diperhatikan.
dan dengan arogannya pihak sdm bri mengatakan tidak takut kekurangan karywn outsourch,toh msh bnyak sarjana2 yg mengangur mengantri untuk kerja di bri,yg lebih muda,lebih fresh,dan tentu lebih lugu.

entah apakah para bos-bos bri belum menyadari dampak dari buruknya manajemen sdm di bri terhadap kualitas kinerja karyawan,khususnya,dan citra bri secara umum???

Berkomentar pada June 30, 2009 09:20 pm
5. Antoni

Saya sih juga salah satu nasabah bri. Menurut saya sms bankingnya bagus koq, cepat pula tuh (+-10 detik) uda ada konfirmasi. TAPI.., itu yg ke sesama bri. Sewaktu sy mencoba mentransfer ke bank lain dngn mATM Bersama yg ada di kartu simpati, transaksi sy tidak pernah berhasil. Dan kurasa sampe tulisan ini sy publis, uang sy kurasa uda abis 30rb hanya untk mencoba, mencoba, dan mencoba. Semoga bri bs lebih memperhatikan untk sarana /fasilitas yg satu ini karna sarana / fasilitas sms bnkng, nasabah menjadi sngt mudah untk bertransaksi, terlebih2 tidak harus menunggu di mesin atm lg.

Berkomentar pada July 5, 2009 09:14 am
6. yansah

saya kurang tahu juga, tapi yang pastinya ATM BRI sering terjadi Gangguan jaringan. hal tersebut dapat mengganggu kelancaran saya dalam mengambil uang di ATM.

Berkomentar pada July 13, 2009 09:38 pm
7. bambang

BRI setiap awal bulan pasti ATMnya trouble klo ambil diteller dibawah 2juta kena biaya oh nasib.. rek gajiku di BRI

Berkomentar pada August 4, 2009 04:17 pm
8. rizal

emang separah itukah BRI dalam melayani nasabah??? kebetulan saya mau mengadakan penelitian sekaligus magang di BRI untuk menganalisa bagaimana produktivitas teller BRI dalam meningkatkan kepuasan nasabah BRI. Kira2 ada yang mau ngasih saran dan informasi tentang pelayanan BRI terhadap nasabah selain sms banking. terima kasih…

Berkomentar pada August 18, 2009 08:05 am
9. wira

kesejahteraan karyawan BRI sepenetahuan saya sangat baik. Teman dekat saya yang bekerja puluhan tahun di BRI dan meninggal setahun lalu bahkan mendapat pensiun dan uang duka yang cukup banyak untuk ahli warisnya membeli mobil, motor baru, dan membangun rumah. Tentu berbeda dengan yang statusnya outsourcing meski lama bekerjanya puluhan tahun juga. Pasti ini jawaban atas etos kerja karyawan BRI.

Berkomentar pada August 18, 2009 04:32 pm
10. Paijo

Apalagi ATM nya selalu error, baiknya khusus BRI. ATM itu artinya Ada Tulisan Maaf, atau Asal Tekan Modar

Berkomentar pada September 3, 2009 03:23 pm
11. ming

iya BRI kan memiliki nasabah dari desa sampai kota,yang jumlahnya sudah luar biasa,kenapa masih belum bisa I.Banking,agar memudahkan nasabah melakukan transaksi transfer,llg,cek saldo lebih hemat waktu dan biaya,ayo SDM BRI majukan di segi teknologi,seperti Bank bank lainnya!

Berkomentar pada October 9, 2009 07:17 pm
12. Ronald

APA KABAR BRI..? LUAR BIASA.. APA KABAR PEKERJA BRI..? Ohh Nasiib.. Thn ini pekerja BRI unit sdh d bayang2i tdk dpt bonus. Hancurlah rencana thn depan krn bonus yg d harapkan tdk ada. Tolong Manajemen BRI tdk menghubungkan unit dg cabang. Gara2 cab yg rugi, unit2 tdk dpt bonus. Padahal unit2 tsb mencetak laba & jd korban cab. Pelayanan kami (pekerja unit) tdk akan prima gara2 cabang. “Cabang brengsek, Manajemen Pusat tdk adil” harus ada revisi SE terkait hal tsb kalau BRI ingin maju bersaing. Ingat kontribusi laba BRI >85% dari unit..

Berkomentar pada November 27, 2009 07:34 pm
13. Ronald

SATU LAGI.. ASSET UTAMA BRI ADALAH PEKERJA UNIT.. BRI tdk akan bangkrut dgn menaikkan gaji karyaman. Seperti yg dibicarakan Dir/Kadiv saat Rapimnas SP wkt lalu: BRI akan bangkrut kalau gaji pekerja dinaikkan.

Berkomentar pada November 27, 2009 07:41 pm
14. dink

manusia yang bisa cuma komentar ga tau isinya kayak gimana. yang pasti mah bri menyedihkan,gmn mau bener orang2 feodal semua..

Berkomentar pada November 28, 2009 10:30 pm
15. nana

bri tdk kompeten dlm memberikan layanan,aq mendaftr sms banking,smp skr blom ad konfirmasi sms,tlong bri jgn cm umbr janji

Berkomentar pada December 3, 2009 12:35 pm
16. abdul

bkn para nasabah yg lain aje yg pada komplain q sbgai nasabah bri
turut prihatin,cara pelayanan para pegawai bank bri yg ada di pedesaan pelayanannya kurang memuaskan.dan jg ATM nya sring error knpa sih ya.masa tiap q mo ke atm bri klo ada keperluan mendadak larinya ke atm bersama q ya mals,karena kena potongannya itu.

Berkomentar pada December 10, 2009 10:50 pm
17. kampret

Kacau balau klo anda2 pada tau,..SDM BRI itu payah banget,…pegawai organik BRI mulai dari tingkatan Frontliner sampai tingkat asisten manajer banyak yang katro, bisa komputer cuma itu-itu aja sebatas mengetik dan dan kegiatan yang sehari-hari dikerjakan bahkan ada yang gak bisa komputer cuy apalagi speak english,,,,makanya ketika disuguhkan tekhnologi baru untuk bersaing dengan bank lain, mereka semua pada gagap,,aslil gak bo’ong!!! untungnya BRI pake tenaga outsourcing,.yang rata2 masih Fresh baik fisik maupun otaknya,skillnya pun gak diragukan,..komputer and speak english ok!!organik BRI cuma bisa nyuruh karena gak bisa kerja gak, mereka cuma bisa nyari duit yang gak bertuan alias pemberian dari nasabah yang dikumpulkan kemudian dibagikan lagi,nungguin duit duit bonus, kerja cuma nongkrong dikantor,hah,…payaaaaaaaaaahhhhh!!!

Berkomentar pada December 13, 2009 12:57 am
18. weni

kalo dibanding2in nich,,kayaknya lebih sejahtera PNS dech dibandingin ama karyawan BRI..sama2 produk feodal nie,,tapi kita2 yg PNS,,masih diperhatiin nasibnya ama bos2 kita,,paling enggak yaaa gak separah karyawan di BRI,,apalagi kalo dapet kepala bagian yang loyal ama anak buah nya,,kesejahteraan pasti lebih oke…kasihan juga ya karyawan BRI terutama yang outsourching,,kerjaannya lelah buanget,,tapi yg nikmati bos2 diatas…

Berkomentar pada December 20, 2009 04:30 pm
(harus diisi)
(kami menghormati privasi anda) (harus diisi)
(boleh diisi/tidak)