Uang Lenyap di ATM Bank Mandiri

Saya korban penipuan ATM akibat kelalaian Bank Mandiri karena membiarkan ATM mereka dihiasi nomor custumer service lainya. ATM saya tertelan, kemudian maklum kalau saya panik dan menelpon customer service, apa yang terjadi? Uang saya amblas

Kemudian saya komplen ke Bank Mandiri, apa tanggapan Bank Mandiri? ” Itu murni kesalahan Bapak, karena Bapak menelpon customer service yg salah.

Saya menyangkal “Kenapa pihak Bank Mandiri tidak teliti check ke setiap ATM nya tiap hari, apakah ada sticker Bank Mandiri yg diganti atau ada selebaran?”

Kemudian pihak Bank Mandiri berjanji akan menampilkan CCTV kejadian tersebut, tetapi sampai dengan hari ini tidak ada kabar beritanya. Baru saja saya mendapat kabar tetangga saya kebobolan 26 juta, Bank Mandiri pula tepatnya di Kota Cilacap.

Kejadian yg menimpa saya tgl 5 April 2012 jam 9:57, di ATM RSUD Kab Cilacap. Mohon saran dari pihak yg membaca ini, apalagi kalau yg membaca ini dari Pihak Bank Mandiri, saya minta kepastian. Kejadian ini sehari setelah saya membuka ATM di Mandiri cab Cilacap,

Pelayanan complain tidak semanis waktu menawarkan pembukaan rekening. Mohon saran, karena kami orang kecil, uang begitu berharga buat kami. Terima Kasih.

Wijang Ratmaka
Jl. Kokosan no 33
Cilacap
087719766764

Ingkar Bayar Klaim, Sun Life Berdalih

SAYA sangat kecewa terhadap tindakan Sun Life Financial Indonesia yang hingga kini belum memenuhi kewajibannya membayarkan klaim kematian atas polis no 052960993 dengan tertanggung adalah ibu saya.

Pihak SUN LIFE malah berdalih tidak dapat membayarkan klaim kematian atas polis tersebut, karena ibu saya pernah melakukan rawat inap di RS. TK II Putri Hijau Bukit Barisan Medan dan tidak menginformasikan kondisi tersebut pada saat pengajuan polis.

Perlu diketahui, ibu saya sebelum dan sesudah mengajukan polis asuransi SUN LIFE adalah dalam kondisi yang sehat, tidak pernah rawat inap di rumah sakit. Pada November 2009 lalu, ia meninggal dunia karena kecelakaan terjatuh di kamar mandi.

Pada tanggal yang disebutkan oleh SUN LIFE bahwa ibu kami sedang opname di rumah sakit, saya memiliki bukti foto bahwa saya dan Ibu sedang menghadiri acara resepsi pesta. Bahkan dari data medis yang menjadi dalih penolakan bayar klaim oleh SUN LIFE, setelah saya melakukan pemeriksaan data langsung ke rumah sakit, saya mendapatkan fakta bahwa orang yang dinyatakan pernah rawat inap dan dianggap sebagai ibu saya oleh SUN LIFE, hingga saat ini masih sehat dan hidup.

Saya sangat menyayangkan sikap dari pihak SUN LIFE yang berusaha menghindar dari kewajiban bayar klaim secara tidak profesional, dan merasa dipermainkan oleh sikap SUN LIFE yang sangat berbelit-belit bahkan dipersulit pada saat menanyakan dalih SUN LIFE menolak klaim.

Melalui surat pembaca ini, diharapkan pihak asuransi SUN LIFE untuk dapat segera menyelesaikan permasalahan saya, dan agar hal ini tidak terulang kembali.

Hardiansen Wiharza
yansen@gmail.com


ADIRA BUAT TRAUMA ANAK

Hari ini (29-03-2010) kami dihubungi oleh ADIRA untuk melunasi cicilan. Kebetulan yang menerima telepon adalah putri kami. Nadanya yang membentak-bentak membuat putri kami trauma dan tidak mau mengangkat telepon lagi, apakah tidak ada cara menelepon yang lebih baik?

Kalau saya atau istri saya yang menerima telepon tsb mungkin tidak masalah kalau ADIRA membentak, tapi ini putri kami, kasihan Pak… masih keciill…

MOHON MENJADI PERHATIAN ADIRA FINANCE!
Terima kasih. (031-7440921 atau 031-60134119).
Nomor Kontrak : 0000948351xx

Abu Zidan
Jl.Wonorejo IV No.18
Surabaya


Tanpa Sistem Perlindungan Citibank, Nasabah jadi Rugi Sepihak

Dalam surat ini, saya ingin menginfokan kepada pengguna kartu kredit Citibank agar berhati-hati.

Pada 5 April 2009 kartu kredit Citibank kakak saya telah dicuri orang. Kami segera memblokir kartu tersebut namun pencuri lebih cepat (hanya berselang kurang lebih 15 menit), kartu sudah terpakai sebanyak 2x pada sebuah toko optik yang masing-masingnya sebesar Rp 3.500.000 dan Rp 6.679.000 dan masing-masing berbeda tandatangannya dan berbeda juga dengan tandatangan yang tertera di belakang kartu kredit. Setelah kami tahu kartu tersebut sudah terpakai, kami mencoba menghubungi Citibank untuk menanyakan penyelesaian masalah ini namun tidak disambut baik. Sangat sulit sekali untuk bertatap muka langsung dengan pihak Citibank, alasan mereka adalah tidak ada layanan untuk bertatap muka langsung, keluhan hanya dapat dilakukan melalui telepon. Kami berusaha meminta agar Citibank tidak membayarkannya kepada toko tersebut.

Namun tidak dikabulkan dan kami tentu saja tidak bersedia menanggung beban tersebut. Akhir cerita, hutang tersebut sudah berbunga sebesar kurang lebih 50% dalam periode kurang dari 1 tahun (total tagihan sampai saat ini menjadi 15 jutaan) dan kami ditelepon dan didatangi oleh pihak Citibank dengan kata-kata kasar dan makian agar kami melunasi hutang tersebut.

Kami lelah dicacimaki terus menerus, akhirnya kami mempunyai itikad baik untuk ikut membantu Citibank menanggung kerugian tersebut, namun Citibank hanya bersedia memberikan keringanan sebesar 30% dari 15 juta sehingga total yang harus dibayar sebesar Rp 11.007.500 dimana malah lebih besar dari jumlah yang dicuri (Rp 10.179.000), saya merasa hal ini tidak adil karena Citibank malah mengambil keuntungan atas musibah nasabahnya dengan membebankan bunga tersebut. Citibank benar-benar tidak menghargai maksud baik kami, mereka malah menekan dan mengambil keuntungan dari hal ini.

Susah sekali untuk memperoleh keadilan di negara ini dan akhirnya kami terpaksa menyetujui permintaan Citibank tersebut.

Hal-hal yang bobrok dari Citibank adalah :

  1. Citibank tidak melakukan konfirmasi kepada pemilik kartu terhadap transaksi yang tidak wajar (dalam jumlah besar).
  2. Citibank mengijinkan transaksi-transaksi yang berpola mencurigakan, yaitu kartu dibelanjakan berkali-kali pada waktu yang tidak sampai 5 menit dan hari yang sama, pada satu merchant yang sama dan langsung menghabiskan limit yang tersedia, padahal tanda tangan di bukti transaksi berbeda dengan tanda tangan pemilik kartu yang tertera di balik kartu kredit.
  3. Citibank sangat tidak profesional, melepas tanggungjawab dan berusaha menghindar untuk bertatapmuka langsung terhadap nasabah yang mempunyai keluhan.
  4. Citibank memeras nasabah dan mengambil keuntungan (membebankan bunga) dari kejadian yang menimpa nasabahnya.

Bukankah ada peraturan:

  • Pasal 3 b(3) yakni :dalam hal BANK telah melunasi sales draft yang di ajukan merchant atas transaksi tersebut di atas ;maka Bank berhak menuntut kembali pembayaran yang telah di lakukan untuk pelunasan SALES DRAFT tersebut ( CHARGEBACK)dan MERCHANT berberkewajiban mengembalikan pembayaran kepada Bank .
  • Pasal 7 (d) yakni : bila BANK ternyata dapat membuktikan secara pasti dan berdasarkan bukti bukti yang kuat bahwa card tersebut benar benar palsu, curian atau diperoleh sebagai hasil dari suatu tindak pidana dan merchant dan /atau keluarga dan /atau pegawai pegawainya terlibat dalam penggunaan Card tersebut ,Bank berhak melakukan penagguhan pembayaran ) sehingga dalam hal ini saya sebagai korban dan pihak citibank tidak di rugikan

Namun peraturan tersebut tidak berguna karena Citibank ingin mengambil keuntungan dari Nasabah. Jika mereka menuntut ke Merchant, maka mereka tidak akan mendapatkan keuntungan tapi malah kehilangan sumber penghasil keuangan mereka.

Benar-benar sangat kami sesalkan, kami adalah pemegang kartu kredit Citibank tanpa catatan buruk selama belasan tahun namun dikecewakan seperti ini dan Citibank yang merupakan bank besar bisa melakukan hal tersebut.

Hal ini akan sangat banyak merugikan dan meresahkan semua nasabah yang mempunyai kartu kredit jika kartu kredit tersebut dapat dipakai oleh siapapun tanpa melihat atau mencocokkan tandatangan pada slip transaksi dengan tandatangan pemiliknya sedangkan Bank melepas tanggung jawab dan malah mengeruk keuntungan.

Perlakuan Bank yang seperti itu harus kita waspadai karena secara tidak sadar mereka mendukung aksi kejahatan pencurian kartu kredit.

Melihat pengalaman kasus ini, Anda bisa bayangkan jika Anda sebagai pemilik kartu kredit Citibank yang berlimit besar pasti akan selalu merasa was-was. Dan dengan adanya kejadian ini, saya rasa lebih baik tidak menggunakan kartu kredit dari Bank manapun.

Imelda – Email

Personal Loan-Belum jatuh Tempo Sudah Ditagih

Saya nasabah PL no 0451894958XX. Setiap bulan saya selalu mendapat informasi tagihan PL HSBC saya. Itu cukup membantu.

Namun saya keberatan sekali dengan telepon yang dilakukan pihak HSBC sebelum tanggal Jatuh Tempo. Setiap Bulan saya selalu ditelepon seminggu sebelum jatuh tempo, dan selalu saya sampaikan untuk tidak usah menghubungi saya sebelum tanggal jatuh tempo, karena saya tidak pernah terlambat membayar.

Ternyata komplain saya tersebut diabaikan HSBC. Terakhir tgl 14/10/2009 pukul 19.20 wib saya masih menerima telepon dari Mona (081383767450) yang menginformasikan tanggal jatuh tempo saya tgl 18 dan agar saya tidak terlambat membayar. Mona tidak mau mendengarkan penjelasan saya, dan langsung mematikan pembicaraan.

Saya mencoba menghubungi nomor tersebut tetapi ternyata tidak bisa. Saya sudah komplain melalui call center tgl 15 Oktober 2009, tetapi tidak ada tanggapan sampai saat ini. Saya mencoba komplain melalui website HSBC, tetapi ternyata tidak ada wadah buat menampung keluhan nasabahnya. Sehingga saya komplain ke media di luar HSBC. Sekali lagi saya sampaikan, saya sangat-sangat-sangat keberatan ditagih jika belum jatuh tempo.

Thomas B.
Jl. Jurang Mangu Barat
Tangerang – Banten 15224

Terima kasih Ausuransi CIGNA

Saya ingin berbagi pengalaman menggunakan asuransi dari PT CIGNA, beberapa bulan yang lalu (skitar mei 2009) saya di telp oleh pihak cigna perihal penawaran asuransi yg di debet langsung dari rekening saya di permata bank.

Awalnya saya ragu dengan metode telemarketing seperti ini selain itu saya sudah ada asuransi di pihak lain, jadi saya pikir saya tidak perlu lagi untuk ikut asuransi, namun bbrp mggunya lagi saya di tawarkan lagi oleh pihak cigna, akhirnya saya setuju dengan asuransi ini dengan pembayaran sebesar 80rb rupiah setiap bulan dan akan di tanggung 750rb setiap hari jika terjadi rawat inap.

Nah, kebetulan akhir bulan juli saya menjalani rawat inap sekitar 5hari, saya agak ragu karena saya belum menerima kartu polis ketika saya masuk RS(ini murni karena kesalahan saya, karena alamat yg saya berikan kurang lengkap). Jadi saya mencoba untuk menghubungi perihal claim asuransi saya , pihak cigna dengan ramah dan penuh pengertian menjelaskan dan mreka bilang kalau saya sudah terdaftar walupun kartu polis belum saya terima, jadi merka mengirimkan FORM CLAIM lewat fax untuk pengurusan claim asuransi saya, setelah semua persyaratan saya lengkapi dan mengirinkan ke CIGNA,

Sekitar 2minggu kemudian saya menerima tranfser sebesar 5×750.000 ke rekening saya. dari pengalaman ini saya jadi tidak ragu lagi dengan telemarketing CIGNA dan memang terbukti pihak cigna membayarkan hak yg semestinya saya terima.

Terimaksih CIGNA semoga pelayanan yang baik ini menjadi lebih baik dan tambah sukses.

Made S
Jln. Tukad Mawa I/III
Denpasar – Bali

Klaim Asuransi Jiwa Jaminan 1962

Saya adalah nasabah PT Asuransi Jiwa Jaminan 1962 dengan nomor polis 04120240-9.

Sehubungan dengan dicabutnya izin PT Asuransi Jiwa Jaminan 1962, saya mengirimkan surat klaim kepada Tim Likuidasi PT. Asuransi Jiwa Jaminan 1962 yang beralamat di Gedung Nindya Karya Lt. 3 R. 303, Jl. M.T. Haryono Kav. 22, Jakarta, pada tanggal 13 Januari 2009.

Namun, sampai sekarang belum ada hasil yang saya peroleh. Jangankan pengembalian uang, jawaban atas surat pun belum pernah saya terima. Ke mana lagi saya harus mengadu?


Imam Mashudi

imaslatif@plasa.com

SURAT TERBUKA UNTUK BFI FINANCE

Saya adalah nasabah BFI Finance Cabang solo yang setia dan tidak pernah melakukan pelanggaran kesepakatan yang berarti selama menjadi nasabah. Namun saat ini saya sangat kecewa sekali dengan pelayanan BFI Finance karena telah menerapkan aturan yang jauh dari prinsip-prinsip keadilan dan peraturan yang tidak lazim seperti pada lembaga keuangan yang lain.

Kronologisnya adalah sebagai berikut :

Pada tanggal 17 November 2008 saya melakukan perjanjian pembiayaan konsumen dengan:
Nama Endra Gunawan Wibisono, SE
Nomor kontrak : 7408027113
Nilai pembiayaan sebesar : Rp. 23.380.000,00
Jangka waktu 12 bulan
Angsuran per bulan 2.253.000,00.
Tanggal Mulai angsuran 17 November 2008

Namun pada bln mei saya ingin melunasi pinjaman /pelunasan dipercepat dan saya meminta perincian berapa total pinjaman yang harus saya bayar. Alangkah kagetnya saya ketika saya diharuskan membayar seluruh pinjaman dan bunganya selama 12 bulan penuh padahal selama 5 bulan saya belum menikmati pinjaman tersebut. walaupun saya diberi pengembalian senilai Rp 130.000,00 tapi nilai itu sangat keciiiil dibandingkan kewajiban yg seharusnya tidak saya bayar. Dari kejadian diatas saya mengambil kesimpulan :

1. BFI telah bersikap tidak adil terhadap nasabah dan menerap praktek bisnis yang tidak fair.
2. BFI tidak menerapkan prinsip prinsip pembiayaan yg wajar khususnya kepada nasabah yang melakukan pelunasan dipercepat. Di mayoritas lembaga pembiayaan setiap nasabah yang ingin melakukan pelunasan dipercepat selalu dihitung berdasar bunga berjalan ditambah pinalti.

Dari kesimpulan diatas kami mengharapkan kepada instansi keuangan terkait untuk memberikan teguran atas praktik praktik bisnis yang tidak fair.

Selain itu kami mengarapkan kepada masyarakat luas untuk berhati hati memilih lembaga pembiayaan. Jangan tergoda bibir manis dan suara merdu marketing dan costumer servis karena biasanya dibalik ucapan manis tersebut tersimpan praktik praktik bisnis yang unfair.

Selamat tinggal BFI… Saya sangat kecewa padamu..

Regards,
Endra gunawan
pacbaki.pdip@gmail.com