Customer Service BRI Wilayah Manado Arogan

Pada hari Senin tanggal 28 April 2008 malam, saya ditilang oleh seorang Polantas dari Poltabes Manado. Kemudian saya minta lembar tilang berwarna biru karena ingin menyetor langsung dendanya ke BRI. Karena sesuai Surat Keputusan Kepala Kapolri No.Pol: SKEP/443/IV/1998, tanggal 17 April 1998 (SK 1998) bahwa sistem tilang yang berlaku saat ini memberi tiga opsi bagi pelanggar. Seseorang bisa minta disidang di pengadilan, mau bayar ke Bank Rakyat Indonesia, atau pilihan lain dititipkan kepada kuasa untuk sidang.
Saya meminta lembar biru artinya saya memilih opsi membayar ke BRI.

Maka pada Rabu 30 April 2008 saya ke Poltabes dan melapor bahwa saya akan ke BRI, kemudian petugas di Poltabes menulis jumlah uang denda tilang di slip tilang dan mengatakan bahwa jika telah selesai dibayar ke BRI, resi pembayarannya agar dibawa kembali ke Poltabes untuk mengambil STNK yang disita.

Pada saat saya ingin menyetor ke BRI Kantor Cabang Pusat Manado, lucunya petugas Teller di sana malah kebingungan dan sepertinya tidak tahu mengenai prosedur penerimaan pembayaran denda tilang. Saya kemudian diarahkan ke Customer Service bernama OLIVIA MANDAGI.
Kebingungan yang sama saya temui pada petugas CS yg satu ini. Malah katanya selama ini tidak ada pelanggar tilang yang datang membayar sendiri ke BRI. Saya jelaskan mengenai prosedur pembayaran tilang bahwa ada opsi untuk membayar langsung ke BRI, tapi dia malah ngotot bahwa pelanggar tilang harus membayar dendanya ke Kantor Polisi dan menyarankan kepada saya agar kembali ke kantor polisi saja. Saya jelaskan kembali prosedurnya, kali ini dia malah semakin ngotot dan mulai cenderung emosi mengatakan ada kesepakatan antara BRI dan Poltabes Manado bahwa untuk pembayaran denda tilang hanya bisa dibayar di Poltabes Manado dan tidak bisa dibayar di BRI. Saya tanyakan kapan kesepakatan dan aturan tersebut mulai berlaku, karena justru di Poltabes menyuruh saya agar langsung ke BRI jika ingin menbayar sendiri.
Petugas CS BRI tidak bisa menjawab pertanyaan saya dan kelihatan sudah mulai kesal, dan berkata dengan nada ketus dan kasar :”kalau bapak tidak percaya, silakan ke Poltabes dan bapak tanyakan sendiri disana agar saya sudah bisa melayani nasabah lain!”.

Saya bertanya kepadanya :”Ibu mengusir saya?”
Petugas CS bernama OLIVIA MANDAGI itu menjawab :”YA”
Saya katakan :”Bukan main tidak sopannya ibu sebagai seorang CS berkata demikian, kalau begitu boleh saya tahu nama Ibu ?”
Dia kemudian menyerahkan ID Cardnya dan berkata dengan arogan :”Silakan bapak catat nama saya, mau masuk koran kek, mau masuk televisi kek, saya tidak peduli”. Saya kemudian mencatat nama petugas CS paling emosional dan paling arogan yang pernah saya temui ini.
Saya bertanya lagi : “Nomor induk pegawai Ibu berapa?”
Maka makin emosilah petugas CS yang satu ini.
Katanya :”Untuk apa??? Saya tidak ada hubungannya lagi dengan bapak dan urusan bapak”, sambil berdiri dia kemudian memanggil petugas keamanan untuk mengusir saya.
Saya berkata padanya :”Tidak perlu diusir bu, saya yang akan pergi dari sini”, kata saya sambil berlalu dengan kekecewaan yang teramat sangat terhadap pelayanan Bank milik pemerintah ini.

Pertanyaan saya :
1. Apakah pimpinan BRI Wilayah Manado tidak pernah mensosialisikan kepada bawahan2 front liner ttg peraturan2 dan kerjasama2 antar instansi?
2. Bagaimana bisa saya yang bukan orang bank bisa lebih tahu ttg prosedur pembayaran denda tilang di bank??
3. Apakah Pimpinan BRI Wilayah Manado tidak pernah men-training karyawannya dengan materi sopan santun ? Etika ? Terlebih khusus terhadap karyawan anda bernama OLIVIA MANDAGI yang justru bertugas di garis depan yang berhadapan dengan konsumen???
4. Apakah pimpinan BRI Wilayah Manado tidak melakukan tes psikologi pada penerimaan karyawannya ??? Bagaimana bisa seorang seseorang yang emosional, tidak tahu sopan santun, dan arogan bisa diterima menjadi karyawan BRI ???
5. Kalaupun dia bisa diterima, bagaimana bisa emosional, tidak tahu sopan santun, dan arogan bisa bertugas di garis depan sebagai petugas CS???

Saran saya kepada pimpinan BRI Wilayah Manado :
1. Agar bisa mensosialisasikan seluruh peraturan dan juklak yang berlaku nasional kepada karyawannya.
2. Traininglah karyawan anda dengan materi sopan santun dan etika ketika berhadapan dengan konsumen.
3. Lakukan tes EQ dan SQ terhadap seluruh karyawan anda di posisi front liner!.

- Mario Sumilat -

Sebarkan cerita ini:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Yahoo! Buzz
  • Digg
  • email
  • MySpace
  • Technorati
  • Live
  • Mixx
  • NewsVine
  • Print
  • SphereIt
  • Sphinn
  • TwitThis
  • YahooMyWeb
Ditulis pada May 2, 2008 | View commentsComments on this post">Comments | Di dalam kategori : BUMN
  • lassot
    mantap bu olivia.. saluuuut... mungkin pak mario stres berat krn di tilang n bu olivia stres krn banyak kerjaan.. jadi cocok deh... sama2 arogan... pak mario jg rajin banget nyatat nama orang, pst dia gitu juga waktu di tilang.
    pak mario: "biar saya bayar di bank aja, gak mau bayar sama kamu, huh..",
    polisi: "terserah...!!!#$%"
    pak mario: "kamu marah sama saya?"
    polisi: "iya"
    pak mario: biar saya catat nama kamu"
    arogan semua... sukses selalu... ^^
  • ewin
    yach pegawai BRI kalau bgt trus kayak yg di atas ..., untuk apa di pertahankan ..toch banyak yg antri dan lebih bagus dari dy .................................
  • WAHYUDI
    MUNGKIN KITA AKAN TEMUI ORANG-ORANG SEPERTI OLIVIA ITU. MOGA KE DEPAN BRI LEBIH SELEKTIF LAGI DALAM MEREKRUT KARYAWANNYA. PERLU JUGA, ORANG-ORANG SEPERTI OLIVIA ITU DIBERI PENDIDIKAN ROHANI - HUMAN RELATION AGAR LEBIH SADAR BAHWA CS ITU HANYA PELAYAN YANG HARUS MELAYANI NASABAH DENGAN BAIK. TAK PANDANG BULU.
  • kriyuk
    seharusnya Pak Mario lapor ke supervisor CS dulu agar ada solusi atau datangi CS yang lain, sambil curhat tentang si Olivia (siapa tahu memang orangya sewot). Saya sangat setuju, untuk tilang kita jalani sesuai aturan dan hindari suap/sogok/pungli dll. Terlepas pak mario polos atau tidak, kejujuran anda patut dihargai.
  • Pak Rifai, terimakasih komentarnya. Semoga attitude konsumen seperti bapak bisa menyebar dan membuat dunia bisnis Indonesia semakin maju :)
  • saqran
    buat ibu olivia banyak sabar ya.soalnya bapak itu lagi stres karna kena tilang.klo saya yg jadi ibu olivia mungkin suda saya tampar mulutnya.
  • Ethic
    Yaaa...namanya CS itu tameng perusahaan,jadi ya harus siap menghadapi komplain apapun dengan hati yang lapang.melayani customer dgn sopan sudah menjadi tanggung jawab CS
  • edi
    Sebagai seorang BRI saya sangat menyesal dengan kejadian tersebut diatas..bilamana benar bagaimanapun memang seorang CS harus melayani nasabah dengan sebaik mungkin, akan tetapi dimasa yang akan datang tentu BRI sebagai bank Besar dan milik rakyat akan berusaha untuk menjadi lebih baik..dan buat CS, mohon untuk lebih memahami product knowledge perbankan kita jika belum tau mungkin akan lebih baik koordinasi dengan help desk Kanpus atau telp ke poltabes untuk melakukan konfirmasi..smoga bapak Mario tetap selalu setia mengunakan product perbankan kami...Nuwun
  • arif
    setau saya untuk urusan bayar tilang di BRI hanya uker BRI yg ditunjuk oleh kepolisian saja/uker yg bisa nerima pembyaran tilang, jdi gak semua uker BRI nerima pembayaran denda tilang..
    buat CS yg Arogan, jgnlah bersikap bgitu, nasabah adalah raja yg harus dilayanin sebaik2nya!!!
  • Pak Ray, coba baca deh salah satu pernyataan Ibu Olivia menurut Pak Mario:

    ”Silakan bapak catat nama saya, mau masuk koran kek, mau masuk televisi kek, saya tidak peduli”


    Menurut saya ini bukan masalah Customer Service tidak bisa marah, dan lirik lagu si Candil menurut saya tidak relevan sama sekali dengan kasus ini.

    Permasalahannya menurut saya adalah, apakah Customer Service bisa bicara demikian dalam keadaan marah sekalipun? Bukannya ada Customer Excellence Training? Bukankah ada prosedur?

    Jika Pak Mario memang menyebalkan, bagaimana sebenarnya prosedur menghadapi konsumen seperti itu? Diusir? Dimarahi? Ditantang?

    Saya jadi bingung... Apa memang boleh karyawan perusahaan tertentu, yang memang manusia, memarah-marahi orang lain seperti itu?

    Entah ini kejadian tidak masuk akal atau level pelayanan BRI hanya segitu saja? Atau ada hal lain lagi?
  • ray
    Wajar ajalah kalau CS itu bisa marah, CS juga manusia .... (rocker juga manusia-ingat lagunya serius). Pak Mario, sendiri mungkin ngeselin kali....hehehe....!! yaa..., yang pasti kalau mau nyetor ya, harus tau dong nomor rekeningnya yang mana, tujuannya, kalau Polisinya main lempar bola aja ke BRI, petugas BRI juga bingung kan, apalagi katanya belum pernah ada yg setor tilang ke BRI. Kayaknya emang ngeselin banget tuh Pak Mario, main catat nama,no. pegawai, sok banget....inget manusia juga punya kesabaran. Buat, Olivia, next time sabar-sabar aja ya bu..
  • nandaBriders
    bwt didi bri salam kenal dari Briders Brebes
  • Dian Satitnedi
    To didit bri: justru kita harus salut sama Pak Mario yang berusaha jujur, bukan malah dianjurkan untuk menyuap polisi dong (maaf kalau saya salah tangkap, tapi "menyelesaikan di tempat" terdengar seperti penyuapan).
  • Sori mbak Olga, sudah saya sensor.

    Masalah waktu ngga tepat, hmmm.... Susah ya kalo dilihat dari sudut pandang itu...

    Terimakasih.
  • Olga
    Ga sopan banget tu Olivia, mungkin waktunya ga tepat aja dan lagi sensi kali...
    Tapi ngomong2 kayanya ga perlu dibawa2 sampe keranjang segala de...
    Oke...
  • didit bri
    to briBrinet, kok pelajaran buat pak didit sih...... Jadi Gak enak ati bacanya. Pak Mario Kali....!!! Sukses Buat kerjaan anda.
  • briBrinet
    pelajaran untuk pak didit, jika hal tsb tjd kedua kalinya (ditilang kedua kali) anda lbh baik menyelesaikan dit4 ketimbang ngabisin energi nyetor dit4 lain, dah tau kan matrenya polisi2 skrg, dan untuk ibu olivia, sebagai front liner anda harus menyadari tanggung jawab anda, produk bank adalah jasa, dan anda berada di garis depan sebagai pencipta citra perusahaan, sekesal2nya anda, pelayanan prima plus kesabaran dibutuhkan dlm memberi pemahaman pd nasabah,itulah resiko sebagai front liner, pahamilah job description anda dan jangan membawa egosentris dan sifat individual dalam melaksanakan tugas,saya jadi berpikir siapa yang bertanggung jawab atas scoring pegawai anda bila tahu kejadian ini, bertindaklah sebagai sosok front liner yang friendly dan elegan, ok
  • RUPS BRI
    Mungkin berita ini udah terlalu lama, cuma biarlah untuk ajang curhat.... Saran Untuk ibu olivia, kalo memang benar sifat ibu kayak gitu tolong di ubah.... demi kebaikan anda, dan BRI pada khususnya. Karena tanpa nasabah tak kan ada BRI.... cieeeee...... Cuma untk urusan pribadi mending gak usah di bawa-bawa. kasian sama ybs... entar dia nya gak enak hati.
  • Saya ketawa ngakak baca komentar pak didit bri. Ada benarnya juga sih mungkin pak Mario terlalu polos (jujur). Meskipun demikian, pendapat pribadi saya, perilaku ibu Olivia juga tidak bisa dibenarkan.
  • bekas pacarnya
    hiihi bener ##SENSOR## OLIVIA MANDAGI pun kacau...pak....makanya saya putus......gapang marah hahahahhahahahahahahahhahahahahaha....awal masuknya aja udah pake duit....jadi...ya gitu DEH...malas...rajin gaji sama...ya ANGUR maLES
  • didit bri
    saya tidak menyalahkan Ibu OLIVIa maupun Bpk yg mo nyetor uang tilang, mungkin waktunya kurang pas saat bPk itu mo nyetor uang tilang, krn mungkin selama ini belum pernah ada orang yang ditilang terlalu jujur sehingga mau menyetor uang tilang ke BRI. ya selesaikan saja ditempat waktu di tilang. bukan maksud meremehkan bapak. cuma Bapak kayaknya terlalu polos deh....
  • avatar
    ya biasa.bank BRI tidak punya target untuk MRI.arogan sama dana mereka jg.Boss2nya juga pikirannya tidak terlalu inovatif. mental pegawai negri itu kan, mental "pak Ogah,pikirannya cuma mualing aja(maksudnya dah nyogok berapa mesti balik modal berapa..?kira2 bgt)".untuk OLIVIA MANDAGI, mungkin kehidupan ranjang pribadi anda tidak harmonis huehehehehehe.
  • Agoes
    Lha karyawan spt ini pasti masuknya pake sogokkan/suap. Wah katrok tenan!
blog comments powered by Disqus