Jaringan ATM Permata Error, Lippo Bank melempar Tanggung Jawab
Pada tanggal 18 April 2008, istri saya mencoba mengambil uang dari rekening Bank Lippo di ATM Permata Jl. Kediri, Kuta – Bali sebesar Rp 300.000,-. Transaksi gagal, uang dan struk nya tidak keluar. Istri saya menganggap ini adalah sistim error yang wajar, lantas ia ke ATM Mandiri untuk cross check rekening. Ternyata sudah di debit sebesar Rp 300.000,-. Segera istri saya menghubungi Call Center Lippo Bank 14042. Telepon tersebut diterima seorang Customer Service, mendapat nomer laporan 3545019 dan menjanjikan akan diproses dan selesai selama 14 hari kerja.
Hari ini, 8 Mei 2008 pukul 17.03 WITA, tepat 14 hari kerja istri saya menelepon Call Center Lippo dan diterima Reza (tidak mau memberikan nama lengkapnya). Reza menyatakan hasil penelitian adalah sebagai berikut:
- Hasil transaksi pada tanggal 18 April berhasil, dan tercatat uang keluar.
- Uang kami hilang karena dianggap sudah diambil.
Selanjutnya Reza bertanya:
Berapa lama ibu nunggu uangnya?
Istri saya menjawab,
15 menit bersama dengan nasabah lain di antrian.
Catatan: memangnya menunggu uang keluar di ATM harus lebih dari 15 menit????
Lebih jauh istri saya bilang,
Wah kalo begitu, uang saya hilang begitu saja?
Dengan ringan Reza menjawab,
Maaf bu atas ketidaknyamanan ini.
Maafkan kami jika memandang permasalahan ini dengan menggunakan logika akuntansi dan pengawasan sederhana. Tetapi, jika saja ada pengecekan fisik uang dan struk transaksi dari ATM tersebut pada hari yang sama, maka akan diketahui ada selisih Rp 300.000,-. Kami berasumsi, tidak mungkin pihak Bank Permata atau Bank Lippo dengan metoda kontrol satu dan lainnya, tidak melakukan pengecekan tersebut. Dengan demikian, sebenarnya pihak Bank pasti tahu ada selisih setiap kali 1 periode transaksi.
Jika memang ini terjadi dan ‘hasil penelitian’ dari pihak Lippo Bank bahwa transaksi itu berhasil, maka berarti ada yang tidak beres dengan sistim kontrol Lippo Bank.
Berdasarkan logika sederhana diatas, maka kami berkesimpulan sebagai berikut:
- Jaringan ATM ini tidak bisa diandalkan.
- Pihak Bank Lippo, entah kesombongan (hanya Rp 300.000,-) atau memang tidak mau tahu; memiliki kebocoran sistim kontrol.
- Jika saja bank-bank ini memiliki 100 ATM, 1 transaksi gagal per ATM senilai Rp 300.000,- yang terjadi setiap hari; maka Konsumen bank sudah dirugikan sebesar Rp 30.000.000,- perhari. Tinggal dikalikan per bulan dan pertahun. Mungkin jumlahnya cukup untuk membayar gaji dan bonus direktur, serta dividen shareholder.
Jika asumsi diatas salah, maafkan kami. Tetapi yang pasti, kejadian ini hanya menambah catatan buruk perbankan Indonesia, terutama Lippo Bank. Jangan salahkan Bank luar negeri jika mereka bisa mengalahkan anda di area persaingan bisnis, karena anda memang tidak dapat diandalkan.
- Keluarga Malau, Kuta – Bali -
Update 10 Juli 2008: Tanpa memberitahu, Lippo Bank telah mengembalikan uang kami ke rekening pada tanggal 9 Mei 2008.


















Ada 2 Komentar sejauh ini...
[...] dan pemecahan masalahnya selalu tidak berdasarkan persoalan nasabah. Setelah kasus ini dan kasus sebelumnya yang saya alami, saya benar-benar kapok menggunakan [...]
Pingback pada August 2, 2008 11:41 am[...] as i said this is the second time they do stupid things. First was several months ago, when they charged our ATM with the money we never received (they silently gave our money [...]
Pingback pada August 2, 2008 02:59 pm