<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Konsumen Dot Org</title>
	<atom:link href="http://www.konsumen.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.konsumen.org</link>
	<description>Suara dan Media untuk Konsumen Demi Kemajuan Bisnis Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Oct 2011 05:13:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Harap Keseriusan Indosat M2</title>
		<link>http://www.konsumen.org/harap-keseriusan-indosat-m2/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/harap-keseriusan-indosat-m2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 05:13:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indosat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Ini ada surat kami yang kedua kalinya konsumen.org, surat pertama adalah tahun 2010 dan sekarang sudah 1 tahun kemudian tapi tetap saja pelayanan Indosat M2 masih buruk. Sudah 6 tahun di rumah kami berlangganan IM2 Cable paytv dengan nomor pelanggan 050300548, tetapi selama hampir 5 tahun terakhir ini kami mendapatkan service yang buruk, baik dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Ini ada surat kami yang kedua kalinya konsumen.org, <a href="http://www.konsumen.org/indosat-im2-tv-internet-mengecewakan/" target="_blank">surat pertama adalah tahun 2010</a> dan sekarang sudah 1 tahun kemudian tapi tetap saja pelayanan Indosat M2 masih buruk.</p>
<p>Sudah 6 tahun di rumah kami berlangganan IM2 Cable paytv dengan nomor pelanggan 050300548, tetapi selama hampir 5 tahun terakhir ini kami mendapatkan service yang buruk, baik dalam kualitas maupun sisi pelayanan pelanggan. Selama berlangganan itu hampir rutin beberapa bulan sekali pasti ada kerusakan tiap tahunnya, seperti gambar buram dan channel hilang, dan selama kerusakan itu juga kami dibiarkan hingga berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan perbaikan. </p>
<p>Setiap terjadi kerusakan kami pasti melaporkannya ke customer service IM2, baik via telpon maupun email, tetapi jawabannya selalu dalam pengecekan atau akan diteruskan ke pihak yang terkait, tapi kenyataannya bisa berbulan-bulan baru teratasi, itupun harus kami telpon berkali-kali dalam proses yang lama, kami juga masih ada menyimpan bukti-bukti pelaporan dan jawaban IM2 dalam email. </p>
<p>Kami juga bingung dengan cara kerja perusahaan besar seperti IM2. Pelanggan yang mengalami kerusakan dapat dibiarkan selama berbulan-bulan, bahkan sampai sekarang sudah bertahun-tahun. Dan yang sekarang ini kami sudah mengalami kerusakan selama 3 bulan terakhir, tapi sampai sekarang sama saja, belum ada perbaikan juga. Sedangkan kami harus membayar tagihan setiap bulan dan harus tepat waktu kalau tidak akan terputus, tapi sama sekali tidak sesuai dengan kualitas pelayanan yang kami terima. </p>
<p>Sebenarnya kami sudah sangat kecewa, tapi terpaksa harus terus berlangganan karena di area kami tidak ada pilihan provider lain kecuali IM2. Tolong perhatiannya dan tolong keseriusannya dalam menangani kerusakan ini sampai tuntas! Bukan hanya perbaikan yang untuk sementara. </p>
<p>Terima kasih. </p>
<p>Rio Koesnadi<br />
<a href="mailto:rio.lsg@indosat.net.id" target="_blank">rio.lsg@indosat.net.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/harap-keseriusan-indosat-m2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penukaran Botol Aqua Galon yang Merugikan Konsumen</title>
		<link>http://www.konsumen.org/penukaran-botol-aqua-galon-yang-merugikan-konsumen/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/penukaran-botol-aqua-galon-yang-merugikan-konsumen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 14:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home Appliance]]></category>
		<category><![CDATA[Aqua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Sudah 1 tahun ini saya tidak lagi berlangganan Aqua galon padahal sebelumnya saya adalah pelanggan setia selama bertahun-tahun. Penyebabnya adalah akhir-akhir ini penukaran galon Aqua selalu menimbulkan mimpi buruk. Pengalaman pertama dulu sekitar 3 tahun lalu saat akan menukarkan galon di sebuah toko oleh pemilik toko dinyatakan kalau galon saya cacat. Setelah saya teliti saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Sudah 1 tahun ini saya tidak lagi berlangganan Aqua galon padahal sebelumnya saya adalah pelanggan setia selama bertahun-tahun. Penyebabnya adalah akhir-akhir ini penukaran galon Aqua selalu menimbulkan mimpi buruk. </p>
<p>Pengalaman pertama dulu sekitar 3 tahun lalu saat akan menukarkan galon di sebuah toko oleh pemilik toko dinyatakan kalau galon saya cacat. Setelah saya teliti saya tidak menemukan adanya cacat di galon saya. Kemudian saya tukar di toko lain dan ternyata tidak ada masalah. </p>
<p>Yang kedua saat saya menukarkan galon di sebuah supermarket sekitar 1 tahun lalu. Oleh petugas supermarket saya disarankan untuk mengecek galon yang akan saya beli apakah cacat atau tidak. Dia mengeluhkan jika belakangan ini pihak Aqua semakin memperketat galon-galon yang mereka terima.<br />
Kebetulan saat itu truk pengangkut galon baru saja meninggalkan supermarket itu. Hampir 1/2 jam saya menghabiskan waktu buat mencari galon yang benar-benar OK alias tidak ada cacat sedikit pun. Jadi di antara beratus-ratus galon itu hanya beberapa biji saja yang tidak cacat.<br />
Yang saya herankan padahal semua galon itu baru saja turun dari truk pengangkut Aqua sendiri. Berarti sebenarnya dari pihak Aqua sendiri sudah banyak memberikan galon yang cacat ke konsumen. Ini jelas-jelas merugikan konsumen. </p>
<p>Yang ketiga saat itu menjelang lebaran dan galon Aqua sedang langka. Setelah mencari kesana kemari kebetulan saat itu hanya ada 1 buah di sebuah toko. Karena sedang butuh saya beli tapi beberapa hari kemudian pas saya tukar di sebuah mini market oleh petugasnya dikatakan jika galon saya cacat. Ya sudah akhirnya sejak saat itu saya jadi trauma membeli galon Aqua jika sistem penukarannya seperti ini dan saya memutuskan untuk tidak berlangganan Aqua galon lagi. </p>
<p>Pernah juga saya melihat selebaran yang ditempel di sebuah toko tentang kriteria galon yang cacat. Saya jadi heran apakah semua konsumen atau reseller memiliki kemampuan quality inspection galon semacam itu? Di situ terpampang banyak sekali kriteria galon yang dianggap cacat. </p>
<p>Belum lagi gambarnya kecil-kecil sehingga saya juga tidak bisa melihatnya begitu jelas. Saya kira ini adalah strategi jitu PT Aqua buat mengurangi jumlah pelanggannya dan memang sangat efektif. Saya yakin masih banyak konsumen Aqua galon lain yang bernasib seperti saya. Terima kasih banyak buat PT Aqua yang sudah kehilangan seorang pelanggannya.</p>
<p><strong>Sudiro</strong><br />
Keputih Tambak IIA/10<br />
Surabaya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/penukaran-botol-aqua-galon-yang-merugikan-konsumen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesewenang-wenangan Pengurus Apartemen Gading Mediterania Residences Kelapa Gading</title>
		<link>http://www.konsumen.org/kesewenang-wenangan-pengurus-apartemen-gading-mediterania-residences-kelapa-gading/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/kesewenang-wenangan-pengurus-apartemen-gading-mediterania-residences-kelapa-gading/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 10:57:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Real Estate]]></category>
		<category><![CDATA[Apartemen Gading Mediterania]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[Saya pemilik unit di Apartemen Gading Mediterania Residences (GMR) Kelapa Gading. Sejak kami mulai tinggal di unit ini tahun 2006 hingga saat ini, tagihan listrik, air dan Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL) serta beban bersama (Sinking Fund &#8211; SF) selalu kami bayar lunas tepat waktu, dan semua berjalan normal. Masalah muncul pada Januari 2011, saat pihak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Saya pemilik unit di Apartemen Gading Mediterania Residences (GMR) Kelapa Gading. Sejak kami mulai tinggal di unit ini tahun 2006 hingga saat ini, tagihan listrik, air dan Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL) serta beban bersama (Sinking Fund &#8211; SF) selalu kami bayar lunas tepat waktu, dan semua berjalan normal. </p>
<p>Masalah muncul pada Januari 2011, saat pihak Pengurus PPRS menerbitkan surat pemberitahuan yang diumumkan di media informasi apartemen tentang kenaikan biaya IPL dan SF, yang semula Rp 6.900/m2 menjadi Rp 9.000/m2, per 1 Februari 2011 tanpa melalui mekanisme yang telah ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) PPRS GMR, yaitu berdasarkan rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Perhimpunan (APBP) yang ditetapkan oleh Rapat Umum Anggota (RUA). </p>
<p>Sedangkan sejak diadakan terakhir kali pada tahun 2009, RUA PPRS GMR belum pernah diadakan lagi, yang juga merupakan pelanggaran terhadap ART. Atas inisiatif warga, pada tanggal 1 Februari 2011 diadakan pertemuan antara warga dan Pengurus PPRS, yang menghasilkan 4 butir keputusan yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris PPRS. Intinya, penundaan kenaikan IPL dan SF hingga diadakan rapat yang dihadiri dan diadakan di balai warga Apt GMR, serta kenaikan harus disetujui oleh warga yang hadir. </p>
<p>Namun alih-alih memenuhi keputusan pertemuan tersebut, sekali lagi pihak Pengurus PPRS secara sepihak mengumumkan kenaikan IPL dan SF per tanggal 1 Mei 2011 melalui surat pengumuman bertanggal 30 Maret 2011. Masukan dan keluhan warga yang keberatan dan menolak kenaikan secara sepihak ini tidak ditanggapi dengan baik. </p>
<p>Sejumlah warga yang membayar dengan tarif lama mendapat ‘ancaman’ akan diputuskan aliran listrik dan airnya jika tidak melunasi dengan tarif baru. Beberapa warga yang ingin bertemu dengan Pengurus dan Manager Pengelola pun tidak ditanggapi. Kami selaku warga bukannya menolak segala bentuk kenaikan / penyesuaian tarif. </p>
<p>Kami hanya ingin agar hak-hak warga dilindungi dan Pengurus memenuhi kewajiban-kewajibannya, sebagaimana diamanatkan dalam AD-ART PPRS, yang notabene ditandatangani sendiri oleh Pengurus. Sikap Pengurus yang tidak transparan dan tidak komunikatif menimbulkan kecurigaan warga terhadap kejujuran Pengurus dalam pengelolaan dana warga.</p>
<p><strong>Agung Seno</strong><br />
aseno73@yahoo.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/kesewenang-wenangan-pengurus-apartemen-gading-mediterania-residences-kelapa-gading/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbaikan Pelayanan Telkomsel Yang Menimbulkan Ketidaknyamanan Pelanggan</title>
		<link>http://www.konsumen.org/perbaikan-pelayanan-telkomsel-yang-menimbulkan-ketidaknyamanan-pelanggan/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/perbaikan-pelayanan-telkomsel-yang-menimbulkan-ketidaknyamanan-pelanggan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 03:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Telkomsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Pada Tanggal 18 Mei 2011 saya melakukan pengecekan pulsa. Pulsa saya sebesar Rp. 860. Kemudian saya melakukan pengisian pulsa di Alfamart sebesar Rp.50.000, tetapi ketika saya cek, pulsa saya sebesar Rp. 59.632. Kemudian saya melakukan beberapa panggilan ke nomor lokal, seluruh panggilan tersebut kurang dari 10 menit. Saya juga mengirim sms sebanyak 5 kali ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Pada Tanggal 18 Mei 2011 saya melakukan pengecekan pulsa. Pulsa saya sebesar Rp. 860. Kemudian saya melakukan pengisian pulsa di Alfamart sebesar Rp.50.000, tetapi ketika saya cek, pulsa saya sebesar Rp. 59.632. Kemudian saya melakukan beberapa panggilan ke nomor lokal, seluruh panggilan tersebut kurang dari 10 menit. Saya juga mengirim sms sebanyak 5 kali ke nomor lokal. </p>
<p>Pada tanggal 19 Mei 2011 pukul 00.30 saya melakukan pengecekan pulsa, kembali tersisa Rp. 860, dan saya tidak dapat mengirimkan pesan ataupun melakukan panggilan. </p>
<p>Saya berpikir, tidak mungkin hanya dengan kurang dari 10 menit panggilan dan 5 sms ke nomor lokal bisa menghabiskan pulsa yang baru saya isi sebesar Rp.50.000.</p>
<p>Dan dengan pulsa Rp.860, seharusnya saya masih bisa mengirimkan beberapa kali sms @ Rp. 150. </p>
<p>Saya khawatir apabila saya kembali mengisi pulsa, pulsa saya akan kembali habis. </p>
<p>Untuk itu, lalu saya menghubungi operator 116 untuk menanyakan masalah tersebut. Operator tersebut beralasan bahwa memang sedang terjadi gangguan dikarenakan ada perbaikan demi meningkatkan kualitas layanan Telkomsel. DIa kemudian meminta saya menunggu 3&#215;24 jam karena dia beralasan data transaksi saya belum terupdate. </p>
<p>Setelah 3&#215;24 jam, yaitu pada tanggal 22 Mei 2011 Pukul 01.00 WIB, saya kembali menanyakan kepada operator 116 dan operator kembali beralasan data saya masih belum terupdate, mohon tunggu 1&#215;24 jam, dan ternyata pulsa saya belum juga kembali dan Nomor SIM Card saya masih mengalami gangguan. </p>
<p>Tadinya saya pikir Telkomsel adalah Provider Selular yang paling bagus dan karena itu saya sudah lebih dari 5 tahun mengunakan nomor tersebut. Tetapi dengan kejadian ini saya merasa sangat kecewa. Bayangkan saja selama lebih dari 3 hari dan sampai saat saya menuliskan cerita ini saya tidak bisa menghubungi siapa2 melalui Handphone saya. Pekerjaan saya pun jadi terganggu. Segala urusan jadi berantakan. </p>
<p>Yang saya sesalkan adalah, mengapa perbaikan mutu yang dilakukan telkomsel harus dengan cara yang mengganggu kenyamanan pelanggan. Apakah ini yang dinamakan peningkatan mutu&#8230;? </p>
<p><strong>Ifan Christianto</strong><br />
Perumahan Harmony Mas Blok A 3 No. 1<br />
Desa Wadas Kecataman Telukjambe Timur<br />
Kabupaten Karawang<br />
081394300576</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/perbaikan-pelayanan-telkomsel-yang-menimbulkan-ketidaknyamanan-pelanggan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garuda Indonesia Tidak Professional</title>
		<link>http://www.konsumen.org/garuda-indonesia-tidak-professional/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/garuda-indonesia-tidak-professional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 09:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Angkasa Pura]]></category>
		<category><![CDATA[Garuda Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Saya pemesan tiket Garuda Airline pada tanggal 29 Maret 2011 atas nama Hartono. Masalah muncul pada saat terjadi aspal mengelupas di Juanda Surabaya. Penerbangan Garuda di delay. Saya pesan direct dari Sub-Ckg-Nrt. Kemudian waktu seharusnya terbang pukul 20.30 dengan GA 331 diganti GA 327 dengan penerbangan pukul 21.00. Kemudian, penerbangan di delay lagi hingga pukul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Saya pemesan tiket Garuda Airline pada tanggal 29 Maret 2011 atas nama Hartono. Masalah muncul pada saat terjadi aspal mengelupas di Juanda Surabaya. Penerbangan Garuda di delay. </p>
<p>Saya pesan direct dari Sub-Ckg-Nrt. Kemudian waktu seharusnya terbang pukul 20.30 dengan GA 331 diganti GA 327 dengan penerbangan pukul 21.00. Kemudian, penerbangan di delay lagi hingga pukul 23.00, kemudian pesawat diganti lagi dengan GA 333. Singkat cerita pkl +- 22.30. </p>
<p>Setelah itu hal konyolnya tertinggal oleh pesawat yang ke Jepang dengan GA 884 pukul 23.15. Padahal sebelum berangkat saya sudah tanya Airport Duty Manager (ADM) Bandara Juanda bahwa kalau pesawat berani diberangkatkan mereka (dalam hal ini Garuda), wajib bertanggung jawab apabila terjadi masalah. </p>
<p>Karena kejadian tersebut penumpang tidak diperdulikan/ ditelantarkan di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, tanpa diberi kompensasi apapun. Ini disebabkan pihak Garuda tidak merasa bersalah dan menyalahkan Angkasa Pura Surabaya. Besok paginya saya kembali ke Bandara Juanda untuk meminta kejelasan mengenai nasib penumpang. Kemudian setelah saya tanyakan kembali ke ADM juanda tetep dianggap salah Garuda. </p>
<p>Setelah itu saya ke Garuda untuk meminta pertanggungjawabannya, staf di Juanda bernama Erni awalnya bilang harusnya diberi hotel. Kemudian ditanyakan Pak Ludfi bosnya Jakarta yang bilang tidak dapat apa-apa. Hal itu karena dianggap kesalahan Juanda bukan Garuda.</p>
<p>Dengan alasan yang paling “menjijikkan” untuk maskapai sekelas Garuda yang harganya cukup mahal bahwa petugas di loket Garuda cerita, diberitahu Jakarta bahwa penumpang tidak mau hotel dan memilih menginap di saudaranya. Hal itu adalah karangan staf Garuda belaka. Padahal penumpang menginap seharian di bandara tanpa diberi kompensasi apapun. Terakhir saya kembali ke ADM Juanda meminta pertanggungjawaban kembali dijawab salah Garuda. </p>
<p>Intinya mereka semua saling menyalahkan kalau ada masalah seperti ini. Maka kesimpulannya berhati2lah naik Garuda kalau tidak mau dibohongi staf2nya…..padahal saya sudah memilih garuda karena maskapai kebanggan Indonesia. Bagaimana ini Garuda or Angkasa Pura yang stafnya menyarankan saya menulis surat ini ??????</p>
<p><strong>Samuel Felix</strong><br />
<a href="mailto:samuel150388@yahoo.co.id">samuel150388@yahoo.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/garuda-indonesia-tidak-professional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indosat Sangat Cepat Menyedot Pulsa, Tapi Sangat Lama Dikembalikan</title>
		<link>http://www.konsumen.org/indosat-sangat-cepat-menyedot-pulsa-tapi-sangat-lama-dikembalikan/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/indosat-sangat-cepat-menyedot-pulsa-tapi-sangat-lama-dikembalikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 14:53:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[Indosat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Sejak Tanggal 06 Februari 2011, saya sudah melaporkan permasalahan saya kepada CALL CENTRE INDOSAT tentang Paket BB saya yang sudah diperpanjang otomatis, tetapi kemudian dikatakan belum diperpanjang dan saya cek, pulsa saya sudah berkurang 100.000. Dikatakan oleh CALL CENTRE INDOSAT bahwa laporan saya akan diproses “MAKSIMAL” 7&#215;24 jam. Saya tunggu hingga tanggal 12 Februari 2011 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Sejak Tanggal 06 Februari 2011, saya sudah melaporkan permasalahan saya kepada CALL CENTRE INDOSAT tentang Paket BB saya yang sudah diperpanjang otomatis, tetapi kemudian dikatakan belum diperpanjang dan saya cek, pulsa saya sudah berkurang 100.000.</p>
<p>Dikatakan oleh CALL CENTRE INDOSAT bahwa laporan saya akan diproses “MAKSIMAL” 7&#215;24 jam. Saya tunggu hingga tanggal 12 Februari 2011 jam 7 malam, yang dimana pada siang harinya tanggal 12 Februari 2011, saya sudah menanyakan tentang nasib laporan saya kepada CALL CENTRE INDOSAT. Namun saya tunggu-tunggu, ternyata tidak ada konfirmasi sama sekali dari INDOSAT, padahal sudah mencapai batas MAKSIMAL yang diberikan INDOSAT sendiri. Pada hari yang sama, saya langsung menelepon CALL CENTRE INDOSAT dan saya diminta menunggu lagi 1&#215;24 jam, yaitu 13 Februari 2011, yang ternyata juga tidak ada kabar. </p>
<p>Tanggal 13 Februari 2011 saya telepon lagi ke CALL CENTRE INDOSAT dikatakan akan dibuatkan laporan lagi dan ditunggu MAKSIMAL 7&#215;24 jam (lagi), yaitu 20 Februari 2011, yang juga ternyata tidak ada konfirmasi sama sekali dari pihak INDOSAT, dan saya diminta menunggu LAGI MAKSIMAL 7&#215;24 jam. </p>
<p>Dalam selang waktu itu, saya selalu menelepon CALL CENTRE INDOSAT berkali-kali, bahkan INDOSAT sendiri dapat mengeceknya di call record CALL CENTRE INDOSAT 54388888, namun waktu dan emosi, serta tenaga yang saya relakan demi permasalahan saya ini agar cepat terselesaikan, tidak sebanding dengan pihak INDOSAT yang tidak memberikan konfirmasi langsung sama sekali kepada saya untuk setidaknya memberikan jaminan bahwa pulsa saya akan dikembalikan atau paket BB saya akan diaktifkan kembali. </p>
<p>Saya juga mengirimkan e-mail ke costumer_service@indosat.com berkali-kali, dan hanya dijawab dengan jawaban klise, bahwa laporan saya sedang diproses, yang dimana tidak memberikan saya sedikit kelegaan bahwa laporan saya benar-benar ditangani dengan serius oleh pihak INDOSAT. </p>
<p>Dan saat ini, 24 Februari 2011, sudah hampir 3 minggu, saya berkali-kali bertanya bagaimana kelanjutan dari laporan saya, yang selalu<br />
dijawab “masih dalam proses”, tidak pernah ada telepon dari INDOSAT langsung untuk menjelaskan dan memberikan jaminan terhadap permasalahan saya ini. </p>
<p><strong>Elvi</strong><br />
Jl.Pluit Raya No.132-O<br />
Jakarta Utara</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/indosat-sangat-cepat-menyedot-pulsa-tapi-sangat-lama-dikembalikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blackberry Telkomsel Sangat Merugikan</title>
		<link>http://www.konsumen.org/blackberry-telkomsel-sangat-merugikan/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/blackberry-telkomsel-sangat-merugikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 17:37:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[Telkomsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Saya pelanggan layanan blackberry telkomsel. Saya mendaftarkan melalui sms: *363#. Saya memilih layanan; UNLIMITED (tarif 99ribu/bulan). Sebelumnya saya juga sudah membaca SEMUA aturan di website telkomsel.com. Disitu ada settingan yg harus dilakukan supaya tidak kena charge tarif GPRS, diantaranya: Mengubah setting browser menjadi: Internet browser Tidak membuka website dengan video streaming (misal: youtube). Tidak dipakai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Saya pelanggan layanan blackberry telkomsel. Saya mendaftarkan melalui sms: *363#. Saya memilih layanan; UNLIMITED (tarif 99ribu/bulan). Sebelumnya saya juga sudah membaca SEMUA aturan di website telkomsel.com. Disitu ada settingan yg harus dilakukan supaya tidak kena charge tarif GPRS, diantaranya:</p>
<ul>
<li>Mengubah setting browser menjadi: Internet browser</li>
<li>Tidak membuka website dengan video streaming (misal: youtube).</li>
<li>Tidak dipakai di luar negeri.</li>
</ul>
<p>Ke tiga hal tsb sudah saya patuhi dan hasilnya adalah:</p>
<ul>
<li>Bulan pertama saya kena charge GPRS: 400 ribu</li>
<li>Dan bulan kedua kena charge GPRS lagi: 600 ribu.</li>
</ul>
<p>Saya laporkan ke grapari semarang, dan jawaban petugasnya adalah:</p>
<blockquote><p>Settingan BB Anda keliru&#8230; Harusnya begini&#8230; begitu&#8230; dan saya dikasih selembar kertas yg berisi settingan supaya tidak kena tarif GPRS Rp5/kb.</p></blockquote>
<p>Saya jadi heran&#8230;<br />
Kenapa bisa dengan santainya menyalahkan settingan di BB saya? Kenapa settingan di lembar kertas tsb tidak dicantumkan di website?<br />
Kenapa tidak langsung saja disetting dari pihak telkomsel?</p>
<p>Saya yakin kalau telkomsel BERNIAT BAIK, pasti bisa melakukan setting supaya konsumen tidak harus membayar lebih utk layanan yg mereka tidak sadari.</p>
<p>Pertanyaan selanjutnya:<br />
Apa yg saya dapatkan dari layanan UNLIMITED 99ribu/bulan itu?? kalau semua akses ke internet dikenai tarif GPRS Rp5/kb ???</p>
<p>Sungguh aneh bin ajaib!!!</p>
<p>Sekarang saya punya kesimpulan begini:<br />
Jadi ternyata telkomsel bisa kaya karena pintar memanfaatkan ketidaktahuan konsumen. Mungkin ini termasuk strategi bisnis korporat telkomsel???</p>
<p>Saya yakin banyak orang yg bernasib sama seperti saya dan saya yakin juga bahwa tulisan ini tidak akan berpengaruh pada policy perusahaan Telkomsel.</p>
<p>Saya menulis ini supaya pembaca berhati2 dalam memilih product, terutama layanan yg tidak jelas aturannya.</p>
<p>Terima kasih.</p>
<p>Salam,<br />
<a href="mailto:satyasmg@gmail.com">satyasmg@gmail.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/blackberry-telkomsel-sangat-merugikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati kehilangan isi bagasi di Air Asia</title>
		<link>http://www.konsumen.org/hati-hati-kehilangan-isi-bagasi-di-air-asia/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/hati-hati-kehilangan-isi-bagasi-di-air-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 08:19:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Air Asia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu saya melakukan perjalanan dinas ke Bangkok (tgl 21 Sep 2010 Flight QZ 7716)). Sesampai di Bangkok 2 dari 4 bagasi kami hilang, dan kami langsung membuat laporan di bandara Bangkok. Pada saat itu, petugas yg bersangkutan memberitahukan bahwa dia akan melacak keberadaan tas kami dahulu dan akan membari kabar jika sudah diketemukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Beberapa waktu lalu saya melakukan perjalanan dinas ke Bangkok (tgl 21 Sep 2010 Flight QZ 7716)). Sesampai di Bangkok 2 dari 4 bagasi kami hilang, dan kami langsung membuat laporan di bandara Bangkok. Pada saat itu, petugas yg bersangkutan memberitahukan bahwa dia akan melacak keberadaan tas kami dahulu dan akan membari kabar jika sudah diketemukan atau mrk akan kirim ke hotel tempat kami menginap. Kami menyetujui hal itu, dikarenakan pada saat itu sdh cukup malam, maka kamipun langsung check in ke htl. </p>
<p>Keesokannya kami mendapat kabar dari pihak airasia Bangkok bhw tas kami sdh diketemukan (dgn alasan tertinggal di Jakarta) dan akan dikirim ke hotel tempat kami menginap. Pada malam harinya sekitar jam 11 malam, kami baru menerima tas kami (dikirim oleh pihak delivery service) dalam keadaan terbungkus plastik dan msh tersegel. Pada saat segel tersebut kami buka, saya mendapati resleting tas saya dalam keadaan rusak (putus), begitu juga tas milik teman saya dalam kondisi pernah dibuka paksa. Sayapun lalu membuka tas saya dan memeriksa isinya, dan ternyata ada beberapa barang saya yg hilang diantaranya : 2 bngks rokok berikut lighter dan baterai charger kamera digital Sony DSC T300. Dan teman sayapun kehilangan pocket knifenya yg ditaruh di dlm tas. </p>
<p>Sayapun langsung komplain ke pihak Airasia Bangkok per telpon dan menjelaskan semuanya, mereka menyarankan saya untuk membuat laporan kembali pada saat jadwal kepulangan saya nanti (tgl 25 Sept 2010), dan saya setuju. </p>
<p>Pada saat pulang dari Bangkok, sayapun melaporkan hal tsb kembali di bandara Bangkok, mereka membuat reportnya (Report id : CBTBKK10a00353) dan menyarankan saya untuk melaporkan kembali setibanya di Jakarta, sayapun melakukannya. Pihak airasia menjanjikan akan menginvestigasi dahulu keadaanya dan akan memberi kabar ke saya 2 hari kemudian, namun tdk ada kabar/telepon dr Airasia dlm 2 hari tsb. Akhirnya saya yg hrs menghubungi mrk, dan itupun sulit.</p>
<p>Setelah perdebatan berkali-kali dlm bbrp minggu, saya diberi kabar bhw dlm policy airasia tdk ada penggantian untuk isi bagasi yg hilang, dan saya sangat kecewa dgn hal ini. Kalau memang tidak ada penggantian isi bagasi yg hilang karena kelalaian customer, saya msh bisa menerima, tetapi dalam hal ini tas saya dalam kondisi dirusak yg berarti adanya pembongkaran paksa yg sama artinya dengan kasus pencurian.</p>
<p>Bagaimana mungkin saya hrs menanggung kerugian yg disebabkan oleh kelalaian pihak Airasia. Belum lagi kerugian karena saya hrs membeli pakaian untuk kerpeluan sehari2 saya pada saat di Bangkok. </p>
<p>Sungguh pelayanan yg sangat mengecewakan sekali. Kenapa di Indonesia, kita sebagai konsumen selalu berada di posisi yg lemah.<br />
Saya sarankan harap berhati-hati bagi yg ingin melakukan penerbangan bersama Air Asia, terutama terhadap bagasi anda.</p>
<p><strong>Gaynowo Liman</strong><br />
<a href="mailto:gaynowo@yahoo.com">gaynowo@yahoo.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/hati-hati-kehilangan-isi-bagasi-di-air-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nama besar Agung Podomoro Group bukanlah Jaminan</title>
		<link>http://www.konsumen.org/nama-besar-agung-podomoro-group-bukanlah-jaminan/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/nama-besar-agung-podomoro-group-bukanlah-jaminan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2010 13:03:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Real Estate]]></category>
		<category><![CDATA[Agung Podomoro Group]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Mohon Berhati-hati jika anda ingin mencari / membeli unit apartemen AGUNG PODOMORO GROUP (APG), pada tanggal 22 Agustus 2010 yang lalu saya dipaksa oleh pihak marketing Seasons City untuk saat itu juga membayar booking fee sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) No. Kuitansi : 00021352 supaya dapat mengikat unit TB/25/CB. Alasan mereka harga akan segera [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Mohon Berhati-hati jika anda ingin mencari / membeli unit apartemen AGUNG PODOMORO GROUP (APG), pada tanggal 22 Agustus 2010 yang lalu saya dipaksa oleh pihak marketing Seasons City untuk saat itu juga membayar booking fee sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) No. Kuitansi : 00021352 supaya dapat mengikat unit TB/25/CB.</p>
<p>Alasan mereka harga akan segera naik dan promo akan segera berakhir, tentu saja saya sangat yakin dengan semua ucapan mereka; karena mereka berjanji apabila nanti discount dan promo cicilan tidak sesuai maka uang booking fee yang telah dibayar dapat dikembalikan. </p>
<p>Kemudian saya diminta untuk menandatangani unit pesanan dan form pengajuan special promo, dibenak pikiran saya waktu itu sangat yakin dan percaya dengan janji Bpk Andi J.K. selaku sales mgr disana akan mengajukan ke pihak direksi perihal permohonan special promo unit apartemen saya. </p>
<p>Tiba-tiba saya sangat terkejut mendapat kabar dari beliau bahwa permohonan saya di tolak oleh pihak direksi, sepontan saya sangat kaget dan sangat kecewa karena impian saya ingin memiliki apartemen Seasons City menjadi sirna. </p>
<p>Tidak hanya sampai disitu kekecewaan saya bertambah pahit lagi, ketika saya mencoba untuk meminta kembali uang booking fee yang telah saya bayar, namun saya tunggu sampai sekarang ini belum juga dikembalikan sedikitpun. </p>
<p>Saya benar-benar sangat tertipu dengan nama besar APG, yang selama ini saya pikir bisa memberikan jaminan kepuasan dan kepercayaan terhadap konsumen; ternyata mereka telah terbukti sebagai salah satu developer ternama yang suka memperdayai orang kecil yang baru ingin memiliki apartemen untuk tempat tinggal. </p>
<p><strong>-Nugroho Kristian Hartanto- </strong><br />
<a href="mailto:nugie_79@hotmail.com">nugie_79@hotmail.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/nama-besar-agung-podomoro-group-bukanlah-jaminan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mohon penyelesaian Bus Hiba, Sopir Ugal-ugalan</title>
		<link>http://www.konsumen.org/mohon-penyelesaian-bus-hiba-sopir-ugal-ugalan/</link>
		<comments>http://www.konsumen.org/mohon-penyelesaian-bus-hiba-sopir-ugal-ugalan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2010 13:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsumen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Transportasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bus Hiba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 20 Sept sekitar jam 7 malam, mobil saya di serempet Bus Hiba Utama (memaksakan masuk jalur walau nggak muat). Kejadiannya di dekat stasiun bekasi. Sopir bus yang bernama Suharso merasa bersalah dan akan bertanggung jawab. Dia minta damai tidak berurusan dengan polisi. Karena dia tidak memiliki uang untuk ganti rugi, sopir tersebut memberikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Pada tanggal 20 Sept sekitar jam 7 malam, mobil saya di serempet Bus Hiba Utama (memaksakan masuk jalur walau nggak muat). Kejadiannya di dekat stasiun bekasi. Sopir bus yang bernama Suharso merasa bersalah dan akan bertanggung jawab. Dia minta damai tidak berurusan dengan polisi. Karena dia tidak memiliki uang untuk ganti rugi, sopir tersebut memberikan STNK bis-nya. </p>
<p>Setelah menunggu waktu yang lumayan lama dan proses yang ribet (berkali2 dan di foto) akhirnya kami ketemuan di bengkel dan akhirnya oleh bengkel kerugian ditaksir 1.7 Jt + PPN 10%. Kami kecewa ternyata sopir tersebut tidak mengakui penyebab penyok mobil saya dan hanya mengakui baret saja. </p>
<p>Akhirnya karena saya males ribet dan kasihan dengan sang sopir, saya minta Hiba menanggung 50% dari kerugian saya. Namun mereka masih keberatan. Masa hanya diganti 100 Rb rupiah, memang mobil saya mobil mainan atau mobil angkot? </p>
<p>Melalui media ini, saya mohon Hiba untuk segera menyelesaikan masalah ini dan menegor supir tersebut agar berhati2 dijalan dan tidak ugal ugalan karena bisa membahayakan keselamatan penumpang &#038; orang lain. Dan untuk pengguna jasa Bus Hiba agar berhati-hati, tegur sopir kalau ugal-ugalan.</p>
<p><strong>Yusuf I</strong><br />
<a href="mailto:yusuf_ipoenx2001@yahoo.com">yusuf_ipoenx2001@yahoo.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsumen.org/mohon-penyelesaian-bus-hiba-sopir-ugal-ugalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

