Pemasangan Listrik dan Keamanan di Perumahan Bukit Dago Mengecewakan
Kami membeli sebuah rumah di perumahan Bukit Dago yang dikembangkan oleh PT. Dituka Raharja pada akhir tahun 2007. Setelah lunas membayar uang muka, kami pun langsung membayar biaya pemasangan sambungan listrik sebanyak Rp 1.000.000,00 pada tanggal 14 November 2007. Namun listrik belum dipasang juga hingga kami menempati rumah tersebut pada pertengahan bulan Mei 2008. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, kami disarankan untuk menarik dari sambungan dari tetangga di belakang rumah yang sudah dipasang listrik tapi belum ditempati, tentu saja dengan persetujuan pemilik rumah tersebut. Pada saat itu, pihak proyek yang diwakili oleh saudara Ichsan dan saudara Nawawi berjanji untuk segera merealisasikan penyambungan listrik di rumah kami. Akan tetapi hingga saat ini, Februari 2009, listrik belum juga sampai ke rumah kami.
Kami sudah berkali-kali menanyakan hal ini kepada pihak proyek, namun jawabnya selalu bulan depan, belum ada berita dari kantor pusat atau belum ada persetujuan dari PLN. Padahal, rumah-rumah baru yang dibangun kemudian, sambungan listriknya telah dipasang. Kami pun sudah berusaha bertanya kepada pihak pusat pengembang perumahan Bukit Dago, yaitu Grup Duta Putra yang berada di Menara DEA, Kuningan, namun selalu dioper kesana kemari hingga menghabiskan pulsa. Pada akhirnya kami selalu diberi informasi bahwa pengurusan listrik di perumahan Bukit Dago ini ditangani oleh Pak Riki. Namun dari 5 kali telefon kami ke kantor pusat, yang namanya Pak Riki ini selalu tidak bisa ditemui dengan berbagai alasan, sedang online, sedang keluar kantor, sedang meeting dan lain sebagainya. Hal ini membuat kami berfikir bahwa Pak Riki ini adalah tokoh fiktif untuk tameng menghadapi komplain konsumen.
Selain masalah listrik, kami mempunyai keluhan lain terhadap pihak pengembang perumahan bukit dago ini, yaitu masalah keamanan. Beberapa minggu yang lalu, kami membeli 10 batang bambu yang kami letakkan di depan rumah. Pada hari selasa awal bulan Februari 2009, tanpa sepengetahuan dan seizin kami, bambu-bambu tersebut diangkut oleh pihak proyek bukit dago. Kami yakin bahwa yang mengambil bambu tersebut adalah pihak proyek, karena ada dua orang saksi mata yang melihat kejadian tersebut, bahkan bisa mengenali dan menunjuk oknum yang melakukan hal itu. Pada sore hari itu juga, sepulang kerja, kami mencoba mengklarifikasi tersebut pada pihak keamanan dan manajemen proyek, akan tetapi mereka menyangkal hal tersebut. Mereka berjanji akan menyelidiki lebih lanjut dan kemudian menyampaikannya pada kami. Akan tetapi sampai lebih dari satu minggu dari kejadian, tidak ada berita apapun dari pihak proyek Bukit Dago.
Hal-hal diatas membuat kami sangat kecewa terhadap perumahan Bukit Dago. Sebagai warga, kami diabaikan dan tidak mendapat perlindungan seperti yang mereka janjikan (keamanan sistem cluster selama 24 jam). Olehkarena itu, bagi yang hendak membeli rumah di perumahan ini, kami sarankan untuk mempertimbangkan kembali, dan kalau bisa pilihlah pengembang lain yang lebih bisa dipercaya.
Niken Atmi
Jalan Ciledug Raya Kav 109
Telp: 0217394422

Ada 9 Komentar sejauh ini...
< menanggapi keluhan saudari NIKEN, saya selaku penghuni di cluster Arcadia, bahwa untuk masalah listrik/PLN terjadi bukan diperumahan ini aja( dibukit dago baru kali ini aja, mungkin karena pengaruh krisis energi), tapi diperumahan2 lain malah lebih lama.
N than masalah keamanan, sya rasa tergantung dari kitanya juga, yang penting jangan mengundang orang untuk berbuat jahat. terima kasih
Berkomentar pada February 24, 2009 06:03 pmTerima kasih atas informasinya….
Kebetulan saya lg mencari rumah di kawasan pamulang & sekitar…Termasuk di daerah bukit dago dan sempat jg bersama saudara menggunakan fasilitas kolam renangnya……..
dan skr saya masih mengontrak di kawasan Permata Pamulang
, setelah saya membaca ini….ada keraguan untuk bermukim disini….
Thx
Salam,
Berkomentar pada February 26, 2009 12:08 pmDany Setyawan, SE
Kalau memang karena masalah krisis energi, kenapa rumah-rumah yang dibangun jauh setelah rumah saya, bahkan masih kosong dan belum ditempati , sudah dipasang sambungan listriknya ???
Berkomentar pada February 26, 2009 03:04 pmBtw, pagi tadi listrik kami baru dipasang, mungkin memang pihak developer perlu diberi sedikit “towelan” (baca : bahwa kami akan mengadukan hal ini pada pihak YLKI dan menyebarkannya di media massa).
Masalah mengundang orang berbuat jahat, ini bambu gituu lohhhh, cuma 10 batang, masa pantas untuk di ambil ???? oleh pihak proyek pula, yang telah menjual beratus-ratus rumah dengan harga 100jt ke atas ???
Wah…sejauh ini saya belum mengetahui tentang masalah tersebut. Tapi mudah-mudahan aja jangan sampai terjadi seperti itu, soalnya saya dan aa udah sreg banget dengan perumahan bukit dago. Saat ini pun saya sudah booking fee, tinggal pengurusan yang lainnya. Klo memang itu benar adanya, tolong kepada pihak pengembang ditingkatkan lagi kenerja kerja yang baik agar citra perusahaan tetap terjaga, toh omset penjualan akan bertambah dan perusahaan pun akan untung. Thanks! Salam Ratna
Berkomentar pada May 5, 2009 11:15 amterima kasih atas semua infonya. namun pasti dalam satu sisir pisang ada satu yang busuk (rusak). tapi kalau saya yg jadi korban, pasti saya akan bersifat sama dengan saudari niken atmi. saya mohon kepada pihak pengembang jadikan prinsip “pembeli adalah raja”. berhubung saya akan mengambil rumah di daerah tersebut, jangan sampai masalah ini tejadi lagi. oknum yang melakukan harap ditindak tegas, demi masa depan yang lebih baik. jangan hanya uang 1 juta, pihak pengembang merugi milyaran, karena ketakutan customer untuk mengambil rumah di daerah saudara.
salam untuk semua tetangga baru di bukit dago
kwang, momon & family
Berkomentar pada June 4, 2009 12:52 pmbenar ga seeh semua kejadian yg terjadi itu ….????? kasihan banget sih nasib keluarga ibu niken atmi. dari 2007 menempati, namun baru 2009 dipasang listriknya. dalam prosedur kalau kita salah sedikit. pasti kena pinalti, namun dalam hal ini pihak pengembang yg salah. DAPAT PENGGANTIAN KERUGIANKAH KELUARGA SAUDARI NIKEN ATMI… ????. bukanya ngompor-ngompirin. namun selalu bertepuk sebelah tangan. abstain bukanlah kata yg tepat untuk masalah ini. pihak pengembang jalan aja dapat sangsi yg berat, apalagi pihak pengembang perumahan.
teliti dan cermat dalam memilih untuk masa depan.
maaf apabila ada kata yg tak berkenan
imam s
Berkomentar pada June 4, 2009 01:21 pmwah aku baru beli nih di bukit dago itu tapi yg type kecillllll banget,,mudah mudan gak sampe 2 tahun ya pasang listriknya..rumah nya sudah jadi tapi finishingnya belum..saya melihat sih memang banyak orang orang berkeliaran di sana , tukang tukang yg buat renovasi dan juga sempat ada laporan bahwa terjadi kehilangan..yah maklum kalo perumahan “baru” dan masih sepi memang begitu, saya juga membeli secara patungan bersama saudara saya di Grand Serpong , dan itu juga sempat terjadi kehilangan Mesin Pompa Air kalo tidak salah, padahal satpam nya lumayan banyak..mudah mudahan saja bukit dago bisa langsung berkembang pesat dengan memperbaiki Managementnya.
Berkomentar pada August 22, 2009 04:46 amSaya turut prihatin kasus yang menimpa ibu niken..Semoga ini menjadi pembelajaran buat pihak developer bukit dago untuk memperhatikan kosumen nya lebih baik lagi..Mengingat Konsumen adalah RAJA..Kebetulan saya jg mengambil perumahan disini bbrp bln lalu, saya harapkan tidak ada KEKECEWAAN dan PENYESALAN yang menimpa saya..
Berkomentar pada September 20, 2009 06:23 pmMudah2an pihak Bukit Dago bisa memperbaiki management nya lbh baik lg
Mau tanya untuk type 22/60 yang sedang dibangun ada biaya peningkatan mutu sekitar Rp. 23.000.000.
Berkomentar pada October 20, 2009 04:09 pmboleh tanya perinciannya untuk peningkatan mutunya..