Taktik First Media Menjebak Pelanggan

First Media

Jakarta, 30 Desember 2008

Pada minggu pertama bulan November 2008 datang seorang Marketing First Media ke rumah saya dengan promo-promo yang ditawarkan. Dia mengatakan bahwa rumah saya termasuk salah satu suspect konsumen yang prioritas untuk ditawarkan dikarenakan infrastrukturnya sudah tersedia di lingkungan rumah saya.

Adapun yang ditawarkan adalah FastNet 384 dengan online koneksi 24 jam dan limit tanpa batas untuk akses serta download dengan harga berlangganan tetap per bulan sebesar Rp. 99.000,- plus pajak yang menjadi beban saya akan tetapi tidak termasuk modem karena saya harus membayar modem tersebut sebesar Rp. 450.000,- yang akan menjadi hak saya nantinya jika sudah tidak berlangganan. Produk lainnya HomeCable 33 dengan harga berlangganan yang sama dan saya sudah dapat menyaksikan TV dunia dirumah. Untuk kedua produk tersebut selama masa promosi ini tidak dikenakan biaya instalasi.

Akhirnya saya tertarik dan menghubungi marketing tersebut untuk mendaftar berlangganan produk yang mereka tawarkan. Dan pada tanggal 20 November 2008 datanglah teknisi First Media ke rumah saya untuk pasang/instalasi produk yang saya pilih. Setelah itu saya menikmati produk itu sampai saya tunggu-tunggu Billing Statement yang tidak datang-datang karena sudah hampir satu bulan saya menikmati fasilitasnya.

Tepat tanggal 19 Desember 2008 Billing Statement yang ditunggu-tunggu datang juga, akan tetapi begitu saya lihat tagihannya membengkak tidak seperti yang dijanjikan. Di Billing Statement itu ada biaya Partial Month Charge sebesar Rp. 82.500,- yang dibebankan untuk masing-masing produk yang saya ambil ditambah 10 % pajak sehingga menjadi total sebesar Rp. 181.500,- .Dan saya juga dibebankan Rp. 99.000,- untuk masing-masing produk tersebut plus pajak sebagai biaya Advance Charge disebutnya sehingga total Rp. 217.800,- dan Rp. 495.000 sudah termasuk pajaknya diperuntukkan untuk biaya Partial Month Charge Cable Modem Sales. Untuk kedua biaya terakhir yang saya sebutkan ini tidak mejadi permasalahan karena itulah sebenarnya kewajiban saya sebagaimana yang diperjanjikan oleh marketing First Media.

Untuk lebih jelasnya akhirnya saya bertanya ke Contact Center First Media mengenai hal ini. Dan jawaban dari pihak First Media adalah biaya tersebut (Rp.181.500,-) adalah biaya berlangganan Fast Net 384 dan Home Cable 33 dari tanggal 20 November 2008 sampai dengan 15 Desember 2008 dan untuk biaya sebesar Rp. 217.500 (Advance Charge) adalah biaya berlangganan dari bulan 16 Desember 2008 sampai dengan 15 Januari 2009. Untuk semakin jelasnya saya menanyakan “akankah dibebani biaya Partial Month Charge di Billing Statement bulan selanjutnya?” dan jawabannya adalah tidak lagi.

Dengan masih ada rasa cemas dan keraguan akhirnya pada tanggal 20 Desember 2008 saya bayar tagihan First Media sebesar total Rp. 894.300 melalui fasilitas SST Bank CIMB Niaga Cabang Kalimalang, sekedar diketahui bahwa tanggal jatuh tempo tagihan pada Billing Statement adalah tanggal 31 Desember 2008 tapi karena pihak Contact Center menginformasikan untuk segera membayar karena harga akan naik setelah tanggal itu.

Pada tanggal 24 Desember 2008 kecemasan saya terjawab, pihak First Media memberikan Surat Pemberitahuan kalau akan menaikkan harga berlangganan FastNet 384 dari Rp. 99.000,- menjadi Rp. 135.000,- per bulan, efektif pada tanggal 01 Januari 2009 tidak termasuk PPN. Padahal promo melalui iklan TV dan di website First Media sendiri sampai dengan saya tulis surat ini masih dengan harga berlangganan Rp. 99.000,-

Yang menjadi keberatan dan perhatian saya dalam Surat Pemberitahuan First Media itu adalah kalimat “ Selama satu tahun terakhir, First Media telah memberikan Anda dan keluarga akses broadband internet dengan harga terjangkau.” Pertanyaan yang menggelitik dan geram yang ingin saya ungkapkan “apakah perusahaan media besar seperti First Media tidak mempunyai Data Base Konsumen ? sehingga tidak tahu kapan seorang konsumen terdaftar menjadi pelanggan. Hal ini saya sampaikan juga ke Contact Center First Media dan mereka menjawab kalau keputusan kenaikan harga berlangganan itu merupakan kebijakan pihak manajemen dan complain saya akan diteruskan ke pihak manajemen.

Akhirnya saya tulis surat ini dengan maksud untuk dapat penjelasan yang sejelas-jelasnya dari pihak Manajemen First Media dan juga sebagai informasi dan pembelajaran bagi masyarakat pengguna internet berlangganan serta pihak First Media sendiri selaku perusahaan jasa komunikasi agar perasaan gundah dan merasa terjebak bisa terobati.
Demikian dan terima kasih.

Muchtar
No Pelanggan 676282

Jl. Malaka III/1 No.48 Malaka Sari Duren Sawit, Jakarta Timur

021-8609912

Korupsi di Telkomsel, Internet Flash-nya payah, Menelpon juga susah

Pertama: saya pasang Telkomsel Flash dengan No HP 0811 7702193, memilih paket modem bandluxe volume based (500MB) aktif sejak 2 bulan yang lalu. Oleh Iklan yang ditawarkan dijanjikan kecepatan internetnya bisa diatas 156 Kbps. Namun kenyataannya setelah terpasang, hasil speed test maks 75 Kbps. Akses Internetnya memang lambat sekali sampai dengan sekarang.

Artinya kesempatan saya mendapatkan kecepata 156 Kbps telah berkurang menjadi 50 % dari hak yang harus saya terima. Lalu 50 % lagi kemana? Ternyata dikorupsi oleh PT Telkomsel. Ada kesengajaan. Sudah saya komplain ke CS, tapi jawabannya “nanti dicek dalam 4 x 24 jam”. bahkan sampai saat ini masih tidak ada perubahan.

Kedua: setiap hari raya atau hari besar Nasional seperti Lebaran, 17 agustusan, Idul Adha dll… selalu terjadi kesulitan bila menelpon keluar. Alasannya jaringan sibuk. Tapi kenapa tidak ada pemberitahuan Telkomsel ke pelanggannya? Apakah konsumen sudah dikorupsi haknya?

Sesuai aturan UU Perlindungan Konsumen (UU No.8/1999), YLKI bisa menggugat Telkomsel. Saya meminta YLKI memfasilitasi gugatan ke PT. Telkomsel karena kualitas jaringan yang buruk dan telah korupsi haknya pelanggan.

Produsen yaitu operator telekomunikasi harus memberikan dan menjaga kualitas layanan kepada pelanggannya.

Selain itu, Depkominfo juga telah mengeluarkan Permen mengenai standar kualitas layanan (QoS/Quality of Services) telekomunikasi yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh operator.
Bila memang nanti terbukti merugikan. Telkomsel harus mengganti kerugian pelanggan secara wajar.

 

Patar Gunawan

Blok C 2 no 278 Komplek Orchid Park, Batam Kota

Telepon 08129093191

Hati-Hati Aktivasi TELKOMSEL Flash Unlimited!

Saya adalah pelanggan baru HALO dgn nmr. 08127146530

Registrasi Halo dan Flash unlimited bersamaan digerai HALO Kota Prabumulih JUM’AT 4 JULI 2008 diterima oleh CS ASTRI dan memilih nomor 08127146520 dan diberikan jawaban aktivasi nomor tersebut paling tidak Sabtu 5 Juli 2008 Sore ( kwitansi aktifasi ada ).

Saya tunggu ternyata Aktivasi baru bisa SELASA 8 JULI 2008 itupun terpaksa ubah nomor menjadi 08127146530, karena nomor awal sudah dipake orang laen??? Kok bisa???

Selanjutnya saya langsung pakai Halo tersebut untuk koneksi internet gprsnya karena merasa saya sudah aktivasi flash unlimited dan tidak ada pesan khusus tentang aktivasi ini dari CS Halo tersebut, berhubung saya adalah pelanggan baru. Dan diwebsitenya Telkomsel juga tidak dijelaskan bahwa pemakaian flash ada kode, tanda, sms aktifasi dari TELKOMSEL.

Continue reading

Trik XL dalam Mencari Keuntungan

Saya adalah pelanggan setia XL sejak 6 atau 7 tahun lalu dan tidak pernah mengganti kartu sejak periode tersebut sampai sekarang, bahkan saya menggunakan Isi Ulang Xtra yang notabene merupakan layanan Gratis SMS sesama XL dengan mengisi Rp 100 ribu setiap bulannya. Saya menulis surat ini sebagai bentuk titik puncak akumulasi kekecewaan saya atas kinerja dan trik kotor XL yang tidak profesional.

Continue reading

Telkomsel Flash Pelayanannya Sangat Lambat

26 Agustus, 2008

Saya berlangganan telkomsel Flash paket Unlimited 125.00/bln mulai tgl 25 Agustus 2008, aktif 26 Agustus 2008 (sms notifikasi dari 3636).

Setelah itu saya gunakan untuk akses / browsing internet menggunakan hand phone Nokia E90 communicator dengan koneksi USB cable ke Laptop dan menggunakan program Nokia PC Suite. Continue reading

Butuh Cerita Pengalaman Internet Service Provider

Saya menggunakan internet untuk keperluan mencari nafkah. Seminggu, kurang lebih saya terkoneksi selama 60-80 jam. Sampai hari ini saya menggunakan Telkom Speedy sebagai Internet Service Provider saya.

Meski pada awalnya sempat mengecewakan, tetapi hingga saat ini, genap saya setahun menggunakan Telkom Speedy dan sejauh ingatan saya, hanya 3 kali mengalami gangguan koneksi fatal, yaitu:

Continue reading

Tower Telkom Flexi Site Trifika buatan PT Balicom Tidak Aman

Kepada Yth.
Direktur PT. BALI TELEKOMUNIKASI
di
ROYAL PALACE BUILDING, Jl. Prof. Dr. Soepomo, No. 178A-B27, Tebet, Jakarta Selatan 12810.
Phone. 62-21-8305401. Fax. 62-21-8305405
JAKARTA
dan
Manajemen Telkom Flexi PT. Telkom Palembang

Dengan hormat,

Sudah berkali-kali saya menginformasikan tentang kondisi Tower yang dimaksud, baik lisan maupun tertulis. sejak dibangun pada Bulan April 2007 sampai dengan saat ini, Tetapi belum ada realisasinya.

Saya yakin Bapak selaku Direktur PT. BALIKOM adalah orang yang cerdas dan hebat, sehebat apapun Bapak saya yakin Bapak pasti masih punya hati nurani dan mau memperhatiakan keluhan kami dan masyarakat diseputaran Tower.

Continue reading

Kartu Kredit Citibank Telkomsel Bermasalah

Saya adalah pemegang kartu kredit Citibank mastercard sejak tahun 2004 dan merasa puas atas pelayanan yang diberikan oleh Citibank, saya juga pemakai kartuhalo Telkomsel dengan nomor 0812 8058526.

Tertarik dengan fasilitas kartuhalo citibank telkomsel akhirnya pada bulan maret 2008 saya mengajukan aplikasi kartu kredit citibank-telkomsel dengan menggunakan nomor kartuhalo tersebut diatas, akhirnya kartu baru tersebut disetujui dengan nomor 4541 7910 XXXX XXXX. Sampai disini saya merasa puas atas pelayanan yang diberikan.

Continue reading

Saya vs Telkomsel, Help!

Saya lihat di website telkomsel ada promo koneksi internet telkomsel flash unlimited. Karena saya kontrakan, maka permohonan saya ditolak. Kemudian saya minta kawan saya untuk mendaftarkan kartu halo untuk saya atas nama dia. Paket yang saya ambil tanpa modem 125ribu/bulan unlimited.

Setelah mengisi semua data administrasi, kata CSnya, “Setelah menerima kartu Halonya, silakan datang ke grapari untuk mengaktifkan telkomsel flashnya”. Continue reading

Hati-hati Berlangganan Esia

Pada tanggal 27 Juni 2008, anak saya melakukan isi ulang ESIA. Beberapa detik kemudian anak saya menerima sms berisi iklan Gebyar TTS atau Kuis Berhadiah (layanan konten) dari nomor 912208 yang langsung memotong pulsa kami sebesar Rp 2.200/sms. Saya sempat menghubungi operator ESIA dan diminta kirim sms ke : Reg Win lalu kirim ke 222. Setelah itu, saya menerima sms dari no 222 yang mengatakan bahwa no hp anak saya sdh tidak ikut Kuis tersebut lagi, dan ternyata pulsa anak saya dipotong lagi sebesar Rp 2.200 setelah menerima sms tersebut. Meskipun sudah dinyatakan tidak berlangganan kuis tersebut, tetapi kenyataannya kami masih menerima sms iklan layanan kuis tersebut dari no 22202 dan langsung memotong pulsa kami. Continue reading

Surat Terbuka untuk Indosat

Saya adalah pelanggan internet cable personal IndosatM2 sejak pertengahan 2007 dengan Customer ID 071002670. Awalnya, paket langganan yang diberikan Indosat adalah internet cable dengan kecepatan up to 384 kbps. Selama erlangganan paket tersebut, kecepatan yang saya dapat stabil pada 350-380 kbps, dengan keluhan yang sangat minimal.

Namun sejak akhir 2007, tanpa menginformasikan terlebih dahulu kepada saya maupun customer yang lain, telah mengupgrade layanan tersebut ke kecepatan up to 1mbps atau sekitar 1024 kbps. Saya hanya diberitahu’ melalui iklan internet cable personal di cover belakang majalah Indosat M2 yang saya terima, kalau Indosat telah mengupgrade speed layanan ke up to 1mbps untuk pelanggan yang tadinya mendapat speed up to 384 kbps, dengan harga yang sama.

Saya sebagai customer, tentunya senang dengan kabar gembira ini. Continue reading

Kolonialisasi Tarif Internet

Judul artikel ini terinspirasi dari artikel di koran Kompas hari ini.

Baik urusan kantor, browsing website baru, baca RSS feeds, bikin website, update blog maupun sekedar chatting ringan dengan teman-teman; seharian penuh saya selalu terkoneksi ke internet.

Saya semakin kecanduan internet karena saya bisa merdeka dari koneksi dial-up yang lambat dan mahal itu kepada koneksi DSL yang lebih cepat. Dalam waktu penggunaan yang sama, sekarang saya bisa jauh lebih produktif dibanding sebelumnya.

Terus terang saja, saya menuliskan artikel ini karena saya baru saja memeriksa tagihan telepon rumah lewat Call Center 109 yang terdengar seperti di bawah ini: Continue reading