Harap Keseriusan Indosat M2

Ini ada surat kami yang kedua kalinya konsumen.org, surat pertama adalah tahun 2010 dan sekarang sudah 1 tahun kemudian tapi tetap saja pelayanan Indosat M2 masih buruk.

Sudah 6 tahun di rumah kami berlangganan IM2 Cable paytv dengan nomor pelanggan 050300548, tetapi selama hampir 5 tahun terakhir ini kami mendapatkan service yang buruk, baik dalam kualitas maupun sisi pelayanan pelanggan. Selama berlangganan itu hampir rutin beberapa bulan sekali pasti ada kerusakan tiap tahunnya, seperti gambar buram dan channel hilang, dan selama kerusakan itu juga kami dibiarkan hingga berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan perbaikan.

Setiap terjadi kerusakan kami pasti melaporkannya ke customer service IM2, baik via telpon maupun email, tetapi jawabannya selalu dalam pengecekan atau akan diteruskan ke pihak yang terkait, tapi kenyataannya bisa berbulan-bulan baru teratasi, itupun harus kami telpon berkali-kali dalam proses yang lama, kami juga masih ada menyimpan bukti-bukti pelaporan dan jawaban IM2 dalam email.

Kami juga bingung dengan cara kerja perusahaan besar seperti IM2. Pelanggan yang mengalami kerusakan dapat dibiarkan selama berbulan-bulan, bahkan sampai sekarang sudah bertahun-tahun. Dan yang sekarang ini kami sudah mengalami kerusakan selama 3 bulan terakhir, tapi sampai sekarang sama saja, belum ada perbaikan juga. Sedangkan kami harus membayar tagihan setiap bulan dan harus tepat waktu kalau tidak akan terputus, tapi sama sekali tidak sesuai dengan kualitas pelayanan yang kami terima.

Sebenarnya kami sudah sangat kecewa, tapi terpaksa harus terus berlangganan karena di area kami tidak ada pilihan provider lain kecuali IM2. Tolong perhatiannya dan tolong keseriusannya dalam menangani kerusakan ini sampai tuntas! Bukan hanya perbaikan yang untuk sementara.

Terima kasih.

Rio Koesnadi
rio.lsg@indosat.net.id

Taktik First Media Menjebak Pelanggan

First Media

Jakarta, 30 Desember 2008

Pada minggu pertama bulan November 2008 datang seorang Marketing First Media ke rumah saya dengan promo-promo yang ditawarkan. Dia mengatakan bahwa rumah saya termasuk salah satu suspect konsumen yang prioritas untuk ditawarkan dikarenakan infrastrukturnya sudah tersedia di lingkungan rumah saya.

Adapun yang ditawarkan adalah FastNet 384 dengan online koneksi 24 jam dan limit tanpa batas untuk akses serta download dengan harga berlangganan tetap per bulan sebesar Rp. 99.000,- plus pajak yang menjadi beban saya akan tetapi tidak termasuk modem karena saya harus membayar modem tersebut sebesar Rp. 450.000,- yang akan menjadi hak saya nantinya jika sudah tidak berlangganan. Produk lainnya HomeCable 33 dengan harga berlangganan yang sama dan saya sudah dapat menyaksikan TV dunia dirumah. Untuk kedua produk tersebut selama masa promosi ini tidak dikenakan biaya instalasi.

Akhirnya saya tertarik dan menghubungi marketing tersebut untuk mendaftar berlangganan produk yang mereka tawarkan. Dan pada tanggal 20 November 2008 datanglah teknisi First Media ke rumah saya untuk pasang/instalasi produk yang saya pilih. Setelah itu saya menikmati produk itu sampai saya tunggu-tunggu Billing Statement yang tidak datang-datang karena sudah hampir satu bulan saya menikmati fasilitasnya.

Tepat tanggal 19 Desember 2008 Billing Statement yang ditunggu-tunggu datang juga, akan tetapi begitu saya lihat tagihannya membengkak tidak seperti yang dijanjikan. Di Billing Statement itu ada biaya Partial Month Charge sebesar Rp. 82.500,- yang dibebankan untuk masing-masing produk yang saya ambil ditambah 10 % pajak sehingga menjadi total sebesar Rp. 181.500,- .Dan saya juga dibebankan Rp. 99.000,- untuk masing-masing produk tersebut plus pajak sebagai biaya Advance Charge disebutnya sehingga total Rp. 217.800,- dan Rp. 495.000 sudah termasuk pajaknya diperuntukkan untuk biaya Partial Month Charge Cable Modem Sales. Untuk kedua biaya terakhir yang saya sebutkan ini tidak mejadi permasalahan karena itulah sebenarnya kewajiban saya sebagaimana yang diperjanjikan oleh marketing First Media.

Untuk lebih jelasnya akhirnya saya bertanya ke Contact Center First Media mengenai hal ini. Dan jawaban dari pihak First Media adalah biaya tersebut (Rp.181.500,-) adalah biaya berlangganan Fast Net 384 dan Home Cable 33 dari tanggal 20 November 2008 sampai dengan 15 Desember 2008 dan untuk biaya sebesar Rp. 217.500 (Advance Charge) adalah biaya berlangganan dari bulan 16 Desember 2008 sampai dengan 15 Januari 2009. Untuk semakin jelasnya saya menanyakan “akankah dibebani biaya Partial Month Charge di Billing Statement bulan selanjutnya?” dan jawabannya adalah tidak lagi.

Dengan masih ada rasa cemas dan keraguan akhirnya pada tanggal 20 Desember 2008 saya bayar tagihan First Media sebesar total Rp. 894.300 melalui fasilitas SST Bank CIMB Niaga Cabang Kalimalang, sekedar diketahui bahwa tanggal jatuh tempo tagihan pada Billing Statement adalah tanggal 31 Desember 2008 tapi karena pihak Contact Center menginformasikan untuk segera membayar karena harga akan naik setelah tanggal itu.

Pada tanggal 24 Desember 2008 kecemasan saya terjawab, pihak First Media memberikan Surat Pemberitahuan kalau akan menaikkan harga berlangganan FastNet 384 dari Rp. 99.000,- menjadi Rp. 135.000,- per bulan, efektif pada tanggal 01 Januari 2009 tidak termasuk PPN. Padahal promo melalui iklan TV dan di website First Media sendiri sampai dengan saya tulis surat ini masih dengan harga berlangganan Rp. 99.000,-

Yang menjadi keberatan dan perhatian saya dalam Surat Pemberitahuan First Media itu adalah kalimat “ Selama satu tahun terakhir, First Media telah memberikan Anda dan keluarga akses broadband internet dengan harga terjangkau.” Pertanyaan yang menggelitik dan geram yang ingin saya ungkapkan “apakah perusahaan media besar seperti First Media tidak mempunyai Data Base Konsumen ? sehingga tidak tahu kapan seorang konsumen terdaftar menjadi pelanggan. Hal ini saya sampaikan juga ke Contact Center First Media dan mereka menjawab kalau keputusan kenaikan harga berlangganan itu merupakan kebijakan pihak manajemen dan complain saya akan diteruskan ke pihak manajemen.

Akhirnya saya tulis surat ini dengan maksud untuk dapat penjelasan yang sejelas-jelasnya dari pihak Manajemen First Media dan juga sebagai informasi dan pembelajaran bagi masyarakat pengguna internet berlangganan serta pihak First Media sendiri selaku perusahaan jasa komunikasi agar perasaan gundah dan merasa terjebak bisa terobati.
Demikian dan terima kasih.

Muchtar
No Pelanggan 676282

Jl. Malaka III/1 No.48 Malaka Sari Duren Sawit, Jakarta Timur

021-8609912

Laptop Hilang Ketika Diservis di Plaza Kenari Mas

Pada hari Sabtu, tanggal 6 September 2008 saya men-service laptop saya (merk HP tipe tx1012au, produksi akhir tahun 2007) di toko komputer Optima / CV. Maxima Jaya Abadi (Plaza Kenari Mas Lt.F2 Blok H No.101, Jl.Kramat Raya Kav.31 Jakarta) dengan keluhan tidak bisa start-up. Pihak toko, yang memampang spanduk spesialis servis laptop, menyatakan bahwa kerusakan membutuhkan penggantian spare part sehingga laptop diminta ditinggal dan dijanjikan selesai hari Senin 8 September 2008.

Pada Senin siang saya ditelpon oleh pihak toko dikatakan bahwa tadi malam (Minggu malam 7 September 2008) toko mereka dibobol maling. Enam laptop (4 milik pelanggan dan 2 milik toko) hilang. Menurut pengakuan pihak toko, yang dirusak hanyalah gembok sedangkan pintu penutup toko tetap utuh, dan kejadian ini sudah dilaporkan toko ke pengelola serta polisi (pihak toko tidak menunjukkan surat lapor polisi). Pihak toko berdalih kehilangan laptop karena pencurian bukan tanggungjawabnya. Setelah didebat cukup lama akhirnya pihak toko bersedia mengganti dengan laptop second (merk berbeda, model lama keluaran tahun 2004 dengan spesifikasi jauh di bawah laptop saya yang hilang).

Berdasarkan keterangan sejumlah pemilik toko lain, kejadian pencurian terutama toko komputer di Plaza Kenari Mas bukan yang pertama melainkan sudah sering terjadi, beberapa bahkan dilakukan karyawan toko sendiri. Plaza Kenari Mas yang mendengungkan dirinya sebagai pusat grosir alat tehnik dan elektronika seharusnya berkaca. Pelanggan tentunya akan berpikir seribu kali untuk datang ke sana jika keamanan sama sekali tidak terjamin, apalagi jika sampai kehilangan laptop yang berarti kerugian materiil dan yang paling penting kerugian imateriil berupa kehilangan jutaan data yang tak ternilai harganya. Belum lagi kerugian yang harus ditanggung para penyewa toko.

Terimakasih atas perhatiannya.

Firtantyo Adi Syahputra
dr_firtan@yahoo.com