<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Konsumen Dot Org &#187; Supermarket</title>
	<atom:link href="http://www.konsumen.org/category/supermarket/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.konsumen.org</link>
	<description>Suara dan Media untuk Konsumen Demi Kemajuan Bisnis Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 13:09:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Karyawan Carrefour Duta Merlin Tidak Diajarkan Peri Kemanusiaan</title>
		<link>http://www.konsumen.org/karyawan-carrefour-duta-merlin-tidak-diajarkan-peri-kemanusiaan/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/karyawan-carrefour-duta-merlin-tidak-diajarkan-peri-kemanusiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 04:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Supermarket]]></category>
		<category><![CDATA[Carrefour]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini, Jumat: 31 Oktober 2008, saya terburu-buru untuk mencari ATM BCA deket kantor (Duta Merlin), kebetulan untuk transfer temen saya yang membutuhkan dana untuk rumah sakit pagi ini. Biasalah, di negeri ini, kalo gak ada jaminan dana masuk, orang yang meregang nyawa di rumah sakit pun gak diurusin sebelum &#8216;mata hijau&#8217; mereka terpenuhi oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Pagi ini, Jumat: 31 Oktober 2008, saya terburu-buru untuk mencari ATM BCA  deket kantor (Duta Merlin), kebetulan untuk transfer temen saya yang membutuhkan dana  untuk rumah sakit pagi ini. Biasalah, di negeri ini, kalo gak ada jaminan dana  masuk, orang yang meregang nyawa di rumah sakit pun gak diurusin sebelum &#8216;mata  hijau&#8217; mereka terpenuhi oleh jumlah rupiah.</p>
<p>Singkat kata, saya mau membantu  agar urusan di rumah sakit bisa langsung di urus, tapi sial, satu2nya ATM  deket kantor rusak, yang hidup cuma satu, tapi antriannya? puanjaaaaaaaaannnggg!</p>
<p>Dalam hati bergumam : &#8220;kasihan sahabatku menunggu terlalu lama, kalau saya  mengantri cukup jauh&#8230;.&#8221;</p>
<p>Lalu saya inget, kan ada atm BCA lain yang  berada di wilayah Carefour Duta Merlin juga, berjalan kaki pun hanya berapa  detik. Bergegaslah saya berjalan ke arah pintu masuk  Carrefour Duta merlin yang sudah terbuka pintunya, dengan suasana mereka sedang  menikmati radio swasta (dalam hal ini mereka lagi dengerin radio tempat saya  bekerja, duh!).</p>
<p>Saya tahu dan melihat Carrefour-nya sendiri memang belum  dibuka, tapi saya memiliki secercah harapan karena ATM itu berada di area mereka yang tidak jauh dari tempat saya berdiri (karena mau masuk).</p>
<p>Tiba-tiba seorang  security (yang gak tahu mencoba menjilat siapa) mencoba garang sama saya, &#8220;Maaf  mas gak boleh masuk, belum buka&#8221;.</p>
<p>Lalu saya jawab: &#8221; Oh maaf mas, saya butuh  transfer buat ke rumah sakit, bisa bantu saya sebentar? toh saya gak masuk area  belanja carrefor yg memang masih tutup?&#8221;.</p>
<p>Dengan mencoba mengusir, dia  bilang:</p>
<blockquote><p>&#8220;Gak bisa! Baru buka nanti jam setengah sembilan&#8221;</p></blockquote>
<p>Dalam hati,  sekali gw banting juga jatuh nih satpam, bukan sombong sihh&#8230;.</p>
<p>Lalu saya  melihat mesin ATM yg sudah keliatan mata dan jaraknya cuma berapa kaki dari  tempat saya dihadang&#8230;</p>
<p>&#8220;Kalu bapak dampingi saya gimana? please saya butuh  bantuan anda&#8230;.&#8221; belum sempat direspon, datang lagi pria berkacamata berkemeja  biru (kayaknya sih supervisor yang bertugas pagi itu)..</p>
<p>Saya pikir bakal  dibantu gak taunya sama aja&#8230;<br />
&#8220;Gak bisa mas nanti jam setengah sembilan  aja&#8230;&#8221;</p>
<p>Karena saya mikirin temen yang udah menjerit2 butuh bantuan&#8230; saya  juga sedikit emosi</p>
<p>&#8220;Mas gak punya peri kemanusiaan yaahh&#8230;. ini buat  nyawa org&#8230; saya bukan mau mencuri kok, anda bisa nganter saya,  sedikit fleksibel lah&#8230;.&#8221;</p>
<p>Eh tuh supervisor yang bejat rasa  kemanusiaannya kukuh jawab :<br />
&#8220;Ya ya tetep mas setengah sembilan aja! &#8221;</p>
<p>Lalu saya pergi dengan perasaan teriris&#8230; dan saya gak bakal belanja hari  minggu sama istri di situ lagi!</p>
<p>Teriris karena Pancasila yang udah saya  pelajari dari kecil emang ternyata gak ada&#8230;! Kita kalah oleh &#8216;ke-kaku-an&#8217;  peraturan dari atas. Dan lupa akan ajaran dari sebuah agama tentang membantu  sesama manusia&#8230;</p>
<p>Kita memang harus mematuhi peraturan, tapi gw rasa  dengan kasus ini masih bisa fleksibel, untuk apa pintu mereka dibuka lebar2? Agar bisa denger &#8216;speaker tape&#8217; mereka yg butut??</p>
<p>Selayaknya, kalo  mereka diajarkan &#8216;Public Relation&#8217; soal pelayanan yang baik, perintahkanlah satu  orang karyawannya untuk menemani saya ke mesin ATM, paling enggak itu jaminan  bahwa saya memang ke atm yg jaraknya hanya berapa langkah lagi&#8230;. itu baru  pelayanan!</p>
<p>Maklumlah saat ini pusat belanja besar memang hanya mereka  satu2nya (walau ada sih yg lainnya)&#8230;. seperti kasus HERO dulu,  disaat belum ada persaingan, mereka begitu congkaknya&#8230;lalu ketika muncul yang  lain, mereka seperti macan ompong&#8230;.</p>
<p>Sekarang Carefour satu2nya?</p>
<p>Saya  hanya berharap&#8230;agar akan ada saingan Carrefour yang banyak lahir lagi dan  lebih jaya lagi, serta punya karyawan yang memiliki pelayanan yang berkwalitas!</p>
<p>&#8230;bukan seperti mereka karyawan bebal gak punya rasa iba&#8230;milik  Carrefour Duta Merlin.</p>
<p>&#8216;thanx god you gave me a great job right now!  so i can help even a people&#8217;!</p>
<p>Regard&#8217;s<br />
<strong>Irly Dante Irwansyah<br />
</strong>PR  Manager &amp; Off Air Promotion<br />
105.8 LITE FM Jakarta<br />
www.litefmjakarta.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/karyawan-carrefour-duta-merlin-tidak-diajarkan-peri-kemanusiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Carrefour di Bali Beda Standar?</title>
		<link>http://www.konsumen.org/carrefour-di-bali-beda-standar/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/carrefour-di-bali-beda-standar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 16:03:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Supermarket]]></category>
		<category><![CDATA[Carrefour]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/sample-post/</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum kami sekeluarga pindah ke Bali, kami lahir dan besar di Bandung. Di Bandung, kami biasa berbelanja di Setiabudi Supermarket. Mengapa? Setiabudi Supermarket adalah supermarket terbaik yang pernah kami temui di Bandung. Harganya sedikit lebih mahal jika dibanding supermarket lain, apalagi hypermarket. Tetapi saking nyamannya berbelanja disana, kami mau menyisihkan uang lebih untuk mendapatkan kenyamanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Sebelum kami sekeluarga pindah ke Bali, kami lahir dan besar di Bandung. Di Bandung, kami biasa berbelanja di Setiabudi Supermarket. Mengapa? Setiabudi Supermarket adalah supermarket terbaik yang pernah kami temui di Bandung. Harganya sedikit lebih mahal jika dibanding supermarket lain, apalagi hypermarket. Tetapi saking nyamannya berbelanja disana, kami mau menyisihkan uang lebih untuk mendapatkan kenyamanan itu.</p>
<p>Selama tinggal di Bandung, kami menolak berbelanja di Hypermart, Carrefour dan Giant, karena setiap berbelanja disana, rasanya tekanan darah selalu naik dan bisa jadi mengarah pada penyakit jantung. Alasannya satu. <span id="more-4"></span>Customer Service staff di hypermarket2 ternama itu kebanyakan tidak tahu produk yang mereka jual. Setiap ditanya informasi produk, entah karena tag harga hilang atau benar-benar produk baru, kami selalu tidak diberikan jawaban yang memuaskan. Mereka seringkali melempar pada temannya, yang dilemparkan lagi ke temannya yang lain. Lebih parah lagi, seseorang di counter furniture  di Hypermarket Bandung Indah Plaza menjawab begini, &#8220;Pak, saya ini karyawan baru, mana saya tahu??&#8221;. Sejak itu kami menolak berbelanja di hypermarket.</p>
<p>Setelah pindah ke Bali dan memiliki anak, kami memang sedikit lebih cost-savvy berbanding ketika tinggal di Bandung. Selain penghasilan kami lebih kecil, kami memberikan skala prioritas tertinggi akan kebutuhan bayi kami. Lucu. Bukan hanya karena lebih cost-savvy, tetapi kami &#8216;mau&#8217; berbelanja di Carrefour. Mengapa? Karyawan Carrefour menyenangkan. Mereka mau menjawab pertanyaan, mau membantu kami untuk menemukan kebutuhan kami sampai dapat. Walhasil, kami selalu memilih Carrefour untuk berbelanja dibanding supermarket premium nyaman yang berlokasi sangat dekat dengan rumah kami.</p>
<p>Entah pelayanan mereka sudah improve atau memang Carrefour di Bali lebih baik daripada Carrefour di Bandung. Entahlah. Terimakasih Carrefour Bali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/carrefour-di-bali-beda-standar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
