Surat Terbuka untuk Indosat
Saya adalah pelanggan internet cable personal IndosatM2 sejak pertengahan 2007 dengan Customer ID 071002670. Awalnya, paket langganan yang diberikan Indosat adalah internet cable dengan kecepatan up to 384 kbps. Selama erlangganan paket tersebut, kecepatan yang saya dapat stabil pada 350-380 kbps, dengan keluhan yang sangat minimal.
Namun sejak akhir 2007, tanpa menginformasikan terlebih dahulu kepada saya maupun customer yang lain, telah mengupgrade layanan tersebut ke kecepatan up to 1mbps atau sekitar 1024 kbps. Saya hanya diberitahu’ melalui iklan internet cable personal di cover belakang majalah Indosat M2 yang saya terima, kalau Indosat telah mengupgrade speed layanan ke up to 1mbps untuk pelanggan yang tadinya mendapat speed up to 384 kbps, dengan harga yang sama.
Saya sebagai customer, tentunya senang dengan kabar gembira ini. Baca hingga selesai …
Pelayanan Astro Lambat, Customer Service-nya Pembohong
Setelah menulis artikel ini, saya mengirim email ke Astro Care (Feb 2, 2008 7:52 PM) dan menyatakan kekesalan saya karena lambatnya pelayanan mereka. Dua jam kemudian mereka membalas (Feb 2, 2008 9:19 PM) email saya. Intinya adalah bahwa mereka ‘telah menjadwalkan pihak teknisi mereka untuk melakukan penelusuran atas permasalahan ini’.
Saya tidak membutuhkan basa-basi karena sudah kecewa. Saya juga tahu, lewat telepon ke Call Center mereka yang memberitahu bahwa dekoder saya tidak menyala (mereka sudah tahu permasalahannya, apa lagi yang harus ditelusuri??). Akhirnya saya balas (Feb 2, 2008 9:21 PM): Baca hingga selesai …
Korban Pertama Listrik Bali: Decoder Astro
Sejak pertama pindah ke Bali, kami sekeluarga berlangganan Astro. Seperti postingan saya sebelumnya saya nyatakan bahwa acara Sepak Bola Inggris Liga Premiership lebih baik di monopoli Astro. Tentu, karena dengan menonton lewat Astro, yang konsumen dapatkan adalah siaran relay dari ESPN dan Star Sports yang cenderung ‘lebih bermutu’ daripada TV lokal dan sponsor perusahaan rokok yang tidak ada hubungannya dengan sepak bola sama sekali.
Hari ini, setelah listrik ngedrop, beberapa jam kemudian mati tiba-tiba (kami komplen dan dijawab dengan SABAR SABAR, SEMUANYA JUGA MATI LAMPU!!!), decoder Astro kami rusak. Kami coba telepon ke Call Center Astro dan konon katanya decoder kami mati dan harus menunggu 3-5 hari agar teknisi datang untuk memperbaiki atau mengganti. Kontan saya kaget, 3-5 hari? Baca hingga selesai …
Listrik di Bali
Pagi ini saya dibangunkan istri saya karena kebingungan masalah listrik. Saya coba cari penyebabnya dan saya temukan tegangan listriknya drop luar biasa. Saya langsung matikan pusat listriknya untuk mencegah kerusakan alat-alat elektronik di rumah kami.
Setelah mengetahui keadaannya, saya segera menelepon Call Center PLN, dan dijawab dengan ringan: Baca hingga selesai …
Konsumen di Wikipedia
Ah senangnya menemukan definisi di Wikipedia, salah satu dictionary yang paling sering saya gunakan untuk melakukan riset.
Berikut definisinya:
Konsumen adalah seseorang atau sekelompok orang yang membeli suatu produk untuk dipakai sendiri dan tidak untuk dijual kembali. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali (jawa: kulakan), maka dia disebut pengecer atau distributor. pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu sebagai produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.
Ya itu saya… Apakah itu termasuk anda juga?
Halaman asli disini.
Premiership Lebih Baik di Monopoli Astro
Ini juga dari blog saya yang lain.
Aslinya saya tulis ini untuk di posting di salah satu milis terbesar di Indonesia, tetapi ditolak, dan sepertinya saya di banned. Lantas saya posting di blog saya tentang Manchester United.
Tetapi sepertinya kontroversi Astro ini belum juga selesai, karena kemarin saya baru berdebat lagi dengan teman-teman di kantor. Saya hanya bilang sama teman-teman saya, karena belum berlangganan parabola, maka orang-orang jadi nebak-nebak ini itu, seperti sekumpulan orang buta yang mencoba mendefinisikan gajah, yang satu menganggap seperti ekor, yang satu belalai, yang satu kaki. Hehe… Maaf, tapi memang begitu yang saya lihat.
Well anyway, berikut pendapat saya mengenai kontroversi ini, dan saya tidak berubah: Baca hingga selesai …
Liburan di Pantai Kuta
Posting ini aslinya saya post di blog saya yang lain. Blog tersebut saya ubah konsep menjadi prank blog berbahasa Inggris. Maka saya pindahkan postingannya ke Konsumen Dot Org.
Hari ini saya capai sekali, setelah seharian di kantor saya antar anak saya untuk vaksinasi ke Denpasar. Anyhow, saya jadi teringat liburan kami beberapa weekend lalu di Kuta Bali. Jadi ingin liburan lagi, tapi liburan berikut pastinya kami tidak akan memilih Hotel Mercure. Kenapa? Begini ceritanya. Baca hingga selesai …
Praktek Rental Mobil di Bali
Sejauh pengetahuan saya, harga rental mobil di Bali adalah yang termurah yang saya pernah temui. Saya tidak tahu lagi harga sewa mobil di Jakarta atau di Bandung, tetapi dengan rata-rata Rp 200.00,-, anda dapat menyewa sebuah Toyota Avanza selama 24 jam. Harga luar biasa seperti ini hanya bisa saya temui di Bali.
Saya dan keluarga menyewa mobil hampir setiap weekend, dan hingga kini kami sudah berganti perusahaan rental 3 kali.
Ada 3 kebiasaan buruk yang kami temui: Baca hingga selesai …
Kolonialisasi Tarif Internet
Judul artikel ini terinspirasi dari artikel di koran Kompas hari ini.
Baik urusan kantor, browsing website baru, baca RSS feeds, bikin website, update blog maupun sekedar chatting ringan dengan teman-teman; seharian penuh saya selalu terkoneksi ke internet.
Saya semakin kecanduan internet karena saya bisa merdeka dari koneksi dial-up yang lambat dan mahal itu kepada koneksi DSL yang lebih cepat. Dalam waktu penggunaan yang sama, sekarang saya bisa jauh lebih produktif dibanding sebelumnya.
Terus terang saja, saya menuliskan artikel ini karena saya baru saja memeriksa tagihan telepon rumah lewat Call Center 109 yang terdengar seperti di bawah ini: Baca hingga selesai …
Carrefour di Bali Beda Standar?
Sebelum kami sekeluarga pindah ke Bali, kami lahir dan besar di Bandung. Di Bandung, kami biasa berbelanja di Setiabudi Supermarket. Mengapa? Setiabudi Supermarket adalah supermarket terbaik yang pernah kami temui di Bandung. Harganya sedikit lebih mahal jika dibanding supermarket lain, apalagi hypermarket. Tetapi saking nyamannya berbelanja disana, kami mau menyisihkan uang lebih untuk mendapatkan kenyamanan itu.
Selama tinggal di Bandung, kami menolak berbelanja di Hypermart, Carrefour dan Giant, karena setiap berbelanja disana, rasanya tekanan darah selalu naik dan bisa jadi mengarah pada penyakit jantung. Alasannya satu. Baca hingga selesai …
Hello world!
Sudah lebih dari satu tahun setengah saya mendambakan memiliki sebuah media untuk menyatakan apa yang saya suka dan apa yang saya tidak suka tanpa harus bentrok dengan kepentingan apapun. Saat ini, yang paling memungkinkan bagi saya adalah melalui internet.
Saya sudah melihat banyak media yang bisa menyuarakan suara konsumen, tetapi semuanya melalui proses yang berbelit-belit. Bahkan, saya melihat beberapa dari media -media itu mulai menjual iklan. Menurut saya, dengan berkembangnya pasar yang tercampur kepentingan bisnis, akan lebih sulit bagi media-media itu untuk menjadi penyampai objektif suara konsumen. Maka dari itu, Baca hingga selesai …