<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sistem Kartu Kredit Citibank Membahayakan &amp; Merugikan</title>
	<atom:link href="http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/</link>
	<description>Suara dan Media untuk Konsumen Demi Kemajuan Bisnis Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 21:35:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Melber</title>
		<link>http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-759</link>
		<dc:creator>Melber</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 20:48:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-759</guid>
		<description>Pak Teguh bagaimana kasus anda sekarang? saya juga mengalami hal yang serupa, dan skrg citibank malah meminta saya membayar hutang+bunga. Gila yah Citibank malah mengambil keuntungan dari nasabah yang terkena musibah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Teguh bagaimana kasus anda sekarang? saya juga mengalami hal yang serupa, dan skrg citibank malah meminta saya membayar hutang+bunga. Gila yah Citibank malah mengambil keuntungan dari nasabah yang terkena musibah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Melber</title>
		<link>http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-755</link>
		<dc:creator>Melber</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 14:18:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-755</guid>
		<description>Pak Teguh saya juga mengalami hal serupa, namun sampe skarang masih blm ada penyelesaian. malah citibank menyuruh untuk membayar bunganya. Pak Teguh bagaimana apakah sudah selesai?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Teguh saya juga mengalami hal serupa, namun sampe skarang masih blm ada penyelesaian. malah citibank menyuruh untuk membayar bunganya. Pak Teguh bagaimana apakah sudah selesai?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: imelda</title>
		<link>http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-744</link>
		<dc:creator>imelda</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 18:50:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-744</guid>
		<description>iya betul citibank , bank besar tapi tidak peduli dengan nasabahnya. hanya omongan manis ketika nawarin. gue juga kena dan pihak citibank hanya bisa menagih. Say No to Citibank</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya betul citibank , bank besar tapi tidak peduli dengan nasabahnya. hanya omongan manis ketika nawarin. gue juga kena dan pihak citibank hanya bisa menagih. Say No to Citibank</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yuyus</title>
		<link>http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-672</link>
		<dc:creator>yuyus</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 03:34:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-672</guid>
		<description>Betul sekali..saya adalah salah satu pemegang Citibank CC..hanya penjualan awal &amp; keterlambatan lah yg menjadi pihak Citibank melakukan reaksi cepat..selebihnya untuk kenyamanan pengguna..tidak sesuai dengan &quot;nama&quot; dan &quot;prestasi&quot; yg katanya Banking Service Excellence Award...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul sekali..saya adalah salah satu pemegang Citibank CC..hanya penjualan awal &amp; keterlambatan lah yg menjadi pihak Citibank melakukan reaksi cepat..selebihnya untuk kenyamanan pengguna..tidak sesuai dengan &#8220;nama&#8221; dan &#8220;prestasi&#8221; yg katanya Banking Service Excellence Award&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sri yeni pujiani</title>
		<link>http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-646</link>
		<dc:creator>sri yeni pujiani</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 05:09:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-646</guid>
		<description>saya juga sedang ada masalah dengan citibank, saya ditelp oleh pihak citibank, bahwa katanya saya mempunyai tagihan yang blm terbayar, alhasil saya kaget minta ampun, karena pada dasarnya saya sama sekali tidak mempunyai kartu citibank tersebut, &quot; jangankan untuk menggesek , lihat atau pegang kartunya aja enggak &quot; masalah ini bikin saya sangat emosi sekali, dan pada saat saya menanyakan berapa no kartu saya, pihak penelpon tdk memberitahukan, malah saya di minta telp ke customer service citibank,yang pada akhirnya saya di oper2, akhirnya saya memutuskan untuk mendiamkan masalah ini, apabila pihak penelpon kembali menghubungi saya, maka satu2nya jalan , saya hrs melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib, untuk mengklarifikasi dan membersihkan nama saya dari orang yang tidak bertanggung jawab. Dan saya mohon kepada pihak citibank untuk bisa membantu saya menangkap orang yang tidak bertanggung jawab ini, dengan cara mengeluarkan bukti2 yang ada, dan kita buktikan bersama, sehingga saya bisa dengan cepat membersihkan nama saya dan pihak citibank pun tidak menjadi jelek dimata masyarakat luas...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya juga sedang ada masalah dengan citibank, saya ditelp oleh pihak citibank, bahwa katanya saya mempunyai tagihan yang blm terbayar, alhasil saya kaget minta ampun, karena pada dasarnya saya sama sekali tidak mempunyai kartu citibank tersebut, &#8221; jangankan untuk menggesek , lihat atau pegang kartunya aja enggak &#8221; masalah ini bikin saya sangat emosi sekali, dan pada saat saya menanyakan berapa no kartu saya, pihak penelpon tdk memberitahukan, malah saya di minta telp ke customer service citibank,yang pada akhirnya saya di oper2, akhirnya saya memutuskan untuk mendiamkan masalah ini, apabila pihak penelpon kembali menghubungi saya, maka satu2nya jalan , saya hrs melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib, untuk mengklarifikasi dan membersihkan nama saya dari orang yang tidak bertanggung jawab. Dan saya mohon kepada pihak citibank untuk bisa membantu saya menangkap orang yang tidak bertanggung jawab ini, dengan cara mengeluarkan bukti2 yang ada, dan kita buktikan bersama, sehingga saya bisa dengan cepat membersihkan nama saya dan pihak citibank pun tidak menjadi jelek dimata masyarakat luas&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Teguh</title>
		<link>http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-645</link>
		<dc:creator>Teguh</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 04:59:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-645</guid>
		<description>Saya juga sedang mengalami masalah yg sama, dimana sekitar bulan Maret 2009 Citibank mengirim kartu kredit baru (renewal) ke alamat saya tapi belakangan jatuh ke tangan pihak lain dan ini samasekali bukan karena kesalahan saya. Anehnya, orang tsb bisa mengaktifkan dan bahkan membelanjakan sampai 14 juta lebih. Protes saya sepertinya kurang mendapat tanggapan dari Citibank, bahkan mereka dgn arogan tetap minta saya bertanggung jawab melunasi tagihan tsb, yg sekarang jumlahnya sudah mencapai belasan juta rupiah.

Saya setuju bhw kalau transaksi itu bukan transaksi kita, jangan pernah mau diminta bayar. Hak kita sebagai konsumen harus dipertahankan.

BTW, utk Syahnet Purbasari, bgm kelanjutan kasus Anda?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga sedang mengalami masalah yg sama, dimana sekitar bulan Maret 2009 Citibank mengirim kartu kredit baru (renewal) ke alamat saya tapi belakangan jatuh ke tangan pihak lain dan ini samasekali bukan karena kesalahan saya. Anehnya, orang tsb bisa mengaktifkan dan bahkan membelanjakan sampai 14 juta lebih. Protes saya sepertinya kurang mendapat tanggapan dari Citibank, bahkan mereka dgn arogan tetap minta saya bertanggung jawab melunasi tagihan tsb, yg sekarang jumlahnya sudah mencapai belasan juta rupiah.</p>
<p>Saya setuju bhw kalau transaksi itu bukan transaksi kita, jangan pernah mau diminta bayar. Hak kita sebagai konsumen harus dipertahankan.</p>
<p>BTW, utk Syahnet Purbasari, bgm kelanjutan kasus Anda?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lia</title>
		<link>http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-641</link>
		<dc:creator>Lia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 10:23:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-641</guid>
		<description>SAY &quot;NO&quot; to CREDIT CARD, terutama KARTU KREDIT CITIBANK</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SAY &#8220;NO&#8221; to CREDIT CARD, terutama KARTU KREDIT CITIBANK</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bowo</title>
		<link>http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-538</link>
		<dc:creator>bowo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 01:19:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-538</guid>
		<description>Terima Kasih, dengan membaca cerita dari saudara sekalian, saya jadi makin mantap untuk mengurungkan niat membuat credit card. Lebih baik saya menahan diri, entah menabung dulu atau membeli barang-barang yang lebih sesuai dengan penghasilan saya daripada memaksakan diri membeli sesuatu melebihi kemampuan dengan credit card. Memang alasan &quot;untuk keadaan darurat &quot; ,misal masuk rumah sakit, sering dipakai untuk membuat cc. Tapi , IMHO, health insurance lebih sesuai  untuk masalah seperti itu. Sekali lagi terima kasih atas cerita-ceritanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima Kasih, dengan membaca cerita dari saudara sekalian, saya jadi makin mantap untuk mengurungkan niat membuat credit card. Lebih baik saya menahan diri, entah menabung dulu atau membeli barang-barang yang lebih sesuai dengan penghasilan saya daripada memaksakan diri membeli sesuatu melebihi kemampuan dengan credit card. Memang alasan &#8220;untuk keadaan darurat &#8221; ,misal masuk rumah sakit, sering dipakai untuk membuat cc. Tapi , IMHO, health insurance lebih sesuai  untuk masalah seperti itu. Sekali lagi terima kasih atas cerita-ceritanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rudy</title>
		<link>http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-533</link>
		<dc:creator>Rudy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 09:37:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-533</guid>
		<description>Pengalaman kita agak mirip tapi berbeda. Kami juga nasabah dari jaman smp dulu sampai sekarang anak saya sudah sd kls 1. Cukup lama bukan? Bulan lalu kami masih ada transaksi dgn kartunya &amp; 2 bulan lalu baru ambil alop (semacam pinjaman dari available balance yg tersedia di kartu kreditnya dgn bunga lbh kecil). Bln ini setelah trima thr, kami memutuskan untuk berhenti kerja &amp; memulai usaha sendiri. Karena penghasilan yg belum pasti, namanya jg baru mulai, dgn itikad baik, karena kita sendiri sering lihat di media cetak ataupun elektronik, citi sering mendatangkan pihak ke-3 untuk...ya tw sendiri lha, maka kita langsung meminta citibank untuk memblokir kartunya &amp; meminta itu sisa tagihan totalnya ada berapa, langsung dispread bagi rata, jadi kita bisa byr fix tiap bulan sampai jangka waktu tertentu sesuai dengan kemampuan yg sudah kita estimated. Yang kita call itu bukan customer servicenya, malah langsung ke bagian kolektornya. Tau apa jawabnya? Karena kita masih ada transaksi bulan lalu, jadi masih dianggap mampu, jadi tidak bisa. Harus menunggu 3 bulan tanpa transaksi baru bisa. Jadi selama 3 bulan itu, kita tetap harus bayar bunga biasa, yang sekarang saja isitlahnya kalau kita mampu, ngapain kita telpon mereka? Belum lagi alop yg didpt, dikatakan, apa sudah habis untuk dialokasikan seluruhnya ke usaha bapak (Mungkin di pikiran mereka buka usaha kaki-5 x, jd murmer, atw mungkin g prlu modal malah), kita sudah kasih pinjam (katanya), berarti kita sudah percaya, itu dengan bunga murah berarti juga sudah meringankan. Panjang deh pokoknya, jadi ujung2nya jga kurang lebih begini artinya, kalau kita lepasin bapak sekarang, rugi dnk citibank ga bisa dpt bunga lg, y plg engga bisa 3-4bln lg lah, gtu kali. Padahal pada hari yg sama, kita juga menelepon bbrpa bank yg lain (bank campuran lokal-oz, indo-malay, indo-sg + bumn), semua bilang bisa, bunga distop, langsung dibagi ada yg ngasih 24bln, ada yg sampe 36 bln mlh, walaupun kita ambilnya ga  sampe segitu lama. Setidaknya lumayanlah bisa buat ruang gerak usaha. Siapa tau kan namanya bisnis, 1 hari ngambil kredit lg dr bank yg bersangkutan, mana tau? Yah namanya juga siapa gitu yg punya citi sekarang, indo aja musti bergulat susah payah &amp; kaga ada abisnya itu hutang, apalagi kita orang biasa. Malah lagi mikir2 mau pakai jasa yg di koran2 gitu, untuk ngurusin tagihan kk&amp;kta, sebelum dikejar, mending kita yang samperin. Right, guys?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pengalaman kita agak mirip tapi berbeda. Kami juga nasabah dari jaman smp dulu sampai sekarang anak saya sudah sd kls 1. Cukup lama bukan? Bulan lalu kami masih ada transaksi dgn kartunya &amp; 2 bulan lalu baru ambil alop (semacam pinjaman dari available balance yg tersedia di kartu kreditnya dgn bunga lbh kecil). Bln ini setelah trima thr, kami memutuskan untuk berhenti kerja &amp; memulai usaha sendiri. Karena penghasilan yg belum pasti, namanya jg baru mulai, dgn itikad baik, karena kita sendiri sering lihat di media cetak ataupun elektronik, citi sering mendatangkan pihak ke-3 untuk&#8230;ya tw sendiri lha, maka kita langsung meminta citibank untuk memblokir kartunya &amp; meminta itu sisa tagihan totalnya ada berapa, langsung dispread bagi rata, jadi kita bisa byr fix tiap bulan sampai jangka waktu tertentu sesuai dengan kemampuan yg sudah kita estimated. Yang kita call itu bukan customer servicenya, malah langsung ke bagian kolektornya. Tau apa jawabnya? Karena kita masih ada transaksi bulan lalu, jadi masih dianggap mampu, jadi tidak bisa. Harus menunggu 3 bulan tanpa transaksi baru bisa. Jadi selama 3 bulan itu, kita tetap harus bayar bunga biasa, yang sekarang saja isitlahnya kalau kita mampu, ngapain kita telpon mereka? Belum lagi alop yg didpt, dikatakan, apa sudah habis untuk dialokasikan seluruhnya ke usaha bapak (Mungkin di pikiran mereka buka usaha kaki-5 x, jd murmer, atw mungkin g prlu modal malah), kita sudah kasih pinjam (katanya), berarti kita sudah percaya, itu dengan bunga murah berarti juga sudah meringankan. Panjang deh pokoknya, jadi ujung2nya jga kurang lebih begini artinya, kalau kita lepasin bapak sekarang, rugi dnk citibank ga bisa dpt bunga lg, y plg engga bisa 3-4bln lg lah, gtu kali. Padahal pada hari yg sama, kita juga menelepon bbrpa bank yg lain (bank campuran lokal-oz, indo-malay, indo-sg + bumn), semua bilang bisa, bunga distop, langsung dibagi ada yg ngasih 24bln, ada yg sampe 36 bln mlh, walaupun kita ambilnya ga  sampe segitu lama. Setidaknya lumayanlah bisa buat ruang gerak usaha. Siapa tau kan namanya bisnis, 1 hari ngambil kredit lg dr bank yg bersangkutan, mana tau? Yah namanya juga siapa gitu yg punya citi sekarang, indo aja musti bergulat susah payah &amp; kaga ada abisnya itu hutang, apalagi kita orang biasa. Malah lagi mikir2 mau pakai jasa yg di koran2 gitu, untuk ngurusin tagihan kk&amp;kta, sebelum dikejar, mending kita yang samperin. Right, guys?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abel</title>
		<link>http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-509</link>
		<dc:creator>Abel</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 00:27:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.konsumen.org/sistem-kartu-kredit-citibank-membahayakan-merugikan/#comment-509</guid>
		<description>Cuma sedikit koreksi. Jatah Bank rata-rata sekitar 1-1,5% dari setiap transaksi di mesin EDC. Kecuali AMEX yg meminta 4%, makanya jarang toko yg mau menerima AMEX.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cuma sedikit koreksi. Jatah Bank rata-rata sekitar 1-1,5% dari setiap transaksi di mesin EDC. Kecuali AMEX yg meminta 4%, makanya jarang toko yg mau menerima AMEX.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
