Harap Keseriusan Indosat M2

Ini ada surat kami yang kedua kalinya konsumen.org, surat pertama adalah tahun 2010 dan sekarang sudah 1 tahun kemudian tapi tetap saja pelayanan Indosat M2 masih buruk.

Sudah 6 tahun di rumah kami berlangganan IM2 Cable paytv dengan nomor pelanggan 050300548, tetapi selama hampir 5 tahun terakhir ini kami mendapatkan service yang buruk, baik dalam kualitas maupun sisi pelayanan pelanggan. Selama berlangganan itu hampir rutin beberapa bulan sekali pasti ada kerusakan tiap tahunnya, seperti gambar buram dan channel hilang, dan selama kerusakan itu juga kami dibiarkan hingga berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan perbaikan.

Setiap terjadi kerusakan kami pasti melaporkannya ke customer service IM2, baik via telpon maupun email, tetapi jawabannya selalu dalam pengecekan atau akan diteruskan ke pihak yang terkait, tapi kenyataannya bisa berbulan-bulan baru teratasi, itupun harus kami telpon berkali-kali dalam proses yang lama, kami juga masih ada menyimpan bukti-bukti pelaporan dan jawaban IM2 dalam email.

Kami juga bingung dengan cara kerja perusahaan besar seperti IM2. Pelanggan yang mengalami kerusakan dapat dibiarkan selama berbulan-bulan, bahkan sampai sekarang sudah bertahun-tahun. Dan yang sekarang ini kami sudah mengalami kerusakan selama 3 bulan terakhir, tapi sampai sekarang sama saja, belum ada perbaikan juga. Sedangkan kami harus membayar tagihan setiap bulan dan harus tepat waktu kalau tidak akan terputus, tapi sama sekali tidak sesuai dengan kualitas pelayanan yang kami terima.

Sebenarnya kami sudah sangat kecewa, tapi terpaksa harus terus berlangganan karena di area kami tidak ada pilihan provider lain kecuali IM2. Tolong perhatiannya dan tolong keseriusannya dalam menangani kerusakan ini sampai tuntas! Bukan hanya perbaikan yang untuk sementara.

Terima kasih.

Rio Koesnadi
rio.lsg@indosat.net.id

Perbaikan Pelayanan Telkomsel Yang Menimbulkan Ketidaknyamanan Pelanggan

Pada Tanggal 18 Mei 2011 saya melakukan pengecekan pulsa. Pulsa saya sebesar Rp. 860. Kemudian saya melakukan pengisian pulsa di Alfamart sebesar Rp.50.000, tetapi ketika saya cek, pulsa saya sebesar Rp. 59.632. Kemudian saya melakukan beberapa panggilan ke nomor lokal, seluruh panggilan tersebut kurang dari 10 menit. Saya juga mengirim sms sebanyak 5 kali ke nomor lokal.

Pada tanggal 19 Mei 2011 pukul 00.30 saya melakukan pengecekan pulsa, kembali tersisa Rp. 860, dan saya tidak dapat mengirimkan pesan ataupun melakukan panggilan.

Saya berpikir, tidak mungkin hanya dengan kurang dari 10 menit panggilan dan 5 sms ke nomor lokal bisa menghabiskan pulsa yang baru saya isi sebesar Rp.50.000.

Dan dengan pulsa Rp.860, seharusnya saya masih bisa mengirimkan beberapa kali sms @ Rp. 150.

Saya khawatir apabila saya kembali mengisi pulsa, pulsa saya akan kembali habis.

Untuk itu, lalu saya menghubungi operator 116 untuk menanyakan masalah tersebut. Operator tersebut beralasan bahwa memang sedang terjadi gangguan dikarenakan ada perbaikan demi meningkatkan kualitas layanan Telkomsel. DIa kemudian meminta saya menunggu 3×24 jam karena dia beralasan data transaksi saya belum terupdate.

Setelah 3×24 jam, yaitu pada tanggal 22 Mei 2011 Pukul 01.00 WIB, saya kembali menanyakan kepada operator 116 dan operator kembali beralasan data saya masih belum terupdate, mohon tunggu 1×24 jam, dan ternyata pulsa saya belum juga kembali dan Nomor SIM Card saya masih mengalami gangguan.

Tadinya saya pikir Telkomsel adalah Provider Selular yang paling bagus dan karena itu saya sudah lebih dari 5 tahun mengunakan nomor tersebut. Tetapi dengan kejadian ini saya merasa sangat kecewa. Bayangkan saja selama lebih dari 3 hari dan sampai saat saya menuliskan cerita ini saya tidak bisa menghubungi siapa2 melalui Handphone saya. Pekerjaan saya pun jadi terganggu. Segala urusan jadi berantakan.

Yang saya sesalkan adalah, mengapa perbaikan mutu yang dilakukan telkomsel harus dengan cara yang mengganggu kenyamanan pelanggan. Apakah ini yang dinamakan peningkatan mutu…?

Ifan Christianto
Perumahan Harmony Mas Blok A 3 No. 1
Desa Wadas Kecataman Telukjambe Timur
Kabupaten Karawang
081394300576

Indosat Sangat Cepat Menyedot Pulsa, Tapi Sangat Lama Dikembalikan

Sejak Tanggal 06 Februari 2011, saya sudah melaporkan permasalahan saya kepada CALL CENTRE INDOSAT tentang Paket BB saya yang sudah diperpanjang otomatis, tetapi kemudian dikatakan belum diperpanjang dan saya cek, pulsa saya sudah berkurang 100.000.

Dikatakan oleh CALL CENTRE INDOSAT bahwa laporan saya akan diproses “MAKSIMAL” 7×24 jam. Saya tunggu hingga tanggal 12 Februari 2011 jam 7 malam, yang dimana pada siang harinya tanggal 12 Februari 2011, saya sudah menanyakan tentang nasib laporan saya kepada CALL CENTRE INDOSAT. Namun saya tunggu-tunggu, ternyata tidak ada konfirmasi sama sekali dari INDOSAT, padahal sudah mencapai batas MAKSIMAL yang diberikan INDOSAT sendiri. Pada hari yang sama, saya langsung menelepon CALL CENTRE INDOSAT dan saya diminta menunggu lagi 1×24 jam, yaitu 13 Februari 2011, yang ternyata juga tidak ada kabar.

Tanggal 13 Februari 2011 saya telepon lagi ke CALL CENTRE INDOSAT dikatakan akan dibuatkan laporan lagi dan ditunggu MAKSIMAL 7×24 jam (lagi), yaitu 20 Februari 2011, yang juga ternyata tidak ada konfirmasi sama sekali dari pihak INDOSAT, dan saya diminta menunggu LAGI MAKSIMAL 7×24 jam.

Dalam selang waktu itu, saya selalu menelepon CALL CENTRE INDOSAT berkali-kali, bahkan INDOSAT sendiri dapat mengeceknya di call record CALL CENTRE INDOSAT 54388888, namun waktu dan emosi, serta tenaga yang saya relakan demi permasalahan saya ini agar cepat terselesaikan, tidak sebanding dengan pihak INDOSAT yang tidak memberikan konfirmasi langsung sama sekali kepada saya untuk setidaknya memberikan jaminan bahwa pulsa saya akan dikembalikan atau paket BB saya akan diaktifkan kembali.

Saya juga mengirimkan e-mail ke costumer_service@indosat.com berkali-kali, dan hanya dijawab dengan jawaban klise, bahwa laporan saya sedang diproses, yang dimana tidak memberikan saya sedikit kelegaan bahwa laporan saya benar-benar ditangani dengan serius oleh pihak INDOSAT.

Dan saat ini, 24 Februari 2011, sudah hampir 3 minggu, saya berkali-kali bertanya bagaimana kelanjutan dari laporan saya, yang selalu
dijawab “masih dalam proses”, tidak pernah ada telepon dari INDOSAT langsung untuk menjelaskan dan memberikan jaminan terhadap permasalahan saya ini.

Elvi
Jl.Pluit Raya No.132-O
Jakarta Utara

Blackberry Telkomsel Sangat Merugikan

Saya pelanggan layanan blackberry telkomsel. Saya mendaftarkan melalui sms: *363#. Saya memilih layanan; UNLIMITED (tarif 99ribu/bulan). Sebelumnya saya juga sudah membaca SEMUA aturan di website telkomsel.com. Disitu ada settingan yg harus dilakukan supaya tidak kena charge tarif GPRS, diantaranya:

  • Mengubah setting browser menjadi: Internet browser
  • Tidak membuka website dengan video streaming (misal: youtube).
  • Tidak dipakai di luar negeri.

Ke tiga hal tsb sudah saya patuhi dan hasilnya adalah:

  • Bulan pertama saya kena charge GPRS: 400 ribu
  • Dan bulan kedua kena charge GPRS lagi: 600 ribu.

Saya laporkan ke grapari semarang, dan jawaban petugasnya adalah:

Settingan BB Anda keliru… Harusnya begini… begitu… dan saya dikasih selembar kertas yg berisi settingan supaya tidak kena tarif GPRS Rp5/kb.

Saya jadi heran…
Kenapa bisa dengan santainya menyalahkan settingan di BB saya? Kenapa settingan di lembar kertas tsb tidak dicantumkan di website?
Kenapa tidak langsung saja disetting dari pihak telkomsel?

Saya yakin kalau telkomsel BERNIAT BAIK, pasti bisa melakukan setting supaya konsumen tidak harus membayar lebih utk layanan yg mereka tidak sadari.

Pertanyaan selanjutnya:
Apa yg saya dapatkan dari layanan UNLIMITED 99ribu/bulan itu?? kalau semua akses ke internet dikenai tarif GPRS Rp5/kb ???

Sungguh aneh bin ajaib!!!

Sekarang saya punya kesimpulan begini:
Jadi ternyata telkomsel bisa kaya karena pintar memanfaatkan ketidaktahuan konsumen. Mungkin ini termasuk strategi bisnis korporat telkomsel???

Saya yakin banyak orang yg bernasib sama seperti saya dan saya yakin juga bahwa tulisan ini tidak akan berpengaruh pada policy perusahaan Telkomsel.

Saya menulis ini supaya pembaca berhati2 dalam memilih product, terutama layanan yg tidak jelas aturannya.

Terima kasih.

Salam,
satyasmg@gmail.com

Layanan Buruk Telkomsel Flash (Prosedur Tidak Jelas)

Saya berlangganan produk telkomsel kira-kira selama 5 tahun dimulai dari tahun 2005. Dari memakai kartu Simpati sampai migrasi ke kartu Halo. Mulanya saya percaya dan bangga menggunakan produk dari telkomsel tersebut, karena konon katanya mempunyai sinyal yang kuat dan jaringan ada dimana-mana. Jadi gak usah takut gak ada sinyal. Walaupun tarifnya memang mahal untuk ukuran saya sebagai buruh pabrik.

Terakhir saya sangat amat kecewa dengan pelayanan dari Costumer Servis Telkomsel. Bermula dari keinginan saya untuk menggunakan Kartu Halo untuk dapat digunakan Internet menggunakan modem, dengan mengikuti program Telkomsel Flash. Saat itu saya melakukan pendaftaran melalui sms ke 3636, singkat cerita sayapun langsung melakukan registrasi, dengan mengambil paket Rp125.000/bulan, tinggal menunggu konfirmasi selanjutnya dari pihak TELKOMSEL.

Tetapi setelah ditunggu konfirmasi aktivasi saya tidak juga saya terima akhirnya saya beranggapan bahwa registrasi tersebut telah gagal, dan pada saat saya menerima BILLING tagihan dari pihak Telkomsel Bulan Mei 2010, disitu tertera ringkasan biaya penggunaan 3G, HSDPA, GPRS, MMS…..sebesar Rp 137.365.-. Betapa terkejutnya saya. Saya pikir kapan saya pakai paket ini, karena saya tidak merasa mendapatkan konfirmasi dari pihak Telkomsel bahwa registrasi yang saya lakukan telah disetujui.

Karena merasa dirugikan, kemudian saya coba ke Grapari Halo yang ada di Niaga Kalimas Kali Malang Bekasi Timur. Disini coba saya adukan permasalahan saya. Saya jelaskan semua dari awal sampai akhir agar ada pertimbangan untuk tidak membebankan tagihan tersebut kepada saya, karena masalahnya saya tidak pernah pakai produk Telkomsel Flash tersebut. Karena memang saya tidak tahu kalau paket tersebut telah aktif dan bisa dipergunakan. Yang lebih mengecewakan lagi ternyata paket tersebut mengikuti periode kartu HALLO saya yaitu dari tgl 11- sampai tanggal 11 bulan berikutnya, sementara saya daftar tanggal 9,jadi saya harus menghabiskan paket tersebut dalam waktu 3 hari saja, kalau tidak pasti hangus. Logikanya kalau saja saya tahu periode aktifnya sama dengan Kartu Halo, saya tentunya saya tidak akan ambil paket tersebut. Rugi saya. Tetapi ternyata saya tetap harus melakukan pembayaran paket tersebut.

Akhirnya saya mencoba menghubungi CS Telkomsel. Nah disini mulailah bertambah rasa kecewa itu muncul. Betapa tidak, saya tidak hanya menghubungi sekali atau dua kali CS tersebut untuk melaporkan permasalahan/keluhan saya, dan setiap saya telpon CS operator yang menerima selalu berganti. Berarti saya harus menjelaskan berkali-kali kepada setiap operator yang berbeda mengenai masalah yang saya alami, karena belum mendapatkan titik terang, apa yang harus saya lakukan untuk mengklarifikasi masalah ini.

Setelah lama akhirnya saya diminta membuat Surat Pernyataan dilengkapi dengan foto copi KTP, Materai, dan salinan tagiahn yang bermasalah untuk di Fax ke Call Center Telkomsel. Setelah dikirim, saya diminta untuk konfirmasi ke pihak Telkomsel bahwa fax sudah dikirim. Setelah dikonfirm dan di cek oleh operator ternyata belum ada fax masuk katanya, dan akhirnya saya diminta untuk mengirim fax ulang. Setelah Fax dikirim saya konfirmasi kembali ke Call Center, dan kejadian menyebalkan terulang lagi disini karena operator yang menerima tlp saya sudah berbeda. Alhasil saya harus menjelaskan kembali duduk persoalan dari awal lagi.

Sepertinya nama besar Telkomsel tidak diimbangi dengan pelayanan yang besar terhadap pelanggan. Setelah fax diterima saya disuruh tunggu selama 2 minggu untuk dibantu menyelesaikan keluhan saya. Oke saya tunggu, walau dalam hati bertanya-tanya, kenapa masalah seperti ini saja koq ngurusnya lama banget…? Setelah seminggu berlalu, akhirnya saya coba amenghubungi call center kembali untuk menanyakan kabar pengaduan saya. Seperti biasa, operator yang menerima berbeda lagi, walaupun saya sudah sebutkan nama, no hp, tetap saja saya harus menjelaskan dari awal permasalahan saya. Sepertinya tidak ada komunikasi antara Operator, sehingga terjadi kejadian seperti ini, padahal mereka bekerja pada perusahaan telekomunikasi.

Singkat cerita, setelah dicheck dan menunggu lama… dengan pulsa terus berjalan… akhirnya saya mendapat keterangan yang sungguh diluar dugaan saya:

“Bapak, untuk masalah ini, sebaiknya bapak langsung datang saja ke Gerai Halo yang ada di BCP Bekasi Barat…”

Gubrakkk. Sudah buat Surat Pernyataan pake materai, ngasih foto kopi KTP, nunggu satu minggu… eehhhh malah dapet jawabannya suruh datang aja ke BCP… Kenapa enggak bilang dari minggu kemariiin neeeng…

Sampai sekarang masalah tersebut blm tuntass…sementara tagihan terus masuk ke saya dengan tagihan yang semakin membesar….

AMMPUUUN TELKOMMSEEELLL ENGGA LAGI-LAGI DAH PAKE TELKOMSELLL….MAHAALLL..MENYESSAAALLLL…

Wassalam,
Ahmad Jabidi
jabidi.ahmad@gmail.com

Upaya Perampokan oleh Provider Indosat IM3

Halo managemen Indosat, IM3….

Saya pelanggan 085669444404, tanggal 21-08-2010 pkl 10:25 WIB mendapat sms dari no 600 yang berisi sbb :

\\\”Trims. Km trdaftar di prg HEBOH Indosat. Dgn 2rb/sms kmbs raih VIOS dan UANG TUNAI setiap hari. Ktk STOP ke600 kalau km tdk mau terima ksmptn ini CS:02157943884\\\”

Permasalahannya:

1.Saya tidak pernah merasa mendaftar/registrasi prg. HEBOH Indosat tersebut! Dan sama sekali tidak tertarik mimpi2 dapat Vios atau uang tersebut karena jelas2 bohong besar.

2.Kalimat yg saya cetak tebal dan garis bawah sangat meresahkan. Jika saya tidak mengetik STOP dan mengirimkan ke 600 maka berarti saya setuju dipotong 2rb/sms. (Entah satu hari berapa kali? Bayangkan kalo satu hari 10x pengelola ini sms kepada saya, berarti pulsa saya akan dipotong 20rb/hari!).

3. Belakangan ini hampir semua operator mengganti kalimat REG pada program berlangganan mereka dengan kode-kode yang langsung aktif sebagai member misal: *000*000*00# dll termasuk INDOSAT! Karena saat ini masyarakat sudah menghindari kalimat REG karena itu adalah perampokan tersembunyi pihak operator kepada pelanggan2nya dgn biaya extra MAHAL cuma buat sms!!! Maka diubahlah sistem REG tsb dgn kode2 yang dulu cuma dipakai oleh pihak operator buat bahasa intern nya.. misal cek pulsa, CS dsb…

4. Pihak Indosat membiarkan promosi searah kepada pelanggan2nya, misalnya sms2 discount dicounter2 tertentu, promo ini, promo itu dll. Padahal itu semua tidak termasuk perjanjian awal saat pelanggan mendaftar sebagai pelanggannya. Sepertinya pihak operator dalam hal ini INDOSAT, tidak cukup mengambil keuntungan dari pelanggannya dari penjualan Nomor Kartu, dan Pulsa saja, tapi juga berlaku sebagai Biro Iklan, calo penipuan program-program yang memotong dana konsumen nya melalui sms. Perlu manajemen Indosat ketahui bahwa saya pribadi sangat tidak nyaman inbox saya dipenuhi sms-sms sampah semacam itu! Dulu kalo saya dapet sms yang pengirimnya Indosat, maka akan penuh antusias membacanya. Mungkin ada pengumuman atau berita penting. Tapi sekarang? Terus terang hampir semua sms yang masuk dgn nama pengirim Indosat langsung saya delete tanpa merasa perlu utk dibaca dulu! Sebab isinya bisa dipastikan sms sampah berisi iklan-iklan yang tidak sepatutnya dikelola manajemen Indosat!

5. Pihak terkait utamanya Kementrian Komunikasi seyogyanya menertibkan masalah ini! Bayangkan kalo user/pelanggan tersebut orang yg tidak tahu atau tidak mau tahu atau tidak ngerti maka habislah dirinya dirampok! (maaf saya pakai istilah ini karena rasanya pas!) oleh operator selular beserta kroni2nya. Dan terusterang ada banyak kawan, tetangga yang komplain karena pulsanya yang tiba-tiba berkurang setiap hari tanpa dipakai dengan keterangan ikut program-program seperti di atas tanpa pernah mendaftar alias tertipu mentah-mentah. Pihak Kemkominfo selayaknya membersihkan semua jalur operator selular dari perampok-perampok rakyat seperti ini. Bahkan bila perlu menutup operator yang berani melanggarnya tidak kecuali! Baik itu Indosat, Telkomsel, Excelcomindo dan lain-lain. Karena mereka jelas-jelas mencari keuntungan semata dengan segala cara.

Demikian saya sampaikan. Sebetulnya uneg-uneg ini sudah lama saya pendam dan saya cuma memberitahu keluarga terdekat saja agar jangan sekali-sekali kirim atau ikut perintah REG kepada operator manapun. Karena begitu kita REG, maka habislah kita di rampok setiap hari.

Namun hari ini, dibulan suci Ramadhan 1431H ini saya terpaksa mengangkat masalah ini ke publik karena saya nilai sudah sangat terlalu. Bangsa ini mencari rezeki dengan segala cara…. Cara2 penipuan dan persekongkolan menghirup darah rakyat Indonesia ini yang dianggapnya tolol semua! Bahkan diBulan Suci Ramadhan pun mereka tidak peduli lagi…

Prabumulih 21 Agustus 2010

Hormat saya,
Ir. Rahmad Awaluddin
085669444404

Komplek dkt 27 RT.03/RW.01
Prabumulih, Sumatera Selatan

Hati-hati Penipuan Penjualan Pulsa oleh www.nasionalpulsa.co.cc

Awalnya bermula dari sebuah sms yang masuk ke hp saya pada tanggal 15 Agustus 2010 dari no 087842990145, yang menawarkan untuk menjadi anggota (Master Dealer atau Agen) dari nasional pulsa. Dalam sms ditulis sebuah website www.nasionalpulsa.co.cc.

Karena memang sebelumnya saya sudah menjadi anggota dari perusahaan yang juga bergerak dalam bidang penjualan pulsa elektrik, maka begitu melihat harga pulsa yang ditawarkan lebih murah dari yang biasa saya jual ditambah dengan bonus Rp.500.000,-, saya langsung tertarik dan langsung melakukan pendaftaran dengan menggunakan nama IZARD001 via sms (petunjuk dari website www.nasionalpulsa.co.cc). Setelah itu saya menerima sms balasan yang menyebutkan keanggotaan saya sudah aktif, dan kemudian saya disuruh untuk melakukan pengisian deposit awal sebesar 2 juta rupiah.

Keeseokan harinya saya mendaftarkan no rekening bank BTN a.n Zaenal Abidin (0004401500283152) dan a.n Andy Musafir (0018401500015088) via ATM agar memudahkan saya pada saat mentransfer uang via sms banking. Pada saat itu juga, saya langsung mentransfer uang sejumlah Rp.2 jt ke rek. Zaenal Abidin. Setelah itu, saya sms ke nomor pendaftaran nasional pulsa (081394739145) untuk mengkonfirmasi bahwa uang deposit awal sudah saya transfer.

Kurang lebih 2 jam, dari pihak nasional pulsa menghubungi saya dan menyuruh saya untuk kembali ke ATM bank BTN karena menurutnya ada yang harus diinput via ATM. Sayapun langsung ke ATM bank BTN, di situ saya disuruh untuk mentransfer uang sejumlah Rp.5.999.999,- ke nomor rekening Zaenal Abidin dengan alasan uang itu untuk dijadikan sebagai modal awal saya sebagai master dealer.
Kurang lebih sekitar 2-3 jam, saya kembali dihubungi dari pihak nasional pulsa dan disuruh untuk membeli voucher gesek dengan rincian Simpati 100rb & 50rb=10 lbr; As 50=7 lbr; As25=4lbr, Axis50=4 lbr. Setelah itu, saya kemudian disuruh untuk menggosok semua nomor voucher tersebut dan mengirimkan ke nasional pulsa via sms.

Karena saya tidak mendapatkan voucher axis, akhirnya saya disuruh untuk membeli voucher elektriknya dan disuruh masukkan ke nomor 083139065881 dan 083139065882 masing-masing sebesar Rp.50.000,-

Keesokan harinya, saya menghubungi ke pihak nasional pulsa untuk menanyakan status keaktifan keanggotaan saya. Saya lalu disuruh untuk mengurus surat izin sebagai master dealer sebagai syarat keaktifan master dealer. Saya lalu mencoba ke kantor telekomunikasi untuk mengurusnya, tetapi ternyata menurut petugas di kantor telekomunikasi, untuk penjualan pulsa apapun bentuknya itu tidak memerlukan surat ijin.

Akhirnya saya menghubungi lagi pihak nasional pulsa dan menanyakan perihal surat ijin tersebut. Dari pihak nasional pulsa menyarankan agar saya mentransfer uang sejumlah Rp.2.500.000,- agar pihak nasional pulsa dapat mengurusnya sendiri. Karena sudah kepalang tanggung, akhirnya saya melakukan lagi transfer via Bank BTN ke nomor rekening Zaenal Abidin. Menurut pihak nasional pulsa, jika surat ijin sudah selesai hari itu, maka besok akan dikirim via pos disertai dengan spanduk nasional pulsa.

Keesokan harinya, saya menghubungi pihak nasional pulsa untuk menanyakan perihal surat ijin saya sekaligus menanyakan apakah saya sudah bisa melakukan transaksi penjualan pulsa. Kemudian saya dijawab bahwa semua sudah selesai dan sudah siap untuk dikirimkan, tapi dari pihak nasional pulsa meminta lagi uang pengiriman sebesar Rp.1.500.000,-.

Karena pada dasarnya saya sudah biasa dengan kiriman paket barang, maka saya menanyakan spesifikasi paket tersebut hingga biaya pengiriman sampai sejumlah Rp.1.500.000,-. (sampai saya menulis cerita ini, spesifikasinya tidak pernah saya terima)
Akhirnya saya menghubungi pihak nasional pulsa dan mengatakan “bahwa jika memang nasional pulsa seperti yang disebutkan di www.nasionalpulsa.co.cc itu ada, saya minta bantuannya untuk mengirm lebih dahulu barang saya, dan jika barang sudah tiba di rumah maka akan saya ganti berapapun besarnya”. dan jawaban dari pihak nasional pulsa bahwa mereka akan mengusahakannya. tapi sampai saya menulis cerita ini, kepastian itu tidak ada.

Kiranya sampai di sini saja cerita penipuan ini, dan mudah-mudahan melalui cerita ini banyak orang yang dapat terhindar dari penipuan oleh WWW.NASIONALPULSA.CO.CC

Oh iya, ternyata nasional pulsa itu ada 2 website. Yang melakukan penipuan menggunakan website WWW.NASIONALPULSA.CO.CC, sementara website nasional pulsa yang lain menggunakan WWW.NASIONALPULSA.COM

Ini data-data yang tidak ada di www.nasionalpulsa.co.cc :
– no rek bank BTN a.n ZAENAL ABIDIN : 0004401500283152
– no rek bank BTN a.n ANDY MUSAFIR : 0018401500015088
– no rek bank BCA a.n EDI LUKMAN : 6630349476

Terimakasih
Alfred Deddy
Jl. Manunggal No. 33 Loa Bakung
Samarinda, Kaltim

Update: website di www.nasionalpulsa.co.cc menghilang, ini tembolok dari Google disini.

PENERBITAN CHIP ESIA BARU MILIK SAYA

Saya adalah Pelanggan Esia sejak tahun 2008 dengan nomor (0341) 9851234, pertamakali saya membeli nomor tersebut dari salah seorang marketing Esia Sdr. Aswin Vismawan (skrg sudah resign) dengan harga Rp. 25.000,-. Pada tanggal 12 Mei 2010, saya sementara meng offkan esia saya (status masih masa aktif) karena ada ancaman terror ke nomor saya tersebut di atas. Chip kartu tersebut masih ada pada saya.

Pada tanggal 31 mei 2010, saya mencoba menghubungi nomor tersebut diatas dan ternyata aktif dan dijawab oleh seorang laki2. Karena merasa ada kejanggalan, dimana chip saya off maka saya mendatangai GERAI ESIA Malang dan dilayani oleh CS Laki2 (saya lupa namanya). Saya curiga bahwa kartu saya telah diterbitkan chip baru oleh karyawan esia.

Saat saya datang, CS ( Laki-laki) dia mencoba membantu dengan menelusuri hal-hal sbg berikut :

  1. Saya coba aktifkan chip saya, tetapi tidak bisa digunakan (kejanggalan 1).
  2. CS ( Laki-laki ) berusaha menghubungi nomor saya, tetapi tidak aktif, padahal posisi chip saya adalah aktif (saya mencoba mengaktifkan chip saya) (kejanggalan 2).
  3. CS ( Laki-Laki ) mengatakan pada saya bahwa sisa pulsa saya adalah Rp. 8.000,-, padahal pada saat saya meng offkan posisi pulsa saya adalah Rp. 0,- dan terkhir pengisian pulsa adalah transfer pulsa sebesar Rp. 5.000,- jadi tidak mungkin sisa pulsa Rp. 8.000,- (kejanggalan 3).
  4. Nomor tersebut telah digunakan untuk menghubungi nomor hp orangtua saya dan teman-teman saya (miscall)

Saya mendesak kepada CS tersebut supaya bisa menjelaskan alasan yang logis dan kenapa secara system itu bisa terjadi, waktu saya menanyakan bahwa kemungkinan adanya chip baru, CS tersebut menyatakan tidak ada dan kemudian meminta bantuan kepada CS Kuriana dan jawaban dari CS Kuriana adalah :

“Nomor ibu telah tidak aktif selama 2 bulan, sehingga diterbitkan chip baru.”

Sungguh, saya sangat kecewa dengan jawaban CS Kuriana yang sangat mengada-ada. (Saya meng-offkan nomor saya pada tanggal 12 mei 2010) baru 2 minggu dan status kartu esia saya masih masa aktif, CS tersebut seolah2 membuat jawaban palsu supaya perbuatannya menggandakan chip tersebut bisa dibenarkan.

Tiba- tiba, ada telepon dari sdr. Reza (karyawan Esia bagian marketing) melalui HP. Sdr. Kuriana yang menyatakan bahwa Reza ingin bicara dengan saya mengenai Chip yang baru. Ada penyalahgunaan penggantian chip baru oleh pihak Esia Malang.

Kemudian saya bertemu dengan Dispatcher Gerai Malang (Sdr. Yufani Prihapsari). Jawaban dari Sdr. Yufani sangat mengecewakan dan sebagai head CS tidak konsisten, antara lain :

  1. Bahwa seorang AR Marketing di Esia bisa melakukan perubahan registrasi terhadap suatu kartu dan melakukan penggantian dengan menggunakan KTP Reza. Saat itu sdr. Yufani mengakui bahwa yang melakukan penggantian adalah sdr. Reza. Tetapi ketika saya menanyakan buku procedure yang menyatakan hal tersebut, sdr.Yufani tidak bisa menunjukkan dan mengatakan bahwa aturan tersebut secara eksplisit.
  2. Pada akhirnya saya mengetahui, bahwa registrasi terakhir masih atas nama sdr. Aswin Vismawan.
  3. Sdr. Yufani terkesan sangat melindungi perbuatan teman2nya baik CS Kuriani maupun Sdr. Reza
  4. Masalah kartu tersebut, saya bisa membuktikan bahwa sayalah pemilik akhir dari kartu tersebut yaitu saya masih memegang kartu chip lama saya (yang sekarang ditahan oleh sdr. Yufani) dan nama Aswin Vismawan pada register karena saat itu saya membeli nomor tersebut dari Sdr. Aswin (saat itu masih karyawan Esia).
  5. Nomor- Nomor yang sering saya hubungi adalah : 0341 9861234, 0341 5433***, 0341 6454***, 0341 9488***, 0341 7316***, 0341 9344***, 0341 9980***, 0341 8165***, 0341 7558***, 03415454***, 03419191***, 081615622***, 085933111***, 08123380***.
  6. Setelah saya pulang dari gerai esia, Sdr. Yufani menelpon saya dan memberitahukan bahwa penggantian kartu ada KTP a/n Aswin, yang pada awalnya disebutkan bahwa Sdr. Rezalah yang telah melakukan penggantian dan meregistrasi ulang (sesuai di layar monitor yang ditunjukkan ke saya) Saya melihat ada banyak kejanggalan dari seluruh petugas Esia Cabang Malang.
  7. Ada jawaban- jawaban yang berbeda yang diberikan oleh sdr. Yufani, dari semula penggantian dilakukan menggunakan KTP Sdr. Reza dan meregister ulang a.n. Sdr. Reza (setelah tau bahwa nama pada register adalah Sdr. Aswin), saya diberikan jawaban ke-2 bahwa registrasi benar-benar sesuai procedure ada KTP sdr. Aswin.
  8. Setahu saya, pada saat penggantian chip baru di operator manapun selalu menyebutkan nomor2 yang pernah dihubungi. Jika seandainya procedure tersebut dilakukan, saya yakin Sdr. Reza tidak dapat menyebutkannya (dan tidak akan ada chip baru) yang disalahgunakan untuk menelpon keluarga dan teman-teman saya.
  9. Saya sebagai konsumen Esia yang sudah berlanggananan selama 2 tahun lebih merasa sangat dirugikan oleh perbuatan para karyawan Esia cabang Malang.

Mohon perhatian Bapak pejabat bersangkut di Esia atas tindakan dan perbuatan petugas Esia yang sudah menyalahgunakan wewenangnya.

Hormat Saya,
Lusiani FH

Jl. Bunga Widara
Malang, Jawa Timur


Indosat IM2 TV & Internet Mengecewakan

Nama saya Rio, pelanggan IM2 dengan nomor 050300548.

Benar-benar mengecewakan berlangganan INDOSAT IM2 kabel TV & Internet! Sudah selama hampir 5 tahun saya berlangganan, 1 tahun pertama lancar dan memuaskan, tapi kemudian sampai sekarang tidak pernah beres, hampir setiap bulan pasti ada kerusakkan sampai hampir 1 minggu. TV buram dan internet putus.

Kemudian setiap di hubungi customer service, tidak ada yang mengerti permasalahan sama sekali, dan dengan jawaban setiap kali akan di eskalasikan ke bagian terkait tetapi bisa sampai berhari-hari tetap tidak ada perbaikan.

Kami pernah kebetulan dapat berbicara dengan bagian maintance yang memang mengerti permasalahan di area kami, mereka mengatakan dan mengakui memang ada jalur kabel ke area saya yang rusak dan mereka berjanji akan memperbaiki, tapi kenyataannya sampai sekarang sudah bertahun-tahun tidak pernah benar dan perkiraan saya selama ini selalu hanya diakali sementara, beberapa rumah yang berada dekat dengan saya juga mengeluhkan hal yang sama.

Karena disini tidak ada pilihan untuk berlangganan dengan vendor lain jadi terpaksa kita harus bertahan dengan Indosat ini.

Benar-benar payah dan mengecewakan sekali!

Belum lagi sangat mengganggu aktifitas, karena setiap sedang bermasalah kita harus mencari-cari alternatif internet lain atau harus pergi untuk mencari internet. Padahal kami selalu bayar tagihan dengan nilai penuh.

Kami tidak pernah minta banyak, kami hanya ingin service yg kami dapatkan sesuai dengan apa yang kami bayar untuk langganan.

Kami berharap perbaikan secepatnya.

Terima kasih.

Rio Koesnadi
rio.lsg@indosat.net.id


Kartu Matrix Pengganti 3 bulan Tidak Bisa Digunakan

Saya pemilik INDOSAT MATRIX 0855 1500 000. Saya melakukan kewajiban pembayaran melalui debit card.

Awal masalah di bulan JANUARI 2010 saat penggantian kartu MATRIX di CUSTOMER REPRESENTATIVE OFFICE Lippo karawaci karena hilang. Setelah diganti dan menunggu beberapa saat sesuai instruksi, ternyata kartu tdk berfungsi. Saya menghubungi CALL CENTER, lagi-lagi saya mengikuti arahannya, ternyata kartu tetap tidak dapat dipakai juga.

Saya mengambil inisiatif kembali menghubungi CUSTOMER REPRESENTATIVE OFFICE Lippo Kawaraci yang Ke-2 kalinya. Setelah dicek menurut mereka ternyata tidak ada masalah, tetapi SANGAT BERMASALAH buat saya customer yang lemah dan selalu dirugikan, karena kartu saya tidak jalan juga.

Masalah ini berlanjut TIDAK terselesaikan hingga berjalan bulan ke 3 (TIGA).

Apa tanggungjawab INDOSAT MATRIX setelah saya melakukan kewajiban saya. APAKAH Nomor saya akan HILANG ? SAMPAI kapan saya harus menunggu? APAKAH masalah saya SANGAT KOMPLEK sehingga sebuah perusahaan multinasinal tidak dapat menyelesaikan masalah konsumen dalam lebih singkat?

William Winata
wwinata2000@yahoo.com


Tolong Kembalikan Layanan Internet XL Saya

Tanggal 18 Februari kemaren hari terakhir masa aktif XL internet saya.

Malam hari sekitar jam 23 saya suruh saudara mengisikan via ATM. Ternyata saudara saya salah pencet opsi Explore dan bukan Bebas, keluar prinout dari ATM. Keesokan paginya kartu saya diblokir alasannya pulsa tidak masuk.

Akhirnya saya bawa ke galeri XL buat klarifikasi dan di sana pulsa saya dimasukan 100 rb tapi tetap aja layanan internetnya diblokir sampai sekarang. Saya sudah mengadu berkali-kali via email tapi sampai sekarang layanan internetnya masih belum bisa digunakan.

Susilo Ahmadi
susilo2005@telkom.net


Kartu Matrix Indosat Tidak Dapat digunakan Lagi Karena Sudah digunakan Orang Lain

Awalnya kartu matrix yang merupakan pascabayar dengan nomor 0816772266 atas nama saya pribadi telah terblokir karena keterlambatan pembayaran. Akhirnya kartunya benar benar tidak bisa dipakai sehingga saya harus ganti kartu dan membayar tagihan saya.

Bulan maret, lupa tanggal berapa saya datang ke galeri INdosat di Blok M Plaza dengan maksud membayar sekalian mengaktifkan kembali kartu saya. Tapi Customer Servicenya bilang saya harus membayar tagihannya terlebih dahulu sedangkan kartunya tidak bisa langsung di ambil alias menunggu konfirmasi terlebih dahulu lewat telp kapan saya bisa ambil kartunya dan tempatnya adalah harus di galeri Blok M.

Berhubung kondisi yang tidak memungkinkan untuk pergi (karena hamil tua) dan saya juga melahirkan bulan april, alhasil saya tidak bisa mengambil kartu tersebut. Hingga akhirnya bulan September saya kembali ke galeri Indosat Blok M, tapi ternyata galerinya sudah tidak ada alias pindah.

Saya langsung inisiatif telp call center untuk memastikan kartu saya ada di galeri mana. Jawaban call center adalah bahwa saya bisa ambil di galeri mana saja. Baru tanggal 29 Oktober 2009 saya ambil kartu saya di Galeri Indosat Sarinah. Sebelumnya saya ditanyakan identitas oleh frontliner mengenai kartu matrix saya tersebut dan ternyata memang nomor tersebut masih milik saya karena accountnya masih data2 saya.

Setelah menunggu antrian saya bertemu dengan customer service yang bernama Firman, saya ceritakan maksud saya. Setelah saya bayar biaya pengaktifan dan isi form saya langsung dapatkan kartu matrix yang diberitahukan akan aktif kembali dalam 2-3 hari kemudian.

Besoknya tanggal 30 Oktober 2009 tiba2 saya di telpon oleh Firman CSR Galeri Sarinah yang memberitahukan bahwa matrix saya dengan nomor tersebut telah dimiliki oleh orang lain. Jadi saya tidak dapat kembali menggunakan matrix saya.

Haloooo INDOSAT, kemana ajah. Kenapa saya tidak di konfirmasi kalau matrix saya mau dipakai oleh orang lain? kenapa pada saat saya telp ke Call center saya diberitahukan bahwa kartu saya masih merupakan data2 saya. Kenapa pihak galeri blok m ataupun call center tidak memberitahukan pembatasan waktu untuk pengambilan kartu?

Saya datang ke galeri sarinah mengurus kartu saya dengan lancar tidak ada kendala, sudah bayar biaya pengakitfan pula dan jelas jelas matrix dengan nomor tersebut masih menggunakan data2 saya yang artinya memang milik saya, kok tiba2 besoknya saya di telp Bapak Firman galeri sarinah, bahwa nomor tersebut sudah digunakan orang lain sejak 2 minggu yang lalu.

Beginikah pelayanan indosat yang merupakan salah satu jaringan telekomunikasi terbesar di indonesia? SUNGGUH SANGAT MENGECEWAKAN.

Rita Fiani
rita_fiani@yahoo.com

Telkom Speedy… Mudah Masuk Tapi Susah Keluar

Saya berlangganan speedy sudah hampir satu tahun. Pada mulanya saya merasa registrasinya sangat mudah karena saya tidak perlu datang ke telkom sendiri tetapi saya bisa memanggil teknisi untuk datang ke rumah dan mengisi formulir di rumah sendiri.

Setelah sekian lama berlangganan dengan speed yang makin lama saya rasa makin pelan, saya akhirnya mendapatkan masalah kira-kira setengah bulan yang lalu ketika internet saya berhenti bekerja. Ketika saya telpon ke Telkom mereka bilang koneksi dari sana lancar-lancar saja dan saya diminta mengecek modem. Tapi untuk mendatangkan teknisi saya harus bayar lagi (???) padahal modem itu pun diberikan oleh speedy dan saya tidak pernah tahu bagaimana cara mengesetnya.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengakhiri langganan speedy saya. Pertama kali saya datang ke telkom, CS yang ada mengatakan bahwa saya harus membayar lunas sisa tagihan saya sejumlah Rp. 751.000. Saya masih ingat saya tanya waktu itu kepada dia, “segitu aja?” dan dia jawab, “iya”. Ketika saya menuju ke counter pembayaran begitu kecewanya saya bahwa ternyata mereka tidak menerima pembayaran melalui debit dan ATM BCA juga tidak terhubung dengan layanan mereka.

Akhirnya saya membayar dengan ATM Permata (milik adik saya) sesuai jumlah tersebut. Setelah itu saya kembali lagi dan kali ini baru diberitahu bahwa berhubung telepon yang terhubung dengan layanan speedy itu tidak terdaftar atas nama saya maka saya harus menyertakan dokumen-dokumen seperti KK dan fotokopi KTP sehingga sekali lagi saya kembali dengan tangan hampa.

Ketiga kali saya mengunjungi telkom hari ini dengan semua dokumen dokumen yang diminta dan kali ini setelah dimintai biaya materai Rp. 6000 saya diminta lagi untuk membayar Rp. 487.000 sebagai pro rata dari pemakaian bulan ini.

Yang membuat saya marah adalah:

1. Sejak saya berkunjung pertama kali, saya sudah mengatakan bahwa saya mau terminasi layanan speedy. Mengapa CS tidak bisa memberi semua persyaratan sekaligus? Apabila ada 8 persyaratan apakah saya harus berkunjung dan menghabiskan bensin saya 8 kali?

2. Telepon yang digunakan untuk internet itu masih aktif. Mengapa biaya sisa itu tidak bisa dibebankan saja ke nomor telepon itu? Apakah telkom berusaha mengulur-ulur waktu agar biayanya semakin bengkak?

3. Ini sudah tahun 2009 dan saya malu sebagai orang Indonesia kalau perusahaan telekomunikasi terbesar di negara ini tidak mampu berkoneksi dengan bank yang jaringan ATMnya merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Bahkan membayar dengan debitpun tidak bisa. Apabila ada orang telkom yang membaca, saya minta pak/bu untuk berkunjung ke mall mall besar dan lihat toko mana yang tidak menerima pembayaran dengan debit? Apakah Telkom kelasnya sudah setara dengan pedagang kaki lima?

Saya tidak akan menunggu balasan dari pihak telkom karena besok saya bertekad untuk mengakhiri layanan telkom speedy saya. Saya sudah muak dengan kualitas pelayanan telkom. Saya juga tidak akan menganjurkan satupun teman saya untuk berlangganan telkom speedy kecuali terpaksa.

Tagihan XL Bermasalah… hingga 20 Juta!!

Sekitar bulan November 2008 lalu, saya mengunjungi XL Center di Mal Kelapa Gading untuk menanyakan perihal pembukaan akses roaming international karena kantor tempat saya bekerja akan mengirim saya untuk melakukan training di Jepang selama kurang lebih 3 bulan. Pada saat itu saya dijelaskan bahwa karena saya adalah pelanggan pasca bayar Xplor, roaming international saya otomatis sudah dibuka sejak awal, dan mereka mengingatkan bahwa biaya data akan melonjak kalau memang digunakan.

Saat itu saya secara spesifik meminta salah satu customer rep. disana agar dapat mematikan akses data dan layanan voicemail dan layanan lainnya yang saya miliki untuk memastikan tidak ada biaya2 tak terduga yang akan muncul nantinya. Dan customer rep. tsb juga sudah mengkonfirmasi saya bahwa fasilitas2 tersebut sudah ditutup. Kemudian staf tsb juga mengkonfirmasikan batas penggunaan limit Xplor saya adalah 1 juta dan menanyakan apakah saya ingin menambahnya (dimana saat itu saya menjawab ‘tidak ingin ditambah’ karena memang dirasa sudah lebih dari cukup).

Sekitar bulan Desember 2009, saat saya masih berada di Jepang, istri saya memberitahukan saya via email bahwa tagihan Xplor saya sudah datang, dan jumlah tagihan yang harus dibayar adalah sebesar 7jutaan! (suatu angka yang bagi saya sangat fantastis besarnya). Dan karena tagihan Xplor saya bayar dengan Autodebet BCA, maka secara otomatis jumlah itu sudah didebit ke rekening BCA saya.

Di bulan berikutnya (Januari 2009), kembali istri saya memberitakan bahwa jumlah total tagihan Xplor saya sudah sebesar 14 jutaan!! Terus terang hampir pingsan saya waktu itu begitu mendengarnya. Saya memberitahukan istri untuk segera mengkontak XL center untuk mencek masalah ini sesegera mungkin. Setelah beberapa hari, istri kembali memberitahukan saya bahwa harus ada orang yang bersangkutan untuk melihat data2nya karena tidak bisa diwakilkan. Saat itu saya memang mengatakan ke istri saya bahwa nanti segera setelah saya pulang, kita akan cek dan selesaikan masalahnya.

Pada bulan Februari 2009, saya balik ke Jakarta, dan segera melihat bill2 Xplor yang terkumpul. Didalam bill tersebut banyak sekali terlihat voice call yang dilakukan di Jepang (beberapa bahkan selama satu jam atau lebih!) yang mengakibatkan tagihan saya membengkak… Dan yang lebih anehnya lagi, seluruh nomor2 voice call yang tertera disana pada bagian Nomor tujuan/ pengirimnya adalah 00000000000 (Jadi saya tidak tahu siapa dan nomor berapa yang memang menghubungi saya tersebut).

Semula saya berpikir mungkin istri saya yang memang melakukan panggilan masuk, tapi ternyata rasanya tidak mungkin karena pada bill tersebut akan tercantum nomor istri saya apabila melakukan panggilan (tertera di bill). Ini terbukti dengan munculnya nomor istri saya apabila sedang melakukan panggilan tersebut di billnya.

Beberapa hari kemudian, saya pergi ke XL Center Kelapa Gading untuk menanyakan masalah ini. Diluar dugaan saya, ternyata tagihan berjalan saya kembali sudah membengkak menjadi 20 jutaan!!! Saya benar2 tidak tahu harus berkata apa2 selain meminta pernjelasan XL saat itu.

Staff XL saat itu menjelaskan bahwa hal ini kemungkinan disebabkan oleh seseorang yang mencoba menelpon saya, namun karena pada saat itu mungkin saya tidak bisa angkat/ tidak dijawab, dan orang tersebut lupa mematikan teleponnya, maka airtime yang harus saya bayarkan akan terus berjalan. Namun rasanya saya kurang bisa menerima alasan ini…mengapa saya yang harus dikorbankan kalau memang orang lain yang salah mematikan sambungan telponnya??. Dan kalau memang saya memiliki maksimum limit 1 juta, lalu bagaimana mungkin saya bisa memiliki tagihan sebesar itu? Apa gunanya limit kalau begitu kalau selama ini saya selalu ‘terpaksa’ untuk menambah limit saya menjadi lebih banyak setiap kali limit pemakaian saya tercapai sebelum tanggal jatuh tempo???

Karena tidak dapat memberikan penjelasan yang memuaskan, staff XL tersebut meminta waktu ke saya untuk menyelidiki masalah ini terlebih dahulu, dan akan menghubungi saya begitu memiliki jawabannya. Saat itu saya mengiyakan dengan harapan dapat menyelesaikan permasalahan secepatnya.

Saya juga lihat bahwa sepertinya bunga untuk tunggakan pembayaran saya terus berjalan… Apakah memang demikian XL memberlakukan konsumennya yang memang sedang berniat baik memperbaiki masalahnya? Bayangkan berapa bunga yang harus dibayarkan dengan tagihan saya yang 20 jutaan itu… Membayar bunganya saja bisa2 sangat sulit buat saya…

Bagaimana ini XL? Mohon penjelasannya… Saya rasa ini bukanlah kali pertama masalah ini terjadi, karena bahkan staff BCA yang saya hubungi pun langsung mendukung saya untuk menghentikan Autodebet XL saya di BCA karena memang sudah banyak problem yang terjadi sebelumnya.

Mudah2an surat/ artikel saya ini dibaca oleh XL, dan semoga cara penanganannya bisa segera diberikan.

Wayan Krisnayuda
iwky_77@hotmail.com