Baru-baru ini saya mengajukan KPR, kredit ditolak dengan alasan masih ada sangkutan di BNI. Saya merasa tidak punya hutang di BNI makanya saya klarifikasi dengan pihak BNI.
Pada hari Kamis tanggal 11 Desember 2008 sekitar jam 16.30 saya telpon ke BNI di Nomor 6928105 dan diterima oleh Bu Mila yang “RAMAH”. Saya menanyakan ada sangkutan apa saya di BNI yang menyebabkan kredit saya ditolak? Ternyata jawabannya katanya pada tahun 2003 saya punya kartu kredit yang belum ditutup (yang seingat saya sudah ditutup) yang jumlahnya lebih dari Rp. 4 juta???? Padahal limitnya saja Cuma Rp. 2juta… Saya tanya kenapa nilainya bisa fantastis seperti itu… Dia bilang karena kartunya masih aktif jadi masih kena bunga, iuran tahunan, denda karena tidak bayar??? ANEH….padahal saya tahu kalau saya masih ada hutang saja karena saya mengajukan KPR dan saya bermaksud baik untuk menanyakannya ke pihak BNI bagaimana kalau saya tidak telpon untuk menanyakannya beberapa tahun kedepan..????? Mungkin bisa berkali lipat jumlahnya….
Akhirnya saya tanya… kalau saya mau selesaikan apa ada kebijaksanaan dari BNI untuk mengurangi jumlah tsb. Dan dikatakan saya cukup membayar sampai tahun 2006 sebesar RP. 1,2 juta… Saya masih keberatan karena ini bukan mutlak kesalahan dari saya… Selama ini saya sama sekali tidak pernah menerima tagihan ataupun telpon dari BNI yang menyatakan kalau saya masih punya hutang (padahal menurut pihak BNI) kartu saya masih aktif… Secara logika kalau kartu saya masih aktif, pasti akan terus ada surat tagihannya kan???
Disini saya lihat BNI sangat tidak fair terhadap saya… Saya mau menyelesaikan tunggakan saya kalau dulu ternyata masih ada yang harus saya bayar… Tapi tagihanpun tidak pernah saya terima. Padahal dari dulu sampai sekarang saya masih ada di alamat dan kerja ditempat yang sama dan karenanya saya yakin sekali sudah menutup kartu tsb. Dan kalau ditanya bukti pelunasan saya… Mana saya ingat lagi karena itu sudah lama sekali.
Mohon agar Pihak BNI bersikap professional, jangan merugikan dan mempersulit nasabah dengan hal-hal seperti ini. Dan saya yakin BNI bisa bersikap bijaksana dalam kasus-kasus seperti ini walaupun pada saat komplain tidak begitu baik penerimaannya, dan kepada nasabah BNI lainnya harap berhati-hati pada saat penutupan kartu… Bisa saja hal ini terjadi pada siapa saja…
Saya menulis disini karena pada saat saya telepon tidak mendapat respon yang pantas.
Dian Widianty
Pondok Timur indah Jl. Camar VI Blok C 155
Bekasi, Jawa Barat
HP. 08128002721
{ 86 comments… read them below or add one }
Memang kadang2 kita harus jeli…
semoga berhasil mengurus kartu kredit bni anda…
dan anda tidak dirugikan…
wah,saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa anda.
saya jadi takut jg kalau hal itu terjadi pada saya,karena saya juga termasuk pengguna kartu kredit bni
dan suami menyarankan agar saya melunasi taghan dan menutup saja.
saya setuju saja dan kemaren saya coba telp ke call center katanya saya hanya perlu melunasi tagihan yang ada plus bunga.
ya klo menurut saya itu jawaban yang kurang sekali,karena dia tidak menjelaskan secara detail bagaimana proses lalu hal apa saja yang harus saya lakukan sampai kartu saya benar2 tidak bisa di pergunakan lagi.
dan seolah2 dia memberi jawaban dngn sangat terburu-buru.
saya menemukan halaman ini saat searching kartu kredit apa yang cocok untuk saya pakai, karena saya sedang ingin buat kartu kredit. kata temen2 emang BNI yang paling murah, tapi ternyata ????? sepertinya Tuhan masih melindungi saya untuk tidak terjerumus kepada sistem riba.
klo tidak penting banget lebih baik tidak usah buat kartu kredit
wah…., sy jd cemas jg nih, soalnya sy berencana menutup kartu kredit bni karna sy sdh dipermalukan saat belanja di electronic city….
Mungkin memang begitu ya layanan bni, seperti skr kartu kredit sy tdk bisa diaktivasi tapi tagihan adm dan asuransi datang terus. Kalo dikonfirmasi di call centre nya bilang “bpk tdk usah menelpon nanti kami yg menghubungi”. Ntah sampe kpn ini sdh masuk bln ke-4 jgn2 emang ini strategi bni u/ menutupi layanan yg amburadul.
Waduh urusan kartu kredit lebih enggak usah deh..
Saya sudah kapok menggunkan kartu kredit,setiap ada sales yang ingin menawarkan kartu kredit saya bilang maaf ini kartu apa, oh ini kartu rentenir ya…
Salam
Yudi Arfani
saran aja, pada saat mau pnutupan Kartu kredit kt hr pnter2 nego. sy pnah pnya tgakan 8 jt trus sy hnya byr 3 jt di bni
Kartu Kredit bisa membahayakan kalau yg bersangkutan tdk bisa mengontrol pemakaiannya.. tetapi kartu kredit juga sgt bermanfaat untuk jaga2 atau utk keperluan darurat.. dan banyak sekali promo dr kartu kredit yg menguntungkan kita..Jadi semua pilihan ada di tangan anda..
Saya tadinya berencana mengurus kartu kredit BNI tapi wkt searching dan dapat informasi ini.Tidak jadi deh!!!!
wah iadi takut nih, padahal saya baru mau rencana buat kartu kredir bni, jadi bingung nih kartu kredit apa yg cocok, tidak bermasalah dan tidak merugikan tapi bunganya kecil.!!!!!
Kejadiannya Sama Dengan Saya…..
Waktu Itu Saya Masih Ada Tunggakan Kartu Keridit BNI Sejumlah 2 Jt Tahun 2005 Sampai Sekarang Tidak Pernah Ada Tagihan sama Sekali… Tiba-tiba tanggal 12 10 2009 ada telp kerumah saya katanya mau sita rumah kalo ga di bayar.. memangnya sepadan apa nilai rumah dengan tunggakan yang cuma 2 jt. dan mana tagihan nya selama itu ga pernah ada… tolong BNI Jangan seenaknya sendiri
mungkin kalau punya kartu kredit ya tunggu saja sampai expired. dan pastikan uang tabungan anda cukup untuk membayar semua fee dan hutang anda.
sialnya sekarang kartu debit nggak bisa digunakan lagi buat verifikasi PayPal. di zaman ini banyak internet users yg register PayPal dan supaya bisa digunakan mesti veifikasi pakai kartu kredit dan debit (dulu).
saya curiga kenapa kartu debit ngak bisa dipakai buat verifikasi krn fee nya rendah, kartu kredit fee nya tinggi. jelas nasabah lebih milih kartu debit kan? nah ini menyebabkan nartu kredit makin tidak laku, dan Bank pun menurun pemasukannya dari nasabah (mereka bisa menyedot dana nasabah lebih banyak kalau nasabah ngutang pake kartu kredit dan bayar fee nya) jadi dhilangkan saja support kartu debit terhadap PayPal.
dengan kata lain, MASYARAKAT INDONESIA SEDANG DIPAKSA UNTUK MEMILIKI KARTU KREDIT DAN BERHUTANG SUPAYA BANK DI INDONESIA DAPAT MENYEDOT DANA MEREKA!!!!!!!!!
Sy jg punya masalah dgn BNI CC, sy tinggal di Banten tp ditagihan dinyatakan bahwa sy telah melakukan 2 (dua) kali transaksi di salah satu swalayan kota Manado Sulawesi Utara, kapan sy ke Manado? Mimpi pun gak pernah, padahal Credit Card tsb sudah lama tidak sy gunakan alias cuma bayar iuran tahunan saja. Ada apa dgn BNI CC ?
Saran saya bg anda yg ingin menutup kartu krdt anda.sebaiknya datangi ktr cabang Bni trdekat d kota anda/jgn hanya lewat telpon spy kalo mau komplain lbh jelas.krn biasanya anda d suruh mengisi form..harap form d copy oleh anda..dan bagi yg punya kartu krdt,jgn sembarangan memberitahukan nomor kartu krdt anda kepada org lain.krn itu bs bahaya
Baru sebulan Yang lalu saya mengalami hal yang sama, yaitu tagihan yang tiba2 muncul setelah sekian lama sudah lunas.
Tagihan yang saya terima yaitu 3,480 jt atas kartu yang saya sudah tutup ditahun 2004.
disini saya tidak akan bercerita tentang kronologi kejadiannya, tapi saya akan share bagaimana mengatasi mafia kartu kredit (terutama CC BNI).
Pertama kita harus kenal/atau mempunyai koneksi dengan orang dalem di BNI kalo perlu kepala Debt collectornya. Dengan demikian kita bisa negosiasi jumlah yang akan dilunasi, untuk kasus saya hanya membayar 350 rb (anggep aja sebagai buang sial).
Bandingkan dengan tagihan sebesar 3,480 jt
Kedua, kita harus minta ke mereka surat tanda lunas.
Ada 2 surat tanda lunas, satu tanda lunas dari BNI dan yang satunya lagi surat pelunasan yang tercantum di Bank Indonesia.
Nah berdasarkan surat itu pihak BNI tidak bisa macem2 lagi.
Semoga share ini berguna bagi temen2
Kalo anda tahu semua Bank itu adalah penjahat. Kalo kita tidak perlu2 amat nggak usah pinjam bank apalagi yang KTA dan Kartu kredit semua brengsek.
Citi finansial juga tidak profesional abis
berani berhutang, ya anda jg hrs bayar.. jangan mau enaknya aj dong.. gmana siiii..
kok ga ada komentar dari pihak BNI ya…pengen liat ney
Parah….
Bnyk sekali sudah keluhan yg berkaitan dgn Kartu Kredit, sebaiknya kalau tidak benar-benar perlu anda harus berfikir lagi untuk membuat kartu kredit. kalaupun anda telah memilikinya, saran saya sebaiknya tidak mempergunakan Kartu kredit kalau anda bisa membayar dengan tunai atau dengan kartu debit…kenapa sih harus berhutang dan membayar bunga yang tinggi kalau anda bisa untuk tidak berhutang?
aku punya kartu kredit platinum BNI limitnya 75 juta.sudah 6+ bulan ngak pernah di kirim tagihan,jadi tiap bulan harus menelpon OP,yang anehnya selalu ditanya apa kendalanya tapi jawabanya selalu sama,nanti di tanya bagian kurir.katanya sih kartu platinum dilayani sama yang proposional tapi hasilnya ngak ada.oh bank BNI kalau gini terus aku harus menutup kartu BNI aku,aku juga mempunyai kartu kredit dari bank lain yang limitnya di atas 100 juta tapi sampai sekarang aman2 aja
hari ini saya baru saja menerima kartu kredit BNI,saya aktifkan..15 menit kemudian saya tutup!!…merasa tertipu krn ternyata promo iming2nya tidak sesuai semua alias salah semua….hehehe..apalagi setelah baca tread ini…..pelayanannya juga ga profesional banget…
Gmana cara menutup kartu kredit tersebut.
Jangan trus percaya ama petugas promo BNI Card, karena yang disampaikan banyak gak sesuai dengan aturan main dari BNI card Centre. Sebelum memutuskan jadi member, cari informasi dulu di Website atau orang2 yg telah jd member. Biar aman men …..
setelah membaca komentar dari pernyataan teman-temen mengenai kartu kredit terutama BNI, rasanya perlu ditutup juga nich kartu kredit saya mengingat ketidak profesionalismenya petugas Bank BNI itu sendiri, dimana tidak ada kejelasan yang pasti bagaimana para nasabah dibuat nyaman dan damai memiliki kartu kredit. tadinya saya berpikiran positif aja selama ini terhadap BNI namun setelah searching jadi berpikir kembali untuk menegaskan MENUTUP KARTU KREDIT BNI
wah bahaya ni, gue br aktifin lg
emang brengsek tuh bni..tagihan 6 bulan jg blm dikirim..capek kt komplain terus,bukannya diusut kemana tagihan nyasar…pelayana buruk
waduh………….. gimana nih saya jg pake bni baru 1bulan dan kemarin ada tagihan tahunan,katanya free iuran.waktu sy tanyakan katanya tagihan itu abaikan saja. saya jadi kawatir nih ditagihkan lagi…………
Apa yg harus sy lakukan mengingat card saya masih baru
wah…thanks ya sobat,saya dan suami baru aja tadi pagi berencana buka kartu kredit bni utk registrasi di paypal.pikir2 lagi deh…
Hmmm…minta saran donk mengenai cc yg biayanya murah n g bermasalah
Thanks
wah,,,hampir sama ama yg dialamin bapak saya..
ngerasa dah dilunasin sekitar tahun 2005an n ga ada tagihan bulanan eh tiba ada yg datang semacam debt collector ke rumah,, trus bilang “bapak punya tagihan kartu kredit BNI sebesr 4 jutaan”..
lho kug bisa,,
mohon penjelasan dari pihak kartu kredit BNI..
sangat merugikan konsumen
hampir sama ama kejadian yg dialamin bapak saya,,,
gimana ni kartu kredit BNI,,,kug gtu ya???
Kejadian yang menimpa Sdri Dian Widianty sama dengan yang saya alami. Tahun 2007 saya mengajukan kredit dengan jaminan kepada Bank Perkreditan Rakyat “KS” di Bandung, pada saat akan pencairan ternyata kredit saya ditolak dengan alasan masih ada tunggakan kartu kredit BNI sebesar kurang lebih Rp 190.000.- Lalu pihak BPR “KS” menjelaskan kalau kredit bisa cair apabila saya telah telah melunasinya. Lalu mereka menyarankan untuk memotong dari pinjaman saya. Alhasil, kredit saya bisa cair. Namun pada hari Jum’at tanggal 21 Januari 2011 ini, saya menerima telepon dari pihak BNI yang memberitahukan bahwa saya masih ada tunggakan sebesar Rp. 4.000.000 !!!
Saya sangat kaget mendengarnya ! Sungguh aneh dan tidak masuk akal sama sekaKejadian yang menimpa Sdri Dian Widianty sama dengan yang saya alami. Tahun 2007 saya mengajukan kredit dengan jaminan kepada Bank Perkreditan Rakyat “KS” di Bandung, pada saat akan pencairan ternyata kredit saya ditolak dengan alasan masih ada tunggakan kartu kredit BNI sebesar kurang lebih Rp 190.000.- Lalu pihak BPR “KS” menjelaskan kalau kredit bisa cair apabila saya telah telah melunasinya. Lalu mereka menyarankan untuk memotong dari pinjaman saya. Alhasil, kredit saya bisa cair. Namun pada hari Jum’at tanggal 21 Januari 2011 ini, saya menerima telepon dari pihak BNI yang li ! Saya pun menjelaskan kepada pihak BNI (penagih) bahwa saya sudah melunasinya melalui kredit di BPR “KS” ini, toh tidak mungkin nasabah yang masih mempunyai tunggakan diberikan kredit oleh bihak BI ?! Akhirnya, saya pun bersikeras bahwa saya sudah tidak ada masalah dengan pihak BNI dan saya pun tidak mau dipusingkan oleh hal semacam ini lagi. Akhirnya, hubungan telepon dengan pihak BNI ditutupnya. Yang saya herankan, koq selama beberapa tahun kebelakang, terutama setelah saya mendapat kredit dari BPR “KS” tidak ada tagihan lagi dari pihak BNI kalau memang saya masih ada tunggakan tentunya tagihan akan terus saya terima. Dan dengan adanya pemotongan kredit saya dari BPR “KS” untuk tunggakan tersebut, saya berpikiran permasalah telah selesai. Satu hal lagi yang saya tidak habis pikir adalah pada saat saya bayar sebelum pelunasan melalui BPR “KS” (tidak sampai saya lunasi, masih ada jumlah tagihan sebesar Rp. 190.000.-) saya sudah mengajukan untuk mematikan bunga! Dan hal ini sudah disetujui oleh pihak BNI. Tetapi tagihan yang mereka klaim sebesar 4 juta adalah hasil bunga ber bunga !!! Ternyata kartu kredit ini membuat rakyat sengsara !!!
waduh, aq jd bngung ni mau bikn kartu kredit bni.
Jika memang memungkinkan dan bapak memang butuh kartu kredit BNI, buat saja pak. Pengalaman diatas kan juga tidak dialami oleh semua orang.
Terimakasih.
Ditagih atau tidak yang namanya utang tetap aja utang. Kesalahan yang sering terjadi adalah kita tidak membaca dengan baik syarat dan ketentuan yang berlaku pada saat awal kesepakatan. Saya 20 tahun pake kartu kredit dan alhamdulillah gak pernah ngalamin masalah sama sekali asal kita hati hati dan bijaksana dalam menggunakannya.
Dari bicara anda..saya tahu klo anda adalah orang yg bekerja di instansi kartu kredit…aneh..ya..??
waduh jadi bingung nih,padahal saya mau bikin kartu kredit bni,ya harus pikir2 dulu ah..
saya bekerja di bni, dulu sebelum saya bergabung di bni 46, sya pernah menggunakan kartu kredit bni dengan limit terkecil sekitar 3 juta rupiah plafonnya, pada suatu saat saya merasa sudah tidak perlu menggunakan kartu kredit lagi, karena saya ingin memulai mengatur finansial saya. ketika saya membayar tagihan+bunga terakhir dari CC BNI, saya menghubungi operator bni di 021-57899999 lalu saya berbicara dengan operator dan saya mengatakan ingin menutup bni card saya, walaupun operatornya sempat meminta saya untuk berpikir2 lagi, dan sebelum memutuskan untuk menutup account saya, operator mengecek tagihan saya, dan dinyatakan lunas. kemudian untuk terakhir kalinya operator menanyakan lagi, “apa benar bapak ingin menonaktifkan account kartu kredit bapak?” saya jawab : “IYA” setelah itu operator bilang account bapak sudah kami tutup, dan bapak sudah tidak dapat menggunakan card BNI bapak dan segera untuk mematahkan CARD bapak, dan kami akan segera mengirimkan bukti penutupan kartu kredit malalui pos. saya puas dan sangat puas dngan playanan ini, jadi saya tidak perlu datang kebank.sekali lagi HARAP LAPOR KE BANK/OPERATOR untuk mennonaktifkan kartu kredit anda. terima kasih. semoga dapat berguna
wah busa bahaya nih dengan BNI…
apa aku harus pindah rekening ke bank lain?
tapi kalo baca koment lainnya, kayaknya gak semua yang ngalamin seperti itu, bapak saja yang lagi apes ya????
Iya .. nasabah BNI itu khan 2 jt lebih, terjadi masalah terhadap 1 atau 2 org khan biasa, saya memiliki kartu kredit BNI dah 10 tahun menurut saya pelayanan BNI sangat memuaskan malah menurut saya di atas rata2, apalagi utk pelanggan Premium nya (Kartu Platinum dan Titanium)
waduh, gimana nih buat kartu kredit
Menurut sy punya kartu kredit bni masih ok, tdk masalah, yang penting setelah punya keputusan untuk memiliki kartu kredit bni kita tentunya harus care mulai registrasi pembuatan di kantor bni card centre, melakukan transaksi di tempat yg jelas, ragu2 jgn dilakukan, kemudian cross check ke teleplus bni dan pastikan kebenaran perihal transaksi yg telah kita lakukan, simpan bukti transaksi, cross check kembali lembar tagihan dgn bukti2 transaksi kita, bayar tagihan sebelum jatuh tempo, dan pastikan seluruh transaksi yg dilakukan kita mampu utk membayarnya, ibaratnya kartu kredit ini hanya sebagai back up sementara keuangan kita (non tunai) dan kelebihan dgn kita memiliki kartu kredit bni juga banyak selain bisa transaksi tanpa mengganggu sementara uang tunai kita juga banyak promo2 diskon tempat belanja, hotel dan fasilitas tunggu di bandara. Sekali lagi kalau sudah memutuskan utk memiliki kk bni kita harus benar2 care dan perhatian. Semoga selalu mendapatkan manfaatnya yg berati.
Saya juga baru mengalami hal menyebalkan dengan kartu kredit BNI, ketika saya mau membayar tagihan di ATM, saya kaget karena memiliki tagihan 1.2 jt lebih, padahal bulan kemarin saya merasa tidak menggunakan hingga sebesar itu. Maka saya telepon ke operator, dan sialnya selalu dimatikan sama operator ketika saya minta disebutkan rincian tagihannya. saya telpon 4 kali dan selalu putus. Sungguh menyebalkan.
tidak semua apa yg anda alami sesuai fakta ..
ini strategi bisnis ( saling menjatuhkan )
Saya punya saran :
0. Jangan pernah cash advance, Jangan pernah cash advance, Jangan pernah cash advance. Cash advance = mengambil uang tunai melalui ATM.
1. Pastikan setiap bulan bayar full, bayar penuh agar tidak pernah kena bunga.
Kalo ga mampu bayar full, mending jangan pake kartu kredit. ini serius.
2. Ketika tutup kartu, pastikan bayar semua tagihan dengan lunas, jangan sisakan satu rupiah pun, kalo mau aman, lebihkanlah sekitar beberapa ratus rupiah…
3. tiga bulan setelah tutup kartu, coba telpon lagi ke BNI call center untuk memastikan apakah sudah benar2 tidak ada tagihan yg menggantung.
sekian …
ada apa bu silverant dgn cash advance? thanks
dan kejadian yg sama menimpa saya… saya mengajuin kredit dan ditolak karena ada tunggakan kartu kredit BNI, pdhl itu terjadi 2 tahun yg lalu, saya sudah menutup, saya sudah ke kantor pusat BNI kartu kredit tp ternyata masih jadi masalah…. padahal tagihan yg saya nggak bayar cuma sebesar Rp 48.000,-… yang merupakan 2 transaksi aneh yang hanya berisikan nomor nomor tidak jelas yg masing2 sejumlah Rp 24.000,-, karena saya tdk merasa memakai jd saya tidak membayar dan logikanya lagi tidak mungkin saya bisa melakukan transaksi sebesar itu karena adanya kebijakan kartu kredit tidak bisa dipakai apabila transaksi kurang dari Rp 50.000,-… sebulan kemudian transaksi itu menghasilkan tambahan bunga Rp 100.000,-, dimana lagi logikanya? yang katanya bunga terendah… sampai akhirnya saya mengajukan penutupan tapi ditolak dan minta diabaikan, tp saya tidak mau mengabaikan karena denda keterlambatan terus bertambah dan akhirnya saya ke kantor pusat BNI kartu kredit, saya pikir masalah berhenti sampai disitu karena tidak ada lagi tagihan yang dateng sampai 2 tahun kemudian yaitu sekarang dimana pengajuan kredit saya ditolak gara2 hal tersebut…
Kampret dan kutu kupret BNI kartu kredit…
Waduhhhh…saya baru aja terima kartu kredit dari bni yang master card dengan plafond 2juta,barusan saya aktifkan by phone dengan menghubungi 68888 tiga hari yang lalu,sampai saat ini belum jga sy pergunakan sama sekali..katanya operator gratis iuran tahunan selama 2 tahun yang dari awalnya katanya diinformasikan kalu harus bayar iuran tahunan 120.000/tahun..(yang bener yg mana gak tau juga…:)…), jadi agak takut2 juga nih mau pake belanja…hehehhe…..:)
selamat siang bpk arif kita memang ada untuk gratis iuran tahunan 2 tahun syart dan ketentuan berlaku seperti partner bni payrol bni tapi kalau yang reguler memang di kenakan sekian terimakasih
Trus gimana dengan masalah -masalah diatas mba..? knp bisa terjadi..?
KK BNI banyak yang gak beres ya? tadi pagi aku ditelp BNI karena aku mau ajukan kredit. Katanya aku punya tunggakan 26 juta dari pokok 2 juta dari tahun 2000 padahal dulu kartu kreditku belum pernah di aktifin dan lokasi penarikan katanya dijakarta padahal aku bekerja di surabaya. dan tidak pernah ada pemberitahuan sama sekali selama 11 tahun…cara mainnya kok kayak gini brengsek banget….
Saya juga pemegang BNI VISA, pertama dan satu-satunya kartu kredit yang saya pegang. KORBAN akibat BUJUK RAYU TEMAN, yang berteman juga dengan orang BNI VISA. ck ck ck MEREKA memang SAMPAH. menghalalkan segala cara utk menggaet nasabah…
Saya tinggal di Mataram, NTB. Bulan ini SAYA mengajukan KREDIT ke sebuah BANK pemerintah, TAPI TIDAK BISA krn berdasarkan informasi dr BNI CALL CENTER, Saya masuk daftar Blacklist BI krn laporan SID (sistem informasi debitur) mereka yg dititipkan di Bank Indonesia memuat laporan kalo saya beberapa kali pernah menunggak pembayaran angsuran BNI VISA.
Saya AKUI, TETAPI Saya tetap membayar. Kisaran angsuran saya awalnya 1 jtaan dan saat ini hanya 200 s.d 300 rban, apakah layak saya masuk daftar hitam?
Selama ini saya sangat menghargai dan dengan baik menjelaskan setiap asalan utk keterlambatan pembayaran saya. Saya hanya pernah komplain sekali, hanya utk menanyakan siapa pihak BNI VISA yg tega menyiarkan kalo SAYA PUNYA KARTU KREDIT BNI lengkap dengan no. HP saya ke berbagai pihak yang kemudian meneror saya dengan berbagai penawaran belanja asuransi dan diskon segala (Nah untuk kasus yang ini, rekan kerja saya sampe korban 2 jutaan) dan anehnya para penelpon itu sebagian besar bukan dr pihak BNI VISA.
SAYA hanya seorang dosen, DATANG seperlunya ke KANTOR, dan krn kesibukan bertahan HIDUP, saya jd sering lupa dengan tagihan rutin BNI yang selalu terdampar di BAG. TU Fakultas. SAYA tidak bisa membayangkan kalo seandainya pemegang kartu BNI VISA adalah org2 yg sangat mobile (pindah alamat krn pindah kerja), bisa jadi nggak pernah liat billingnya dan pastinya selalu was2 krn takut diblacklist. Padahal, waktu ngisi form, kita disuruh nyantumin alamat email, tapi kalo nggak diminta MANA MAU mereka ngirimin tagihan ke email.
Saya pernah baca kalo pengisi (yang nginput) SID mereka di BI itu adalah para pegawai Bank peserta SID… saya jadi berpikir, jangan-jangan saya jg diblacklist krn kesalahan PEGAWAI BNI sendiri. LUAR BIASAnya, aturan formalnya malah Bank Indonesia mengeluarkan Daftar Hitam biasanya hanya yang terkait dengan Cek dan atau Bilyet Giro… dan saya tidak PUNYA dua PRODUK ITU. KOK kartu kredit skarang jd alasan senjata BLACK LIST ya?
Minggu ini saya melunasi total sisa kredit saya skitar 1.048.000an, dan akan merobek BNI VISAku dus menguburnya sbg kenangan buruk saya seumur hidup dan biarkan saja mengakar ke anak isteri kerabat keluarga teman dekat sejawat dan BAHKAN para mahasiswa saya…. BIAR tak ada yg berminat lagi berKREDIT BNI VISA.
BLACkLIST? SEHARUSNYA BNI VISA memberitahukan ini secara transparan POSISI saya dimana … 2, 3, 4, to MACET kayak MALINDA DEE (via telpon kek, email ato laporan bulanan). SAYA juga tahu sama skali RESIKO ini ketika mengajukan diri menjadi NASABAH. dan BUKANkah resiko ini harus dibiarkan terbuka untuk orang baru belajar memegang Kartu Kredit seperti SAYA?
bye bye BNI VISA….
saya berencana buat kk BNI, karena ada promo tiket, beli satu dapat dua. Tapi setelah membaca keluhan di atas, sy jadi bingun, jadi buat atau tidak. Supaya tulisan ini fair tlg hubungi pihak BNI tuk klarifikasi
Saya juga dapat kartu kredit ni sudah 4 bulan, dan anehnya baru 1 bulan sudah ada tagihan sedangkan no PIN nya aja belum keluar,sedangkan belum saya pergunakan,dan sama waktu awal bilangnya gratis untuk biaya tahunan sebesar Rp.180.000 eh nyatanya ada dalam rincian,terus gimana ni,jadi takut mau meggunakannya juga
Memang BNI tidak fair dalam penanganan kartu kreditnya. Sebaiknya jng memakai kartu kredit BNI, untuk menonaktifkannya sangat sulit sekali.
wad……….dhuh……….., rencana bikin KK BNI kyknya kudu dibatalin nih, terlalu bxk komen dan opini yg sangat menyakitkan ha3x (kisah cinta kelaeee) ……..
Saya mengalami persis kejadian sperti diatas , CC sdh dinon aktifkan by phone , dan sdh tdk ada tunggakan , singkat cerita beberapa thn kemudian KPR di tolak krn ada sangkutan dg CC BNI , setelah di cek ternyata berasal dari iyuran tahunan yg akhirnya bunga berbungan sampai 4 jt-an . akhirnya uang DP saya pada developer jadi hangus , kalau dilihat banyak yg mengalami hal yg sama , sepertinya ini modus dari bank agar nasabah yg mentutup CC akan terjerat tunggakan , bagi kmomentator yg menyatakan berani berhutang hrs berani bayar , ini masalahnya bkn tdk mau membayar , ini adlh korban dari sistem BNI , atau operator dg sengaja tdk menutup CC , atau membiarkan tetap aktif . bagiP[ihak bank mohn tanggapannya , sy yakin ini bukan policy tp oknum yg tdk bekerja profesional …..demiikian BNI BENAR BENAR BAJINGAN BIKIN SUSAH ORG SUSAH
saya ga tahu masalah tunggakan… cuman kalau dari kejadian.. tidak pernah memakai tapi di suruh bayar.. saya curiga.. jangan-jangan ini permainan marketing kartu kredit ya?? heeh
wah saya pengguna aktive cc bni nih,mau ditutup dr kemaren… gmn cara nutup nya biar bi check saya ga bermasalah ya????? mohon bantuan nya email ke r_adipura@yahoo.com thq
buat ibu dian widianti apakah ibu menutupnya langsung ke pihak bank bni atau cuman melalui telpon .karena untuk penutupan harus ke bank dan buat surat pernyataanya dan untuk kartu kredit akan di hancurkan di depan ibu itu baru penutupan yang sah sekian penjelasan saya semoga bermanfaat terimakasih
buat bapak saiful di mataram maaf pak bpak harus koreksi dulu pembayaran bapak ,,dalam aturan perbankan 3x menunggak itu sudah termasuk kurang bagus atau sudah masuk dlm daftar hitam perbankan ini tidak hanya di bni saja,,nama bapak akan bagus kembali asalkan lunasi tagihan di bni dan minta surat pelunasan dari bni terdekat demikian penjelasan saya
wahh padahal minat bikin BNI CC buat belanja di amazon, batal dulu dehhh
(
mau tau ada tunggakan ap ngg nya?? klo ada kenalan di bank, analyst kredit, credit officer.. dll dsb.. minta tolong aja.. untuk cek BI checking… keliatan di sana… berapa sj tunggakan, ga hanya kartu kredit.. kredit panci pun bs keliatan ( hehehehhe Just kidding ) d bank mana, berapa banyak, tenor dll…. fyi… cmiiw…
Bp Jaya untuk BI Checking ngak semudah itu, harus jelas keperluannya. kalaupun minta kenalan cek BI ada konsekuensinya (harus sesuai prosedur)
Waaahhhh???? serius nih???? aku punya 2 KK BNI nih, utk kep bayar asuransi aja sih..yg satunya buat belanja bulanan di Lotte doang..kalau pelayanan nya memble begitu, jadi males nih nerusin-nya..emang paling enak pake debit card aja ya…
Renteiner Bank yg mengeluarkan kk
iya BNI memang kacau……ngk jelas n ngk profesional
Gw barusan tutup cc bni saya, master dan visa. Karena kecewa dgn pelayanan yang buruk dari bagian kartu kreditnya. Tagihan yang semestinya 12 bulan, ditagihkan sekalian..sudah komplain tapi gak ditanggapi. Benar2 nyesel pake cc bni. Mereka gak mau tau dgn kelalaian yg mereka buat. Hanya menuntut kewajiban dari setiap nasabahnya. Tampa mau tau dgn kewajiban mereka.
aduh…kenapa baru baca ini sekarang…. saya baru 4 bulan aktif cc BNI, tagihan bulan pertama bertambah 120rb, yg ternyata setelah di cek itu adalah iuran tahunan padahal waktu bikin katanya iuran tahunan gratis untuk tahun pertama. kemudian bulan kedua ada tagihan sebsar 117rb, padahal ga pernah dipake.
sedangkan surat tagihan ga pernah sampe
coba hubungi call center selalu masuk daftar antrian.
klo mau menutup harus kemana ya?
saya n suami pemakai kartu kredit bni selamalbh dr 2 tahun, jujur saya sendiri bkn pemakai aktif, cc saya pakai hy pd saat emergency, contohnya utk byr biaya rs klo2 ada yg skt n tau sendiri biaya rs skrg mahal! Byk memang nasabah yg merasa klo tutup cc ckp dgn telp ato ga usah dibayar aja tagihan2nya ntar jg mati sendiri, pdhl itu pikiran yg keliru, hal2 itu sdh dpt dilihat dr contoh2 diatas, jd qta hrs dtg kebank utk tutup cc! Utk tag yg ktanya tdk pernah dtg, sy sendiri jg mengalami tp saya secara aktif melihat via atm ato sms banking tagihan2 sy, jd jgn mengandalkan kurir, sypun sll memperhitungkan bsr sisa tag sy bln dpnnya dgn itungan sy sendiri plg meleset +/- 10 rb, klo lbh dr itu patut dicurigai, dijaman skrg mmg nasabah hrs pinter, jgn cuma terima mentah2 apa yg bank ksh tau keqta, ga mgkn kan dia ksh tau yg jleknya?! Tp akan lbh pintar lg klo qta bisa hdp tanpa cc, ato jgn buka cc klo cuma sekdr bwt menuhin nafsu belanja qta, klo punya uang yg cash, ga punya ya nabung! Itu yg plg smart. Ok!
banyaknya isue membuat Saya jadi berpikir panjang dan khawatir , mohon bantuan minta informasinya bila tutup Kartu Kredit BNI 46 ..baik lewat call center / biasanya ditangani oleh tenaga outsourcecing dan bukti tertulisnya hitam diatas putih dari pejabat BNI Card Center / pegawai bank berwenang. terima kasih.
Cerita di atas bulan ini ( Oktober 20011 ) menimpa diri saya,…bulan Juni 2007 saya membayar semua tagihan kartu kredit BNI sebesar Rp 900.000,- …seminggu berikutnya ketika saya butuh dana cash saya mencoba menggunakan Kartu Kredit di ATM,…ternyata waktu itu kartu kredit saya di tahan ATM ( gak tahu kenapa )….trus bulan2 seterusnya tidak ada tagihan apapun dari BNI….lantas saya berpikiran hubungan saya dengan kartu kredit BNI telah putus….Tapi bulan Oktober ini ( empat tahun kemudian ) ada Collector dari PT CITRASENA ( konon mitra kerja BNI, yang telah diberi mandat menagih kartu kredit yang tak tertagih) datang ke rumah dan menagih kartu kredit saya yang komulatif sudah Rp 3. 178.000,- ( Astaghfirulloh ),—SAYA SUDAH MENGHUBUNGI CALL CENTER BNI tapi jawabannya tak memuaskan…..JADI SAYA BERKESIMPULAN….KOMENTAR-KOMENTAR DI ATAS SEMUA BENAR ADANYA….
BNI emang Payah, Ati2, saya dijanjikan gratis anual fee oleh sales mereka ternyata ditahun kedua ditagih sebesar 240ribu, waspadalah……..
Hati-hati dengan penutupan kartu kredit, lebih baik di konfirmasi terus apakah benar kartu kredit yg sudah kita tutup benar benar sudah ditutup tanpa ada tunggakan. Jangan sampai seperti saya yg saya kira kartu kredit BNI saya sudah ditutup karena saya keberatan dengan iuran tahunannya yg ditagihkan pada bulan jan 2011. sepengetahuan saya, saya sudah melakukan penutupan kartu kredit tsb. ternyata sampai hari ini saya mencoba mengeceknya ternyata tagihan kartu kredit saya masih berjalan berikut denda keterlambatan dan bunganya sudah mencapai 1.2jtan sd 2 nov 2011. padahal saya tidak pernah menerima tagihannya, tidak ada yg menelpon saya dari pihak bni nya maupun dari pihak debt collectornya. jadi bayangkan kalo saya tidak mengecek status kartu kredit tersebut? tagihan keterlambatan tetap berjalan berikut bunga keterlambatannya. dan masuk ke dalam daftar hitam BI. Saya masih menunggu jawaban dari pihak bni nya yg mana bagian BNI premium callnya tidak bisa melakukan apa apa karena katanya berkas saya sudah masuk ke dalam daftar telat bayar (bagian debt collector). Padahal saya belum pernah dihubungin dari pihak BNI bahwa saya masih ada tunggakan tersebut. Saya masih menunggu proses selanjutnya. Saya berharap pihak BNI bersikap lebih care dan bertanggung jawab terhadap customernya maupun mantan customernya.
Saya sedang mengalami masalah dgn kartu kredit BNI. Ceritanya sebelumnya saya tutup, tagihan saya sekitar 2 juta. 4-5 bulan kemudian saya dihubungi pihak BNI Sentra Bisnis Kartu menawarkan agar menyicil tagihan saya. saya setuju, dan ternyata tagihan saya sudah menjadi 4,123 jt (potongan 123rb). karena saya memang berhutang, saya setuju saja. akhirnya saya ikut program cicilan sebesar 200rb perbulan selama 19 bulan (uang muka 200rb tdk termasuk cicilan) dari bulan Mei 2010 s/d November 2011. tanggal jatuh tempo tiap tgl 13.
Jika sudah masuk tgl 6/7 tiap blnnya, penagih selalu menelepon, mengingatkan agar saya segera bayar. Karena saya bayar lewat atm bersama (saya tdk punya tabungan di BNI), saya selalu mengacu kalau saya tidak lagi di telpon, maka pembayaran saya sudah masuk. Karena kalau lewat atm bersama kan tdk ada data yg lengkap, hanya nomer kartu aja. Selama ini, saya juga membayar cicilan kartu kredit ANZ lewat ATM, dan baik-baik saja, karena ANZ masih mengirimkan billing, dan di situ tertulis berapa pembayaran saya. dan saya selalu menanyakan ke penagih, apakah pembyrn saya kemarin masuk. jawabnya selalu sudah diterima. jadi saya tenang-tenang saja.
Akhirnya bulan November ini, harusnya adl bulan terakhir saya bayar, ternyata, kata penagih, pembayaran saya kurang 600 rb termsk bln ini. Saya kaget sekali. dari mana 400rb itu? padahal jelas-jelas sebelum saya mulai cicilan, saya dpt perjanjian bermaterai, berisi tabel angsuran reschedule (yg untungnya masih saya simpan). dan pembyrn terakhir bln 11 thn 2011.
Saya telpun ke BNI Sentra Bisnis Kartu, katanya mungkin ada pembyran yg belum masuk. Pdhl, jelas-jelas di bukti ATM, tertulis no kartu kredit BNI. Malangnya, saya hanya punya 11 bukti pmbyrn, yg lainnya udah hilang, karena saya beranggapan kalau sudah tdk ada telpun paling nggak bulan ini, berarti pembyaran saya masuk.
Entah ini kecurangan pihak BNI, yang “mencuri” uang saya, atau ini kecurangan pihak lain, yg bermaksud membodohi orang yg kurang teliti. Karena waktu saya telpun ke BNI Sentra bisnis kartu, si penerima agak kaget mendengar saya masih menyimpan Tabel Angsuran Reschedule saya.
Saya berniat tidak membayar 400rb itu, tp saya takut, kalo saya tdk dpt surat pelunasan, maka tiba-tiba 400rb, itu jadi berlipat ganda, dan jelas akan “menghantui” saya suatu saat nanti.
Yg perlu saya ingat, apapun bukti pembayaran, kapanpun itu, jgn sampai hilang, kalo perlu di file, di perbanyak, di simpan di komputer, atau apa saja. Karena kita tetap aja pihak yang lemah, selama tdk ada bukti tertulis, kita tetep kalah.
Saya juga tidak tahu, apakah BNI Sentra Bisnis Kartu itu resmi dari BNI atau hanya kelompok debt Collector yg mengatasnamakan BNI. Tapi yg jelas, alamatnya waktu saya ambil Surat Perjanjian, ada di Bank BNI lt 3.
aku tutup card bni thn 2000 via telp bni call centre . cc bni blg ok, lalu thn 2004 ada tagihan 3 juta ,, aku blg dah tutup th 2000 dan bYr lunas 3 juta , aku nggak mau bayar …
di thn 2008 di tagih lagi rp 12 juta… .. ya aku nggak mau bayar dari mana datangnya itu anggka , limitcard aja 3 juta,,, di terror , di telp .. sampai akupindah rumah ke cisauk..
tapi mauapply kredit motor di tolak,,, kata masuk black list BI
kasian bgt ya… nasib aku
Pengalaman pribadi saya tentang Kartu Kredit BNI..BENAR-BENAR MENIPU, JANGAN PERNAH PERCAYA GRATIS BIAYA TAHUNAN promosi dari para marketing BNI.
Sebagai pemakai kartu kredit BNI saya dijanjikan akan diberikan iuran gratis selama dua tahun kalau membuka kartu kredit BNI. Setelah saya mengaktifkan kartu kredit BNI ternyata ada tagihan iuran tahunan yang muncul. dan setelah saya sampaikan keluhan soal PENIPUAN yang dilakukan oleh MARKETING CC BNI ke BNI CALL CENTERdengan no telp : 500046, saya diminta menunggu pada saat jatuh tempo dan diusahakan akan dihapuskan tagihan tersebut oleh petugas. Namun pada saat jatuh tempo tagihan dan saya mengecek jumlah tagihan saya ternyata IURAN TAHUNAN TIDAK DIHAPUSKAN .dan saya teteap diminta membayar tagihan iuran tahunan.
Berdasarkan pengalaman tersebut saya sudah MENGAJUKAN “PENUTUPAN” KARTU KREDIT BNI. Hikmah dari cerita saya …JANGAN PERNAH PERCAYA ORANG-ORANG BNI. (walaupun sebenarnya perusahaan saya ada kerjasama dng BNI, Doakan saya semoga suatu saat ada kewenangan di saya untuk MEMUTUS semua kerjasama dengan BANK BNI ini-amin) (ironis Bank Pemerintah ternyata suka menipu rakyatnya).
ini yang komplain gimana sih
namanya punya utang ya utang
masalah gak di kasih tau kan situ tau kalo punya utang
masak udah ngutang trus di tagih ngomel ngomel
bukan salah banknya lah
salah sendiri kenapa ngutang?
untung gw gak pake kartu kredit
hahaha
mudah2an kejadian tersebut tdk terjadi pada sy, krn sy jg salah satu pengguna kartu kredit BNI. kayaknya sy ada niatan deh untuk menutup kartu kredit BNI sy.
BNI memang kacau
Emang sy pernah alami persis sebelum Lebaran 2011
Wkt itu kk saya bukan utama buat cadang.
begitu tagihan Rp.0,- kk punya saya musti bayar
perpanjangan bayar terus keluar,
saya tanya ke callcentre & ke BNI Ciamis, tetaplah
menurut saya “POKOKNYA APAPUN ALASAN GUA
KALO GUA TAGIH ELU MUSTI BAYAR” berapapun besanya
Ingar Malinda DEE dan pa Okta ?
daripada punya kk tapi tidak dipake
sekalipun gratis tapi boong
lebih baik tidak sama sekali.
bener… jangan mau terjebak riba temen saya punya kartu kredit.bni. kartu perpanjangannya dikirim kekantornya. sementara dikantor tersebut belilau sdh tdk bekerja lagi disitu. akhirnya ditaro saja oleh kurirnya. selanjutnya kartu tergeletak dimeja, dan, ada orang yang nakal menggunakannya…. akhirnya temen saya ada tagihan datang kerumahnya… dengan nada kesal tetap saja pihak bni menganggap temen saya yang pake…. emang sialan pelaku riba yang dulunya merayu pada saat bermasalah malah menuduh bahkan tidak memberikan solusi….. jangan mau dah pake kartu kredit apapun juga… riba….. haram….