<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Konsumen Dot Org &#187; Hiburan</title>
	<atom:link href="http://www.konsumen.org/category/hiburan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.konsumen.org</link>
	<description>Suara dan Media untuk Konsumen Demi Kemajuan Bisnis Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 13:09:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Indovision dan Sistem Pelayanan yang Jenius</title>
		<link>http://www.konsumen.org/indovision-dan-sistem-pelayanan-yang-jenius/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/indovision-dan-sistem-pelayanan-yang-jenius/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 07:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Indovision]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/indovision-dan-sistem-pelayanan-yang-jenius/</guid>
		<description><![CDATA[Saya berlangganan Indovision sejak Astro mati. Saya memaksakan berlangganan televisi berbayar karena saya tidak tahan menonton TV lokal yang isinya hanya iklan, tayangan kekerasan, cerita cerai selebriti dan kebodohan ala sinetron. Mau jadi apa anak saya diberi tontonan seperti itu. Ya sudah, saat Astro resmi mati, saya langsung mendaftar Indovision. Saya tahu Indovision bukan pilihan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="clear: both;">Saya berlangganan Indovision sejak <a title="Astro Mati" href="http://www.konsumen.org/resmi-astro-mati/" target="_blank">Astro mati</a>. Saya memaksakan berlangganan televisi berbayar karena saya tidak tahan menonton TV lokal yang isinya hanya iklan, tayangan kekerasan, cerita cerai selebriti dan kebodohan ala sinetron. Mau jadi apa anak saya diberi tontonan seperti itu. Ya sudah, saat Astro resmi mati, saya langsung mendaftar Indovision. Saya tahu Indovision bukan pilihan yang terbaik (makanya waktu itu kami milih Astro), tapi karena tidak ada pilihan lagi, ya Indovision akhirnya jadi pilihan terbaik.</p>
<p style="clear: both;">Ketika mendaftar, seperti biasa, proses administrasi tidak pernah muncul masalah. Setelah bayar-membayar, teknisi Indovision mengirimkan parabola dan memasangkannya. Tetapi setelah dipasang, kami harus menelepon bolak-balik agen Indovision di Bali, kantor cabang di Bali, dan kantor di Jakarta hanya sekedar memohon untuk mengaktifkan TV langganan kami yang sudah kami bayar di muka. Setelah sekitar sebulan menelepon setiap hari, dan diajarkan main pingpong<sup id="fnref-2010-03-26-13-46-58" style="line-height: 0px; font-size: smaller; vertical-align: super;"><a style="line-height: 0px;" href="#2010-03-26-13-46-58">1</a></sup> , akhirnya Indovision nyala. Saya ingat, kami sekeluarga seperti menemukan keajaiban yang datang dari Surga. INDOVISION NYALA! WOW HEBAT! Horeeee!</p>
<p style="clear: both;">Sejak nyala, masalah demi masalah datang. Dan penanganan-penanganan, yang saya percaya bukan kesalahan karyawan Indovision, tetapi sistem yang ada untuk memecahkan masalah pelanggan pun kami terima. Saya sudah lupa detilnya. Saya lupakan. Karena saya cukup mampu untuk mengerti bahwa memang tidak ada yang sempurna, termasuk dalam pelayanan perusahaan terhadap pelanggan.</p>
<p style="clear: both;">Tetapi, ada 2 kejadian, termasuk kejadian hari ini yang saya tidak akan bisa lupakan.</p>
<p style="clear: both;"><em>Kejadian pertama</em> adalah ketika Indovision melakukan upgrade sistemnya untuk mengingkatkan kualitas siaran beberapa bulan yang lalu. Siaran tiba-tiba mati beberapa hari. Saat itu, tidak diberitahu kapan siaran dapat berjalan lagi, sampai istri saya menelepon (dan main pingpong lagi) ke kantor cabang Indovision di Bali. Istri saya diberitahu bahwa kami harus membayar lagi Rp 100.000,-, untuk melanjutkan berlangganan dengan sistem network, atau apalah namanya, yang sudah di upgrade. Permasalahannya bukan masalah jumlah koq. Kalau ngga salah cuma Rp 100.000,-. Tentu saya mampu membayar sejumlah itu. Tetapi, mengapa tidak ada pemberitahuan bagaimana cara bermainnya di muka, ketika mereka melakukan perbaikan atau upgrade sistem? Sekarang hitungannya, berapa jumlah pelanggan Indovision yang membayar untuk melakukan upgrade, 100rb orang? 200rb orang? 1juta pelanggan? Sekarang kalikan saja jumlah itu dengan Rp 100.000,-. Lumayan tuh dapet duit segitu dari hasil &#8216;nodong&#8217; pelanggan. Mungkin membayar upgrade memang tidak terhindarkan, tentu, saya juga bayar koq. Hanya, orang yang tidak mempunyai gelar Sarjana Etis pun mengerti ini melanggar etika. Setahu saya, status legal Indovision itu Perseroan Terbatas, bukan Premanisme Tak Terbatas.</p>
<p>Kejadian kedua, terjadi hari ini. Pagi tadi, istri saya menemukan siaran Indovision mati. Sedikit latar belakang yang mungkin berhubungan dengan kerusakan siaran hari ini, mungkin juga tidak. Jadi, siaran di TV kami selama ini memang putus-putus. Rasanya seperti nonton DVD bajakan yang piringannya tergores-gores. Putus-putus gitu. Akhirnya, kami menelepon salah satu teknisi yang kami tahu untuk memperbaiki. Kami kenal dengan teknisi itu karena waktu itu kami kesulitan memanggil teknisi &#8216;resmi&#8217; Indovision, dan bapak ini sudah memasangkan parabola di rumah kami sejak jaman Astro dan Indovision. Bapak teknisi datang dengan sigap seperti biasa, dan langsung menemukan permasalahannya, di antena Indovision kami. Bapak tadi memberikan solusi dengan membungkus bulatan di parabola (dengan alumunium foil), dan siaran kami pun jadi bagus lagi. Tapi hanya sementara. Bapak teknisi menyarankan untuk mengganti elemen parabola nya, dan menyarankan untuk segera menelepon Indovision karena biasanya untuk menggantinya, Indovision membutuhkan waktu hingga sebulan. Maka, berdasarkan laporan bapak teknisi tadi, kami menelepon Indovision untuk meminta penggantian parabola.</p>
<p style="clear: both;">Saat itu pihak Indovision mengatakan:</p>
<blockquote style="clear: both;"><p>Nanti aja telepon lagi kalo siaran nya sudah mati.</p></blockquote>
<p style="clear: both;">Istri saya heran (jelas, orang bego juga pasti heran), dia jawab:</p>
<blockquote style="clear: both;"><p>Koq nunggu mati? Bukannya untuk penggantian begitu anda butuh waktu sebulan? Jadi kapan kami nontonnya?</p></blockquote>
<p style="clear: both;">CS Indovision menjawab:</p>
<blockquote style="clear: both;"><p>Iya, tapi kalau belum mati belum bisa diganti bu&#8230;</p></blockquote>
<p style="clear: both;"><strong>LEBIH JENIUS DARI EINSTEIN!</strong></p>
<p style="clear: both;">Ya sudah, mau ngomong apa lagi kalo berurusan dengan sistem (bukan salah karyawan, salah sistem) yang diperuntukkan untuk orang-orang jenius. Pelanggan pasti kalah. Akhirnya kami melanjutkan menonton Indovision, membayar iuran bulanan Rp 500.000,-, dan mendapat tampilan siaran seperti DVD bajakan selama lebih dari 3 sebulan. Hingga, pagi ini mati total. Istri saya menelepon Indovision lagi, dan jawabannya:</p>
<blockquote style="clear: both;"><p>Baik bu, kami akan mengirimkan teknisi ke rumah ibu. Paling lama tiga hari sudah datang.</p></blockquote>
<p style="clear: both;">Saya menepuk jidat saya seakan tak percaya, perusahaan sebesar<sup id="fnref-2010-03-26-14-54-58" style="line-height: 0px; font-size: smaller; vertical-align: super;"><a style="line-height: 0px;" href="#2010-03-26-14-54-58">2</a></sup> Indovision koq bisa-bisanya punya sistem seperti itu. Orang tidak bicara juga ngerti koq ini merugikan pelanggan, cuma mereka mungkin diam saja, atau kita tidak tahu mereka juga mengeluh tapi tidak terdengar.</p>
<p style="clear: both;">Seperti saya ungkapkan di pembukaan cerita ini, saya tidak akan memilih Indovision jika ada pilihan lain. Entah siapa yang bisa memecahkan masalah ini, masalah ketidakmampuan menciptakan kompetisi di industri yang market size nya besar. Yang pasti ya kita sendiri, orang Indonesia yang tinggal di Indonesia. Siapa lagi?</p>
<p style="clear: both;">
<p style="clear: both;">Robin Malau, <a href="mailto:robin@robinmalau.com">Kuta Bali</a></p>
<p style="clear: both;">
<div class="footnotes" style="clear: both;">
<hr />
<ol style="clear: both;">
<li id="2010-03-26-13-46-58">&#8220;Oh bukan tanggung jawab pihak kami, coba telepon ke cabang&#8221;. Ketika menelepon kantor cabang, oh itu di pihak pusat bu, silahkan menghubungi langsung&#8221;. Dan seterusnya.<a class="footnotesBacklink" href="#fnref-2010-03-26-13-46-58">↩</a></li>
<li id="2010-03-26-14-54-58">Besar memang bukan berarti Kualitas.<a class="footnotesBacklink" href="#fnref-2010-03-26-14-54-58">↩</a></li>
</ol>
</div>
<p><br class="final-break" style="clear: both;" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/indovision-dan-sistem-pelayanan-yang-jenius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Taktik First Media Menipu Konsumen</title>
		<link>http://www.konsumen.org/taktik-first-media-menipu-konsumen/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/taktik-first-media-menipu-konsumen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 13:52:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[First Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah seorang pelanggan Home Cable dan internet First Media dengan nomor pelanggan 600055. Awal mula pasang Home Cable 66, saya masih bisa menikmati seluruh channel yang disediakan sampai suatu waktu tiba-tiba hampir 75% channel mati dan tidak dapat diakses. Saya telepon ke Customer Service dan dijelaskan bahwa awal mula pasang saya mendapatkan fasilitas promo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Saya adalah seorang pelanggan Home Cable dan internet First Media dengan nomor pelanggan 600055. </p>
<p>Awal mula pasang Home Cable 66, saya masih bisa menikmati seluruh channel yang disediakan sampai suatu waktu tiba-tiba hampir 75% channel mati dan tidak dapat diakses. Saya telepon ke Customer Service dan dijelaskan bahwa awal mula pasang saya mendapatkan fasilitas promo yakni semua channel dibuka dan sekarang waktu promonya sudah lewat makanya channel-chanel yang tidak termasuk ke dalam paket saya dimatikan. </p>
<p>Sejauh itu saya mengerti dan menerima penjelasan yang diberikan oleh customer service tersebut. Tapi menjelang beberapa hari kemudian, ternyata channel yang lainnya masih dimatikan lagi satu per satu secara perlahan &#8211; lahan. Setiap hari ada saja yang dimatikan. Begitupun saya hanya menerima saja keadaannya karena berpatokan dari penjelasan si customer service sebelumnya. Setelah itu memang tidak ada lagi channel yang dimatikan dan semuanya berjalan seperti biasa saja. </p>
<p>Sampai dengan hari ini, tiba &#8211; tiba channel &#8211; channel yang masuk ke dalam paket saya menghilang lagi sekitar 5 channel. Saya berusaha menelepon customer service tapi tetap saja tidak tembus &#8211; tembus dan sekarang saya sudah malas menelepon makanya saya menulis ini biar khalayak ramai tahu bagaimana bobrok dan plin plannya management First Media yang tidak lebih dari perusahaan penipu. </p>
<p>Belum lagi cerita tentang fastnetnya. Saya juga diuber &#8211; uber secara tidak sopan dari marketing untuk memasang internet mereka sampai &#8211; sampai jam 10 malam pun teknisinya bisa datang dan dengan segala cara seperti penipu dan perampok memaksa saya untuk memasang internet. Karena merasa kasihan akhirnya saya pasang saja internetnya paket 384. </p>
<p>Seperti biasa, awal mula selama seminggu internetnya berjalan baik &#8211; baik saja dan cukup cepat. Tetapi minggu kedua, segala sesuatu berubah dan jaringan internet First Media terus mengalami gangguan bahkan pernah sampai seminggu tidak jalan &#8211; jalan. Setelah jalan itupun speednya tidak secepat dulu lagi. </p>
<p>Apakah ini semua taktik mereka untuk menipu para pelanggan supaya pelanggan memasang paket yang lebih tinggi lagi? Padahal sebenarnya paket &#8211; paket yang ditawarkan oleh First Media juga tidak murah kalau dinilai dari cara penipuan seperti begini. </p>
<p>Apalagi seluruh staf dan customer service First Media tidak sopan sekali menangani customer. Ternyata hanya sebatas begitu saja pendidikan orang &#8211; orangnya dan bahkan managementnya pun tidak becus menarik pelanggan. </p>
<p>Hati &#8211; hati saja terhadap First Media!</p>
<p><strong>Antony Liu</strong><br />
Komp. Duta Garden Blok J5/8<br />
Tangerang &#8211; Banten<br />
021-5400156</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/taktik-first-media-menipu-konsumen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penipuan Mainan Mulyatno Arifin via BCA</title>
		<link>http://www.konsumen.org/penipuan-mainan-mulyatno-arifin-via-bca/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/penipuan-mainan-mulyatno-arifin-via-bca/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 06:30:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Action Figures Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/penipuan-mainan-mulyatno-arifin-via-bca/</guid>
		<description><![CDATA[Update, 4 Februari 2009. Artikel ini sedang dalam proses re-verifikasi. Terimakasih &#8211; Redaksi. Update, 5 Februari 2009 Konsumen Pengirim Cerita belum menjawab email dan tidak bisa dihubungi lewat telepon. Update, 5 Februari 16.02 WITA: Silahkan melihat komentar dibawah yang mem-verifikasi keberadaan Bapak Mulyatno Arifin sebagai pengusaha Action Figure Indonesia yang terpercaya. Bp. Harisma Bambang belum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><blockquote><p><strong>Update, 4 Februari 2009.</strong><br />
Artikel ini sedang dalam proses re-verifikasi.</p>
<p>Terimakasih &#8211; <em>Redaksi</em>.</p>
<p><strong>Update, 5 Februari 2009</strong><br />
Konsumen Pengirim Cerita belum menjawab email dan tidak bisa dihubungi lewat telepon.</p>
<p><strong>Update, 5 Februari 16.02 WITA:</strong><br />
Silahkan melihat komentar dibawah yang mem-verifikasi keberadaan Bapak Mulyatno Arifin sebagai pengusaha Action Figure Indonesia yang terpercaya.</p>
<p>Bp. Harisma Bambang belum bisa dihubungi.</p>
<p><strong>Update 6 Februari 18.45 WITA:</strong><br />
Tidak ada kabar dari Bp. Harisma Bambang. Komentar kami tutup sementara, dan kami akan membuat postingan klarifikasi secepatnya.</p>
<p>Terimakasih.</p></blockquote>
<p>Saya menulis ini dengan maksud mengurangi kerugian rekan-rekan karena tertipu transaksi lewat internet. Karena saya sudah beberapa kali tertipu transaksi seperti ini.</p>
<p>Saya punya kebiasaan belanja lewat internet, maksudnya infonya di dapat lewat internet, tansaksinya lewat transfer bank&#8230;</p>
<p>Kemaren saya ketipu dan ini sedikit datanya :<br />
WEB : KomunitasActionFiguresIndonesia · KAFI / KAFEGAUL<br />
Nama : MULYATNO ARIFIN<br />
Alamat :Jl. Karet Pedurenan no.65, Jakarta Selatan (Dekat ITC Kuningan / Mal Ambasador<br />
No HP : 0815-9333-000<br />
Nama Bank : BANK BCA</p>
<p>Modus dia kirim SMS dengan pesan Barang siap dikirim, harap transfer uangnya, langsung konfirmasi. Setelah uang saya kirim dia tidak membalas konfirmasi dari saya, trus saya SMS lagi dia hanya bilang uang sudah masuk rekeningnya, selanjutnya dia tidak menjawab SMS maupun telpon dari saya lagi.</p>
<p>Mungkin penipu ini bisa mengubah nama , no. HP, No. Rekening, alamat tempat tinggal. Tapi satu hal yang dia lupakan bahwa dia tidak bisa mengubah nama dengan mudah sebab untuk pendaftaran nasabah Bank perlu KTP dan nama Ibu Kandung. Jadi hati-hati kalau ketemu transaksi di internet yang menggunakan nama MULYATNO ARIFIN.</p>
<p>He he, saya tidak ada maksud mengeneralisasi nama MULYATNO ARIFIN tapi hanya sekedadar mengingatkan rekan-rekan, cukup saya saja yang ketipu. Kalau bisa pembaca tread ini dapat menyebarluaskan dengan memasukkan pada milisnya. Saya berharap juga pihak Bank BCA dapat memblacklist nomor rekening tersebut dan pihak kepolisian dapat menindak lanjuti tulisan saya ini.</p>
<p>Moga-moga bermanfaat.</p>
<p> <br />
<strong> Harisma Bambang</strong><br />
Jl. Jend. Sudirman no. 105<br />
Jakarta Utara<br />
021-76899878</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/penipuan-mainan-mulyatno-arifin-via-bca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Press Release Gugatan Class Action Konsumen Astro</title>
		<link>http://www.konsumen.org/press-release-gugatan-class-action-konsumen-astro/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/press-release-gugatan-class-action-konsumen-astro/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 04:03:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Astro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Class Action Astro &#8211; Upload a Document to Scribd Tips: Gunakan controller seperti terlihat digambar dibawah ini untuk full screen dan zoom in/out. Full Screen: Zoom In/Out Terimakasih.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="100%" height="500" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="id" value="doc_328992482551225" /><param name="name" value="doc_328992482551225" /><param name="align" value="middle" /><param name="quality" value="high" /><param name="play" value="true" /><param name="loop" value="true" /><param name="scale" value="showall" /><param name="wmode" value="opaque" /><param name="devicefont" value="false" /><param name="bgcolor" value="#ffffff" /><param name="menu" value="true" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="salign" /><param name="src" value="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=7652205&amp;access_key=key-2h0mma9snd2v5t4slhl&amp;page=&amp;version=1&amp;auto_size=true&amp;viewMode=" /><embed id="doc_328992482551225" type="application/x-shockwave-flash" width="100%" height="500" src="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=7652205&amp;access_key=key-2h0mma9snd2v5t4slhl&amp;page=&amp;version=1&amp;auto_size=true&amp;viewMode=" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" menu="true" bgcolor="#ffffff" devicefont="false" wmode="opaque" scale="showall" loop="true" play="true" quality="high" align="middle" name="doc_328992482551225"></embed></object></p>
<div style="font-size: 10px; text-align: center; width: 100%;"><a href="http://www.scribd.com/doc/7652205/Class-Action-Astro">Class Action Astro</a> &#8211; <a href="http://www.scribd.com/upload">Upload a Document to Scribd</a></div>
<p><em>Tips: Gunakan controller seperti terlihat digambar dibawah ini untuk full screen dan zoom in/out.<br />
</em> <strong><br />
Full Screen:</strong><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-178" title="full-screen" src="http://www.konsumen.org/wp-content/uploads/2008/10/full-screen.png" alt="" width="470" height="79" /></p>
<p><strong>Zoom In/Out</strong><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-179" title="zoom" src="http://www.konsumen.org/wp-content/uploads/2008/10/zoom.png" alt="" width="473" height="104" /></p>
<p>Terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/press-release-gugatan-class-action-konsumen-astro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resmi: Astro Mati</title>
		<link>http://www.konsumen.org/resmi-astro-mati/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/resmi-astro-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 18:43:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Astro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja saya menyalakan TV untuk melakukan ritual sebelum tidur, yaitu nonton TV sampe ngantuk. Tapi ternyata koneksi TV Astro saya ngga nyala. Saya coba gonta-ganti channel sampai tiba di satu channel yang screen-nya yang menyatakan bahwa siaran Astro tidak ada lagi. Hmmm&#8230; berarti gosip itu benar. Saya mampir ke internet dan menemukan website mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-172 aligncenter" title="astro-mampus" src="http://www.konsumen.org/wp-content/uploads/2008/10/astro-mampus.jpg" alt="" width="460" height="344" /></p>
<p>Baru saja saya menyalakan TV untuk melakukan ritual sebelum tidur, yaitu nonton TV sampe ngantuk. Tapi ternyata koneksi TV Astro saya ngga nyala. Saya coba gonta-ganti channel sampai tiba di satu channel yang screen-nya yang menyatakan bahwa siaran Astro tidak ada lagi.</p>
<p>Hmmm&#8230; <a href="http://www.konsumen.org/akankah-astro-hilang-dari-indonesia/" target="_blank">berarti gosip itu benar</a>.</p>
<p>Saya mampir ke internet dan menemukan website mereka www.astro.co.id juga sudah mati. Pengunjung website tersebut di redirect ke website baru, ke website perusahaan yang tadinya memegang lisensi Astro di Indonesia, yang konon diputus oleh prinsipalnya karena <a href="http://www.konsumen.org/akankah-astro-hilang-dari-indonesia/" target="_blank">ngga mampu bayar tunggakan</a>.</p>
<p>Udah gitu, ngomongnya kayak ngomong ke anak kecil. &#8220;Terimakasih Indonesia kami tidak akan siaran hingga pemberitahuan selanjutnya.&#8221; Opo maksudmu gemblung?</p>
<p>Masalah melulu itu perusahaan. Heran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/resmi-astro-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Operator dan Pemilik Astro Saling Lempar Tanggung Jawab</title>
		<link>http://www.konsumen.org/operator-dan-pemilik-astro-saling-lempar-tanggung-jawab/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/operator-dan-pemilik-astro-saling-lempar-tanggung-jawab/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 09:17:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Astro]]></category>
		<category><![CDATA[Lippo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Setelah prinsipal Astro All Asia Networks Plc (Malaysia) memutuskan kontrak dengan PT. Direct Vision (DV) dari Lippo Group sebagai distributor di Indonesia, dikabarkan hingga hari ini kedua pihak masih saling melempar tanggung jawab bagaimana memberikan kompensasi kepada ± 100.000 pelanggan Astro di Indonesia. Kejadian pemutusan kontrak itu sendiri diakibatkan karena DV tidak mampu membayar hutang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Setelah prinsipal Astro All Asia Networks Plc (Malaysia) <a href="http://www.konsumen.org/akankah-astro-hilang-dari-indonesia/" target="_self">memutuskan kontrak</a> dengan PT. Direct Vision (DV) dari Lippo Group sebagai distributor di Indonesia, <a href="http://old.thejakartapost.com/detailheadlines.asp?fileid=20080911.@03&amp;irec=2" target="_self">dikabarkan</a> hingga hari ini kedua pihak masih saling melempar tanggung jawab bagaimana memberikan kompensasi kepada ± 100.000 pelanggan Astro di Indonesia.</p>
<p>Kejadian pemutusan kontrak itu sendiri diakibatkan karena DV tidak mampu membayar hutang sebesar $245 juta kepada prinsipal.</p>
<p><span id="more-135"></span></p>
<p>Meski akhir kontrak sudah dekat (efektif 1 Oktober 2008), konsumen Astro sekarang masih &#8216;menunggu keputusan&#8217; dimana pengacara kedua belah pihak masih silang pendapat mengenai siapa yang sebenarnya harus bertanggung jawab kepada konsumen.</p>
<p>Yah, sebagai konsumen biasanya juga cuma bisa melongo&#8230;</p>
<p>Screenshot berita dari Jakarta Post website <a href="http://www.konsumen.org/wp-content/uploads/astro is dead lagi.jpg" target="_blank">disini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/operator-dan-pemilik-astro-saling-lempar-tanggung-jawab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akankah Astro &#8216;Hilang&#8217; Dari Indonesia?</title>
		<link>http://www.konsumen.org/akankah-astro-hilang-dari-indonesia/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/akankah-astro-hilang-dari-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 10:02:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Astro]]></category>
		<category><![CDATA[Lippo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Sejujurnya saya tidak terlalu terkejut mendengar berita Astro memutuskan hubungan dengan Lippo. Astro All Asia Networks Plc, televisi kabel terbesar Malaysia mengentikan bantuan dan pelayanan kepada Unit Grup Lippo PT. Direct Vision (DV) setelah DV gagal membayar tagihan sebesar $245 juta. Sebagai operator Astro di Indonesia, tampaknya mereka belum memiliki rencana apa-apa terhadap 100.000 pelanggan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Sejujurnya saya tidak terlalu terkejut mendengar berita <a href="http://old.thejakartapost.com/detailheadlines.asp?fileid=20080906.@01&amp;irec=0" target="_blank">Astro memutuskan hubungan dengan Lippo</a>.</p>
<p>Astro All Asia Networks Plc, televisi kabel terbesar Malaysia mengentikan bantuan dan pelayanan kepada Unit Grup Lippo PT. Direct Vision (DV) setelah DV gagal membayar tagihan sebesar $245 juta. Sebagai operator Astro di Indonesia, tampaknya mereka belum memiliki rencana apa-apa terhadap 100.000 pelanggan Astro di Indonesia.</p>
<p><strong>Penghentian ini akan efektif 1 Oktober 2008.</strong></p>
<p><strong></strong> <span id="more-126"></span></p>
<p>Dalam pernyataannya kepada Malaysia Stock Exchange Kamis lalu, Astro (prinsipal &#8211; Malaysia) mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan kerjasama setelah menolak untuk memperpanjang kontrak dengan DV.</p>
<p>Eksekutif DV menolak memberikan pernyataan karena belum memutuskan hendak bagaimana (maksudnya??) dan tidak ada statement apapun di official website <a href="http://www.astro.co.id/" target="_blank">Astro Indonesia</a>. Konon, sebelum ada keputusan dari shareholder, mereka akan tetap memberikan &#8216;pelayanan berkualitas&#8217; pada pelanggan Astro di Indonesia.</p>
<p>Tidak jelas nasib pelanggan Astro di Indonesia. Apakah siaran Astro akan hilang atau ada perusahaan lain yang mengambil hak distribusinya di Indonesia, tetapi yang pasti, lagi-lagi Lippo membuat ulah dan mempermainkan konsumen di Indonesia.</p>
<p>Lucu banget mereka ini. Memang Grup Lippo tidak henti-hentinya melawak dan menghibur konsumen di Indonesia. Pertanyaannya, sampai kapan ini akan dibiarkan terjadi?</p>
<p>Berita selengkapnya <a href="http://old.thejakartapost.com/detailheadlines.asp?fileid=20080906.@01&amp;irec=0" target="_blank">disini</a> (jika link-nya sudah tidak ada, lihat versi screen capture <a href="http://www.konsumen.org/wp-content/uploads/astro is dead.jpg" target="_blank">disini</a>).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/akankah-astro-hilang-dari-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagi-Lagi Bakal ditipu TV?</title>
		<link>http://www.konsumen.org/lagi-lagi-bakal-ditipu-tv/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/lagi-lagi-bakal-ditipu-tv/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 21:08:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Aora]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Penggemar Liga Inggris lagi-lagi diguncang oleh kelakuan pengusaha televisi. Sebelumnya Astro yang melepas hak siar Liga Inggris &#8216;secara tiba-tiba&#8217;, kali ini Aora TV, muncul entah dari mana, datang dan menawarkan paket langganan yang harganya masuk akal tapi berpenampilan tidak masuk akal. Harga televisi berbayar ini adalah Rp 1.700.00,- (ini harga &#8216;spesial&#8217; lho&#8230; artinya ntar bakal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Penggemar Liga Inggris lagi-lagi diguncang oleh kelakuan pengusaha televisi. Sebelumnya Astro yang melepas hak siar Liga Inggris &#8216;secara tiba-tiba&#8217;, kali ini Aora TV, muncul entah dari mana, datang dan menawarkan paket langganan yang harganya masuk akal tapi berpenampilan tidak masuk akal.</p>
<p><span id="more-107"></span></p>
<p>Harga televisi berbayar ini adalah Rp 1.700.00,- (ini harga &#8216;spesial&#8217; lho&#8230; artinya ntar bakal naik?) setahun <a href="http://aora.tv/channels.php">dapetin 12 channel</a>.</p>
<p>Kalau ngitung per-pertandingan sih emang ngga mahal:</p>
<ol>
<li>TV yang dihitung cuma ESPN dan Star Sports</li>
<li>Biaya langganan setahun Rp 1.700.000,-</li>
<li>Sebulan Rp 141.666,-</li>
<li>Seminggu Rp 35.000,-</li>
<li>Jika saja dalam seminggu saya nonton 4 pertandingan, berarti per pertandingan saya harus membayar kurang lebih Rp 9.000,-.</li>
</ol>
<p>Cingcai lah 9 rebu mah. Masih lebih murah daripada setiap weekend harus ke bar dan kebetulan saya juga ngga suka nonton bareng.</p>
<p>Tapi masalahnya, kalo saya langganan Aora TV, saya tetap harus bayar Astro penipu itu karena anak saya biasa nonton Disney Channel&#8230; Jadi Aora ngga gantiin Astro tapi malah nambah beban.</p>
<p>Masalah lainnya, penyedia jasa televisi berbayar yang berani launching dengan English Premier League dan hanya &#8216;beberapa TV&#8217; lainnya bisa dipercaya ngga? Penampilannya sih mencurigakan&#8230; Ntar seperti biasa, ditengah jalan ada apa-apa, konsumen sudah dijebak kontrak&#8230; ujungnya konsumen yang kena denda, buset. Kebiasaan banget tuh kelakuan &#8216;pebisnis&#8217; Indonesia.</p>
<p>Ah jadi berpikir negatif, tapi ya tetap lah berpegang pada asas tak bersalah hingga terbukti bersalah seperti Astro <img src='http://www.konsumen.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/lagi-lagi-bakal-ditipu-tv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Astro Di Blokir, Konsumen Cuma Bisa Melongo</title>
		<link>http://www.konsumen.org/astro-di-blokir-konsumen-cuma-bisa-melongo/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/astro-di-blokir-konsumen-cuma-bisa-melongo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 14:39:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Astro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Sejak 11 April lalu (tak terasa, sudah cukup lama), siaran Astro di Indonesia resmi di blokir. Saya ngga akan bahas detil mengapa, berapa lama dan bagaimana, karena saya juga tidak pasti. Yang jelas, praktis sudah hampir 2 hari 2 malam tidak ada siaran TV di rumah saya. Menurut sumber, penyebabnya adalah blah blah blah. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-19" title="astro" src="http://www.konsumen.org/wp-content/uploads/2008/04/astro.jpg" alt="" width="468" height="356" /></p>
<p>Sejak 11 April lalu (tak terasa, sudah cukup lama), siaran Astro di Indonesia resmi di blokir. Saya ngga akan bahas detil mengapa, berapa lama dan bagaimana, karena saya juga tidak pasti. Yang jelas, praktis sudah hampir 2 hari 2 malam tidak ada siaran TV di rumah saya.</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p>Menurut <a href="http://www.tribunjabar.co.id/artikel_view.php?id=6480&amp;kategori=22" target="_blank">sumber</a>, penyebabnya adalah blah blah blah. Di kepala saya sempat melintas beberapa teori konspirasi, tetapi tidak akan saya tulis disini karena saya tidak bisa buktikan. Tetapi jika ini permainan kotor, maka di penghujung hari, konsumen lagi yang kena &#8216;hukuman&#8217;. Ah sudahlah, yang pasti, siaran TV paling bagus (saya sudah coba penyedia jasa lain dan tv cable) di Indonesia ini tidak bisa dinikmati 2 hari terakhir dan saya sebagai konsumen (dan 140 ribuan konsumen Astro lainnya) hanya bisa melongo.</p>
<p>Informasi bisa dilihat di halaman <a href="http://astro.co.id/faq.php" target="_blank">FAQ website Astro</a>, beberapa pertanyaan dan jawaban sudah invalid, jadi saat saya tulis postingan ini statusnya seperti biasa, ngga jelas. Ya mau ngomong apa lagi wong saya cuman konsumen.</p>
<p><strong>UPDATE 26 April 2008:</strong></p>
<p>Customer Service Astro akhirnya membalas email saya:</p>
<blockquote><p>Sehubungan dengan pertanyaan yang Bapak Robin sampaikan melalui e-mail dibawah ini, kami mohon maaf karena siaran Astro tidak dapat dinikmati sejak Tgl. 11 April 2008. Hal ini sehubungan inspeksi yang dilakukan oleh Pemerintah (Depkominfo) dan demi kesempurnaan standar prosedur operasional TV Berlangganan, sebagaimana diwajibkan oleh Depkominfo melalui Surat No. 86/M.KOMINFO/4/2008.</p>
<p>Sebagai informasi, layanan Astro telah dapat dinikmati kembali sejak Tgl. 14 April 2008. PT Direct vision tidak akan mengenakan biaya berlangganan selama 4 hari terhitung sejak Jum’at, 11 April 2008 sampai dengan Senin 14 April 2008. Selamat menikmati tayangan-tayangan berkualitas kami selanjutnya.</p></blockquote>
<p>Kemudian dilanjutkan dengan cara mengaktifkan kembali layanan Astro dan men-setup dekoder. Hmm&#8230; yang ini ngga penting karena sudah lebih dari 2 minggu, jika tidak ada komplain maka yasiaran Astro saya baik-baik saja.</p>
<p>Well, saya sih cuma membayangkan berapa ribu email yang harus mereka balas sehubungan dengan perkara ini dan saya, salah satu konsumen yang mengirimkan email akhirnya dibalas juga oleh Astro. Saya hargai usaha ini, dan kalau saja pemerintah sebelumnya tidak memblokir website-website penting seperti YouTube, MySpace dsb, mungkin simpati saya terhadap Astro tidak sebesar sekarang ini. Terimakasih upayanya, mudah-mudahan dari sekarang kedepannya bisa lancar selalu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/astro-di-blokir-konsumen-cuma-bisa-melongo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelayanan Astro Lambat, Customer Service-nya Pembohong</title>
		<link>http://www.konsumen.org/pelayanan-astro-lambat-customer-service-nya-pembohong/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/pelayanan-astro-lambat-customer-service-nya-pembohong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 14:10:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Astro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/pelayanan-astro-lambat-customer-service-nya-pembohong/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menulis artikel ini, saya mengirim email ke Astro Care (Feb 2, 2008 7:52 PM) dan menyatakan kekesalan saya karena lambatnya pelayanan mereka. Dua jam kemudian mereka membalas (Feb 2, 2008 9:19 PM) email saya. Intinya adalah bahwa mereka &#8216;telah menjadwalkan pihak teknisi mereka untuk melakukan penelusuran atas permasalahan ini&#8217;. Saya tidak membutuhkan basa-basi karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Setelah menulis <a href="http://www.konsumen.org/korban-pertama-listrik-bali-decoder-astro/" target="_blank">artikel ini</a>, saya mengirim email ke <a href="mailto:wecare-response@astro.co.id" target="_blank">Astro Care</a> (Feb 2, 2008 7:52 PM) dan menyatakan kekesalan saya karena lambatnya pelayanan mereka. Dua jam kemudian mereka membalas (Feb 2, 2008 9:19 PM) email saya. Intinya adalah bahwa mereka &#8216;telah menjadwalkan pihak teknisi mereka untuk melakukan penelusuran atas permasalahan ini&#8217;.</p>
<p>Saya tidak membutuhkan basa-basi karena sudah kecewa. Saya juga tahu, lewat telepon ke Call Center mereka yang memberitahu bahwa dekoder saya tidak menyala (mereka sudah tahu permasalahannya, apa lagi yang harus ditelusuri??). Akhirnya saya balas (Feb 2, 2008 9:21 PM):<span id="more-13"></span></p>
<blockquote><p>Terimakasih respon nya, bisa tahu kapan teknisi Astro dijadwalkan datang ke rumah saya?</p></blockquote>
<p>Dan mereka membalas kembali (Feb 2, 2008 9:48 PM) yang intinya bahwa (permasalahan belum ketemu) dan mereka masih melakukan penelusuran.</p>
<p>Saya memutuskan untuk melupakan Astro, karena mereka telah merusak weekend saya yang sangat saya tunggukan. Forget it, ternyata saya bisa koq hidup tanpa Astro. Begitu saya pikir. Saya habiskan malam itu dengan menulis artikel, browsing dan menyicil pekerjaan <a href="http://www.distorsia.com" target="_blank">web design</a>.</p>
<p>Keesokan paginya (Minggu, 3 Februari), saya temukan dekoder Astro itu menyala kembali. Ya terserahlah, saya kan selalu memenuhi kewajiban saya sebagai konsumen dan membayar biaya bulanan (kalau ngga biasanya langsung diputus) ya saya tonton saja acara yang ditayangkan.</p>
<p>Hari Senin, 4 Februari, saya sudah lupa sama kejadian ini, dan saya kembali disibukkan rutinitas kantor.</p>
<p>Hari Selasa, 5 Februari, pagi sekitar jam 10 WITA, operator kantor saya menyambungkan telepon, &#8216;Pak, ada telepon dari (seorang teknisi) Astro, mau tanya (alamat saya) itu di daerah mana ya?&#8217;. Saya tidak mau menjawabnya, &#8216;bilang saja tidak ada&#8217;. Dalam hati saya berpikir, ini maunya apa sih?</p>
<p>Siang harinya, karena berencana after lunch meeting di luar kantor, saya mampir ke rumah untuk makan siang. Istri saya memberitahu bahwa sebelumnya ada teknisi Astro yang datang dan mengganti dekoder dengan dekoder baru. Dan, menurut teknisi tadi, Surat Tugas dari Astro Jakarta untuk datang ke rumah saya mengganti dekoder keluar tanggal 4, dan teknisi tadi datang tanggal 5 Februari.</p>
<p>Saya semakin heran, dan pertanyaan ini singgah di kepala saya:</p>
<blockquote><p>Jika misalnya dekoder itu tidak menyala sendiri, jadi apa yang Astro pikirkan kami (terutama istri dan anak bayi saya) akan tonton selama tiga hari itu?</p></blockquote>
<p>Ya sudah terserah, ujungnya mereka koq yang rugi sendiri kalau pelayanan mereka lamban seperti ini. Yang saya tahu sekarang, Astro ternyata tidak dapat diandalkan. Terserahlah.</p>
<p><strong>Catatan:</strong></p>
<p>Secara default, footer email dari Astro Care mengandung sebuah pernyataan yang bersifat melindungi publikasi dari email yang mereka kirimkan dan dikategorikan sebagai &#8216;confidential&#8217;. Dalam kasus ini, menurut saya rakyat (konsumen) umum perlu tahu dan pernyataan tersebut tidak bisa digunakan untuk menutupi kebohongan. Yang paling mengherankan adalah pernyataan dibawah ini:</p>
<blockquote><p>&#8216;Please note that any views or opinions presented in this message are solely those of the author and do not necessarily represent those of our company&#8217;.</p></blockquote>
<p>Jadi, jika karyawan anda tidak sigap, siapa yang bertanggung jawab dong? Aneh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/pelayanan-astro-lambat-customer-service-nya-pembohong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
