Hati-hati Dengan Penutupan Kartu Kredit BNI

by Konsumen on December 12, 2008 · 129 comments

Baru-baru ini saya mengajukan KPR, kredit ditolak dengan alasan masih ada sangkutan di BNI. Saya merasa tidak punya hutang di BNI makanya saya klarifikasi dengan pihak BNI.

Pada hari Kamis tanggal 11 Desember 2008 sekitar jam 16.30 saya telpon ke BNI di Nomor 6928105 dan diterima oleh Bu Mila yang “RAMAH”. Saya menanyakan ada sangkutan apa saya di BNI yang menyebabkan kredit saya ditolak? Ternyata jawabannya katanya pada tahun 2003 saya punya kartu kredit yang belum ditutup (yang seingat saya sudah ditutup) yang jumlahnya lebih dari Rp. 4 juta???? Padahal limitnya saja Cuma Rp. 2juta… Saya tanya kenapa nilainya bisa fantastis seperti itu… Dia bilang karena kartunya masih aktif jadi masih kena bunga, iuran tahunan, denda karena tidak bayar??? ANEH….padahal saya tahu kalau saya masih ada hutang saja karena saya mengajukan KPR dan saya bermaksud baik untuk menanyakannya ke pihak BNI bagaimana kalau saya tidak telpon untuk menanyakannya beberapa tahun kedepan..????? Mungkin bisa berkali lipat jumlahnya….

Akhirnya saya tanya… kalau saya mau selesaikan apa ada kebijaksanaan dari BNI untuk mengurangi jumlah tsb. Dan dikatakan saya cukup membayar sampai tahun 2006 sebesar RP. 1,2 juta… Saya masih keberatan karena ini bukan mutlak kesalahan dari saya… Selama ini saya sama sekali tidak pernah menerima tagihan ataupun telpon dari BNI yang menyatakan kalau saya masih punya hutang (padahal menurut pihak BNI) kartu saya masih aktif… Secara logika kalau kartu saya masih aktif, pasti akan terus ada surat tagihannya kan???

Disini saya lihat BNI sangat tidak fair terhadap saya… Saya mau menyelesaikan tunggakan saya kalau dulu ternyata masih ada yang harus saya bayar… Tapi tagihanpun tidak pernah saya terima. Padahal dari dulu sampai sekarang saya masih ada di alamat dan kerja ditempat yang sama dan karenanya saya yakin sekali sudah menutup kartu tsb. Dan kalau ditanya bukti pelunasan saya… Mana saya ingat lagi karena itu sudah lama sekali.

Mohon agar Pihak BNI bersikap professional, jangan merugikan dan mempersulit nasabah dengan hal-hal seperti ini. Dan saya yakin BNI bisa bersikap bijaksana dalam kasus-kasus seperti ini walaupun pada saat komplain tidak begitu baik penerimaannya, dan kepada nasabah BNI lainnya harap berhati-hati pada saat penutupan kartu… Bisa saja hal ini terjadi pada siapa saja…

Saya menulis disini karena pada saat saya telepon tidak mendapat respon yang pantas.

 

Dian Widianty

Pondok Timur indah Jl. Camar VI Blok C 155

Bekasi, Jawa Barat

HP. 08128002721

{ 129 comments… read them below or add one }

1 Jay January 9, 2009 at 10:24 pm

Memang kadang2 kita harus jeli…
semoga berhasil mengurus kartu kredit bni anda…
dan anda tidak dirugikan…

Reply

2 noniq July 2, 2009 at 10:20 am

wah,saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa anda.
saya jadi takut jg kalau hal itu terjadi pada saya,karena saya juga termasuk pengguna kartu kredit bni
dan suami menyarankan agar saya melunasi taghan dan menutup saja.
saya setuju saja dan kemaren saya coba telp ke call center katanya saya hanya perlu melunasi tagihan yang ada plus bunga.
ya klo menurut saya itu jawaban yang kurang sekali,karena dia tidak menjelaskan secara detail bagaimana proses lalu hal apa saja yang harus saya lakukan sampai kartu saya benar2 tidak bisa di pergunakan lagi.
dan seolah2 dia memberi jawaban dngn sangat terburu-buru.

Reply

3 anto July 22, 2009 at 3:19 pm

saya menemukan halaman ini saat searching kartu kredit apa yang cocok untuk saya pakai, karena saya sedang ingin buat kartu kredit. kata temen2 emang BNI yang paling murah, tapi ternyata ????? sepertinya Tuhan masih melindungi saya untuk tidak terjerumus kepada sistem riba.

Reply

4 bambang August 4, 2009 at 4:12 pm

klo tidak penting banget lebih baik tidak usah buat kartu kredit

Reply

5 siska August 25, 2009 at 5:09 pm

wah…., sy jd cemas jg nih, soalnya sy berencana menutup kartu kredit bni karna sy sdh dipermalukan saat belanja di electronic city….

Reply

6 Irfan September 5, 2009 at 7:36 pm

Mungkin memang begitu ya layanan bni, seperti skr kartu kredit sy tdk bisa diaktivasi tapi tagihan adm dan asuransi datang terus. Kalo dikonfirmasi di call centre nya bilang “bpk tdk usah menelpon nanti kami yg menghubungi”. Ntah sampe kpn ini sdh masuk bln ke-4 jgn2 emang ini strategi bni u/ menutupi layanan yg amburadul.

Reply

7 yudi arfani September 8, 2009 at 5:43 pm

Waduh urusan kartu kredit lebih enggak usah deh..
Saya sudah kapok menggunkan kartu kredit,setiap ada sales yang ingin menawarkan kartu kredit saya bilang maaf ini kartu apa, oh ini kartu rentenir ya…

Salam
Yudi Arfani

Reply

8 tono September 11, 2009 at 11:37 am

saran aja, pada saat mau pnutupan Kartu kredit kt hr pnter2 nego. sy pnah pnya tgakan 8 jt trus sy hnya byr 3 jt di bni

Reply

9 Jemy September 16, 2009 at 11:18 pm

Kartu Kredit bisa membahayakan kalau yg bersangkutan tdk bisa mengontrol pemakaiannya.. tetapi kartu kredit juga sgt bermanfaat untuk jaga2 atau utk keperluan darurat.. dan banyak sekali promo dr kartu kredit yg menguntungkan kita..Jadi semua pilihan ada di tangan anda..

Reply

10 Yolan September 17, 2009 at 9:53 am

Saya tadinya berencana mengurus kartu kredit BNI tapi wkt searching dan dapat informasi ini.Tidak jadi deh!!!!

Reply

11 RINA September 28, 2009 at 5:47 pm

wah iadi takut nih, padahal saya baru mau rencana buat kartu kredir bni, jadi bingung nih kartu kredit apa yg cocok, tidak bermasalah dan tidak merugikan tapi bunganya kecil.!!!!!

Reply

12 Satrio October 12, 2009 at 8:56 pm

Kejadiannya Sama Dengan Saya…..
Waktu Itu Saya Masih Ada Tunggakan Kartu Keridit BNI Sejumlah 2 Jt Tahun 2005 Sampai Sekarang Tidak Pernah Ada Tagihan sama Sekali… Tiba-tiba tanggal 12 10 2009 ada telp kerumah saya katanya mau sita rumah kalo ga di bayar.. memangnya sepadan apa nilai rumah dengan tunggakan yang cuma 2 jt. dan mana tagihan nya selama itu ga pernah ada… tolong BNI Jangan seenaknya sendiri

Reply

13 Heh October 23, 2009 at 1:17 pm

mungkin kalau punya kartu kredit ya tunggu saja sampai expired. dan pastikan uang tabungan anda cukup untuk membayar semua fee dan hutang anda.

sialnya sekarang kartu debit nggak bisa digunakan lagi buat verifikasi PayPal. di zaman ini banyak internet users yg register PayPal dan supaya bisa digunakan mesti veifikasi pakai kartu kredit dan debit (dulu).

saya curiga kenapa kartu debit ngak bisa dipakai buat verifikasi krn fee nya rendah, kartu kredit fee nya tinggi. jelas nasabah lebih milih kartu debit kan? nah ini menyebabkan nartu kredit makin tidak laku, dan Bank pun menurun pemasukannya dari nasabah (mereka bisa menyedot dana nasabah lebih banyak kalau nasabah ngutang pake kartu kredit dan bayar fee nya) jadi dhilangkan saja support kartu debit terhadap PayPal.

dengan kata lain, MASYARAKAT INDONESIA SEDANG DIPAKSA UNTUK MEMILIKI KARTU KREDIT DAN BERHUTANG SUPAYA BANK DI INDONESIA DAPAT MENYEDOT DANA MEREKA!!!!!!!!!

Reply

14 Abung October 30, 2009 at 4:42 pm

Sy jg punya masalah dgn BNI CC, sy tinggal di Banten tp ditagihan dinyatakan bahwa sy telah melakukan 2 (dua) kali transaksi di salah satu swalayan kota Manado Sulawesi Utara, kapan sy ke Manado? Mimpi pun gak pernah, padahal Credit Card tsb sudah lama tidak sy gunakan alias cuma bayar iuran tahunan saja. Ada apa dgn BNI CC ?

Reply

15 Iv November 6, 2009 at 9:40 pm

Saran saya bg anda yg ingin menutup kartu krdt anda.sebaiknya datangi ktr cabang Bni trdekat d kota anda/jgn hanya lewat telpon spy kalo mau komplain lbh jelas.krn biasanya anda d suruh mengisi form..harap form d copy oleh anda..dan bagi yg punya kartu krdt,jgn sembarangan memberitahukan nomor kartu krdt anda kepada org lain.krn itu bs bahaya

Reply

16 riko_1611 March 30, 2010 at 11:35 am

Baru sebulan Yang lalu saya mengalami hal yang sama, yaitu tagihan yang tiba2 muncul setelah sekian lama sudah lunas.
Tagihan yang saya terima yaitu 3,480 jt atas kartu yang saya sudah tutup ditahun 2004.
disini saya tidak akan bercerita tentang kronologi kejadiannya, tapi saya akan share bagaimana mengatasi mafia kartu kredit (terutama CC BNI).
Pertama kita harus kenal/atau mempunyai koneksi dengan orang dalem di BNI kalo perlu kepala Debt collectornya. Dengan demikian kita bisa negosiasi jumlah yang akan dilunasi, untuk kasus saya hanya membayar 350 rb (anggep aja sebagai buang sial).
Bandingkan dengan tagihan sebesar 3,480 jt
Kedua, kita harus minta ke mereka surat tanda lunas.
Ada 2 surat tanda lunas, satu tanda lunas dari BNI dan yang satunya lagi surat pelunasan yang tercantum di Bank Indonesia.
Nah berdasarkan surat itu pihak BNI tidak bisa macem2 lagi.
Semoga share ini berguna bagi temen2

Reply

17 Buana August 31, 2010 at 2:22 pm

Kalo anda tahu semua Bank itu adalah penjahat. Kalo kita tidak perlu2 amat nggak usah pinjam bank apalagi yang KTA dan Kartu kredit semua brengsek.

Reply

18 Buana August 31, 2010 at 2:25 pm

Citi finansial juga tidak profesional abis

Reply

19 CC September 20, 2010 at 8:54 pm

berani berhutang, ya anda jg hrs bayar.. jangan mau enaknya aj dong.. gmana siiii..

Reply

20 satria May 10, 2012 at 4:09 pm

Ya gak bgt, wakt dulu CC ditawarkan gak ada dasar Hitam Putih Yg di Tandatangani, langsng keluar kartu CC nya, dipake lalu mau melunasi secara fix tipa Bulan 25 rb, yp gak mau, ya sdh, Kart kredit di kembalikan lewat Kuasa Hukum Kita, Ya tagih kpd mereka sbg wakil Kita, gak mau ya sdh, Peraturan karepe dewe, gak ada Dasar Hukumny, Ya niat baik gak mau dibayar tetap per bulan, ya sdh ! Pasti sdh write off dan sdh di asuransikan , ngapain repot2

Reply

21 momon September 23, 2010 at 1:05 pm

kok ga ada komentar dari pihak BNI ya…pengen liat ney

Reply

22 kakekanne September 24, 2010 at 4:37 pm

Parah….

Reply

23 Arief September 24, 2010 at 4:56 pm

Bnyk sekali sudah keluhan yg berkaitan dgn Kartu Kredit, sebaiknya kalau tidak benar-benar perlu anda harus berfikir lagi untuk membuat kartu kredit. kalaupun anda telah memilikinya, saran saya sebaiknya tidak mempergunakan Kartu kredit kalau anda bisa membayar dengan tunai atau dengan kartu debit…kenapa sih harus berhutang dan membayar bunga yang tinggi kalau anda bisa untuk tidak berhutang?

Reply

24 zekly October 25, 2010 at 2:25 am

aku punya kartu kredit platinum BNI limitnya 75 juta.sudah 6+ bulan ngak pernah di kirim tagihan,jadi tiap bulan harus menelpon OP,yang anehnya selalu ditanya apa kendalanya tapi jawabanya selalu sama,nanti di tanya bagian kurir.katanya sih kartu platinum dilayani sama yang proposional tapi hasilnya ngak ada.oh bank BNI kalau gini terus aku harus menutup kartu BNI aku,aku juga mempunyai kartu kredit dari bank lain yang limitnya di atas 100 juta tapi sampai sekarang aman2 aja

Reply

25 motty November 2, 2010 at 4:24 pm

hari ini saya baru saja menerima kartu kredit BNI,saya aktifkan..15 menit kemudian saya tutup!!…merasa tertipu krn ternyata promo iming2nya tidak sesuai semua alias salah semua….hehehe..apalagi setelah baca tread ini…..pelayanannya juga ga profesional banget…

Reply

26 Deri June 9, 2011 at 8:08 pm

Gmana cara menutup kartu kredit tersebut.

Reply

27 benz benyamin November 5, 2010 at 7:57 pm

Jangan trus percaya ama petugas promo BNI Card, karena yang disampaikan banyak gak sesuai dengan aturan main dari BNI card Centre. Sebelum memutuskan jadi member, cari informasi dulu di Website atau orang2 yg telah jd member. Biar aman men …..

Reply

28 arachim November 9, 2010 at 1:01 pm

setelah membaca komentar dari pernyataan teman-temen mengenai kartu kredit terutama BNI, rasanya perlu ditutup juga nich kartu kredit saya mengingat ketidak profesionalismenya petugas Bank BNI itu sendiri, dimana tidak ada kejelasan yang pasti bagaimana para nasabah dibuat nyaman dan damai memiliki kartu kredit. tadinya saya berpikiran positif aja selama ini terhadap BNI namun setelah searching jadi berpikir kembali untuk menegaskan MENUTUP KARTU KREDIT BNI

Reply

29 dicky November 25, 2010 at 6:38 pm

wah bahaya ni, gue br aktifin lg

Reply

30 edu November 26, 2010 at 1:46 pm

emang brengsek tuh bni..tagihan 6 bulan jg blm dikirim..capek kt komplain terus,bukannya diusut kemana tagihan nyasar…pelayana buruk

Reply

31 yanie November 30, 2010 at 10:26 am

waduh………….. gimana nih saya jg pake bni baru 1bulan dan kemarin ada tagihan tahunan,katanya free iuran.waktu sy tanyakan katanya tagihan itu abaikan saja. saya jadi kawatir nih ditagihkan lagi…………
Apa yg harus sy lakukan mengingat card saya masih baru

Reply

32 widya_jambi December 3, 2010 at 6:16 pm

wah…thanks ya sobat,saya dan suami baru aja tadi pagi berencana buka kartu kredit bni utk registrasi di paypal.pikir2 lagi deh…

Reply

33 dwi December 4, 2010 at 4:21 pm

Hmmm…minta saran donk mengenai cc yg biayanya murah n g bermasalah
Thanks

Reply

34 Adha Bayu December 13, 2010 at 10:42 pm

wah,,,hampir sama ama yg dialamin bapak saya..
ngerasa dah dilunasin sekitar tahun 2005an n ga ada tagihan bulanan eh tiba ada yg datang semacam debt collector ke rumah,, trus bilang “bapak punya tagihan kartu kredit BNI sebesr 4 jutaan”..
lho kug bisa,,
mohon penjelasan dari pihak kartu kredit BNI..
sangat merugikan konsumen

Reply

35 Adha Bayu December 13, 2010 at 10:48 pm

hampir sama ama kejadian yg dialamin bapak saya,,,
gimana ni kartu kredit BNI,,,kug gtu ya???

Reply

36 Hedy Soesilo January 21, 2011 at 10:57 pm

Kejadian yang menimpa Sdri Dian Widianty sama dengan yang saya alami. Tahun 2007 saya mengajukan kredit dengan jaminan kepada Bank Perkreditan Rakyat “KS” di Bandung, pada saat akan pencairan ternyata kredit saya ditolak dengan alasan masih ada tunggakan kartu kredit BNI sebesar kurang lebih Rp 190.000.- Lalu pihak BPR “KS” menjelaskan kalau kredit bisa cair apabila saya telah telah melunasinya. Lalu mereka menyarankan untuk memotong dari pinjaman saya. Alhasil, kredit saya bisa cair. Namun pada hari Jum’at tanggal 21 Januari 2011 ini, saya menerima telepon dari pihak BNI yang memberitahukan bahwa saya masih ada tunggakan sebesar Rp. 4.000.000 !!!
Saya sangat kaget mendengarnya ! Sungguh aneh dan tidak masuk akal sama sekaKejadian yang menimpa Sdri Dian Widianty sama dengan yang saya alami. Tahun 2007 saya mengajukan kredit dengan jaminan kepada Bank Perkreditan Rakyat “KS” di Bandung, pada saat akan pencairan ternyata kredit saya ditolak dengan alasan masih ada tunggakan kartu kredit BNI sebesar kurang lebih Rp 190.000.- Lalu pihak BPR “KS” menjelaskan kalau kredit bisa cair apabila saya telah telah melunasinya. Lalu mereka menyarankan untuk memotong dari pinjaman saya. Alhasil, kredit saya bisa cair. Namun pada hari Jum’at tanggal 21 Januari 2011 ini, saya menerima telepon dari pihak BNI yang li ! Saya pun menjelaskan kepada pihak BNI (penagih) bahwa saya sudah melunasinya melalui kredit di BPR “KS” ini, toh tidak mungkin nasabah yang masih mempunyai tunggakan diberikan kredit oleh bihak BI ?! Akhirnya, saya pun bersikeras bahwa saya sudah tidak ada masalah dengan pihak BNI dan saya pun tidak mau dipusingkan oleh hal semacam ini lagi. Akhirnya, hubungan telepon dengan pihak BNI ditutupnya. Yang saya herankan, koq selama beberapa tahun kebelakang, terutama setelah saya mendapat kredit dari BPR “KS” tidak ada tagihan lagi dari pihak BNI kalau memang saya masih ada tunggakan tentunya tagihan akan terus saya terima. Dan dengan adanya pemotongan kredit saya dari BPR “KS” untuk tunggakan tersebut, saya berpikiran permasalah telah selesai. Satu hal lagi yang saya tidak habis pikir adalah pada saat saya bayar sebelum pelunasan melalui BPR “KS” (tidak sampai saya lunasi, masih ada jumlah tagihan sebesar Rp. 190.000.-) saya sudah mengajukan untuk mematikan bunga! Dan hal ini sudah disetujui oleh pihak BNI. Tetapi tagihan yang mereka klaim sebesar 4 juta adalah hasil bunga ber bunga !!! Ternyata kartu kredit ini membuat rakyat sengsara !!!

Reply

37 Pujianto January 23, 2011 at 3:35 pm

waduh, aq jd bngung ni mau bikn kartu kredit bni.

Reply

38 Konsumen January 23, 2011 at 3:51 pm

Jika memang memungkinkan dan bapak memang butuh kartu kredit BNI, buat saja pak. Pengalaman diatas kan juga tidak dialami oleh semua orang.

Terimakasih.

Reply

39 Th. Try January 25, 2011 at 9:30 am

Ditagih atau tidak yang namanya utang tetap aja utang. Kesalahan yang sering terjadi adalah kita tidak membaca dengan baik syarat dan ketentuan yang berlaku pada saat awal kesepakatan. Saya 20 tahun pake kartu kredit dan alhamdulillah gak pernah ngalamin masalah sama sekali asal kita hati hati dan bijaksana dalam menggunakannya.

Reply

40 Penonton bola November 7, 2011 at 4:53 pm

Dari bicara anda..saya tahu klo anda adalah orang yg bekerja di instansi kartu kredit…aneh..ya..??

Reply

41 retnoindriyanti January 6, 2012 at 1:19 am

trus gimana dengan kasus saya.saya tidak pernah punya utang di bni,tagihan juga ga ada,card juga ga punya.tapi di BI bisa ada data saya katanya nunggak di bni sekitar 70 jt lebih dari tahun 2007??? bukanya itu pemalsuan data??? setelah sy cek di bni pusat data memang mengarah ke saya,tapi nama ibu kandung BEDA.berarti itu pemalsuan data.alasan bni mereka berdasarkan data yg ada 85% mengarah ke sy.sy minya di usut katanya bisa makan waktu tidak terbatas,itupun belum tentu bs dapat krn katanya sdh lama sekali.trus mau jadi berapa lagi utang sy di bni????
bukanya data yg anda terima semua foto copy? ITU BISA DIBUAT BOSS!! apa sy harus membayar hutang yg TIDAK PERNAH saya buat ????

Reply

42 pardi February 18, 2011 at 3:52 pm

waduh jadi bingung nih,padahal saya mau bikin kartu kredit bni,ya harus pikir2 dulu ah..

Reply

43 mario hendarto February 26, 2011 at 9:29 pm

saya bekerja di bni, dulu sebelum saya bergabung di bni 46, sya pernah menggunakan kartu kredit bni dengan limit terkecil sekitar 3 juta rupiah plafonnya, pada suatu saat saya merasa sudah tidak perlu menggunakan kartu kredit lagi, karena saya ingin memulai mengatur finansial saya. ketika saya membayar tagihan+bunga terakhir dari CC BNI, saya menghubungi operator bni di 021-57899999 lalu saya berbicara dengan operator dan saya mengatakan ingin menutup bni card saya, walaupun operatornya sempat meminta saya untuk berpikir2 lagi, dan sebelum memutuskan untuk menutup account saya, operator mengecek tagihan saya, dan dinyatakan lunas. kemudian untuk terakhir kalinya operator menanyakan lagi, “apa benar bapak ingin menonaktifkan account kartu kredit bapak?” saya jawab : “IYA” setelah itu operator bilang account bapak sudah kami tutup, dan bapak sudah tidak dapat menggunakan card BNI bapak dan segera untuk mematahkan CARD bapak, dan kami akan segera mengirimkan bukti penutupan kartu kredit malalui pos. saya puas dan sangat puas dngan playanan ini, jadi saya tidak perlu datang kebank.sekali lagi HARAP LAPOR KE BANK/OPERATOR untuk mennonaktifkan kartu kredit anda. terima kasih. semoga dapat berguna

Reply

44 Maha Atma Kadji March 1, 2011 at 1:23 am

wah busa bahaya nih dengan BNI…
apa aku harus pindah rekening ke bank lain?

Reply

45 Maha Atma Kadji March 1, 2011 at 1:26 am

tapi kalo baca koment lainnya, kayaknya gak semua yang ngalamin seperti itu, bapak saja yang lagi apes ya????

Reply

46 Gani March 10, 2011 at 5:14 pm

Iya .. nasabah BNI itu khan 2 jt lebih, terjadi masalah terhadap 1 atau 2 org khan biasa, saya memiliki kartu kredit BNI dah 10 tahun menurut saya pelayanan BNI sangat memuaskan malah menurut saya di atas rata2, apalagi utk pelanggan Premium nya (Kartu Platinum dan Titanium)

Reply

47 d ivan March 25, 2011 at 5:52 pm

waduh, gimana nih buat kartu kredit

Reply

48 Sahlan RB April 2, 2011 at 5:14 pm

Menurut sy punya kartu kredit bni masih ok, tdk masalah, yang penting setelah punya keputusan untuk memiliki kartu kredit bni kita tentunya harus care mulai registrasi pembuatan di kantor bni card centre, melakukan transaksi di tempat yg jelas, ragu2 jgn dilakukan, kemudian cross check ke teleplus bni dan pastikan kebenaran perihal transaksi yg telah kita lakukan, simpan bukti transaksi, cross check kembali lembar tagihan dgn bukti2 transaksi kita, bayar tagihan sebelum jatuh tempo, dan pastikan seluruh transaksi yg dilakukan kita mampu utk membayarnya, ibaratnya kartu kredit ini hanya sebagai back up sementara keuangan kita (non tunai) dan kelebihan dgn kita memiliki kartu kredit bni juga banyak selain bisa transaksi tanpa mengganggu sementara uang tunai kita juga banyak promo2 diskon tempat belanja, hotel dan fasilitas tunggu di bandara. Sekali lagi kalau sudah memutuskan utk memiliki kk bni kita harus benar2 care dan perhatian. Semoga selalu mendapatkan manfaatnya yg berati.

Reply

49 KAYAK January 15, 2012 at 8:07 pm

wah pasti ini orang yang kerja di bagian Marketing Kartu Kredit.

Reply

50 Roni April 13, 2011 at 11:06 pm

Saya juga baru mengalami hal menyebalkan dengan kartu kredit BNI, ketika saya mau membayar tagihan di ATM, saya kaget karena memiliki tagihan 1.2 jt lebih, padahal bulan kemarin saya merasa tidak menggunakan hingga sebesar itu. Maka saya telepon ke operator, dan sialnya selalu dimatikan sama operator ketika saya minta disebutkan rincian tagihannya. saya telpon 4 kali dan selalu putus. Sungguh menyebalkan.

Reply

51 sulaiman April 14, 2011 at 2:54 am

tidak semua apa yg anda alami sesuai fakta ..
ini strategi bisnis ( saling menjatuhkan )

Reply

52 silverant April 18, 2011 at 2:41 pm

Saya punya saran :
0. Jangan pernah cash advance, Jangan pernah cash advance, Jangan pernah cash advance. Cash advance = mengambil uang tunai melalui ATM.
1. Pastikan setiap bulan bayar full, bayar penuh agar tidak pernah kena bunga.
Kalo ga mampu bayar full, mending jangan pake kartu kredit. ini serius.
2. Ketika tutup kartu, pastikan bayar semua tagihan dengan lunas, jangan sisakan satu rupiah pun, kalo mau aman, lebihkanlah sekitar beberapa ratus rupiah…
3. tiga bulan setelah tutup kartu, coba telpon lagi ke BNI call center untuk memastikan apakah sudah benar2 tidak ada tagihan yg menggantung.

sekian …

Reply

53 ema July 18, 2011 at 1:11 am

ada apa bu silverant dgn cash advance? thanks

Reply

54 mifta NR May 4, 2012 at 7:07 am

Bunga Cash advance gueedee banggett….

Reply

55 syam May 20, 2011 at 11:25 am

dan kejadian yg sama menimpa saya… saya mengajuin kredit dan ditolak karena ada tunggakan kartu kredit BNI, pdhl itu terjadi 2 tahun yg lalu, saya sudah menutup, saya sudah ke kantor pusat BNI kartu kredit tp ternyata masih jadi masalah…. padahal tagihan yg saya nggak bayar cuma sebesar Rp 48.000,-… yang merupakan 2 transaksi aneh yang hanya berisikan nomor nomor tidak jelas yg masing2 sejumlah Rp 24.000,-, karena saya tdk merasa memakai jd saya tidak membayar dan logikanya lagi tidak mungkin saya bisa melakukan transaksi sebesar itu karena adanya kebijakan kartu kredit tidak bisa dipakai apabila transaksi kurang dari Rp 50.000,-… sebulan kemudian transaksi itu menghasilkan tambahan bunga Rp 100.000,-, dimana lagi logikanya? yang katanya bunga terendah… sampai akhirnya saya mengajukan penutupan tapi ditolak dan minta diabaikan, tp saya tidak mau mengabaikan karena denda keterlambatan terus bertambah dan akhirnya saya ke kantor pusat BNI kartu kredit, saya pikir masalah berhenti sampai disitu karena tidak ada lagi tagihan yang dateng sampai 2 tahun kemudian yaitu sekarang dimana pengajuan kredit saya ditolak gara2 hal tersebut…
Kampret dan kutu kupret BNI kartu kredit…

Reply

56 arief June 21, 2011 at 7:11 pm

Waduhhhh…saya baru aja terima kartu kredit dari bni yang master card dengan plafond 2juta,barusan saya aktifkan by phone dengan menghubungi 68888 tiga hari yang lalu,sampai saat ini belum jga sy pergunakan sama sekali..katanya operator gratis iuran tahunan selama 2 tahun yang dari awalnya katanya diinformasikan kalu harus bayar iuran tahunan 120.000/tahun..(yang bener yg mana gak tau juga…:)…), jadi agak takut2 juga nih mau pake belanja…hehehhe…..:)

Reply

57 dian August 21, 2011 at 2:03 pm

selamat siang bpk arif kita memang ada untuk gratis iuran tahunan 2 tahun syart dan ketentuan berlaku seperti partner bni payrol bni tapi kalau yang reguler memang di kenakan sekian terimakasih

Reply

58 Penonton bola November 7, 2011 at 4:58 pm

Trus gimana dengan masalah -masalah diatas mba..? knp bisa terjadi..?

Reply

59 prakosa June 23, 2011 at 10:20 am

KK BNI banyak yang gak beres ya? tadi pagi aku ditelp BNI karena aku mau ajukan kredit. Katanya aku punya tunggakan 26 juta dari pokok 2 juta dari tahun 2000 padahal dulu kartu kreditku belum pernah di aktifin dan lokasi penarikan katanya dijakarta padahal aku bekerja di surabaya. dan tidak pernah ada pemberitahuan sama sekali selama 11 tahun…cara mainnya kok kayak gini brengsek banget….

Reply

60 Saipul June 27, 2011 at 2:04 am

Saya juga pemegang BNI VISA, pertama dan satu-satunya kartu kredit yang saya pegang. KORBAN akibat BUJUK RAYU TEMAN, yang berteman juga dengan orang BNI VISA. ck ck ck MEREKA memang SAMPAH. menghalalkan segala cara utk menggaet nasabah…
Saya tinggal di Mataram, NTB. Bulan ini SAYA mengajukan KREDIT ke sebuah BANK pemerintah, TAPI TIDAK BISA krn berdasarkan informasi dr BNI CALL CENTER, Saya masuk daftar Blacklist BI krn laporan SID (sistem informasi debitur) mereka yg dititipkan di Bank Indonesia memuat laporan kalo saya beberapa kali pernah menunggak pembayaran angsuran BNI VISA.
Saya AKUI, TETAPI Saya tetap membayar. Kisaran angsuran saya awalnya 1 jtaan dan saat ini hanya 200 s.d 300 rban, apakah layak saya masuk daftar hitam?
Selama ini saya sangat menghargai dan dengan baik menjelaskan setiap asalan utk keterlambatan pembayaran saya. Saya hanya pernah komplain sekali, hanya utk menanyakan siapa pihak BNI VISA yg tega menyiarkan kalo SAYA PUNYA KARTU KREDIT BNI lengkap dengan no. HP saya ke berbagai pihak yang kemudian meneror saya dengan berbagai penawaran belanja asuransi dan diskon segala (Nah untuk kasus yang ini, rekan kerja saya sampe korban 2 jutaan) dan anehnya para penelpon itu sebagian besar bukan dr pihak BNI VISA.
SAYA hanya seorang dosen, DATANG seperlunya ke KANTOR, dan krn kesibukan bertahan HIDUP, saya jd sering lupa dengan tagihan rutin BNI yang selalu terdampar di BAG. TU Fakultas. SAYA tidak bisa membayangkan kalo seandainya pemegang kartu BNI VISA adalah org2 yg sangat mobile (pindah alamat krn pindah kerja), bisa jadi nggak pernah liat billingnya dan pastinya selalu was2 krn takut diblacklist. Padahal, waktu ngisi form, kita disuruh nyantumin alamat email, tapi kalo nggak diminta MANA MAU mereka ngirimin tagihan ke email.
Saya pernah baca kalo pengisi (yang nginput) SID mereka di BI itu adalah para pegawai Bank peserta SID… saya jadi berpikir, jangan-jangan saya jg diblacklist krn kesalahan PEGAWAI BNI sendiri. LUAR BIASAnya, aturan formalnya malah Bank Indonesia mengeluarkan Daftar Hitam biasanya hanya yang terkait dengan Cek dan atau Bilyet Giro… dan saya tidak PUNYA dua PRODUK ITU. KOK kartu kredit skarang jd alasan senjata BLACK LIST ya?
Minggu ini saya melunasi total sisa kredit saya skitar 1.048.000an, dan akan merobek BNI VISAku dus menguburnya sbg kenangan buruk saya seumur hidup dan biarkan saja mengakar ke anak isteri kerabat keluarga teman dekat sejawat dan BAHKAN para mahasiswa saya…. BIAR tak ada yg berminat lagi berKREDIT BNI VISA.
BLACkLIST? SEHARUSNYA BNI VISA memberitahukan ini secara transparan POSISI saya dimana … 2, 3, 4, to MACET kayak MALINDA DEE (via telpon kek, email ato laporan bulanan). SAYA juga tahu sama skali RESIKO ini ketika mengajukan diri menjadi NASABAH. dan BUKANkah resiko ini harus dibiarkan terbuka untuk orang baru belajar memegang Kartu Kredit seperti SAYA?

bye bye BNI VISA….

Reply

61 wiralombok March 12, 2012 at 9:08 am

sy juga tinggal di mataram….sy sangat sangat sangat kecewa dengan pelayanan kartu kredit BNI…sy jg ada kartu kredit di bank lain tp tidak seburuk CC BNI

Reply

62 jafar July 8, 2011 at 8:19 am

saya berencana buat kk BNI, karena ada promo tiket, beli satu dapat dua. Tapi setelah membaca keluhan di atas, sy jadi bingun, jadi buat atau tidak. Supaya tulisan ini fair tlg hubungi pihak BNI tuk klarifikasi

Reply

63 Ari February 22, 2012 at 1:21 pm

Jangan mas bro(ntar nyesel), karena promosi tiket ternyata ga sesuai dengan yang di harapkan, promosi dari Juni 2011-ke Juni 2012 klo dilihat sih durasinya sangat panjang dan menggiurkan, tp ternyata bohong belaka, karena pengalaman saya ketika kemarin agustus 2011 mau beli tiket untuk keluarga saya yg hendak pergi ke sumatera, ketika saya telpon operator dan akan memesan tiket menggunakan kartu kredit bni ternyata sang operator bilang promo tiket sudah penuh (alias habis) wtf…baru juga 2bulan (gimana bisa sampe juni tahun depan???)….promo apa itu?memalukan!!!

Reply

64 ela nurlaela July 22, 2011 at 2:12 pm

Saya juga dapat kartu kredit ni sudah 4 bulan, dan anehnya baru 1 bulan sudah ada tagihan sedangkan no PIN nya aja belum keluar,sedangkan belum saya pergunakan,dan sama waktu awal bilangnya gratis untuk biaya tahunan sebesar Rp.180.000 eh nyatanya ada dalam rincian,terus gimana ni,jadi takut mau meggunakannya juga

Reply

65 niko June 18, 2012 at 10:32 pm

jika kartu kredit belum diaktifkan karena PIN belum ada ya bagaimana mungkin ada tagihan. Jangan pernah membuat soal tagihan. Iuran tahunan juga yg benar 120 ribu untuk silver & 240 ribu untuk gold. Mana ada 180 ribu. Jika dilihat dari website anda yg soal BNI tapi bukan bank BNI pasti anda nipu. Lagian mana ada website pribadi yg disyaratkan tapi kok tulis milik perusahaae

Reply

66 fey August 10, 2011 at 1:28 pm

Memang BNI tidak fair dalam penanganan kartu kreditnya. Sebaiknya jng memakai kartu kredit BNI, untuk menonaktifkannya sangat sulit sekali.

Reply

67 Ariel Brokfhome August 11, 2011 at 11:17 am

wad……….dhuh……….., rencana bikin KK BNI kyknya kudu dibatalin nih, terlalu bxk komen dan opini yg sangat menyakitkan ha3x (kisah cinta kelaeee) ……..

Reply

68 akiu August 12, 2011 at 5:44 am

Saya mengalami persis kejadian sperti diatas , CC sdh dinon aktifkan by phone , dan sdh tdk ada tunggakan , singkat cerita beberapa thn kemudian KPR di tolak krn ada sangkutan dg CC BNI , setelah di cek ternyata berasal dari iyuran tahunan yg akhirnya bunga berbungan sampai 4 jt-an . akhirnya uang DP saya pada developer jadi hangus , kalau dilihat banyak yg mengalami hal yg sama , sepertinya ini modus dari bank agar nasabah yg mentutup CC akan terjerat tunggakan , bagi kmomentator yg menyatakan berani berhutang hrs berani bayar , ini masalahnya bkn tdk mau membayar , ini adlh korban dari sistem BNI , atau operator dg sengaja tdk menutup CC , atau membiarkan tetap aktif . bagiP[ihak bank mohn tanggapannya , sy yakin ini bukan policy tp oknum yg tdk bekerja profesional …..demiikian BNI BENAR BENAR BAJINGAN BIKIN SUSAH ORG SUSAH

Reply

69 love August 16, 2011 at 11:31 pm

saya ga tahu masalah tunggakan… cuman kalau dari kejadian.. tidak pernah memakai tapi di suruh bayar.. saya curiga.. jangan-jangan ini permainan marketing kartu kredit ya?? heeh

Reply

70 rizal August 18, 2011 at 4:19 pm

wah saya pengguna aktive cc bni nih,mau ditutup dr kemaren… gmn cara nutup nya biar bi check saya ga bermasalah ya????? mohon bantuan nya email ke r_adipura@yahoo.com thq

Reply

71 anto August 21, 2011 at 1:50 pm

buat ibu dian widianti apakah ibu menutupnya langsung ke pihak bank bni atau cuman melalui telpon .karena untuk penutupan harus ke bank dan buat surat pernyataanya dan untuk kartu kredit akan di hancurkan di depan ibu itu baru penutupan yang sah sekian penjelasan saya semoga bermanfaat terimakasih

Reply

72 dian January 27, 2012 at 3:24 pm

mas anto, saya pernah mengajukan penutupan kartu kredit dgn datang lgs ke kantor bni terdekat, mereka bilang mereka cuma bisa menerima pembayaran, utk masalah kartu kredit adalah lewat bni call center no.500046.

Reply

73 edmi135 July 23, 2012 at 2:10 pm

Mas anto silakan dilihat kembali term & condition : penutupan bisa lewat telepon. Anda yang pegawai bank aja tidak mudeng, apalagi yang cuma call center, pantes aja banyak yang bermasalah dengan kartu kredit BNI

Reply

74 dian August 21, 2011 at 1:58 pm

buat bapak saiful di mataram maaf pak bpak harus koreksi dulu pembayaran bapak ,,dalam aturan perbankan 3x menunggak itu sudah termasuk kurang bagus atau sudah masuk dlm daftar hitam perbankan ini tidak hanya di bni saja,,nama bapak akan bagus kembali asalkan lunasi tagihan di bni dan minta surat pelunasan dari bni terdekat demikian penjelasan saya

Reply

75 puspita August 23, 2011 at 9:30 am

wahh padahal minat bikin BNI CC buat belanja di amazon, batal dulu dehhh :((

Reply

76 jaya August 23, 2011 at 12:20 pm

mau tau ada tunggakan ap ngg nya?? klo ada kenalan di bank, analyst kredit, credit officer.. dll dsb.. minta tolong aja.. untuk cek BI checking… keliatan di sana… berapa sj tunggakan, ga hanya kartu kredit.. kredit panci pun bs keliatan ( hehehehhe Just kidding ) d bank mana, berapa banyak, tenor dll…. fyi… cmiiw…

Reply

77 bamz December 16, 2011 at 7:01 pm

Bp Jaya untuk BI Checking ngak semudah itu, harus jelas keperluannya. kalaupun minta kenalan cek BI ada konsekuensinya (harus sesuai prosedur)

Reply

78 puji ayu rahayu August 26, 2011 at 12:16 pm

Waaahhhh???? serius nih???? aku punya 2 KK BNI nih, utk kep bayar asuransi aja sih..yg satunya buat belanja bulanan di Lotte doang..kalau pelayanan nya memble begitu, jadi males nih nerusin-nya..emang paling enak pake debit card aja ya…

Reply

79 Doni August 27, 2011 at 1:25 pm

Renteiner Bank yg mengeluarkan kk

Reply

80 jojo August 27, 2011 at 2:31 pm

iya BNI memang kacau……ngk jelas n ngk profesional

Reply

81 denny August 30, 2011 at 1:20 am

Gw barusan tutup cc bni saya, master dan visa. Karena kecewa dgn pelayanan yang buruk dari bagian kartu kreditnya. Tagihan yang semestinya 12 bulan, ditagihkan sekalian..sudah komplain tapi gak ditanggapi. Benar2 nyesel pake cc bni. Mereka gak mau tau dgn kelalaian yg mereka buat. Hanya menuntut kewajiban dari setiap nasabahnya. Tampa mau tau dgn kewajiban mereka.

Reply

82 gunguim September 3, 2011 at 12:43 am

aduh…kenapa baru baca ini sekarang…. saya baru 4 bulan aktif cc BNI, tagihan bulan pertama bertambah 120rb, yg ternyata setelah di cek itu adalah iuran tahunan padahal waktu bikin katanya iuran tahunan gratis untuk tahun pertama. kemudian bulan kedua ada tagihan sebsar 117rb, padahal ga pernah dipake.

sedangkan surat tagihan ga pernah sampe

coba hubungi call center selalu masuk daftar antrian.

klo mau menutup harus kemana ya?

Reply

83 khie September 12, 2011 at 4:14 pm

saya n suami pemakai kartu kredit bni selamalbh dr 2 tahun, jujur saya sendiri bkn pemakai aktif, cc saya pakai hy pd saat emergency, contohnya utk byr biaya rs klo2 ada yg skt n tau sendiri biaya rs skrg mahal! Byk memang nasabah yg merasa klo tutup cc ckp dgn telp ato ga usah dibayar aja tagihan2nya ntar jg mati sendiri, pdhl itu pikiran yg keliru, hal2 itu sdh dpt dilihat dr contoh2 diatas, jd qta hrs dtg kebank utk tutup cc! Utk tag yg ktanya tdk pernah dtg, sy sendiri jg mengalami tp saya secara aktif melihat via atm ato sms banking tagihan2 sy, jd jgn mengandalkan kurir, sypun sll memperhitungkan bsr sisa tag sy bln dpnnya dgn itungan sy sendiri plg meleset +/- 10 rb, klo lbh dr itu patut dicurigai, dijaman skrg mmg nasabah hrs pinter, jgn cuma terima mentah2 apa yg bank ksh tau keqta, ga mgkn kan dia ksh tau yg jleknya?! Tp akan lbh pintar lg klo qta bisa hdp tanpa cc, ato jgn buka cc klo cuma sekdr bwt menuhin nafsu belanja qta, klo punya uang yg cash, ga punya ya nabung! Itu yg plg smart. Ok!

Reply

84 Imam September 23, 2011 at 9:23 am

banyaknya isue membuat Saya jadi berpikir panjang dan khawatir , mohon bantuan minta informasinya bila tutup Kartu Kredit BNI 46 ..baik lewat call center / biasanya ditangani oleh tenaga outsourcecing dan bukti tertulisnya hitam diatas putih dari pejabat BNI Card Center / pegawai bank berwenang. terima kasih.

Reply

85 Kariyati October 4, 2011 at 1:04 pm

Bila kita pernah mengunakan sejumlah uang dg kartu kredit tanpa pengiriman kartu tagihan pun kita wajib membayar, memberikan alasan tdk bayar krn tidak ada pengiriman tagihan berarti kita bukan manusia yg bertanggungjwb.

Reply

86 jhoreis May 16, 2012 at 3:30 am

tapi bagaimana jika anda sudah membayar tepat pada waktunya dan ketika kita minta CC di tutup tiba-tiba beberapa tahun kemudian datang tagihan 47 juta???? apa perasaan anda?? saya pernah mengalami seperti ini, butuh bukti silahkan hubungi saya

Reply

87 Heru Siswanto October 19, 2011 at 8:26 am

Cerita di atas bulan ini ( Oktober 20011 ) menimpa diri saya,…bulan Juni 2007 saya membayar semua tagihan kartu kredit BNI sebesar Rp 900.000,- …seminggu berikutnya ketika saya butuh dana cash saya mencoba menggunakan Kartu Kredit di ATM,…ternyata waktu itu kartu kredit saya di tahan ATM ( gak tahu kenapa )….trus bulan2 seterusnya tidak ada tagihan apapun dari BNI….lantas saya berpikiran hubungan saya dengan kartu kredit BNI telah putus….Tapi bulan Oktober ini ( empat tahun kemudian ) ada Collector dari PT CITRASENA ( konon mitra kerja BNI, yang telah diberi mandat menagih kartu kredit yang tak tertagih) datang ke rumah dan menagih kartu kredit saya yang komulatif sudah Rp 3. 178.000,- ( Astaghfirulloh ),—SAYA SUDAH MENGHUBUNGI CALL CENTER BNI tapi jawabannya tak memuaskan…..JADI SAYA BERKESIMPULAN….KOMENTAR-KOMENTAR DI ATAS SEMUA BENAR ADANYA….

Reply

88 sugeng November 2, 2011 at 10:17 am

BNI emang Payah, Ati2, saya dijanjikan gratis anual fee oleh sales mereka ternyata ditahun kedua ditagih sebesar 240ribu, waspadalah……..

Reply

89 hendri tjandrawan November 2, 2011 at 4:41 pm

Hati-hati dengan penutupan kartu kredit, lebih baik di konfirmasi terus apakah benar kartu kredit yg sudah kita tutup benar benar sudah ditutup tanpa ada tunggakan. Jangan sampai seperti saya yg saya kira kartu kredit BNI saya sudah ditutup karena saya keberatan dengan iuran tahunannya yg ditagihkan pada bulan jan 2011. sepengetahuan saya, saya sudah melakukan penutupan kartu kredit tsb. ternyata sampai hari ini saya mencoba mengeceknya ternyata tagihan kartu kredit saya masih berjalan berikut denda keterlambatan dan bunganya sudah mencapai 1.2jtan sd 2 nov 2011. padahal saya tidak pernah menerima tagihannya, tidak ada yg menelpon saya dari pihak bni nya maupun dari pihak debt collectornya. jadi bayangkan kalo saya tidak mengecek status kartu kredit tersebut? tagihan keterlambatan tetap berjalan berikut bunga keterlambatannya. dan masuk ke dalam daftar hitam BI. Saya masih menunggu jawaban dari pihak bni nya yg mana bagian BNI premium callnya tidak bisa melakukan apa apa karena katanya berkas saya sudah masuk ke dalam daftar telat bayar (bagian debt collector). Padahal saya belum pernah dihubungin dari pihak BNI bahwa saya masih ada tunggakan tersebut. Saya masih menunggu proses selanjutnya. Saya berharap pihak BNI bersikap lebih care dan bertanggung jawab terhadap customernya maupun mantan customernya.

Reply

90 safira November 8, 2011 at 3:31 pm

Saya sedang mengalami masalah dgn kartu kredit BNI. Ceritanya sebelumnya saya tutup, tagihan saya sekitar 2 juta. 4-5 bulan kemudian saya dihubungi pihak BNI Sentra Bisnis Kartu menawarkan agar menyicil tagihan saya. saya setuju, dan ternyata tagihan saya sudah menjadi 4,123 jt (potongan 123rb). karena saya memang berhutang, saya setuju saja. akhirnya saya ikut program cicilan sebesar 200rb perbulan selama 19 bulan (uang muka 200rb tdk termasuk cicilan) dari bulan Mei 2010 s/d November 2011. tanggal jatuh tempo tiap tgl 13.
Jika sudah masuk tgl 6/7 tiap blnnya, penagih selalu menelepon, mengingatkan agar saya segera bayar. Karena saya bayar lewat atm bersama (saya tdk punya tabungan di BNI), saya selalu mengacu kalau saya tidak lagi di telpon, maka pembayaran saya sudah masuk. Karena kalau lewat atm bersama kan tdk ada data yg lengkap, hanya nomer kartu aja. Selama ini, saya juga membayar cicilan kartu kredit ANZ lewat ATM, dan baik-baik saja, karena ANZ masih mengirimkan billing, dan di situ tertulis berapa pembayaran saya. dan saya selalu menanyakan ke penagih, apakah pembyrn saya kemarin masuk. jawabnya selalu sudah diterima. jadi saya tenang-tenang saja.
Akhirnya bulan November ini, harusnya adl bulan terakhir saya bayar, ternyata, kata penagih, pembayaran saya kurang 600 rb termsk bln ini. Saya kaget sekali. dari mana 400rb itu? padahal jelas-jelas sebelum saya mulai cicilan, saya dpt perjanjian bermaterai, berisi tabel angsuran reschedule (yg untungnya masih saya simpan). dan pembyrn terakhir bln 11 thn 2011.
Saya telpun ke BNI Sentra Bisnis Kartu, katanya mungkin ada pembyran yg belum masuk. Pdhl, jelas-jelas di bukti ATM, tertulis no kartu kredit BNI. Malangnya, saya hanya punya 11 bukti pmbyrn, yg lainnya udah hilang, karena saya beranggapan kalau sudah tdk ada telpun paling nggak bulan ini, berarti pembyaran saya masuk.
Entah ini kecurangan pihak BNI, yang “mencuri” uang saya, atau ini kecurangan pihak lain, yg bermaksud membodohi orang yg kurang teliti. Karena waktu saya telpun ke BNI Sentra bisnis kartu, si penerima agak kaget mendengar saya masih menyimpan Tabel Angsuran Reschedule saya.
Saya berniat tidak membayar 400rb itu, tp saya takut, kalo saya tdk dpt surat pelunasan, maka tiba-tiba 400rb, itu jadi berlipat ganda, dan jelas akan “menghantui” saya suatu saat nanti.
Yg perlu saya ingat, apapun bukti pembayaran, kapanpun itu, jgn sampai hilang, kalo perlu di file, di perbanyak, di simpan di komputer, atau apa saja. Karena kita tetap aja pihak yang lemah, selama tdk ada bukti tertulis, kita tetep kalah.
Saya juga tidak tahu, apakah BNI Sentra Bisnis Kartu itu resmi dari BNI atau hanya kelompok debt Collector yg mengatasnamakan BNI. Tapi yg jelas, alamatnya waktu saya ambil Surat Perjanjian, ada di Bank BNI lt 3.

Reply

91 HARRY November 9, 2011 at 5:21 pm

aku tutup card bni thn 2000 via telp bni call centre . cc bni blg ok, lalu thn 2004 ada tagihan 3 juta ,, aku blg dah tutup th 2000 dan bYr lunas 3 juta , aku nggak mau bayar …
di thn 2008 di tagih lagi rp 12 juta… .. ya aku nggak mau bayar dari mana datangnya itu anggka , limitcard aja 3 juta,,, di terror , di telp .. sampai akupindah rumah ke cisauk..
tapi mauapply kredit motor di tolak,,, kata masuk black list BI
kasian bgt ya… nasib aku

Reply

92 jhoreis May 16, 2012 at 3:24 am

santai aja bos, klau bisa mendingan ajuin lagi aja CC baru di bank yang sama dengan data palsu trus minta limit besar, bobl tu kartu cabut…biar mampus sekalian tu para bank yang ngacau rakyat

Reply

93 Tri November 9, 2011 at 8:33 pm

Pengalaman pribadi saya tentang Kartu Kredit BNI..BENAR-BENAR MENIPU, JANGAN PERNAH PERCAYA GRATIS BIAYA TAHUNAN promosi dari para marketing BNI.
Sebagai pemakai kartu kredit BNI saya dijanjikan akan diberikan iuran gratis selama dua tahun kalau membuka kartu kredit BNI. Setelah saya mengaktifkan kartu kredit BNI ternyata ada tagihan iuran tahunan yang muncul. dan setelah saya sampaikan keluhan soal PENIPUAN yang dilakukan oleh MARKETING CC BNI ke BNI CALL CENTERdengan no telp : 500046, saya diminta menunggu pada saat jatuh tempo dan diusahakan akan dihapuskan tagihan tersebut oleh petugas. Namun pada saat jatuh tempo tagihan dan saya mengecek jumlah tagihan saya ternyata IURAN TAHUNAN TIDAK DIHAPUSKAN .dan saya teteap diminta membayar tagihan iuran tahunan.
Berdasarkan pengalaman tersebut saya sudah MENGAJUKAN “PENUTUPAN” KARTU KREDIT BNI. Hikmah dari cerita saya …JANGAN PERNAH PERCAYA ORANG-ORANG BNI. (walaupun sebenarnya perusahaan saya ada kerjasama dng BNI, Doakan saya semoga suatu saat ada kewenangan di saya untuk MEMUTUS semua kerjasama dengan BANK BNI ini-amin) (ironis Bank Pemerintah ternyata suka menipu rakyatnya).

Reply

94 orang biasa November 15, 2011 at 4:54 pm

ini yang komplain gimana sih
namanya punya utang ya utang
masalah gak di kasih tau kan situ tau kalo punya utang
masak udah ngutang trus di tagih ngomel ngomel
bukan salah banknya lah
salah sendiri kenapa ngutang?

untung gw gak pake kartu kredit
hahaha

Reply

95 sukma November 17, 2011 at 2:19 pm

mudah2an kejadian tersebut tdk terjadi pada sy, krn sy jg salah satu pengguna kartu kredit BNI. kayaknya sy ada niatan deh untuk menutup kartu kredit BNI sy.

Reply

96 Daeng December 7, 2011 at 11:25 am

BNI memang kacau

Reply

97 Firman December 9, 2011 at 10:29 am

Emang sy pernah alami persis sebelum Lebaran 2011
Wkt itu kk saya bukan utama buat cadang.
begitu tagihan Rp.0,- kk punya saya musti bayar
perpanjangan bayar terus keluar,
saya tanya ke callcentre & ke BNI Ciamis, tetaplah
menurut saya “POKOKNYA APAPUN ALASAN GUA
KALO GUA TAGIH ELU MUSTI BAYAR” berapapun besanya
Ingar Malinda DEE dan pa Okta ?
daripada punya kk tapi tidak dipake
sekalipun gratis tapi boong
lebih baik tidak sama sekali.

Reply

98 jhoreis May 16, 2012 at 3:20 am

klau jadi saya dengan berbagai versi kasus tentang CC , mending palsuin data buat CC limit besar trus gesek semaksimal mungkin , buang kartu dan g usah bayar, biar bangkrut tu bank2 yang nakal…..

Reply

99 iwan December 15, 2011 at 1:20 am

bener… jangan mau terjebak riba temen saya punya kartu kredit.bni. kartu perpanjangannya dikirim kekantornya. sementara dikantor tersebut belilau sdh tdk bekerja lagi disitu. akhirnya ditaro saja oleh kurirnya. selanjutnya kartu tergeletak dimeja, dan, ada orang yang nakal menggunakannya…. akhirnya temen saya ada tagihan datang kerumahnya… dengan nada kesal tetap saja pihak bni menganggap temen saya yang pake…. emang sialan pelaku riba yang dulunya merayu pada saat bermasalah malah menuduh bahkan tidak memberikan solusi….. jangan mau dah pake kartu kredit apapun juga… riba….. haram….

Reply

100 herman December 23, 2011 at 8:25 pm

betul saya pun prnah tertipu sama bank bni

Reply

101 yudha December 29, 2011 at 1:01 pm

Waduhhhh baru beberapa menit lalu mengaktifkannya di non aktifkan lagi aja nampaknya kalo begini ….

Reply

102 retnoindriyanti January 6, 2012 at 2:20 am

sebenarnya saya merasa dirugikan oleh si pemalsu,bukan bni nya,tapi karena sy sudah berusaha klarifikasi,baik by phone (yg jawabanya sama dgn keluhan yg diatas ) maupun datang langsung ke bni, dan jelas disitu ada kejanggalan data,tapi sy kecewa krn pihak bni bukanya memberi saya solusi malah memojokan sy supaya bayar.kalau memang sy yg memakai cc itu,pasti sy bayar,tp sy tdk merasa menggunakan cc itu.apalagi katanya itu nunggak dr thn 2007 dan 2008 ada pembayaran. sedangkan thn 2006 sy ada di jawa di pelosoknya.tolong di usut oleh bni jangan hanya mengandalkan data yg ada,kemudian memfonis orang yg tidak bersalah tapi kena getahnya.pada dasarnya harus di cek siapa pengguna cc itu. kl berdasarkan data dan tanda tangan bisa saja orang memalsukan identitas saya,tapi kalau nama ibu kandung tidak mungkin sipemalsu mengetahui siapa nama ibu kandung saya. thx

Reply

103 dikha January 14, 2012 at 1:59 pm

Sya bru buat cc 14jan12, gmn klo cc sya gk sya aktifin n konfirmasi ulang. Apakah cc sya di kenakan biaya. Gmn cara nutup cc sya biar aman. Mksi

Reply

104 dian January 27, 2012 at 2:17 pm

kasus saya pun sekitar penutupan kartu kredit BNI. saya sudah bayar tunggakan kartu kredit dan sudah konfirmasi k bni call utk ditutup, tapi ternyata bulan selanjutnya masih ada tagihan sampai 1jt lebih, dgn rincian Jaminan belanja extra, dan dikonfirmasi ke pihak bni center mereka jawab itu adalah asuransi, saya lihat lagi di perjanjian asuransi, tidak mungkin mencapai angka 1jt. saya sebagai nasabah bni sangat kecewa dgn kejadian ini. semoga jd pembelajaran untuk yg lain agar lebih berhati-hati.

Reply

105 Felix January 30, 2012 at 10:22 pm

Entah orang keberapa, saya jg mengalami “penipuan” ini. Sales di suatu acara bilang bahwa gratis iuaran tahunan pd 1 thn pertama. Kartu kredit saya dikirim sekitar awal November 2011. Kami belum pernah memakainya krn emg belum butuh. Tahu-tahu Januari 2012 ada tagihan 120 ribu, tertulis iuran tahunan. Padahal kartu kredit istri saya di bank lain, biasanya baru ditagih setelah berjalan 1 thn (di belakang). Tp, pd kasus BNI ini kok ditagih di depan ya, dan belum dipakai sama sekali lg. Kata sales-nya lg promo gratis iuran tahunan pd 1 thn pertama pula. Weleh2…. Baca ini, saya putuskan segera menutup kartu kredit BNI. Tp, tetep sj hrs bayar 120 rb itu, drpd terjadi bunga berbunga dan masuk blacklist BI. Rugi deh, 120 rb. Lebih tepatnya, ketipu deh 120 rb. Hehhe, pdhl buat mkn bakso ud dapet brp mangkok tuh, bisa nraktir temen seruangan kan:) Jadi, Waspadalah, Waspadalah, jadi “korban” dibohongi/dibodohi selanjutnya.

Masalah saya skrg adalah bagaimana memastikan bener2 kartu kredit saya ditutup? Dr byk cerita di atas kan beberapa ada yg mengalami sdh menutup kartu kredit, tp bbrp thn kemudian datang tagihan, bahkan didatangi dept colector, pdhl sdh bertahun2 tdk ada tagihan dikirim. Kalau nasabah bisa masuk daftar hitam, mustinya bank pun jg bisa dpt catatan hitam dong dr BI. Maka, bagi Anda yg merasa dirugikan bank, tetapi bukan krn salah Anda, melainkan krn kelalaian atau “kecurangan” pihak (baca oknum) bank, laporkan. Yah, setidaknya ceritakan di sini:)

Salam,

Reply

106 jhoreis May 16, 2012 at 3:14 am

lapor BI??? gak salah bos??? BI tu juga gak akan segampang menerima laporan masyarakat kecil kayak kita, di kasih beberapa digit angka juga gak bakalan di proses laporan kita jika para pejabat negara masih berprilaku bejat…..saya dah sering bikin website yang isinya mengungkap fakta beserta data dan saksi, ujung-ujungnya saya di kejar aparat berwajib….padahal hanya ingin menunjukkan salah dan benar kepada masyarakat……mau sampai kapan kita bisa percaya dengan yang namanya aparat indonesia……???

Reply

107 BOY February 2, 2012 at 3:32 am

KOMENTAR NEGATIF TENTANG BNI MEMANG BENAR ADANYA.

Reply

108 ekonom February 14, 2012 at 12:38 am

sebagian besar masyarakat mau tidak mau pasti berhubungan dengan bank. sebelum menggunakan produk bank teliti terlebih dahulu karena prinsip dasar bank tetaplah bisnis. tidak hanya bank pemerintah tapi juga bank-bank lainnya. kebanyakan bank masih banyak menggunakan tenaga outsourcing dari pihak luar contohnya seperti debt collector yang seringkali “nakal” atau customer call services yang “malas” kepada nasabah-debitur bank.

beberapa bank juga bekerjasama dengan pihak lain seperti pihak asuransi, dengan memberikan data nasabah/debitur rekanan akan melakukan telemarketing yang seringkali nasabah tertipu dan berbuntut pada tunggakan yang sebenarnya adalah tagihan premi yang merupakan bunga-berbunga. waspada dan bertindaklah bijaksana.

masalah kartu kredit yang disebutkan diatas kebanyakan adalah tagihan yang tidak sampai ke tangan pengguna kartu kredit. karena jumlah tagihan kartu kredit tercatat di sistem dan tidak hanya berasal dari pemakaian kartu (ada fee annual, biaya materai, dll) maka 1 rupiah pun akan tercatat dan jika terakumulasi akan muncul sebagai tunggakan. jangan salahkan oknum tapi akan lebih efektif dan bijaksana jika kita aktif mengetahui kewajiban-kewajiban kita contohnya melalui sms banking atau internet banking. banyak cara yang sebenarnya jika kita sebagai konsumen pintar dapat menghindarkan kita menjadi “konsumen malas” dan dari masalah-masalah tersebut diatas.

untuk permasalahan blacklist, benar hanya dikenakan kepada pengguna cek dan giro. namun bank membedakan debiturnya menjadi 5 golongan.
golongan 1 adalah golongan lancar, selalu membayar kewajibannya sebelum atau tepat pada tanggal jatuh tempo fasilitas pinjamannya. perhatikanlah tanggal jatuh tempo saudara karena kebijakan tiap bank berbeda. anda yang sampai saat ini masih setia menggunakan dan merasakan manfaat dari kartu kredit mungkinlah masuk golongan “anak baik” ini
golongan 2 adalah golongan “pra-macet”. saudara mungkin lupa membayar tagihan anda 1-2 hari atau memang kekurangan kas untuk membayar kewajiban saudara sendiri. tapi saudara yang masuk golongan ini selalu bernafas lega padahal beberapa bank sudah punya catatan merah kepada saudara di golongan 2. bayangkan orang lain yang punya hutang kepada anda telat membayar 1-2 minggu dari jadwal yang telah ia janjikan. dibenak saudara pasti sudah terpikir asumsi negatif. apakah saudara yakin akan meminjamkan orang tsb di lain hari? beberapa bank tidak akan memproses pengajuan kredit saudara jika sudah masuk golongan ini.
golongan 3-4-5 adalah golongan macet. penurunan golongan ke 3 dstnya terakumulasi tiap 30 hari sejak tunggakan saudara terhitung secara sistematis. bayangkan jika A dan B adalah teman anda. si A telah meminjam kepada B dan sudah 2 bulan belum bisa membayar hutangnya, kemudian datanglah si A kepada saudara untuk meminjam lagi. karakter apakah yang pertama kali ada di benak saudara tentang si A?

untuk mendapatkan informasi saudara yang dilaporkan oleh anggota BI sila dicek ke di http://www.bi.go.id/web/id/Info+dan+Edukasi+Konsumen/Informasi+Debitur/
untuk informasi yang tercatat di Bank Indonesia juga tidak semuanya akurat, lagi-lagi tetap oknumlah yang melakukan input dan melaporkannya ke Bank Indonesia. kesalahan ataupun kecurangan tidak dapat dihindarkan. maka, jadilah konsumen yang cerdas.

Semakin banyak pilihan bank baik bank pemerintah maupun bank swasta. ingatlah prinsip bank tidak jauh berbeda dari toko kelontong yang saudara sering jumpai di pinggir jalan. bank juga bekerja berdasarkan dokumen yang ada dan tidak semua bank benar-benar menjalankan prinsip “kerjasama” dengan debiturnya. akan lebih bijak jika kita punya back-up data seperti bukti pembayaran, tagihan, schedule pembayaran, dll. carilah bank yang memiliki “sumber daya manusia” yang membantu kebutuhan finansial saudara case by case. jadilah konsumen yang cerdas dan bijaksana.

salam.

Reply

109 sakinah February 15, 2012 at 1:22 pm

dear all,

saya juga baru mengalami hal yang sama dengan rekan2 hari ini 15 februari 2012.
saya cek ke BI tagihan saya hanya 1,9 juta.
saya minta pelunasan ke BNI tapi tagihan saya menjadi 16 jutaan padahal limit saya cuma 2 juta dan kalau mau dilunasi mendapat keringanan menjadi 3,7 juta.
saya belum sanggup membayar sebesar itu, saya minta keringanan menjadi 1,5 juta tp mereka tdk bersedia.
saya sdh memberikan tlp saya dan saya diancam2 terus sama org yg mengaku dari BNI an bpk Hutahuruk.
saya bingung dan takut…
mohon bantuan sarannya untuk masalah saya ini.

terimakasih sebelumnya

Reply

110 jhoreis May 16, 2012 at 3:08 am

tidak usah takut dengan ancaman para depkolektor bank manapun, mrk juga manusia yang cari makannya emang dengan menekan orang lain, semakin anda takut semakin mereka berani, tetapi semakin anda berani mereka pikir 1000 kali, saya juga pernah mengalami hal serupa, akhirnya mentok kesabaran saya, saya ajak ngobrol di jalan raya depan kantor polisi pula….sambil saya acungin pisau….krn saya juga gak salah, jadi sah-sah saja klau mau gorok tu depkolektor

Reply

111 manik February 27, 2012 at 1:57 pm

kok pengelola bni adem ayem ya?bela diri na’e

Reply

112 Marzuki March 3, 2012 at 4:22 pm

itu sisi negatifnya saudara….
coba baca aja CCR (credit card revolution) by roy shakti
kalian pasti tambah kaya dengan bantuan investor baik hati yaitu Kartu Kredit….
Limit Kartu Kredit di pake buat yg menghasilkan jgn yg konsumtif.
ingat tiap bulan ya….. bayar FULL PAYMENT….sangat PentinG
Salam

Reply

113 Hendrik March 20, 2012 at 12:55 pm

BNI utk sy BLACKLIST!!!

Reply

114 someone March 22, 2012 at 5:59 pm

klo pengalaman saya jika anda sudah memutuskan untuk menutup cc
== lunasi semua tagihan yang memang di rasa merupakan pemakaian anda
lebih baiknya cross cek juga ke petugas bni call center berapa rupiah yang harus dibayar dan tanyakan rinciannya sehingga anda bisa aware jika memang ada tagihan yang rasanya bukan tanggung jawab anda
==setelah anda melakukan pembayaran, maka anda melapor untuk melakukan pnutupan kartu sehingga kartu memang sudah dipastikan tutup dan gunting cc tersebut
==setiap kartu yg sdh tutup, pastinya bank akan mengirimkan surat bukti penutupan nya (surat ini yaang hrus anda pastikan diperoleh) jika di kemudian hari ada masalah anda sdh punya bukti..hanya share ja moga berguna

Reply

115 smash March 27, 2012 at 8:56 pm

wah ini orang sudah ketinggalan info yang namanya bank BNI itu sudah nga ada taringnya lagi sedikit demi sedikit nasabahnya kabur ke bank yg lain kaya Bank Mandiri, BRI yang lagi gencar-gencarnya promosi kartu kreditnya terus bungany juga paling ringan makanya pindah aja dari BNI masih banyak Bank berkwalitas di Negeri ini.

Reply

116 agungrama March 27, 2012 at 10:19 pm

waduhhh serem juga ni…….

Reply

117 dedi April 10, 2012 at 4:54 pm

kalo saya justru punya kejadian aneh dengan kartu kredit almarhum bapak saya,
bapak saya meninggal tgl 2 juli 2007……karena tau bapak saya punya kartu kredit dan kebetulan kartu kredit BNI….pihak keluarga langsung mengirimkan surat kamatian,…. ke BNI jakarta,…. alhamdulillah ada balasan dari pihak bank bni dijakarta dan melunaskan hutang kk bni almarhum bapak saya……lucu nya(ke tidak profesionalan BNI)….. hari ini tgl 10 april 2012 saya dapet telpon dari pihak kartu kredit BNI bandung…. yang menyatakan bahwa almarhum bapak saya masih punya tagihan kartu kredit……saya jadi bingung dengan cara kerja karyawan kartu kredit BNI….terus terang sangat mengecewakan…..mana saya yang di suruh datang ke kantor BNI cabang stasion…. csnya bilang nati dibantu untuk bereskan masalah ini, tp ujung ujungnya tetep aja dia bilang kalo mau bayar silahkan engga juga engga apa apa…. tp kan persepsinya tetep nagih kalo begitu…..trus saya bilang mbak nya aja yang datang kerumah saya….. dia malah bilang harus dikantor……ah payah nih BNI……bikin pusing orang sajah

Reply

118 mifta NR May 4, 2012 at 7:41 am

” csnya bilang nati dibantu untuk bereskan masalah ini, tp ujung ujungnya tetep aja dia bilang kalo mau bayar silahkan engga juga engga apa apa”

ini kata2 beracun orang bank…. kalo mau bayar = tagihan lunas, kalo nggak mau bayar = saya kasih bunga ya…. nanti kalo bunga udah gede, saya tagih lagi…

Reply

119 mifta NR May 4, 2012 at 7:46 am

ayah saya baru aktifkan BNI cc… pinnya pun belum keluar…

setelah baca kommen ini saya jadi ragu, dan berniat untuk menghentikan pemakaian. Tapi sayang juga, karena kami sudah harus bayar iuran tahunan 120.000. Kami mau menggunakan kartu kredit untuk verifikasi akun paypal dan belanja di amazon.. minta saran dong masbro & mbakbro…!

Reply

120 heryanto May 16, 2012 at 3:02 am

buat sahabat-sahabat semua, jangankan urusan kartu kredit, urusan biaya RS aja di indonesia ini juga rumit dan seolah seperti kita di manfaatin oleh pihak RS, sudah sakit, bayar mahal di akalin pula…klau masalah kartu kredit saya pernah bermasalah dengan pihak BCA, kartu sudah di blokir dan sudah di potong secara fisik ( dengan gunting ) oleh bank BCA, ehhhh…bulan depannya saya masih terima tagihan hampir 9 jutaan…..apa gak kacau ni bank-bank indonesia??? dan kasus saya yang terbaru yang sejenis dengan pembayaran ( yang sifatnya administratif itu ) ada di tulisan saya yang berjudul ” Hati – hati dengan Tagihan dan Pelayanan RS Boromeos Bandung ” silahkan mampir ke blog saya dan berbagi cerita jika ada diantara sahabat-sahabat semua yang memiliki pengalaman seperti saya

salam kenal Heryanto Garut

Reply

121 eko May 26, 2012 at 10:53 pm

Padahal dah kepikir mau buka cc BNI bsok di grand indonesia. Ga jadiiiiiiiii.
Tp bsok gw mau iseng ah. Tetep ksana, pura2 mau buat cc, terus tengah jalan tunjukin web ini. Cihuuuui!!!!

Reply

122 MARIA May 27, 2012 at 10:53 pm

waduh… q deg2 kan nih..
padahal q punya rencana mau nutup credit card BNI ku…
mudah2an dengan koment dari teman2 saya bisa lebih berhati2… dalam bertransaksi..

salam sukses
maria

Reply

123 EKO SUPRAPTO June 4, 2012 at 5:21 pm

yah itulah kerjanya orang Bank asal terima gaji waktunya pulang wiiiiiiissssss cau tidak ada tanggung jawab kepada hak mendapatkan informasi nasabahnya memang itulah kondisi sumberdaya perbankan di indonesia ………yang penting bisa nerima gaji,…….bisa pulang walau malam dikit ,…..bisa cuti dan bisa ngakalin penilaian kinerja masing-masing untuk dapat bonus yang GUEDEEEEEEEEE

Reply

124 ferry.medan June 5, 2012 at 8:53 pm

saya juga punya pengalaman buruk mengenai kartu kredit BNI. Saya mempergunakan kartu kredit BNI utk belanja online dan tetap melunasinya sebelum jatuh tempo. Sebelum habis setahun pada bulan ke 12 kartu kredit, ketika transaksi online kartu saya diblokir, ketika ditanyakan ke CS CardCenter dengan biaya pulsa telpon yg cukup mahal dari daerah (gak tahu kalo dari Jakarta, dari nelpon dari HP ke call center nya 10 menit kena Rp. 30rb an). CS nya menjelaskan bahwa bahwa kartu kredit saya diblokir transaksi online dengan alasan “transaksi mencurigakan” untuk melindungi nasabah, saya jelaskan bahwa saya sebagai pemilik Kartu kredit tidak ada keberatan dan sudah berpuluh kali bertransaksi online. Ketika ditanya apakah blokir bisa dibuka, CS nya bilang tidak tahu. Wah jawaban yg tidak profesional menurut saya, jadi saya juga balik memberitahukan kalo memang kartu kredit saya diblokir saya tak perlu lagi kartu kredit BNI, jadi gak usah diperpanjang lagi jadi mohon ditutup. CS nya dengan profesional menjawab dengan berbagai pertanyaan konfirmasi yg cukup panjang (makin habis deh pulsa saya) dan akhirnya KARTU SAYA DITUTUP.
Masalah muncul lagi ketika di bulan ke 13 muncul tagihan Biaya Administrasi perpajangan kartu Kredit tahunan sebesar Rp. 240rb, karena saya merasa sudah menutup jadi tagihan saya abaikan saja. Pada bulan itu juga CS CC ada menelepon menanyakan apakah keberatan dengan tagihan itu, tentunya saya jawab keberatan dan mengatakan supaya ditutup sesuai permintaan saya semula. CS itu menawarkan penghapusan biaya tahunan dan tagihan agar diabaikan saja dan pemakaian agar dilanjutkan ke tahun berikutnya. Atas tawaran tersebut saya setuju jadinya… TAPI APA YG TERJADI??? Tagihan bulan berikutnya : ada 3 Item : Tagihan administrasi perpanjangan 240rb, biaya administrasi keterlambatan Rp. 100rb, denda keterlambatan 200rb an… Total Rp. 550rban…GILA……
=== KESIMPULAN SAYA ==
BAYAR AJA, dan jangan pakai KARTU KREDIT BNI, dengan alasan :
1. Apapun ceritanya Kartu Kredit utk menggerayangi uang Nasabah dengan berbagai cara.
2. Menghubungi Call Center dengan biaya mahal adalah Tarif Premium yg merupakan pemasukan Bank yg tak jelas.
3. Tutup Kartu Kredit anda… biar gak ada masalah dan daripada pusing ngadapin organisasi seperti Bank koordinasinya Bermasalah sesama mereka.

Demikian unek2 saya semoga jadi pelajaran bagi yg lain.

Reply

125 niko June 13, 2012 at 9:47 pm

menutup kartu kredit yg benar bukan lewat telepon ke call center, tapi datang ke kantor pusat banknya jika tinggal di kota besar. Atau ke cabang bank terdekat jika di kota kecil/kabupaten. Temui bagian penutupan kartu kredit jika di kota besar atau customer service jika di kota kecil

Reply

126 niko June 13, 2012 at 10:03 pm

nomer call center BNI 68888 pakai Flexi murah kok bayarnya. Ada yg bilang pakai Simpati juga murah. Atau email ke teleplus@bni.co.id

Reply

127 niko June 15, 2012 at 12:13 pm

jangan beranggapan jika kartu kreditnya sudah digunting oleh pihak bank, maka segala macam tagihan sudah lunas. Padahal maksud menggunting kartu kredit agar tidak bisa digesek/digunakan lagi. Tapi jika masih ada transaksi yg belum dibayar ya berdasarkan hukum alam bahwa siapa yg berhutang maka juga harus membayarnya

Reply

128 Yani July 17, 2012 at 11:49 am

Lebih baik datang langsung ke cust.care BNI, minta penutupan kartu secara tertulis. Sy pengguna CC BNI sudah 15 tahunan. Mudah2an aman terus. Sebetulnya, kartu kredit/KTA apapun kalau kita ga kepepet banget, mendingan jangan bikin. Kalopun kita punya kartu kredit, gunakan seperlunya. Usahakan jangan sampai nunggak atau bunga berbunga. Apalagi membiasakan diri belanja dengan kartu kredit lebih dari 1 kartu. Waaah..bisa brabe tuh. Mudah2an masalahnya cepat selesai.

Reply

129 Rini July 19, 2012 at 7:29 pm

Waktu itu tahun 2002 saya juga sudah melunasinya Dan menutup cc BNI saya . Dan tak Ada tagihan lagi Dan diberi Surat Lunas Dan dinyatakan tutup. Tetapi yang ngak saya habis pikir di telephone minggu Kemarin 16 Juli 2012 Oleh BNI orang tua Laki saya yang angkat telp . Dinyatakan saya Ada tunggakan 222.000.000 . What!!!!!!! Saya langsung shock!padahal seingat saya .limit saya Hanya 4 juta. BNI bilang kalau memang sudah di lunasi. BNI minta Tanda bukti. Bayangkan 10 tahun ngak Ada kabar tentang BNI. Mana saya tau kalau begini kejadiannya. Kemana saya harus mencari Tanda buktinya, saya Masih merasa piss off masalah saya ini ken apa saya apes..
Untuk teman2 apakah Ada yang bisa memberi Saran apa yang harus saya lakukan selanjutnya. Terima kasih.

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: