Pada tanggal 11 November 2008 pukul 11 siang saya dan seorang teman memilih paket All You Can Eat ( AYCE ) di restoran Gang Gang Sulai di Jl. Alternatif Cibubur. Kami dijelaskan bahwa untuk paket AYCE kami boleh makan sepuasnya hingga pukul 14.30.
Sekitar jam 12 siang datang seorang pelayan dan mulai membereskan alat makan kami. Saya jelaskan bahwa kami belum selesai makan dan kami meminta kembali alat makan tersebut. Sang pelayan kemudian mengembalikan alat makan kami. 5 menit kemudian datang seorang pelayan membawa makanan penutup untuk kami ( es krim ). Padahal kami tidak meminta makanan penutup karena kami memang belum berencana untuk selesai makan. Kemudian kami lanjutkan dengan memesan satu porsi daging sapi. Hasilnya adalah daging sapi dengan porsi yang jauh lebih kecil dari yang pertama kali kami pesan.
Karena kami sudah bisa membaca gelagat bahwa kami sudah diinginkan untuk meninggalkan restoran, maka saya meminta bon tagihan. Saya bayar dan seharusnya saya menerima uang kembalian Rp. 3.400. Sang kasir hanya mengembalikan Rp. 3.000 dan sama sekali tidak memberitahu bagaimana nasib uang Rp. 400 tersebut. Saya tidak mempermasalahkan uang Rp. 400, karena toh saya sudah berniat makan di Gang Gang Sulai yang semua orang tahu bukan termasuk restoran yang murah. Yang saya bingung adalah model manajemen seperti apa yang membolehkan para kasir memberikan uang kembalian kepada para tamu dengan jumlah semaunya. Masalah para tamu mau memberikan tip atau tidak adalah sepenuhnya kerelaan para tamu. Bukan menjadi hak para kasir untuk langsung mengambil uang tipnya dari uang kembalian para tamu.
Kesimpulannya adalah kami sangat kecewa dengan Gang Gang Sulai yang berani mengiklankan makan sepuasnya tapi melatih para karyawannya untuk segera membereskan alat makan (walaupun belum selesai makan) dan segera menyodori makanan penutup untuk para tamu yang sudah makan selama satu jam. Belum lagi dengan porsi makanan yang semakin lama semakin sedikit. Belum lagi dengan uang kembalian yang saya terima. Lengkap sudah alasan saya untuk tidak kembali ke Gang Gang Sulai lagi.
Caroline Lazuardi
{ 6 comments… read them below or add one }
Wah mba Carol makan berapa banyak sih bisa bikin staff GGS sampe empet dan memberikan servis yang tidak mengenakkan? Hehe. Merekan kan manusia juga loh, emang tidak seharusnya mereka bertindak tanduk seperti itu. Tapi tetep deh, coba aja kalo mba Carol jadi owner resto-nya. Trus liat pelanggan yang pesan sana pesan sini, trus berisik, trus trus trus banyak maunya, pokonya bikin mata sepet, hati panas, yah maap2 aja nih. Masa sih jadi orang bisa sabar terus terusan. Kalo mba Carol merasa sudah sopan, dan tidak aneh-aneh. Yah uda GGS emang bener-bener payah. Tapi coba kalo staff GGS bisa kasi komentar di sini mengenai perihal komplain yang mba Carol sampaikan. Pasti dia ada kacamatanya sendiri untuk hal ini.
Abis mbak carol dalam satu jam makannya seperti orang yang udah duduk selama 3 jam..ha…haorang sunda bilang”"Rugel abdi atuh”"
^
^
Yah… Itu kan resiko dari ALYC resto kan… Gw aja pernah di hanamasa 3 jam lebih ga diusir kok… Rame lg, 13 orang ma temen2 gw.. Sama kek Eastern.. Ga ada pengurangan kuantitas bahkan kualitas… Kalo mereka kek gt mending ga usa ALYC dong.. namanya menyiksa pelanggan dong.. dasar ga becus restoran diatas.. mo cepet kaya tp ga pake otak… Grrr….
Saya pikir mba carol tidak salah, wajar saja konsumen menuntut, karena memang iklannya seperti itu. Lagipula sudah sewajarnya pihak penjual menghormati konsumen. Status pembeli adalah raja sangat berlaku dalam bisnis makanan. Sekali seseorang kecewa, efeknya sangat besar sekali, karena dalam waktu cepat berita tidak enak dari mulut ke mulut akan cepat menyebar. Dari cerita diatas jelas sekali bahwa mba carol telah diusir secara halus oleh karyawan rumah makan itu. ditambah kembalian uang yang tidak jelas semakin membuat konsumen kecewa. Mungkin ini memang oknum atau tidak berlaku di semua gerai rumah makan tersebut, hanya saja ada baiknya selalu mengingatkan para pegawai untuk selalu menghormati konsumen. Sekali lagi saya mengingatkan bahwa konsumen adalah raja, jadi ada baiknya menghormati konsumen demi keberlangsungan usaha itu sendiri
Iya,, setuju,,
mbak Carol jg ga salah sih menurut saya,,
mau pelayannya jengkel kek, apa kek, dia tetap ga berhak untuk ga memberikan hak kembalian itu,
bukan masalah jumlahnya, tapi yaa… gmna sih ngasih kembalian kok kayak gtu caranya..
Kalau mau seenaknya aja, ga usah jadi pelayan resto deh, jadi bos aja sono,,
Soalny gw jg paling sebel sma pelayan resto yang angkuh, heraann… Pelanggan adalah raja, jangan seenaknya lahh,,,
Apalagi klo pelanggannya udah ramah, dan sopan, masa iya dilayani seenaknya & ga sopan,
biasanya klo dah gtu, gw ga mau balik lagi ke tempat kyak gtu, resto laen yg bonafit masih bnyak kaleee………
Saya setuju sekali dengan pendapat Jay. Sudah seharus nya saudari carol merasa diperlakukan dengan tidak menyenangkan oleh kru GGS. ibarat kata untuk GGS adalah menjilat ludah sendiri. kalo memang GGS tidak bisa memberikan promo AYCE, sebaiknya jangan diadakan seperti itu, ubah saja GGS menjadi restoran biasa. saya rasa konsumen akan lebih menghargai.
Setau saya, memang ada beberapa trick yang sudah diajarkan kepada karyawan untuk menghadapi situsasi yg terjadi seperti yang di alami saudari carol, jadi kalau sudah dirasa hitungan nya tidak untung, mereka akan melakukan beberapa trick untuk mengusir secara sangat halus( kalo tidak mau dikatakan cara dodolz)
saya pribadi akan lebih menghargai jikalau karyawan GGS memberitahukan kalau ada batas waktu untuk promo tsb.
saya pernah dan sering makan dengan istri saya di HC ataupun tempat AYCE lainnya, tapi mereka tidak memperlakukan seperti itu, karena memang mereka yang memberikan promo tsb.
@pemilik, pengelola AYCE outlet : kalau memang anda merasa omset berkurang tapi bahan makanan yg anda siapkan bertambah, sebaiknya anda mempertanyakan lagi kepada karyawan anda, kemana larinya?
karena secara kasat mata, kita bisa menghitung sebanyak apa konsumen bisa menghabiskan makanan ?
saya pernah membaca artikel tentang kemampuan makan seseorang dan sudah saya survey jg, karena saya saat itu berencana untuk membuka investasi di slah satu resto di jkt.
@pemilik resto AYCE: buatlah promo yang memang dapat dipertanggungjawabkan, jangan sampai anda menyakiti konsumen, karena akan berakibat sangat5x buruk bagi citra anda.
mungkin pernah membaca kasus hokb3n? kalau belum coba anda cari, itu menjadi salah satu alasan kenapa saya tidak pernah ke hokb3n lagi. terima kasih