
Baru saja saya menyalakan TV untuk melakukan ritual sebelum tidur, yaitu nonton TV sampe ngantuk. Tapi ternyata koneksi TV Astro saya ngga nyala. Saya coba gonta-ganti channel sampai tiba di satu channel yang screen-nya yang menyatakan bahwa siaran Astro tidak ada lagi.
Hmmm… berarti gosip itu benar.
Saya mampir ke internet dan menemukan website mereka www.astro.co.id juga sudah mati. Pengunjung website tersebut di redirect ke website baru, ke website perusahaan yang tadinya memegang lisensi Astro di Indonesia, yang konon diputus oleh prinsipalnya karena ngga mampu bayar tunggakan.
Udah gitu, ngomongnya kayak ngomong ke anak kecil. “Terimakasih Indonesia kami tidak akan siaran hingga pemberitahuan selanjutnya.” Opo maksudmu gemblung?
Masalah melulu itu perusahaan. Heran.
{ 3 comments… read them below or add one }
Bisa jadi pelajaran berharga bagi dunia siaran di indonesia. Betapa tidak mudah mengelola sebuah bisnis yg sarat teknologi dan investasi tinggi, ditengah persaingan yang juga keras.
Terimakasih Mas Gaptek atas pemikiran positifnya.
lah terus gimana proses refund-nya…..apa ada yg tau?
{ 2 trackbacks }