Baru-baru ini saya mengajukan KPR, kredit ditolak dengan alasan masih ada sangkutan di BNI. Saya merasa tidak punya hutang di BNI makanya saya klarifikasi dengan pihak BNI.
Pada hari Kamis tanggal 11 Desember 2008 sekitar jam 16.30 saya telpon ke BNI di Nomor 6928105 dan diterima oleh Bu Mila yang “RAMAH”. Saya menanyakan ada sangkutan apa saya di BNI yang menyebabkan kredit saya ditolak? Ternyata jawabannya katanya pada tahun 2003 saya punya kartu kredit yang belum ditutup (yang seingat saya sudah ditutup) yang jumlahnya lebih dari Rp. 4 juta???? Padahal limitnya saja Cuma Rp. 2juta… Saya tanya kenapa nilainya bisa fantastis seperti itu… Dia bilang karena kartunya masih aktif jadi masih kena bunga, iuran tahunan, denda karena tidak bayar??? ANEH….padahal saya tahu kalau saya masih ada hutang saja karena saya mengajukan KPR dan saya bermaksud baik untuk menanyakannya ke pihak BNI bagaimana kalau saya tidak telpon untuk menanyakannya beberapa tahun kedepan..????? Mungkin bisa berkali lipat jumlahnya….
Akhirnya saya tanya… kalau saya mau selesaikan apa ada kebijaksanaan dari BNI untuk mengurangi jumlah tsb. Dan dikatakan saya cukup membayar sampai tahun 2006 sebesar RP. 1,2 juta… Saya masih keberatan karena ini bukan mutlak kesalahan dari saya… Selama ini saya sama sekali tidak pernah menerima tagihan ataupun telpon dari BNI yang menyatakan kalau saya masih punya hutang (padahal menurut pihak BNI) kartu saya masih aktif… Secara logika kalau kartu saya masih aktif, pasti akan terus ada surat tagihannya kan???
Disini saya lihat BNI sangat tidak fair terhadap saya… Saya mau menyelesaikan tunggakan saya kalau dulu ternyata masih ada yang harus saya bayar… Tapi tagihanpun tidak pernah saya terima. Padahal dari dulu sampai sekarang saya masih ada di alamat dan kerja ditempat yang sama dan karenanya saya yakin sekali sudah menutup kartu tsb. Dan kalau ditanya bukti pelunasan saya… Mana saya ingat lagi karena itu sudah lama sekali.
Mohon agar Pihak BNI bersikap professional, jangan merugikan dan mempersulit nasabah dengan hal-hal seperti ini. Dan saya yakin BNI bisa bersikap bijaksana dalam kasus-kasus seperti ini walaupun pada saat komplain tidak begitu baik penerimaannya, dan kepada nasabah BNI lainnya harap berhati-hati pada saat penutupan kartu… Bisa saja hal ini terjadi pada siapa saja…
Saya menulis disini karena pada saat saya telepon tidak mendapat respon yang pantas.
Dian Widianty
Pondok Timur indah Jl. Camar VI Blok C 155
Bekasi, Jawa Barat
HP. 08128002721
{ 18 comments… read them below or add one }
Memang kadang2 kita harus jeli…
semoga berhasil mengurus kartu kredit bni anda…
dan anda tidak dirugikan…
wah,saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa anda.
saya jadi takut jg kalau hal itu terjadi pada saya,karena saya juga termasuk pengguna kartu kredit bni
dan suami menyarankan agar saya melunasi taghan dan menutup saja.
saya setuju saja dan kemaren saya coba telp ke call center katanya saya hanya perlu melunasi tagihan yang ada plus bunga.
ya klo menurut saya itu jawaban yang kurang sekali,karena dia tidak menjelaskan secara detail bagaimana proses lalu hal apa saja yang harus saya lakukan sampai kartu saya benar2 tidak bisa di pergunakan lagi.
dan seolah2 dia memberi jawaban dngn sangat terburu-buru.
saya menemukan halaman ini saat searching kartu kredit apa yang cocok untuk saya pakai, karena saya sedang ingin buat kartu kredit. kata temen2 emang BNI yang paling murah, tapi ternyata ????? sepertinya Tuhan masih melindungi saya untuk tidak terjerumus kepada sistem riba.
klo tidak penting banget lebih baik tidak usah buat kartu kredit
wah…., sy jd cemas jg nih, soalnya sy berencana menutup kartu kredit bni karna sy sdh dipermalukan saat belanja di electronic city….
Mungkin memang begitu ya layanan bni, seperti skr kartu kredit sy tdk bisa diaktivasi tapi tagihan adm dan asuransi datang terus. Kalo dikonfirmasi di call centre nya bilang “bpk tdk usah menelpon nanti kami yg menghubungi”. Ntah sampe kpn ini sdh masuk bln ke-4 jgn2 emang ini strategi bni u/ menutupi layanan yg amburadul.
Waduh urusan kartu kredit lebih enggak usah deh..
Saya sudah kapok menggunkan kartu kredit,setiap ada sales yang ingin menawarkan kartu kredit saya bilang maaf ini kartu apa, oh ini kartu rentenir ya…
Salam
Yudi Arfani
saran aja, pada saat mau pnutupan Kartu kredit kt hr pnter2 nego. sy pnah pnya tgakan 8 jt trus sy hnya byr 3 jt di bni
Kartu Kredit bisa membahayakan kalau yg bersangkutan tdk bisa mengontrol pemakaiannya.. tetapi kartu kredit juga sgt bermanfaat untuk jaga2 atau utk keperluan darurat.. dan banyak sekali promo dr kartu kredit yg menguntungkan kita..Jadi semua pilihan ada di tangan anda..
Saya tadinya berencana mengurus kartu kredit BNI tapi wkt searching dan dapat informasi ini.Tidak jadi deh!!!!
wah iadi takut nih, padahal saya baru mau rencana buat kartu kredir bni, jadi bingung nih kartu kredit apa yg cocok, tidak bermasalah dan tidak merugikan tapi bunganya kecil.!!!!!
Kejadiannya Sama Dengan Saya…..
Waktu Itu Saya Masih Ada Tunggakan Kartu Keridit BNI Sejumlah 2 Jt Tahun 2005 Sampai Sekarang Tidak Pernah Ada Tagihan sama Sekali… Tiba-tiba tanggal 12 10 2009 ada telp kerumah saya katanya mau sita rumah kalo ga di bayar.. memangnya sepadan apa nilai rumah dengan tunggakan yang cuma 2 jt. dan mana tagihan nya selama itu ga pernah ada… tolong BNI Jangan seenaknya sendiri
mungkin kalau punya kartu kredit ya tunggu saja sampai expired. dan pastikan uang tabungan anda cukup untuk membayar semua fee dan hutang anda.
sialnya sekarang kartu debit nggak bisa digunakan lagi buat verifikasi PayPal. di zaman ini banyak internet users yg register PayPal dan supaya bisa digunakan mesti veifikasi pakai kartu kredit dan debit (dulu).
saya curiga kenapa kartu debit ngak bisa dipakai buat verifikasi krn fee nya rendah, kartu kredit fee nya tinggi. jelas nasabah lebih milih kartu debit kan? nah ini menyebabkan nartu kredit makin tidak laku, dan Bank pun menurun pemasukannya dari nasabah (mereka bisa menyedot dana nasabah lebih banyak kalau nasabah ngutang pake kartu kredit dan bayar fee nya) jadi dhilangkan saja support kartu debit terhadap PayPal.
dengan kata lain, MASYARAKAT INDONESIA SEDANG DIPAKSA UNTUK MEMILIKI KARTU KREDIT DAN BERHUTANG SUPAYA BANK DI INDONESIA DAPAT MENYEDOT DANA MEREKA!!!!!!!!!
Sy jg punya masalah dgn BNI CC, sy tinggal di Banten tp ditagihan dinyatakan bahwa sy telah melakukan 2 (dua) kali transaksi di salah satu swalayan kota Manado Sulawesi Utara, kapan sy ke Manado? Mimpi pun gak pernah, padahal Credit Card tsb sudah lama tidak sy gunakan alias cuma bayar iuran tahunan saja. Ada apa dgn BNI CC ?
Saran saya bg anda yg ingin menutup kartu krdt anda.sebaiknya datangi ktr cabang Bni trdekat d kota anda/jgn hanya lewat telpon spy kalo mau komplain lbh jelas.krn biasanya anda d suruh mengisi form..harap form d copy oleh anda..dan bagi yg punya kartu krdt,jgn sembarangan memberitahukan nomor kartu krdt anda kepada org lain.krn itu bs bahaya
Baru sebulan Yang lalu saya mengalami hal yang sama, yaitu tagihan yang tiba2 muncul setelah sekian lama sudah lunas.
Tagihan yang saya terima yaitu 3,480 jt atas kartu yang saya sudah tutup ditahun 2004.
disini saya tidak akan bercerita tentang kronologi kejadiannya, tapi saya akan share bagaimana mengatasi mafia kartu kredit (terutama CC BNI).
Pertama kita harus kenal/atau mempunyai koneksi dengan orang dalem di BNI kalo perlu kepala Debt collectornya. Dengan demikian kita bisa negosiasi jumlah yang akan dilunasi, untuk kasus saya hanya membayar 350 rb (anggep aja sebagai buang sial).
Bandingkan dengan tagihan sebesar 3,480 jt
Kedua, kita harus minta ke mereka surat tanda lunas.
Ada 2 surat tanda lunas, satu tanda lunas dari BNI dan yang satunya lagi surat pelunasan yang tercantum di Bank Indonesia.
Nah berdasarkan surat itu pihak BNI tidak bisa macem2 lagi.
Semoga share ini berguna bagi temen2
Kalo anda tahu semua Bank itu adalah penjahat. Kalo kita tidak perlu2 amat nggak usah pinjam bank apalagi yang KTA dan Kartu kredit semua brengsek.
Citi finansial juga tidak profesional abis