Sistem Kartu Kredit Citibank Membahayakan & Merugikan

Sungguh membahayakan dan sangat merugikan memiliki kartu kredit Citibank, bank internasional yang meraih Banking Service Excellence Award tahun 2007-2008 dari InfoBank, ternyata tidak mempunyai sistem perlindungan dan sangat tidak peduli terhadap customer-nya.

Saya pemegang kartu kredit Citibank tanpa catatan buruk selama hampir 9 tahun (tipe visa gold), merasa sangat dirugikan oleh sistem dan pelayanan dari Citibank. Kartu tambahan atas nama ibu saya tanpa disadari telah dibelanjakan oleh oknum tak bertanggung jawab hingga hampir 17 juta Rupiah. Pada transaksi pertama, oknum tersebut membelanjakan senilai 10,4 juta Rupiah, sebuah transaksi dengan nilai nominal cukup besar dan pola di atas kewajaran, sudah seharusnya dan sewajarnya pihak Citibank mengkonfirmasikan transaksi tersebut kepada pemilik kartu. Bahkan ketika pemakaian-pemakaian selanjutnya telah melebihi 35% dari limit kartu kredit, transaksi-transaksi tersebut masih disetujui oleh Citibank dan tidak diblokir hingga total 8 transaksi, di mana transaksi dilakukan berkali-kali di tempat yang sama dan pada waktu yang bersamaan.

Mengutip dari website Citibank:

“Kami menekankan pentingnya ketenangan (peace of mind) sebagai salah satu prioritas kami. Untuk itu, Citibank memiliki sistem dan staf khusus yang bertugas untuk memonitor pola transaksi nasabah.”

Ternyata hal tersebut hanya slogan omong kosong belaka, karena mekanisme sistem kartu kredit Citibank membahayakan dan sangat merugikan customer, misalnya:

  1. Citibank tidak melakukan pemblokiran otomatis terhadap transaksi yang melebihi 35% dari limit kartu kredit.
  2. Citibank tidak melakukan konfirmasi kepada pemilik kartu terhadap pola transaksi yang tidak wajar.
  3. Citibank mengijinkan transaksi-transaksi yang berpola mencurigakan/berpola pencurian, yaitu kartu dibelanjakan berkali-kali pada waktu dan hari yang sama, pada satu merchant yang sama dan langsung menghabiskan limit yang tersedia, padahal tanda tangan di bukti transaksi berbeda dengan tanda tangan pemilik kartu yang tertera di balik kartu kredit.
  4. Citibank mengharuskan customer agar tidak memakai kartu kredit melebihi limit, namun di pihak lain, Citibank tidak mematuhi batas limit yang ditetapkan oleh Citibank sendiri.

Lebih dari tiga bulan saya menghadapi proses yang berbelit-belit dan tidak profesional dari tim Customer Care Center Citibank (Sdr. Adham, Sdri Amalia Hutomo dan Sdr. Hotman Simbolon), meskipun saya sudah berulangkalli menegaskan bahwa kedelapan transaksi tersebut bukan dilakukan oleh pemegang kartu, dan telah dibuktikan oleh perbedaan tanda tangan yang terdapat pada bukti transaksi dengan tanda tangan asli dari pemegang kartu.

Bahkan ketika saya datang untuk meminta keadilan dari Citibank, ternyata pihak Citibank tidak beritikad baik dan tetap menuntut saya untuk melunasi transaksi-transaksi yang tidak pernah dilakukan oleh ibu saya selaku pemegang kartu tersebut, tanpa adanya investigasi terhadap delapan transaksi senilai total hampir 17 juta Rupiah, di mana nominal kerugian yang timbul hingga sebesar itu disebabkan oleh mekanisme sistem Citibank yang tidak aman dan sangat jelas sekali tidak memonitor pola transaksi nasabah. Padahal tujuan nasabah memiliki kartu kredit adalah untuk mendapatkan keamanan yang lebih sebagai alat pembayaran dibandingkan dengan membawa uang tunai.

Yang lebih mengherankan dan sangat mengejutkan, baru-baru ini ibu saya justru ditawari oleh petugas Citibank lain untuk memiliki kartu kredit lagi padahal kasus yang kami alami ini belum selesai. Sekali lagi, hal ini dapat terjadi karena sistem koordinasi internal yang sangat lemah dan hanya berfokus kepada keuntungan produsen. Citibank hanya bereaksi cepat dengan penjualan awal dan keterlambatan pembayaran. Hal-hal yang berkaitan dengan hak kenyamanan, keamanan dan perlindungan customer yang tercantum dalam UU Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 99 tidak diutamakan.

Melihat pengalaman kasus ini, Anda bisa bayangkan jika Anda sebagai pemilik kartu kredit Citibank yang berlimit besar pasti akan selalu merasa was-was. Dan dengan adanya kejadian ini, saya akan beralih ke kartu kredit lain yang mempunyai sistem lebih aman.

 

Syahneth Purbasari

spurbasari@asuransi.astra.co.id

54 thoughts on “Sistem Kartu Kredit Citibank Membahayakan & Merugikan

  1. Saya sangat setuju sekali dengan pendapat anda (Syahneth Purbasari)
    Karena saya jg korban dari keteledoran pihak citibank dengan tidak mematuhi point 1 sampai 3 diatas…
    Mohon pihak citibank memperbaiki sistem tersebut agar tidak lebih banyak lagi korban yg berjatuhan seperti saya dan pak Syahneth

    Terima kasih

  2. Citibank layaknya rentenir, lintah darat yang tahunya hanya menarik uang sebanyak-banyaknya dari nasabah, dengan segala cara. Membaca cerita di atas, benar-benar memalukan bank sebesar Citibank melepaskan tanggungjawab begitu saja. Bahkan menawari kartu baru pula. Amburadul sekali.

    Saya juga ada masalah dengan tagihan email yang tidak kunjung putus, meskipun kartunya sudah ditutup. Belum lagi saat menutup perlu ‘negosiasi’ alot dengan petugas via telpon. Saran saya ganti sajalah Citibank ini dengan produk bank lokal. Apalagi ini bank asing (meski ngakunya lokal toh tetap saja menginduk ke LN). Jangan biarkan devisa negara terbang membiayai lintah darat tersebut.

  3. Mana tanggung jawab Citi Bank,jgn terjebak lagi sama semuia kartu kredit,sama juga lintah darat,jadilah semua ini pelajaran yg pahit,jgn sampai terulang lagi.

  4. kayaknya sekarang pengelola kartu kredit terlalu mempermudah transaksi sehingga faktor keamanan konsumen diabaikan, karena mereka mengejar volume transaksi yang ujung-ujungnya mendapat komisi yang besar (bayangkan mereka minta “jatah preman” 2-3% dari setiap transaksi, padahal mereka sudah mengutip annual fee yang cukup besar). Istilahnya “pukul dulu, urusan belakangan”, kalo itu transaksi tidak sah mereka membiarkan pelanggan bersusah-susah mengurus ini-itu. Padahal untuk setiap transaksi yang tidak tertagih, mereka sudah dicover oleh asuransi.
    Pengalaman saya di spanyol, setiap pengguna kartu kredit di sana wajib memperlihatkan kartu identitas resmi atau paspor untuk WNA pada saat melakukan di merchant dan pihak merchant wajib mencocokan identitas dengan pemegang kartu.
    Yang patut disayangkan juga kelakuan pihak merchant, bila kita perhatikan para kasir di toko, hotel atau merchant lainnya sangat jarang mencocokan tanda tangan pada struk dengan yang tertera pada kartu kredit, padahal dulu waktu tahun 80 dan 90-an hal itu selalu dilakukan. Apakah karena sekarang semua transaksi sudah pake EDP yang selalu online ya?

  5. Waduh, jadi kepikiran mau nutup nih kartu. Emang sih blm alami kejadian kaya gitu. Cuman suerr.. jadi was-was. Gimana tuh siti eh citi ?????????????

  6. Citibank memang tidak professional. Kalau transaksi anda tidak sah, jangan bayar kartu kredit anda. Dan saya harap semoga si pencuri kredit kard ini dihukum seberat-beratnya.

  7. Gue pernah punya pengalaman buruk dengan Citibank. Kartu debit gue disalah gunakan oleh orang dan dikuras habis. Gue mengurus transaksi ini gimana yah supaya transaksi ini jangan disalah gunakan oleh orang lain. Citibank memang payah mendingan juga gunakan salah satu Bank lokal. Bayangin aja kredit kard kita dipake overlimit. Kan ada photonya yang mesti dicocokin untuk masalah safety.

  8. Cuma sedikit koreksi. Jatah Bank rata-rata sekitar 1-1,5% dari setiap transaksi di mesin EDC. Kecuali AMEX yg meminta 4%, makanya jarang toko yg mau menerima AMEX.

  9. Pengalaman kita agak mirip tapi berbeda. Kami juga nasabah dari jaman smp dulu sampai sekarang anak saya sudah sd kls 1. Cukup lama bukan? Bulan lalu kami masih ada transaksi dgn kartunya & 2 bulan lalu baru ambil alop (semacam pinjaman dari available balance yg tersedia di kartu kreditnya dgn bunga lbh kecil). Bln ini setelah trima thr, kami memutuskan untuk berhenti kerja & memulai usaha sendiri. Karena penghasilan yg belum pasti, namanya jg baru mulai, dgn itikad baik, karena kita sendiri sering lihat di media cetak ataupun elektronik, citi sering mendatangkan pihak ke-3 untuk…ya tw sendiri lha, maka kita langsung meminta citibank untuk memblokir kartunya & meminta itu sisa tagihan totalnya ada berapa, langsung dispread bagi rata, jadi kita bisa byr fix tiap bulan sampai jangka waktu tertentu sesuai dengan kemampuan yg sudah kita estimated. Yang kita call itu bukan customer servicenya, malah langsung ke bagian kolektornya. Tau apa jawabnya? Karena kita masih ada transaksi bulan lalu, jadi masih dianggap mampu, jadi tidak bisa. Harus menunggu 3 bulan tanpa transaksi baru bisa. Jadi selama 3 bulan itu, kita tetap harus bayar bunga biasa, yang sekarang saja isitlahnya kalau kita mampu, ngapain kita telpon mereka? Belum lagi alop yg didpt, dikatakan, apa sudah habis untuk dialokasikan seluruhnya ke usaha bapak (Mungkin di pikiran mereka buka usaha kaki-5 x, jd murmer, atw mungkin g prlu modal malah), kita sudah kasih pinjam (katanya), berarti kita sudah percaya, itu dengan bunga murah berarti juga sudah meringankan. Panjang deh pokoknya, jadi ujung2nya jga kurang lebih begini artinya, kalau kita lepasin bapak sekarang, rugi dnk citibank ga bisa dpt bunga lg, y plg engga bisa 3-4bln lg lah, gtu kali. Padahal pada hari yg sama, kita juga menelepon bbrpa bank yg lain (bank campuran lokal-oz, indo-malay, indo-sg + bumn), semua bilang bisa, bunga distop, langsung dibagi ada yg ngasih 24bln, ada yg sampe 36 bln mlh, walaupun kita ambilnya ga sampe segitu lama. Setidaknya lumayanlah bisa buat ruang gerak usaha. Siapa tau kan namanya bisnis, 1 hari ngambil kredit lg dr bank yg bersangkutan, mana tau? Yah namanya juga siapa gitu yg punya citi sekarang, indo aja musti bergulat susah payah & kaga ada abisnya itu hutang, apalagi kita orang biasa. Malah lagi mikir2 mau pakai jasa yg di koran2 gitu, untuk ngurusin tagihan kk&kta, sebelum dikejar, mending kita yang samperin. Right, guys?

  10. Terima Kasih, dengan membaca cerita dari saudara sekalian, saya jadi makin mantap untuk mengurungkan niat membuat credit card. Lebih baik saya menahan diri, entah menabung dulu atau membeli barang-barang yang lebih sesuai dengan penghasilan saya daripada memaksakan diri membeli sesuatu melebihi kemampuan dengan credit card. Memang alasan “untuk keadaan darurat ” ,misal masuk rumah sakit, sering dipakai untuk membuat cc. Tapi , IMHO, health insurance lebih sesuai untuk masalah seperti itu. Sekali lagi terima kasih atas cerita-ceritanya.

  11. Saya juga sedang mengalami masalah yg sama, dimana sekitar bulan Maret 2009 Citibank mengirim kartu kredit baru (renewal) ke alamat saya tapi belakangan jatuh ke tangan pihak lain dan ini samasekali bukan karena kesalahan saya. Anehnya, orang tsb bisa mengaktifkan dan bahkan membelanjakan sampai 14 juta lebih. Protes saya sepertinya kurang mendapat tanggapan dari Citibank, bahkan mereka dgn arogan tetap minta saya bertanggung jawab melunasi tagihan tsb, yg sekarang jumlahnya sudah mencapai belasan juta rupiah.

    Saya setuju bhw kalau transaksi itu bukan transaksi kita, jangan pernah mau diminta bayar. Hak kita sebagai konsumen harus dipertahankan.

    BTW, utk Syahnet Purbasari, bgm kelanjutan kasus Anda?

  12. saya juga sedang ada masalah dengan citibank, saya ditelp oleh pihak citibank, bahwa katanya saya mempunyai tagihan yang blm terbayar, alhasil saya kaget minta ampun, karena pada dasarnya saya sama sekali tidak mempunyai kartu citibank tersebut, ” jangankan untuk menggesek , lihat atau pegang kartunya aja enggak ” masalah ini bikin saya sangat emosi sekali, dan pada saat saya menanyakan berapa no kartu saya, pihak penelpon tdk memberitahukan, malah saya di minta telp ke customer service citibank,yang pada akhirnya saya di oper2, akhirnya saya memutuskan untuk mendiamkan masalah ini, apabila pihak penelpon kembali menghubungi saya, maka satu2nya jalan , saya hrs melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib, untuk mengklarifikasi dan membersihkan nama saya dari orang yang tidak bertanggung jawab. Dan saya mohon kepada pihak citibank untuk bisa membantu saya menangkap orang yang tidak bertanggung jawab ini, dengan cara mengeluarkan bukti2 yang ada, dan kita buktikan bersama, sehingga saya bisa dengan cepat membersihkan nama saya dan pihak citibank pun tidak menjadi jelek dimata masyarakat luas…

  13. Betul sekali..saya adalah salah satu pemegang Citibank CC..hanya penjualan awal & keterlambatan lah yg menjadi pihak Citibank melakukan reaksi cepat..selebihnya untuk kenyamanan pengguna..tidak sesuai dengan “nama” dan “prestasi” yg katanya Banking Service Excellence Award…

  14. iya betul citibank , bank besar tapi tidak peduli dengan nasabahnya. hanya omongan manis ketika nawarin. gue juga kena dan pihak citibank hanya bisa menagih. Say No to Citibank

  15. Pak Teguh saya juga mengalami hal serupa, namun sampe skarang masih blm ada penyelesaian. malah citibank menyuruh untuk membayar bunganya. Pak Teguh bagaimana apakah sudah selesai?

  16. Pak Teguh bagaimana kasus anda sekarang? saya juga mengalami hal yang serupa, dan skrg citibank malah meminta saya membayar hutang+bunga. Gila yah Citibank malah mengambil keuntungan dari nasabah yang terkena musibah.

  17. Mohon ada rekan2 yg mengerti masalah :
    1. Apakah benar hutang KK yg tidak tertagih dapat dicover asuransi?
    2. Apakah pada semua bank penerbit KK punya / ada aturan bank yg namanya ” Write Off ” atau ” Lost Money ” ?
    3. Menurut banyak informasi bahwa petugas kolektor tetap menagih padahal KK kita sudah ditutup dan tercover asuransi, kalau mereka dapat / berhasil itu menjadi milik mereka dan Debt-Col yg jadi rekanan mereka. Bagaimana pihak bank mengatasi masalah ini atau kenapa malah membiarkan…
    Mohon rekan2 yg mengerti mau memberi pencerahan masalah ini, sudah banyak sekali korban berjatuhan, jangan biarkan mafia2 seperti ini terus berulah. Terimakasih

  18. betul citibank, hsbc, amex, bank besar tapi tidak peduli dengan nasabahnya. hanya omongan manis ketika nawarin. gue juga kena dan pihak citibank hanya bisa menagih.

  19. Terlalu banyak permasalahan yang timbul yang disebabkan dari ketidaktahu an para pemakai Kartu Kredit (KK) atau yang disebut Card Holder (CH) atas praktek-praktek curang pihak bank,dari mulai cara menjaring consumen sampai cara penyelesaian jika terjadi kredit macet,dari cara menagih lewat telphone yang kurang ajar sampai dengan menurunkan debt collector brutal tapi pihak bank selalu lepas tangan jika hal-hal tersebut terjadi,pihak bank hanya akan menyalahkan pihak ketiga mereka yaitu agen…!!!tidak heran jika hal ini terjadi pada mbak syahneth dan syahneth-syahneth yang lain tapi tidah usah khawatir kami siap membantu jika mbak syahneth sampai hari ini masih bermasalah dengan citibank atau bank yang lain…
    Hubungi kami :
    E-mail : myprosov@yahoo.co.id
    Hotline : 021-684 76 242 / SMS : 021-935 66 035
    Anda juga bisa Join The Group TOLAK BAYAR KARTU KREDIT di FB

    Salam Problem Solver (Prosov)

    Yanti Supratman

  20. Terima kasih sekali atas info/berita tersebut sebetulnya saya ingin memiliki Kartu Kredit Citybank tetapi setelah membaca keluhan para nasabah tidak hanya seorang saja di mana tempat banyak keluhan-keluhan dan tidak ada perbaikan sama sekali maka dengan ini saya membatalkan keinginan saya tersebut dan akan cerita pada teman2 yang lain untuk hati-hati apabila sudah memiliki Kartu Kredit City Bank dan yang ingin memiliki sebaiknya di batalkan sebelum hal-hal yang buruk menimpa. thanks Syahneth Purbasari. dari Yoshe

  21. Alhamdulillah CC Citibank telah saya tutup jd ga nambah utang. Mungkin management di Citibank hrs di perbaiki lagi. Ada baiknya kita tidak menggunakan CC dari bank manapun karena yg namanya utang itu pasti merugikan pada akhirnya.

    Wasalam
    Mr.Q

  22. Saya juga mau berbagi cerita tentang ketidaknyamanan citibank.
    Sekitar awal agustus 2010, saya mendapat telepon dari citibank jakarta (kebetulan saya tinggal di surabaya) yang menjelaskan bahwa pengajuan personal loan saya sudah disetujui sebesar Rp. 30 juta.
    Karena saya tidak merasa, saya bilang saya tidak mau. Kemudian si penelpon bertanya, “trus pengajuan ini bagaimana?”.
    Karena saya tidak merasa mengajukan ya saya bilang, “saya tetap tidak mau menerima”.
    Dan si penelpon bilang, “kalo begitu saya cancel aja ya pak”.
    Saya jawab lagi, “Iya”.
    Sekitar seminggu kemudian, pihak citibank dari menghubungi saya bahwa citibank sudah mentransfer uang atas pengajuan personal loan saya sebesar Rp. 12 juta.
    Saya makin bingung. Pertama, saya tidak pernah mengajukan personal loan, trus tiba2 dapat berita kalo disetujui Rp. 30 juta. Setelah konfirmasi dari pihak citibank sendiri kalo personal loan itu di cancel, malah ditransfer uang dari pengajuan personal loan sebesar Rp. 12 juta.
    Dan pinjaman tersebut diangsur selama 3 tahun.
    Setelah kejadian itu, 2 kali saya menghubungi citibank tentang masalah ini. Bahkan saya minta kepada citibank untuk memberikan bukti bahwa saya pernah mengajukan pinjaman.
    Jawabannya, “kami sudah melakukan sesuai prosedur.”
    Parahnya, pagi ini saya dapat informasi jatuh tempo perbayaran pinjaman personal loan via sms.
    Saya cuman berpikir bahwa, ternyata perusahaan sekelas citibank melakukan hal-hal yang merugikan orang lain. Dan memaksa orang lain untuk melakukan pinjaman.
    Sudah 6 tahun saya jadi pengguna cc citibank tanpa ada cacat dalam pembayarannya, dan saya sangat kecewa dengan perlakuan ini.
    Saya juga akan menutup penggunaan kartu kredit citibank karena masalah ini.

  23. Klw saya kebalikan dari anda mas Ryan , selama saya pegang kk citibank blom pernah sekaliiiiiiiiiiiiiiiii aja limit kk saya dinaikkan,wah jan payah sekali.Dan saya heran juga dengan citibank nggak seperti bank-bank lainnya,misalnya kayak bank ANZ,MANDIRI,CIMB NIAGA bila dikritik selalu memberi tanggapan dengan bahasa yang enak dibaca dan nyaman,sesuai dengan yang dilapangan bila kita masuk di cabang-cabangnya suasana kantor sejuk petugasnya cantik-cantik dan pelayanannya ramah tidak membeda-bedakan walau kita buruk rupa dan penampilan,jadi pernahkah kita mendengar/membaca tanggapan CITIBANK atas keluhan atau kritikan dari para nasabah kknya yang dimuat diberbagai surat pembaca,saya kira belum pernah bahkan nyaris tidak ada,dan kita berharap semoga CITIBANK masih punya rasa, bukannya mati rasa sehingga kita bisa berharap kedepan akan semakin baik dalam pelayanannya,karena CITIBANK beroperasi di Negara kita Indonesia,sebuah Negara yang penuh dengan keramah tamahan dan keanekaan budaya

  24. Citi bank dengan Slogannya “Citi Never Sleep”, ternyata terbalik “Citi Always Sleep…”
    Citibank sangat cuek, nggak pernah menggubris komplain saya via tele officer, benar apa yg dikatakan rekan2, bahwa citibank hanya tanggap jika itu berhubungan dengan hal2 yang menguntungkan pihak citibank, selebihnya komplain customer (emang gue pikirin…CPD)

  25. Ikut share buruknya pelayanan Citibank…
    Pada bulan February 2010 saya tlp Customer Service Citibank Bdg dengan niat menutup KK Citi-Telkomsel (posisi kredit Rp.1.7jt an) karena saya harus kerja lapangan di kampung selama 3 bln, petugas CS Bdg menerangkan bahwa KK Citi-Telkomsel belum bisa ditutup pada tanggal itu karena tagihan Kartu Halo sy masih berjalan.
    Saya pun pergi selama 3 bln, sy tidak dapat membayar tagihan KK selama itu dikarenakan posisi ATM berada di kota terdekat yang berjarak 45km, saya selalu menerangkan hal tsb ke petugas Citibank yg selalu menelp (dari kode area Bdg + Jkt) dikarenakan keterlambatan saya.

    Pada awal bulan Juni 2010 (belum masuk awal tagihan baru Juni), kredit bengkak karena terlambat bayar menjadi 2.6jt. Saya bayar full, lalu saya konfirmasi menutup KK via tlp ke CS Bdg.
    Bbrp hari kemudian sy di tlp oleh petugas Citibank (kode area Jkt) untuk menanyakan keterlambatan pembayaran dari February, setelah saya jelaskan akhirnya petugas tsb mengerti dan bilang “KK bapak belum ditutup, silahkan tlp CS Bdg untuk menghentikan layanan Telkomsel terlebih dahulu, lalu kirimkan fotocopy KK tergunting & surat pernyataan diatas materai melalui fax (saya diberikan no fax Citibank Jkt), lalu transfer Rp.20rb (via pembayaran KK) untuk biaya administrasi, baru KK bisa di tutup “.

    Kemudian saya tlp CS Bdg dan menerangkan kabar tsb, keterangan CS Bdg “tidak ada istilah mengirimkan fotocopy KK tergunting & surat pernyataan diatas materai via fax ke Jkt, karena bapak sudah membayar full silahkan abaikan saja tlp + surat tagihan”…
    ANEH, KOK BEDA OMONGANNYA?!

    Ternyata surat tagihan terus datang dengan jumlah tagihan yang terus membengkak, setiap bulan dikenakan ==> (bunga + biaya keterlambatan Rp.50rb + membership fee Rp.225rb).
    Tagihan 5 July 2010 Rp.270rb an (lupa)
    Tagihan 5 Agustus 2010 Rp.472rb
    Tagihan 5 September 2010 Rp.716rb.

    Saya tlp kembali CS Bdg tgl 19 Sept 2010 untuk menanyakan, dan CS menerangkan “ada kekurangan pembayaran pada bulan Juni sejumlah 70rb an, jadi itu biaya yang membengkak, tapi citibank memberikan diskon pembayaran, silahkan bapak bayar hanya 499rb saja”…
    CUKUP 3 BULAN BIAYA TIDAK JELAS MERUBAH DARI 70rb – 716rb!!!

    Saat ini saya masih mempermasalahkan keanehan tersebut, semoga masalah ini selesai secepatnya.

  26. saya hanya minta pembersihan nama saya di city bank , tapi tidak di pedulikan sama sekali malah saya di oper.oper kesana kesini sama staff kariyawannya.
    saya bertinggal di medan masak pembersihan nama harus ke jakarta.

  27. emang citibank brengsek…. saya tel aja dr CS di blg bukan kebagian ini trus dioper ke bagian lain trus dikasih no ke bagian kolektor trus bagian kolektor blg bukan bagian ini ksh lg no lain tel ke no itu blg lg bukan bagian nya ksh lg no lain sampe muter2 akhirnya kembali ke CS lg kl bukan keparat apa nama nya itu…. saya protes dr setahun masalah over limit krn mrk tidak blokir autodebet dr pembayaran akhirnya sampe membengkak… di tel slalu ngak diurus2 selalu di puter2 tel kesana sini. ngabisin pulsa aja tiap tel ada kali habis 59rb ngak ada hasilnya. dengan gampangnya datang org penagihan kerumah blg diskon bayar limit aja…. brengsek ngak tuh…. saya komplain ke no mana pun blg bukan bagiannya… emang bener2 brengsek abis…..

  28. SY JUGA DIPERMAINKAN DGN CITIBANK PADAHAL SY MENGAJUKAN CICILAN TETAP (RESCHEDULE) SESUAI DENGAN PROSEDUR ORG LAPANGAN DATANG KERUMAH DAN SY ISI DOKUMEN DAN PERSYARATAN DOKUMEN JG SY BERIKAN, PEMBAYARAN DP UDA SY BAYAR MELALUI ATM BCA, SY TUNGGU KABAR KONFIRMASI DR CITIBANK MENGENAI CICILAN TETAP /BLN BRP? TERNYATA ORG CITIBANK TELP KE SAYA KATANYA DOKUMEN TDK TERMA DR ORG LAPANGAN MALAH SY DISURH TELP ORG LAPANGAN PDHL ORG LAPANGAN KAN DISURUH OLEH PIHAK CITIBANK UNTUK DATANG MENAGIH KE RUMAH SY, KENAPA SY YG TELP ORG LAPANGAN? PERCUMA TELP ORG CITIBANK (COLEECTION) KRN YG ADA DIOPER2 DAN DIPERMAINKAN, SY HANYA BUTUH KEPASTIAN UTK IKUT CICILAN TETAP /BLN BRP? TRNYATA BGN CARA KERJA CITIBANK BENAR2 MENGECEWAKAN APALAGI SISTEM KERJANYA.

  29. Wah, saya jadi serem mau bikin CC Citibank.. Nanti dipikir2 dulu deh. Mending pake kartu debit aja.. makasih infonya buat TS dan para user yang telah memberi komen.. :)
    semoga cepat selesai masalahnya

  30. Kredit yang macet, yang kita gak bisa bayar selama 1th KAN sudar di cover asuransi tp pihak bank masih jual ke pihak debt collector..gimana tuh

  31. Anda sedang bermasalah dengan kartu kredit dan KTA? bisa cicil sesuai kemampuan saat ini, stop bunga hingga 0%, diskon sampai dengan 70%, kami akan bantu anda secara hukum dengan proses legal. hubungi Riri: 021-98989327 / luna: 021-95848060 / Raya: 021-60739605

  32. benar sekali pakai kartu kredit citibank sangat tidak nyaman , karena bentar bentar ada telpon kerumah atas nama citibank menanyakan terus pembayaran kartu kredit , padahal jatuh temponya masih agak lama tapi kenapa mesti berkali kali nelpon kerumah ….ku akan tutup segera kartu kredit citibanknya akh , banyak bank lokal yang bagus daripada citibank .

  33. Saya punya kartu kredit dgn PLAVON 7 JT..dah bayar berkalisetiap 700 rb sekitar 4-5 kali kemudian bulannya dan dibayar 2jt…dan 500 rb…eh pas mau dibayar lunar masih harus membayar 4.4 juta….saya bilang GILA kapan lunasnya kalau kayak gini…KAPOK pakai city Bank…saran saya jangan pakai city Bank ataupun BUkopin…….

  34. Wah keknya pada emosi semua tuh… Sumpah saya juga lagi emosi saat ini!!!! Maaf saya bukan pemegang kk Citibank, tapi mandiri, ada 2 kartu yang satu sudah lunas dan satunya akan saya lunasi besok sekaligus menutup kedua kartu itu, baru aja saya telpon cs mandiri dengan “ilham” ternyata kata dia pada kk satunya kagak bisa ditutup dulu karena ada bunga tarik tunai yang terjadi sejak 4 tahun lalu, sumpah saya gak ngerti kenapa tidak dicantumkan pada lembar tagihan dan diam diam “memaksa” bunga tersebut berbunga bunga selama empat tahun lebih!!! Asli kagak bakal gue bayar!! Sini bawa aja debt collectornya gue tantang sekalian!! Sungguh mafia kau mandiri!!

  35. saya sarankan bagi siappun yg punya kartu kredit CB hendaknya segera menutup kartu kreditnya segera,sebelum anda dirugikan dan masuk kejurang masalah yang bisa2 berakhir pada kematian ( spt kasus baru2 ini)……..saya juga dl pakai kartu kredit CB,sekarang kapoooooooook……..bagi yg belum pake kartu kredit CB,Demi ALLAH….jgn aplly/buka kartu CB….anda bisa terjebak….sy cuma kasih saran kepd yg lain…..tdk ada maksud dan tujuan tertentu…tq

  36. Saya telah mengurus pinjaman keuangan sejak citifinancial mengadakan pameran atau promosi di pt.rekayasa industri dan kemudian saya mengajukan pinjaman yang sudah saya tandatangani pada satu minggu sebelum lebaran 2011, sampai saat ini kejelasan atas piutang saya belum juga ada juntrungnya alias belum jelas, lucunya saya sudah dapet atmnya dan bahkan sudah dapat no rekening, tapi di tabungan saya belum ada isinya, pinjaman saya dari citi financial belum di masukan ditabungan saya, setiap kali saya telp ke informasi yang katanya 24 jam, juga di pontang panting…..ngak jelas,….sampai sekarang 27 4eptember belum ada kejelassannyan apa udah disetujui pinjaman saya itu…

  37. suami saya juga pengguna kartu CB punya kasus yg sama banget dengan saudara syahneth spurbasari tapi jumlahnya hanya 1 jt. walau jumlahnya kecil tapi tetap aja merasa tertipu. memang suami saya sengaja tidak mau menyelesaikan masalah ini karna dia tidak merasa memakainya……tapi yg bikin risih kami dep kolector selalu telfon terus yg kata2anya sampe ga pantes didengar. bukan cuma telfon kekami, tapi ke rumah saudara kami yg menjadi data referensi. duh saya malu banget, kaya kita punya utang milyaran aja….. sampe di gituin banget. pernah suami saya bilang sama depcol “kami mau bayar….tapi anda harus datang kerumah saya….”. tapi sampe detik ini ga ada tuh yg berani datang….
    ada yg punya saran untuk saya…… harusnya gimana…. apakah saya harus bayar atau tidak usah…, takutnya kalau saya tidak bayar itu akan berbunga terus…… dan jumlahnya bisa sampai puluhan juta…gimana dong ya…

  38. Saya sangat terganggu dengan tindakan CityBank, bahkan saya yg bukan seorang nasabah Citybank merasakan ketidak proffesionalan bank tsb, begini ceritanya, ibu saya memiliki sodara tiri dari ayahnya yg hubungan nya cukup jauh, ibu saya yg dari kecil ikut keluarga ibunya tentu tidak dekat dengan sodara2 tirinya tsb, sampai pada suatu hari salah satu sodara tirinya memakai nama ibu saya yg seorang PNS sebagai sodara yg dpt dihubungi ketika mau membuka kredit di citybank, tanpa confirmasi apapun, setelah itu city bank mulai meneror keluarga kami yg jelas sudah tidak berhubungan dengan sodara tiri ibu saya tsb, om saya tepatnya, 3 tahun berlangsung kmi pun mencari tahu, ternyata om tiri saya telah kabur keluar negeri karena hutangnya, citybank terus saja menelepon rumah kami dan meneror, sungguh terganggu apalagi ibu sy sudah pensiun dengan ayah sy, seperti kami yg berhutang, padahal menggunakan citybank saja tidak. ketidak profesionalan ini sangat mengganggu keluarga kami, mohon diperhatikan pabila terus berlanjut tentu saya tidak sulit akan melaporkan hal ini terhadap pihak berwenang.
    tks

  39. saya mengalami kejadian buruk berhub dengan citibank ags bln kemarin, dan dalam posisi sama ada pihak tidak bertanggung jawab memakai transaksi lebih dr 5jt dikartu tambahan citigiant a/n adik saya.
    kenapa tidak ada konfirmasi dr citibank kepemegang kartu utama, dan dalam posisi over limit, tetap saja disetujui.
    saya tidak mau membayar karena bukan dari saya atau adik saya yang melakukan transaksi itu. bgm caranya untuk mengatasi masalah ini, bisa ada yang bantu.. apa saya diamkan, sehingga tagihan membengkak dengan bunga yg bertambah tiap bulan? sayapun ketempat dimana transaksi itu dilakukan, hasilnya nihil, sampai sekarang saya tidak tahu mana orangnya yg tidak bertanggung jawab melakukan transaksi tsb.

  40. saya pengguna cc silver city bank sudah tiga tahun belum pernah merasakan manfaat dari cc ini, yang ada makan ati aja tiap liat promo di mal ato restoran ternyata tidak berlaku untuk jenis silver, bahkan penukaran poin reward juga sama, tidak berlaku untuk silver card.
    bulan depan insya Allah mau nutup, ada info gimana cara nutup cc ini dengan cepat ?

  41. Kami ikut prihatin atas pengalaman rekan-rekan yang dicurahkan di sini. Namun ada yang menurut kami, komentar dari rekan-rekan lainnya ada yang tidak mendasar. Tetapi pengalaman-pengalaman buruk seharusnya menjadikan kita pelajaran penting.

    Kami kupas lengkap buat Anda di situs kami: mafiakartukredit.com.

    Semoga bisa membuat konsumen memiliki posisi bargaining yang lebih baik.

    Salam hangat,

  42. kejadian yg sama seperti cc gold saya mbak………….. tp sampai sekarang ditagih tagih trusss tetep suruh bayar………….

  43. saya memegang kartu city giant, kartu saya memang termasuk kartu kategori macet akibat dari penarikan tunai untuk biaya pengobatan suami, dan untuk sekarang saya blm bs melakukan pembayaran, karena harus menyelesaikan tagihan kartu yg lain, terus terang skrg saya tidak mampu melakukan pembayaran, namun pihak dari city menekan saya untuk melakukan pembayaran tanpa bunga dalam jangka waktu hanya 3 hari saja. apakah tidak ada solusi yang bagus dari pihak city bank, karena selama ini selalu menekankan untuk membayar lunas semua tagihan tanpa ada bunga dalam jangka waktu pendek??

  44. @indah & @gito
    lam kenal mba/mas, skrg gmn CC nya? sdh dtutup atw blm ? rencana mw saya tutup bulan depan. tapi malah takut dipersulit

    @All
    kalau ada yg pernah sukses menutup kartu kredit, kasih petunjuk y temans…

  45. Sy jg slh st pemegang kk city bank..dan sampai skrg msh macet pdhl sy sdh berkali2 telpon ingin melakukan penyelesaian kk city bank tp malah di ping pong sana sini oleh cs nya..pdhl dulu sy tdk pernah ingin punya kk city bank tp krn di tawarin relasi (dgn sdkt maksa) sy akhirnya mau..tp saat ekonomi sy sdg terpuruk sy dan tdk bisa menyelesaikan kk, sy malah dimaki2 oleh dc sampai akhirnya sy kesal n tdk mau bayar dan dc nya g pernah lg dtg..tp akibatnya sy mlh diblacklist di bi dan sulit utk memperoleh pinjaman..city bank memang benar2 brengsek..sepertinya bi jg sdh g bisa menjalankan fungsinya thp permasalahan2 sprti ini..dan kita mmg sdh dijerat oleh kapitalisme yahudi..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>