Sistem Kartu Kredit Citibank Membahayakan & Merugikan

Sungguh membahayakan dan sangat merugikan memiliki kartu kredit Citibank, bank internasional yang meraih Banking Service Excellence Award tahun 2007-2008 dari InfoBank, ternyata tidak mempunyai sistem perlindungan dan sangat tidak peduli terhadap customer-nya.

Saya pemegang kartu kredit Citibank tanpa catatan buruk selama hampir 9 tahun (tipe visa gold), merasa sangat dirugikan oleh sistem dan pelayanan dari Citibank. Kartu tambahan atas nama ibu saya tanpa disadari telah dibelanjakan oleh oknum tak bertanggung jawab hingga hampir 17 juta Rupiah. Pada transaksi pertama, oknum tersebut membelanjakan senilai 10,4 juta Rupiah, sebuah transaksi dengan nilai nominal cukup besar dan pola di atas kewajaran, sudah seharusnya dan sewajarnya pihak Citibank mengkonfirmasikan transaksi tersebut kepada pemilik kartu. Bahkan ketika pemakaian-pemakaian selanjutnya telah melebihi 35% dari limit kartu kredit, transaksi-transaksi tersebut masih disetujui oleh Citibank dan tidak diblokir hingga total 8 transaksi, di mana transaksi dilakukan berkali-kali di tempat yang sama dan pada waktu yang bersamaan.

Mengutip dari website Citibank:

“Kami menekankan pentingnya ketenangan (peace of mind) sebagai salah satu prioritas kami. Untuk itu, Citibank memiliki sistem dan staf khusus yang bertugas untuk memonitor pola transaksi nasabah.”

Ternyata hal tersebut hanya slogan omong kosong belaka, karena mekanisme sistem kartu kredit Citibank membahayakan dan sangat merugikan customer, misalnya:

  1. Citibank tidak melakukan pemblokiran otomatis terhadap transaksi yang melebihi 35% dari limit kartu kredit.
  2. Citibank tidak melakukan konfirmasi kepada pemilik kartu terhadap pola transaksi yang tidak wajar.
  3. Citibank mengijinkan transaksi-transaksi yang berpola mencurigakan/berpola pencurian, yaitu kartu dibelanjakan berkali-kali pada waktu dan hari yang sama, pada satu merchant yang sama dan langsung menghabiskan limit yang tersedia, padahal tanda tangan di bukti transaksi berbeda dengan tanda tangan pemilik kartu yang tertera di balik kartu kredit.
  4. Citibank mengharuskan customer agar tidak memakai kartu kredit melebihi limit, namun di pihak lain, Citibank tidak mematuhi batas limit yang ditetapkan oleh Citibank sendiri.

Lebih dari tiga bulan saya menghadapi proses yang berbelit-belit dan tidak profesional dari tim Customer Care Center Citibank (Sdr. Adham, Sdri Amalia Hutomo dan Sdr. Hotman Simbolon), meskipun saya sudah berulangkalli menegaskan bahwa kedelapan transaksi tersebut bukan dilakukan oleh pemegang kartu, dan telah dibuktikan oleh perbedaan tanda tangan yang terdapat pada bukti transaksi dengan tanda tangan asli dari pemegang kartu.

Bahkan ketika saya datang untuk meminta keadilan dari Citibank, ternyata pihak Citibank tidak beritikad baik dan tetap menuntut saya untuk melunasi transaksi-transaksi yang tidak pernah dilakukan oleh ibu saya selaku pemegang kartu tersebut, tanpa adanya investigasi terhadap delapan transaksi senilai total hampir 17 juta Rupiah, di mana nominal kerugian yang timbul hingga sebesar itu disebabkan oleh mekanisme sistem Citibank yang tidak aman dan sangat jelas sekali tidak memonitor pola transaksi nasabah. Padahal tujuan nasabah memiliki kartu kredit adalah untuk mendapatkan keamanan yang lebih sebagai alat pembayaran dibandingkan dengan membawa uang tunai.

Yang lebih mengherankan dan sangat mengejutkan, baru-baru ini ibu saya justru ditawari oleh petugas Citibank lain untuk memiliki kartu kredit lagi padahal kasus yang kami alami ini belum selesai. Sekali lagi, hal ini dapat terjadi karena sistem koordinasi internal yang sangat lemah dan hanya berfokus kepada keuntungan produsen. Citibank hanya bereaksi cepat dengan penjualan awal dan keterlambatan pembayaran. Hal-hal yang berkaitan dengan hak kenyamanan, keamanan dan perlindungan customer yang tercantum dalam UU Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 99 tidak diutamakan.

Melihat pengalaman kasus ini, Anda bisa bayangkan jika Anda sebagai pemilik kartu kredit Citibank yang berlimit besar pasti akan selalu merasa was-was. Dan dengan adanya kejadian ini, saya akan beralih ke kartu kredit lain yang mempunyai sistem lebih aman.

 

Syahneth Purbasari

spurbasari@asuransi.astra.co.id

Sebarkan cerita ini:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Yahoo! Buzz
  • Digg
  • email
  • MySpace
  • Technorati
  • Live
  • Mixx
  • NewsVine
  • Print
  • SphereIt
  • Sphinn
  • TwitThis
  • YahooMyWeb
Ditulis pada February 3, 2009 | View commentsComments on this post">Comments | Di dalam kategori : Perbankan
  • imelda
    iya betul citibank , bank besar tapi tidak peduli dengan nasabahnya. hanya omongan manis ketika nawarin. gue juga kena dan pihak citibank hanya bisa menagih. Say No to Citibank
  • yuyus
    Betul sekali..saya adalah salah satu pemegang Citibank CC..hanya penjualan awal & keterlambatan lah yg menjadi pihak Citibank melakukan reaksi cepat..selebihnya untuk kenyamanan pengguna..tidak sesuai dengan "nama" dan "prestasi" yg katanya Banking Service Excellence Award...
  • sri yeni pujiani
    saya juga sedang ada masalah dengan citibank, saya ditelp oleh pihak citibank, bahwa katanya saya mempunyai tagihan yang blm terbayar, alhasil saya kaget minta ampun, karena pada dasarnya saya sama sekali tidak mempunyai kartu citibank tersebut, " jangankan untuk menggesek , lihat atau pegang kartunya aja enggak " masalah ini bikin saya sangat emosi sekali, dan pada saat saya menanyakan berapa no kartu saya, pihak penelpon tdk memberitahukan, malah saya di minta telp ke customer service citibank,yang pada akhirnya saya di oper2, akhirnya saya memutuskan untuk mendiamkan masalah ini, apabila pihak penelpon kembali menghubungi saya, maka satu2nya jalan , saya hrs melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib, untuk mengklarifikasi dan membersihkan nama saya dari orang yang tidak bertanggung jawab. Dan saya mohon kepada pihak citibank untuk bisa membantu saya menangkap orang yang tidak bertanggung jawab ini, dengan cara mengeluarkan bukti2 yang ada, dan kita buktikan bersama, sehingga saya bisa dengan cepat membersihkan nama saya dan pihak citibank pun tidak menjadi jelek dimata masyarakat luas...
  • Teguh
    Saya juga sedang mengalami masalah yg sama, dimana sekitar bulan Maret 2009 Citibank mengirim kartu kredit baru (renewal) ke alamat saya tapi belakangan jatuh ke tangan pihak lain dan ini samasekali bukan karena kesalahan saya. Anehnya, orang tsb bisa mengaktifkan dan bahkan membelanjakan sampai 14 juta lebih. Protes saya sepertinya kurang mendapat tanggapan dari Citibank, bahkan mereka dgn arogan tetap minta saya bertanggung jawab melunasi tagihan tsb, yg sekarang jumlahnya sudah mencapai belasan juta rupiah.

    Saya setuju bhw kalau transaksi itu bukan transaksi kita, jangan pernah mau diminta bayar. Hak kita sebagai konsumen harus dipertahankan.

    BTW, utk Syahnet Purbasari, bgm kelanjutan kasus Anda?
  • Melber
    Pak Teguh bagaimana kasus anda sekarang? saya juga mengalami hal yang serupa, dan skrg citibank malah meminta saya membayar hutang+bunga. Gila yah Citibank malah mengambil keuntungan dari nasabah yang terkena musibah.
  • Melber
    Pak Teguh saya juga mengalami hal serupa, namun sampe skarang masih blm ada penyelesaian. malah citibank menyuruh untuk membayar bunganya. Pak Teguh bagaimana apakah sudah selesai?
  • Lia
    SAY "NO" to CREDIT CARD, terutama KARTU KREDIT CITIBANK
  • bowo
    Terima Kasih, dengan membaca cerita dari saudara sekalian, saya jadi makin mantap untuk mengurungkan niat membuat credit card. Lebih baik saya menahan diri, entah menabung dulu atau membeli barang-barang yang lebih sesuai dengan penghasilan saya daripada memaksakan diri membeli sesuatu melebihi kemampuan dengan credit card. Memang alasan "untuk keadaan darurat " ,misal masuk rumah sakit, sering dipakai untuk membuat cc. Tapi , IMHO, health insurance lebih sesuai untuk masalah seperti itu. Sekali lagi terima kasih atas cerita-ceritanya.
  • Rudy
    Pengalaman kita agak mirip tapi berbeda. Kami juga nasabah dari jaman smp dulu sampai sekarang anak saya sudah sd kls 1. Cukup lama bukan? Bulan lalu kami masih ada transaksi dgn kartunya & 2 bulan lalu baru ambil alop (semacam pinjaman dari available balance yg tersedia di kartu kreditnya dgn bunga lbh kecil). Bln ini setelah trima thr, kami memutuskan untuk berhenti kerja & memulai usaha sendiri. Karena penghasilan yg belum pasti, namanya jg baru mulai, dgn itikad baik, karena kita sendiri sering lihat di media cetak ataupun elektronik, citi sering mendatangkan pihak ke-3 untuk...ya tw sendiri lha, maka kita langsung meminta citibank untuk memblokir kartunya & meminta itu sisa tagihan totalnya ada berapa, langsung dispread bagi rata, jadi kita bisa byr fix tiap bulan sampai jangka waktu tertentu sesuai dengan kemampuan yg sudah kita estimated. Yang kita call itu bukan customer servicenya, malah langsung ke bagian kolektornya. Tau apa jawabnya? Karena kita masih ada transaksi bulan lalu, jadi masih dianggap mampu, jadi tidak bisa. Harus menunggu 3 bulan tanpa transaksi baru bisa. Jadi selama 3 bulan itu, kita tetap harus bayar bunga biasa, yang sekarang saja isitlahnya kalau kita mampu, ngapain kita telpon mereka? Belum lagi alop yg didpt, dikatakan, apa sudah habis untuk dialokasikan seluruhnya ke usaha bapak (Mungkin di pikiran mereka buka usaha kaki-5 x, jd murmer, atw mungkin g prlu modal malah), kita sudah kasih pinjam (katanya), berarti kita sudah percaya, itu dengan bunga murah berarti juga sudah meringankan. Panjang deh pokoknya, jadi ujung2nya jga kurang lebih begini artinya, kalau kita lepasin bapak sekarang, rugi dnk citibank ga bisa dpt bunga lg, y plg engga bisa 3-4bln lg lah, gtu kali. Padahal pada hari yg sama, kita juga menelepon bbrpa bank yg lain (bank campuran lokal-oz, indo-malay, indo-sg + bumn), semua bilang bisa, bunga distop, langsung dibagi ada yg ngasih 24bln, ada yg sampe 36 bln mlh, walaupun kita ambilnya ga sampe segitu lama. Setidaknya lumayanlah bisa buat ruang gerak usaha. Siapa tau kan namanya bisnis, 1 hari ngambil kredit lg dr bank yg bersangkutan, mana tau? Yah namanya juga siapa gitu yg punya citi sekarang, indo aja musti bergulat susah payah & kaga ada abisnya itu hutang, apalagi kita orang biasa. Malah lagi mikir2 mau pakai jasa yg di koran2 gitu, untuk ngurusin tagihan kk&kta, sebelum dikejar, mending kita yang samperin. Right, guys?
  • Abel
    Cuma sedikit koreksi. Jatah Bank rata-rata sekitar 1-1,5% dari setiap transaksi di mesin EDC. Kecuali AMEX yg meminta 4%, makanya jarang toko yg mau menerima AMEX.
  • Rudy
    Gue pernah punya pengalaman buruk dengan Citibank. Kartu debit gue disalah gunakan oleh orang dan dikuras habis. Gue mengurus transaksi ini gimana yah supaya transaksi ini jangan disalah gunakan oleh orang lain. Citibank memang payah mendingan juga gunakan salah satu Bank lokal. Bayangin aja kredit kard kita dipake overlimit. Kan ada photonya yang mesti dicocokin untuk masalah safety.
  • Eric Purnamasidi
    Citibank memang tidak professional. Kalau transaksi anda tidak sah, jangan bayar kartu kredit anda. Dan saya harap semoga si pencuri kredit kard ini dihukum seberat-beratnya.
  • Arie Pekuk
    Waduh, jadi kepikiran mau nutup nih kartu. Emang sih blm alami kejadian kaya gitu. Cuman suerr.. jadi was-was. Gimana tuh siti eh citi ?????????????
  • cello
    wah 10 X gw baru di tawarin tuch, kalo gitchu gw pikir2 dulu dach ?
  • widie
    kayaknya sekarang pengelola kartu kredit terlalu mempermudah transaksi sehingga faktor keamanan konsumen diabaikan, karena mereka mengejar volume transaksi yang ujung-ujungnya mendapat komisi yang besar (bayangkan mereka minta "jatah preman" 2-3% dari setiap transaksi, padahal mereka sudah mengutip annual fee yang cukup besar). Istilahnya "pukul dulu, urusan belakangan", kalo itu transaksi tidak sah mereka membiarkan pelanggan bersusah-susah mengurus ini-itu. Padahal untuk setiap transaksi yang tidak tertagih, mereka sudah dicover oleh asuransi.
    Pengalaman saya di spanyol, setiap pengguna kartu kredit di sana wajib memperlihatkan kartu identitas resmi atau paspor untuk WNA pada saat melakukan di merchant dan pihak merchant wajib mencocokan identitas dengan pemegang kartu.
    Yang patut disayangkan juga kelakuan pihak merchant, bila kita perhatikan para kasir di toko, hotel atau merchant lainnya sangat jarang mencocokan tanda tangan pada struk dengan yang tertera pada kartu kredit, padahal dulu waktu tahun 80 dan 90-an hal itu selalu dilakukan. Apakah karena sekarang semua transaksi sudah pake EDP yang selalu online ya?
  • R3 Gunawan
    Mana tanggung jawab Citi Bank,jgn terjebak lagi sama semuia kartu kredit,sama juga lintah darat,jadilah semua ini pelajaran yg pahit,jgn sampai terulang lagi.
  • Citibank layaknya rentenir, lintah darat yang tahunya hanya menarik uang sebanyak-banyaknya dari nasabah, dengan segala cara. Membaca cerita di atas, benar-benar memalukan bank sebesar Citibank melepaskan tanggungjawab begitu saja. Bahkan menawari kartu baru pula. Amburadul sekali.

    Saya juga ada masalah dengan tagihan email yang tidak kunjung putus, meskipun kartunya sudah ditutup. Belum lagi saat menutup perlu 'negosiasi' alot dengan petugas via telpon. Saran saya ganti sajalah Citibank ini dengan produk bank lokal. Apalagi ini bank asing (meski ngakunya lokal toh tetap saja menginduk ke LN). Jangan biarkan devisa negara terbang membiayai lintah darat tersebut.
  • Citibank juga telah memberikan 'bonus' tambahan bunga sebanyak 6% dari jumlah total tagihan yang telat jatuh tempo.
  • Agustino
    Saya sangat setuju sekali dengan pendapat anda (Syahneth Purbasari)
    Karena saya jg korban dari keteledoran pihak citibank dengan tidak mematuhi point 1 sampai 3 diatas...
    Mohon pihak citibank memperbaiki sistem tersebut agar tidak lebih banyak lagi korban yg berjatuhan seperti saya dan pak Syahneth

    Terima kasih
blog comments powered by Disqus