Listrik di Bali
Pagi ini saya dibangunkan istri saya karena kebingungan masalah listrik. Saya coba cari penyebabnya dan saya temukan tegangan listriknya drop luar biasa. Saya langsung matikan pusat listriknya untuk mencegah kerusakan alat-alat elektronik di rumah kami.
Setelah mengetahui keadaannya, saya segera menelepon Call Center PLN, dan dijawab dengan ringan:
Ya pak, banyak koq yang kena (bukan bapak saja), kami sedang perbaiki.
Iya tau, karena listrik adalah kebutuhan rakyat banyak, ya jelas kalau pasokan listrik bermasalah ya banyak yang kena! Jawabannya pintar sekali.
Masalahnya bukan apa-apa, listrik di Bali itu bermasalah terus. Dalam sebulan ada saja 1 kali mati listrik di kantor atau di rumah. Setahu saya, ini sudah berjalan 6 tahun (kemungkinan besar lebih!), dan tidak pernah ada solusinya. Saya sering dengar isu dan permasalahan listrik ini di Bali, penyebabnya, dan mengapa masalah ini tidak pernah selesai. Ok lah, mungkin tidak semudah itu penyelesaiannya, saya terpaksa mencoba untuk mengerti mungkin untuk beberapa tahun lagi.
Yang saya ngga suka dan membuat saya merasa dijajah adalah layanan dan penagihan. Dengan servis seburuk itu, PLN selalu mengejar-ngejar keluarga saya untuk membayar listrik. Kalau terlambat? DISEGEL!!! Lah, kalau mati lampu sering begitu, apa nilai yang mereka diberikan kepada pengguna? Ngga ada selain layanan yang sangat buruk.
Selain itu, entah karyawan atau setidaknya Call Center nya pusing karena seringkali menerima telepon komplen, jawaban mereka selalu ringan dan tidak menyelesaikan masalah. Konsumen (baca: rakyat) hanya disuruh menunggu. Ya memang, Call Center ngga akan bisa selesaikan masalah ini jika masalahnya infrastruktur. Tetapi, setidaknya Call Center bisa di training dan diperjelas fungsinya bahwa mereka itu adalah citra PLN (selain layanan yang buruk) dihadapan pelanggan? Melihat begini, ya jelas lah mengapa PLN rugi terus (mungkin benar, mereka perlu di restrukturisasi).
Yah sebagai konsumen, dalam kasus ini rakyat, saya cuma berharap mudah-mudahan persoalan ini cepat selesai. Sekali lagi, kalau perlu PLN harus di re-organisasi? Kalaupun tidak, ya saya kan hanya seorang konsumen.
Tidak ada komentar