SURAT TERBUKA UNTUK BFI FINANCE

by Konsumen on June 6, 2009 · 47 comments

Saya adalah nasabah BFI Finance Cabang solo yang setia dan tidak pernah melakukan pelanggaran kesepakatan yang berarti selama menjadi nasabah. Namun saat ini saya sangat kecewa sekali dengan pelayanan BFI Finance karena telah menerapkan aturan yang jauh dari prinsip-prinsip keadilan dan peraturan yang tidak lazim seperti pada lembaga keuangan yang lain.

Kronologisnya adalah sebagai berikut :

Pada tanggal 17 November 2008 saya melakukan perjanjian pembiayaan konsumen dengan:
Nama Endra Gunawan Wibisono, SE
Nomor kontrak : 7408027113
Nilai pembiayaan sebesar : Rp. 23.380.000,00
Jangka waktu 12 bulan
Angsuran per bulan 2.253.000,00.
Tanggal Mulai angsuran 17 November 2008

Namun pada bln mei saya ingin melunasi pinjaman /pelunasan dipercepat dan saya meminta perincian berapa total pinjaman yang harus saya bayar. Alangkah kagetnya saya ketika saya diharuskan membayar seluruh pinjaman dan bunganya selama 12 bulan penuh padahal selama 5 bulan saya belum menikmati pinjaman tersebut. walaupun saya diberi pengembalian senilai Rp 130.000,00 tapi nilai itu sangat keciiiil dibandingkan kewajiban yg seharusnya tidak saya bayar. Dari kejadian diatas saya mengambil kesimpulan :

1. BFI telah bersikap tidak adil terhadap nasabah dan menerap praktek bisnis yang tidak fair.
2. BFI tidak menerapkan prinsip prinsip pembiayaan yg wajar khususnya kepada nasabah yang melakukan pelunasan dipercepat. Di mayoritas lembaga pembiayaan setiap nasabah yang ingin melakukan pelunasan dipercepat selalu dihitung berdasar bunga berjalan ditambah pinalti.

Dari kesimpulan diatas kami mengharapkan kepada instansi keuangan terkait untuk memberikan teguran atas praktik praktik bisnis yang tidak fair.

Selain itu kami mengarapkan kepada masyarakat luas untuk berhati hati memilih lembaga pembiayaan. Jangan tergoda bibir manis dan suara merdu marketing dan costumer servis karena biasanya dibalik ucapan manis tersebut tersimpan praktik praktik bisnis yang unfair.

Selamat tinggal BFI… Saya sangat kecewa padamu..

Regards,
Endra gunawan
pacbaki.pdip@gmail.com

{ 47 comments… read them below or add one }

1 Nanang August 20, 2009 at 5:46 pm

Dimana Orang BFI ?
… Saya juga menjadi salah satu korban dari tidak proffesionalnya surveyor BFI… khususnya cabang Solo.

Reply

2 Marketing BFI August 28, 2009 at 1:41 pm

Salam Sejahtera…
Sebelumnya saya mohon maaf atas ketidaknyamanan Saudara Endra G. dan saudara Nanang…
Saya selaku marketing PT.BFI finance akan coba menjelaskan mengapa kasus seperti ini sering terjadi pada waktu konsumen pelunasan…
Saudara Endra G. tahukah anda mengapa pada waktu pelunasan anda membayar lebih dari yang anda perkirakan? karena di Lembaga Pembiayaan manapun berlaku prinsip dasar bahwa Bunga Flat yang dibebankan pada konsumen adalah Konversi dari Bunga Efektif…jadi pada kasus anda ini kalo anda membayar angsuran,proporsi yg ada adalah bunga+pokok NAMUN tidak berarti Proporsi BUNGA+POKOK ini Tetap setiap bulannya…ini yang harus anda pahami…Bunga+Pokok ini proporsinya adalah bulan 1 proporsi angsuran adalah anda lebih banyak membayar Bunga kemudian baru pokok s/d angsuran terakhir..jadi apabila anda membayar angsuran s/d bulan 7 pastilah Pokok anda masih cukup banyak….Kemudian coba anda lihat di perjanjian yg anda tandatangani apabila anda membayar pelunasan sebelum seselesainya tenor (6xangsuran terakhir) disitu tertera bahwa anda harus membayar sesuai angsuranxsisa tenor Full…saya paham sekali kalo anda kecewa tetapi sekali lagi coba anda tanyakan pada kerabat/orang terdekat anda yang bekerja di lembaga pembiayaan Prinsip dasar lembaga pembiayaan semua sama…Sekali lagi saya mohon maaf apabila kami selaku karywan BFI berbuat kesalahan,selaku marketing yg pertamakali memproses aplikasi anda komentar kami ini dilihat dari prospektif bahwa Kami MARKETING hanyalah Karyawan,yg rela berpanas-panas demi memproses aplikasi anda,tanpa MEMUNGUT BIAYA APAPUN dari anda…
dan hal ini akan terus kami jaga….

Reply

3 anti BFI September 11, 2009 at 12:18 pm

Terima kasih informasinya mas Endra…. emang BFI itu emang sweet lips but Iron Fist… Temen2 gw banyak yg kapok kok….

Reply

4 alumni MT BFI October 12, 2009 at 11:53 pm

Apa yang dikatakan saudara marketing BFI di atas sangat benar. Makanya saya cabut dari BFI setelah selesai ikatan dinas, walaupun sebagai lulusan MT saya sudah mendapat remunerasi yang memuaskan. saya saat ini berkarier di luar bisnis finance / banking. suatu saat jika Allah mengizikan saya ingin buat perusahaan pembiayaan yang berlaku fair dan transpran kepada debiturnya dan tentu saja berlandaskan ekonomi syariah bukan ekonom kapitalis.

Reply

5 No Name April 10, 2010 at 3:42 pm

Bapak coba baja lagi Perjanjian-nya pak, memang begitu. Kebijakan tiap finance biasanya beda2 c pak…
Kalo merasa benar, bawa aja ke pengadilan. *Kalo berani

Reply

6 evandy August 27, 2010 at 8:44 am

salam kenal

saya adalah salah satu konsumen para finance
saya melakukan kredit motor melalui para finance bengkulu.
kronologisnya :

saya hari kamis 27 agustus 2010 melakukan pelunasan kredit motor,
waktu saya menerima BPKB motor, saya cek nomor mesin yang tertera di BPKB dan STNK.
tapi ada kesalahan perbedaan no mesin BPKB dan STNK.
setelah saya tanya kenapa seperti ini, dari pihak para finance tidak bertanggung jawab untuk kesalahan no mesin di BPKB dan STNK motor, padahal secara teknis dan nalar logika pihak para finance yang mengetahuinya, malah saya yang harus menyelesaikan kesalahan no mesin BPKB dan STNK motor.
Apakah seperti itu kerja para finance yang sudah merakyat dio indonesia???

salam dan terimakasih

Evandy Silalahi

Reply

7 malaikat maut March 10, 2011 at 12:48 pm

salam kenal buat evandi, bisa didetaikan tidak kronologisnya, kalo bisa tolong di email ke malaikatmalaikat99@yahoo.co.id trims ya sebelumya. mudahmudahan bisa diusut

Reply

8 ary September 14, 2010 at 2:44 pm

Saya tinggal di solo juga
memang nasabah selalu menjadi “korban”
pada waktu calon nasabah butuh duit mendesak kadang mau tidak mau dan “terpaksa” mengambil pinjaman yg menjerat leher.
saya pernah punya pengalaman tidak mengenakan dengan BPR besar di wilayah Pajang solo.
waktu itu ada teman yg pinjam nama saya untuk mengambil pinjaman di BPR tsb, nilainya 3.5jt. angsuran 250rbx18.
teman saya tidak bisa mengangsur, dan kondisi saya juga sedang pailit.
1 bln pertama tdk dibayar, masuk bulan berikutnya.
kolektor datang dengan serombongan (mengaku) sbg polisi mencari saya. waktu itu yg ada di rumah istri saya, saya sdg ada di jogja.
polisi tersebut mengancam istri saya untuk membawa saya dan atau istri saya ditangkap dan ditahan.
saat ditanya istri saya, berapa angsuran yg perlu dibayar?
dengan gagah berani mereka menjawab ; tidak butuh angsuran, kami butuh motor agunan atau suamimu!!!!!
bahkan mereka mengancam akan mengeluarkan istri saya dari tempat kerja (yg tidak ada sangkut pautnya dg BPR tersebut).
waktu itu istri saya sujud2 sambil nangis.
waktu saya pulang, saya cari kolektornya yang kebetulan teman akrab dan tetangga kampung.
saya tantang untuk mempertemukan saya dengan sang polisi tersebut, wktu itu saya sudah siapkan regu paminal provost polresta surakarta.
tapi dia jawabnya ga jelas.
waktu itu lsg saya byr 1bulan
bulan berikutnya saya lunasi kekurangannnya.

kami menyadari betul sebagai nasabah punya kewajiban, namun kami juga punya hak. itu yg harus diperhatikan.
intinya hati2 memilih finance.
saya masih punya rencana untuk menegur manajemen BPR Pajang itu.
karena sakit hati saya perlakuan mereka terhadap istri saya.

Reply

9 ary September 15, 2010 at 4:24 pm

tapi untuk kasus BFI yg diatas
memang BFI sdh benar kayaknya
soalnya sistem bunga flat mmg seperti itu
walau baru 1bulan berjalan tetap bayar bunga 12 bulan jika mau dilunasi, beda dengan sistem bunga menurun.
dari sharing saya dg marketing BFI, mereka enak,
bunga juga “cuma” 2% untuk pinjaman 18′an jt
tp untuk pelayaan yg lain saya ga tau deh
blm pnh pinjam BFI

salam

Reply

10 Arief September 24, 2010 at 2:36 pm

Saya juga mangalami hal serupa dgn pak Endra diatas pada BFI Balikpapan. setelah saya cek di hampir semua perush.Finance di Balikpapan,berbagai macam koperasi hingga Perbankan tidak satupun yang menerapkan sistem seperti BFI yang jelas2 merugikan konsumen karena seakan-akan menutup kemungkinan unt.konsumen melunasi pinjaman lebih awal dengan membebani konsumen total cicilan sampai selesai tanpa potongan bunga yang tidak dijalani.adapun sistem bunga Flat yang jadi alasan marketing BFI hanyalah akal2an dan dalih yg tdk masuk akal, karena untuk pinjaman dengan masa yg hanya 1 thn, besarnya bunga yg dikenakan pada bulan pertama tidak mungkin lebih besar dari cicilan hutang pokok.. hal itupun tidak dapat lagi dijadikan alasan karena intinya BFI tidak memberikan potongan bunga yang seharusnya tidak dikenakan karena masa pinjaman tidak dijalani dan tetap menagih total tagihan sampai akhir pelunasan.
Mungkin hal ini dapat diadukan di YLKI atau badan2 perlindungan konsumen serupa.
saran saya agar anda lebih berhati-hati dalam berurusan dengan perush. Finance. Sebelum anda menanda-tangani apa2,Mintalah rincian yg transparan tentang besarnya bunga dan biaya2 yg dibebankan selain yang anda pinjam,nago bila perlu. tanyakan dan baca dgn teliti aturan.syarat2 dan pasal2 perjanjiannya dan tanyakan sampai jelas benar bila ada yang terasa ganjil dan dapat merugikan anda dikemudian hari. dan jangan lupa minta salinan kontrak dan polis asuransinya. Hindari Finance seperti BFI yg telah terbukti menerapkan sistem yang tidak adil dan merugikan konsumen.

Reply

11 hary jalasenastri budianto October 3, 2010 at 11:30 pm

semua lembaga pembiayaan ataupun lembaga keuangan di indonesia mayoritas mengacu kepada sistem yang kapitalis, dikarenakan mereka juga mendapatkan modal usaha dari lembaga keuangan yang kapitalis juga….jadi wajar saja kalau aturan yang mereka terapkan seperti itu. maka baiknya kepada consument yang ingin melakukan pembiyayaan harap berhati2 dan dipikir dulu masak2, karena kalau kurang perhitungan malah akan merugikan pihak customer,,,ibaratnya kita hanya akan menjadi sapi perahan mereka. maka ada baiknya sistem keuangan syariah bisa di terapkan di indonesia agar dapat lebih memberi keadilan kepada kedua belah pihak.

Reply

12 mala October 8, 2010 at 4:29 pm

tidak hanya BFI aja, BTPN aja yg punya misi dan visi mensejahterakan rakyat malah bikin orang tercekik.
gw hutang 30jt unt modal usaha, stelah byr angsuran 13x 1.460.000 gw mo lunasin, hasilnya lo tau gak berapa yg dia minta?
30.080.000 gila gak?
pinjaman pokok 26jutaan
penalti 2 x 14.60.000
+ bunga berjalan, adm bank….
dan parahnya lg tidak ada ampunan untuk pengajuan keringanan….
gmana mo sejahtera indonesia???!!!
tolong bapak2 ibu2 dewan untuk menyampaikan aspirasi kita ini kpd menteri untuk memberikan kebijakan yg tdk hanya profit oriented, tp jg untk kesejahteraan rakyat

Reply

13 Agus October 12, 2010 at 12:29 pm

Saya adalah salah satu nasabah BFI Sorong,Papua,saya hanya ingin menanyakan,apakah ada solusi,agar cicilan pembayaran mobil saya bisa diperkecil,mungkin DP nya saya tambah,sehingga cicilan kecil,atau bagaimana?Krn informasi yang saya terima dari pihak Dealer Mobil tsb,bahwa cicilannya bs kecil jika DP di tambah..Tolong info nya segera

Reply

14 mansyur January 19, 2012 at 7:46 pm

Mas agus nya pak poniran kah???

Reply

15 Agus November 12, 2010 at 6:00 pm

sy mengalami hal yg sama dgn BCA Finance, cicilan mobil 4 tahun, akhir tahun ke tiga hendak dilunasi (sisa 12x 4jt = 48 jt), jumlah yg harus dibayar ternyata kurang lebih sama besarnya apabila kita cicil. (pokok+bunga). ternyata dasar perhitungan bunga apabila pelunasan dipercepat, maka hitungan bunga berubah menjadi efektif.(shg bunga besar di depan), bukan perhitungan flat spt yg dipromosikan. (seharusnya dijelaskan rinci oleh pihak mkt di awal). pihak customer service n mkt hanya bilang bahwa itu sudah sistem, dan mrk tidak bisa berikan rincian secara detail (aneh kan????)
Saran, sblm memutuskan memakai lembaga finance, kita harus teliti dan banding2 dengan yang perusahaan lain or pembiayaan lewat bank, krn banyak yg lebih bagus, contoh di bca finance, sy dikenakan provisi 1 % (awal kredit) dan penalty 5% (untuk pelunasan dipercepat), sedangkan di bank terkemuka sama sekali bebas provisi dan bebas biaya penalty untuk pelunasan dipercepat. regards,

Reply

16 fiq January 21, 2011 at 9:09 am

bang bfi,, di jawab dulu komentar bang ary tdi

Reply

17 cinta February 21, 2011 at 11:51 am

case nya ary itu BPR di solo bukan BFI tau

Reply

18 samurai X February 9, 2011 at 7:31 pm

buat saudara2 yang merasa kesal karena pelunasan yang justru mencekik ntar tu BFI ada yang nagihkan koq di akhirat.

Reply

19 jusman di makassar February 15, 2011 at 1:27 am

di PT.permata finance jg sm hl’x, yg krg sy ngrti knp nasaba gk di prblehkn lg untk mlnjtkn ansurn krdit’x. bilah nasaba perna menunggak ansurn’x dan aneh’x nasaba dipaksa untk pelunasan dngn total 12x ansrn + denda harian, smntr ansrn bru smpe ansrn ke 4, kemudian kndaraan nasaba di sita dngn tdk jls srt penyitaan dan diancam kndaraan nasaba trsbt akan dilelang bla tdk melakukan pelunasan di ansran ke5, padahal nasaba msh snggup mlanjtkn ansrn yng tlh dspkti awal, dngn trlb dahulu mlunasi ansrn yg tertunggak…! ini artinya nasaba korbang PEMERASAN oleh pendanaan, sy krnya phk yg brtnggng jwb menyikapi pendanaan2 yg berprilaku sprti ini…?

Reply

20 lintang March 13, 2012 at 1:30 pm

itu oknum pak, seharusnya bapak jgn kasihkan kendaraan Bapak, karena pihak leasing tidak dapat melakukan eksekusi/penyitaan jika tidak ada putusan pengadilan. perjanjian kredit itu diatur UU no 42 Th 1999 Tentang Jaminan Fiducia. apabila mereka memaksa berarti mereka menginginkan kendaraan Bapak untuk dimanpaatkan secara pribadi, baik di over kreditkan lagi kelain orang, atau dia lunasi sisa hutangnya anggaplah dia membeli motor Bapak dengan harga dibawah standar. didaerah saya sudah ada pak kolector yang masuk bui gara2 menyita secara paksa kendaraan kreditan.

Reply

21 orang tanya? February 20, 2011 at 4:29 pm

askum ^_^

saya mau tanya…

saya butuh biaya…

kira2 finance mana ya yang fair???

Reply

22 ratna March 8, 2011 at 12:31 pm

Dimana mana leasing begitu…si BFI mah nga salah, Finance lain juga begitu…
jadi sebaiknya jika mau sesuatu nabung dulu…..namanya perusahaan pasti mau untung…klo loe pada belanja di mall ..nga tau aja modalnya berapa..bisa bisa untungnya 60%…
jadi yang namanya ingin sesuatu sebaiknya pelajari dulu agar kedua belah pihak sama sama ngerti ..klo nga ngerti seakan akan dibodohi padahal mungkin kita yang masih kurang paham…..

so gunakan leasing dengan tepat….

Reply

23 frans March 27, 2011 at 9:57 pm

terima kasih semuanya atas pencerahannya, bisa untuk referensi saya….. semoga masyarakat kita sadar akan ketidakadilan seperti ini, menurut saya yang pernah pinjam di BRI dengan bunga flat (seperti disampaiakan marketing BFI) pada saat pelunasan saya percepat, hanya saldo pokok dan pinalti 1X, tidak seluruh bunga sampai angsuran selesai. inilah penjajahan diatas kemerdekaan, masyarakat yang dijajah bangsa sendiri….

Reply

24 AR April 6, 2011 at 4:13 pm

yang namanya pinjaman di bank semuanya hampir sama memberlakukan bunga lebih besar daripada pokok itu tujuannya biar si penghutang tidak cepat2 melunasi hutangnya seperti halnya kpr rumah saya dengan bank mandiri setelah 5 th dari pinjaman 10 th ternyata pokok yg harus saya lunasi belum ada setengahnya dari pokok hutang. itulah kenyataan yg harus kita hadapi, kalo tidak ngutang gak kebeli.

Reply

25 ronaldo April 6, 2011 at 4:30 pm

pengalaman bpk endra sama yg saya alami ketika saya akan melunasi hutang saya yg tinggal setahun lagi, hitungan sederhana saya adalah pkok pinjaman dbagi jumlah bulan dikali sisa bulan + 5% pinalti dari sisa pokok eh gak taunya yg saya bayar sama saja jumlah sisa bulan dikali cicilan makanya praktek bank/finance itu gak ubahnya dengan riba tapi pinjam di syariahpun kadangkala jauh lebih besar cicilannya, ujung-ujungnya ke konvensional lagi. kita konsumen tidak ada pilihan selain menimbang, memikirkan, memutuskan dan pasrah.

Reply

26 Karyawan k0ntrak anyaran BFI April 7, 2011 at 10:26 pm

Saya belum begitu paham di dunia finance… Dan yang jadi masalah disini pun saya belum dapat menangkap 100% inti masalah nyah…
Kadang em0si at0 eg0 qt yg membuat tidak ada kesepahaman…
*Inti nyah khan cm satu,,, pada awal perjanjian khan sudah ada penjelasan berapa pinjaman,,, berapa angsuran,,, berapa jangka waktu nyah…
disitu anda harus bs menentukan sikap…
Kal0 pengen kena bunga nyah dikit y ambil yg jangka waktu nyah singkat,,, tapi sanggup tidak dengan angsuran per bulan nyah yg lumayan besar n0minal nyah…??? Nah kal0 pengen yang angsuran ringan y harus siap dengan bunga yang lumayan d0nk,,, karna jangka waktu nyah yg lama… gak perlu saling menyalahkan dan merasa benar sendiri… Menurut saya seh lebih baek y jangan sampai qt punya utang… Syukur2 qt mau saling memberi kepada yang pantas dan membutuhkan…

Reply

27 Rio April 18, 2011 at 4:32 pm

Saya mau tanya, kira2 setelah telat berapa angsuran sehingga kendaraan tersebut bisa ditarik?..begini saya sudah bayar 3 angsuran dengan baik tetapi pada saat angsuran ke 4 saya agak terlambat karena sesuatu hal sehingga saya merencanakan untuk membayar sekaligus angsuran 4 dan 5 pada bulan ke 5 beserta denda hariannya.Tetapi pihak Finance tetap akan menarik mobil saya karena belum membayar angsuran ke 4…bagaimana sih yang seharusnya??

Reply

28 Teddy May 23, 2011 at 9:07 am

Selamat pagi,

Aturan yang berlaku di semua lembaga keuangan…….bukan dari berapa kalinya…..tapi dari berapa hari sejak keterlambatan……

jadi mau baru 1x atau 10x, itu sama saja, aturannya terlambat 1 hari akan diperingati, kemudian sampai 1-2 hari lagi ( aturan di beberapa lembaga mungkin berbeda2 )…….akan dikirim surat peringatan………sampai surat peringatan ke 3…..maka akan dikirim surat perintah penyerahan unit……untuk waktunya berbeda – beda tergantung kebijakan lembaga keuangan…….

yang terbaik adalah jika adalah masalah dalam pembayaran, jangan menunggu sampai jatuh tempo, langsung hubungi finance/bank tsb…

contoh saya ada kredit di Bank Mega, waktu itu saya merasa cash flow saya bulan itu agak terganggu……maka saya lgsg call MKT Bank Mega sebelum jatuh tempo utk memberitahu dan mereka juga menyambut baik…..saya dikasi diskon jadinya…..pokoknya klo semua ada itikat baik rasanya lancar2 aja……

Reply

29 Bima March 13, 2012 at 1:37 pm

yang sering saya alami terlambat 1 bulan dapat peringatan, terlambat diatas 2 bulan ada nwacana penyitaan. tp tergantung kita, kalau kita lembek ya… diinjak.
sama orangleasing.

Reply

30 Rif April 19, 2011 at 10:45 pm

Emang itu sudah jadi resiko orang ngutang..kalau credit macet,unit lenyap,nasabah kabur siapa yg mau tanggung jawab?finance juga punya tanggung jawab pd karyawanya..teliti sebelum d terima.jangan asal nyaplok kalau pas lg terima.nti ngangsurnya ogah2han..

Reply

31 amir arif July 8, 2011 at 10:02 pm

salam…saudara sy telah mengambil motor beat n telah menggangsur selama 11 bln,belakangan ini trlambat mengangsur hmpir 3 bln.kemudian saudara sy dtg ke kantor, utk minta jangka tempo beberapa hari lagi br mau byr, tp malah motor ditahan n diberi notis 7 hr hrus diselesaikan.tetapi yg menjadi prtanyaan sy,selang 4 hari kami dtg byar utk 3 bln angs yg trtunggak tp tdk diprbolekan ,pihak fif minta utk dibyr penuh selama 24 bln, setelah berunding akhirnya pihak fif minta kami byr 5 bln+denda+biaya penarikan sbesar 750rb, Tetapi alangkah anehnya trnyata esoknya km jg tdk diprblehkan membuat byran n anehnya jg pihak fif ada yg mengatakan bhwa kami sudah tdk ada kaitan dg pihak fif,n ada pihak fif yg mengatakan kalo ada yg dikenal maka urusan akan lbih mudah,
singkat cerita
Setelah km dtg bebepa kali lg fif mengatakan akhirnya fif meminta km utk brsabar krna smua msh dlm proses n bersabar krna menunggu konfirmasi dr pusat,tetapi tdk bisa membri kpastian kapan km bleh bayar,
Yg menjd prsoalan sy utk apa notis 7hari n knapa kami tdk diprblehkan membayar??n apakah tnpa pembayaran bisa mengeluarkan motor yg ditarik? n apakah kalo tdk ada yg dikenal di fif maka urusan mmg sulit??
trimksh

Reply

32 Abdya_malaka July 13, 2011 at 12:25 pm

hehehe.. yang terbaik memang Leasing basisnya Syariah. Untung sama2 dan Rugi jg sama2 ditanggung debitur & kreditur. Tp unt proses persyaratannya mmg susah karena benar2 dianalisa terhadap bisa tidaknya konsumen mencicil kewajiban setiap bulannya berdasarkan penghasilannya. Ironinya terkadang kita/konsumen sendiri yang membuat Leasing berbasis Kapitalis ini tumbuh subur di NKRI ini,krn konsumen selalu ingin cepat memiliki sesuatu yang sebenarnya menurut survey keuangan ia tidak bisa memenuhi kewajiban bulanannya..Tp kita cincai cincailah dgn Marketing Leasing unt mark up penghasilan… Jadi intinya konsumen juga NAKAL,kalo kita semua mau JUJUR pasti Leasing basis Syariahlah yang akan Tumbuh.. :)
Bukan Promo tp coba Ke Bank Takaful/ BSM aja.. Equitas mereka sepengetahuan saya mmg mrk pakai unt perputaran usaha yang Halal bagi semua umat.

Reply

33 no name July 29, 2011 at 12:49 pm

kalau tidak mau seperti itu, gausah pinjem uang,

Reply

34 robby sugiarto August 19, 2011 at 4:31 pm

hari ini saya kecewa dgn BFI pasuruan karena saya sbg nasabah yg telah lunas tgl 4-8-11 itupun blom jatuh tempo an saya gk pernah telat bayar,trus saya d tawari lgi sma cs dilla krn melayani dgn baik saya setuju dgn plafon 4,7jt krn d anggap sbg nasabah yg baik.entah knp setelah di survey cma dpt 3jt an akhirnya pun di tolak kreditnya.atas dasar apa d turunkan plafonya an d tolak akhirnya.nama surveyornya mansur mungkin aq krg tau aturan apa BFI dgn oknumnya tp sudahlah saya juga gk butuh BFI pasuruan.saya jga menyesal knp mengarahkan teman2 utk jd nasabah BFI entah brp tmn yg udh jd nasabah aq kuatir mrk menyesal dgn perlakuan BFI pasuruan.trims

Reply

35 kecewaBFIpakmenteritolongdireviewkebaliBFI September 24, 2011 at 12:18 pm

wew……
mo nanya….
apa memang BFI terapkan cara yang keras/force
memang saya terlambat memabyar 1 minggu dari tanggal jatuh tempo…

apa musti pake ancam2 segala, sedangkan saya selalu melunasi semua tanggungjawab saya…

apa nggak ada sistem penyelesaian secara persuasif doloooo,
trus, teguran lisan, teguran tulisan , baru lah pake cara keras, klo perlu BFI minta bantuan dalmas/polisi untuk membantu kolektor….

payah banget nih BFI…
kapok….kapok….tobat deh ….

ngak lagi2….

makaya, wa mo bilang ke temen2, supaya jangan sampai minjam di BFI…..

saya bilang begitu , karena, saya juga megang simpan pinjam di lingkungan saya, dan saya sering bertemu dengan peminjam yang keras kepala/kolot…tapi saya terapkan seperti apa yang saya bilang di atas…

saya pinjam BFI karna, waktu ada yang mo pinjam uang dan mendesak sekali (orang yang sangat pantas di bantu), bertepatan waktu itu , uang kas kepake semua…, pas juga teman sayan kerja di BFI, dan dia ngasi solusi supaya pinjam di BFI jaminan motor.
eh, gak nyangka….BFI tuh kasar…dan gak profesional….terlebih lagi…BFI tuh gak punya hati da perasaan….

saya sarankan ke semua yang bisa baca posting ini, gak usah di BFI…jangan menyesal nanti…..

(nanti juga saya aka sebarkan ini di salah satu forum/komunitas online besar di indonesia)
trims, untuk admin.

Reply

36 mansyur January 19, 2012 at 7:59 pm

good brooooo ane setuju

Reply

37 ismail said September 26, 2011 at 12:32 am

Memang rata2 org yg komplain baru d belakang hari, jarang org komplain d awal perjanjian kontrak n org yg komplain rata2 menunggak tp nda smua ya!! Waktu ttd kontrak maunya cpt d proses ato d setujui, sdangkan pas menunggk lalu d tagih baru kliatan belangnya hehe Dasar Org Ngutang!!

Reply

38 W3175Y October 20, 2011 at 9:47 pm

sebagai referensi….. silahkan anda-anda coba pembiayaan di pegadaian, untuk pelunasan cepat tidak harus anda membayar bunga+pokok (bunga flat) tapi bunganya akan di hitung secara efektif…. dan itu sudah terbukti, saya pernah melakukan pelunasan cepat dipegadaian dan perhitungan bunganya secara efektif….

pembiayaan lain, mungkin prosesnya cepat tapi bunganya tinggi dan bunga dihitung flat…. kalau di pegadaian bunganya ringan cuma 1% per bulan… silahkan anda coba……

thx…..

Reply

39 kikan November 1, 2011 at 7:15 pm

tdk ada perusahaan yang sempurna,,orang aja nobodys perfect kok…

Reply

40 theX November 26, 2011 at 2:20 am

Ya, betul, jgn pernah ke BFI cabang manapun….!

sebenarnya lbh baik sih ke BPR tp klo ga lolos BI cek ya ke koperasi simpan pinjam aja, tp yg bonafid jgn yg ecek-ecek..

Biasa kospin yg terdaftar di kabupaten dan sering dpt penghargaan pelayanannya
baik kok. asal kita juga selalu komunikasi dng mereka..

klo ada masalah di BPR jangan ragu lapor aja ke BI, mereka pasti kena sangsi dan denda..

yg jelas jgn pernah lagi ke BFI atau yg sejenis, klo bicara kepepet perlu uang mendadak kan sbnrnya ga juga kan. yg mendadak itu klo mati atau kecelakaan.

klo urusan lain, hrsnya msh ada waktu, jd jgn terburu-buru.

semua bisa di analisa dan dilogika kan.

Reply

41 nanang hermawan November 26, 2011 at 9:37 am

tlng boz saya kirimi contoh surat take over mobil..thankz

Reply

42 haryanto December 1, 2011 at 3:02 pm

berbisnis sm BFI bukanx untung,.,.malah buntung,.,malahan rugi di transportasi and pulsa,.,.BFI balikpapan ga ada urusan,.,.,.

Reply

43 haryanto December 1, 2011 at 3:45 pm

lebih baik di artha prima,.,.jelas dpt Q,.,.di BFI balikpapan,.,.jangankan Q,.,.pulsa and bensin az ga bisa di belikan kita wkkwkwkw,.,.,bisax cuman menjanji,.,ktx 2%,.,ga taux hampa,.,.

Reply

44 markus wahyu widodo December 15, 2011 at 9:15 pm

pertanyaan saya simpel…:
> apakah jaminan dari para nasabah disimpan dengan aman atau di gunakan untuk HAL-HAL yang Lain (JAWAB DENGAN JUJUR). kalo disimpan kenapa saat ingin pelunasan harus 7 hari sebelumnya konfirmasi terlebih dahulu..???

Pendapat Saya :
>BFI Mengerikan, baik besar bunganya bunganya (3%), sistem perjanjiannya. dan sistem peringatan pembayar angsurannya (khahahah masak jatuh tempo tgl 14, tapi dari tanggal 9 dan seterusnya di sms terus tuk jangan lupa membayar angsuran ampe lebih dari 2 kali perhari. saking mangkelnya tgl 11 langsung tak bayar.) trus dah bayar angsuran di kantor pos pagi2.. eh siangnya dapet sms belum bayar angsuran.. dan mau dateng ke rumah.. Emosi langsung tak telpon orangnya .. jawabanya lagi di lapangan jd ga tau.. HAH.. payah>…ga profesional..

Salut saya :
> satu hari cair.. (walau dengan resiko leher tercekik nantinya tapi ga papalah untuk urusan yg satu ini tak acungi jempol 1 aja.buat BFI.. he..)

Masukan Saya untuk BFI :
>untuk lebih memperhatikan para nasabahnya ..
>memperbaiki sistem yang masih kurang pas buat masyarakat indonesi agar BFI bisa lebih baik lagi.

Masukan buat para calon nasabah :
sempatkan waktu sedikit tuk bertanya atau mempelajari apa itu bank syariah.

yang terakhir :
he.. ko mbak mbaknya yang jadi cs di Bank BFI jogja cakep cakep ya..??? jadi senang aku klo di tanya tanyain ma mba mba nya.. he…

Reply

45 Dani December 22, 2011 at 12:00 pm

Dear All yang pernah mengajukan leasing/pembiayaan…

Sepertinya terjadi kesalahpahaman disini.
1. Dari sisi perusahaan : perusahaan ( dalam hal ini di wakili oleh oknum marketing) kurang menjelaskan secara detail dan terperinci atas segala konsekuensi atas pembiayaan yang di sepakati
2. Dari sisi konsumen : konsumen kurang menanyakan apa hak dan kewajibannya atas pembiayaan yang di sepakati.

Pada dasarnya, pembiayaan ini terjadi atas kepentingan 2 belah pihak. Jika salah satu pihak tidak sepakat, maka tidak akan terjadi kesepakatan dan aplikasi tidak akan di proses.
Sebagai konsumen, ada kalanya pada saat melakukan pengajuan pembiayaan kita sedang berfokus pada bagaimana mendapatkan dana secara cepat dan maksimal, padahal di lain hal, kita harus bisa mengerti apa saja yang akan dikenakan kepada kita atas pembiayaan tersebut. Misal, ada pembiayaan yang mengharuskan kita membuka rekening di bank rekanannya sehingga untuk pencairan dana dan pembayaran angsuran melalui bank tersebut, ada pembiayaan yang menggunakan pihak rekanan sehingga ada dana cair yang di potong dari nilai pencairan anda sehingga apa yang tertulis di kontrak tidak sesuai dengan apa yang anda terima, ada pula oknum pembiayaan yang meminta dana pelicin agar aplikasi kita di proses, ada pula dari biaya pencairan yang kita terima masih dikenakan biaya administratif kembali, dls. Kita juga harus mengetahui, jika kita akan melakukan pelunasan atau pembayaran di percepat, apa yang kita dapatkan. Misal, apakah kita akan memperoleh diskon pelunasan, apakah BPKB/akta kepemilikan dapat segera pada hari yang sama dapat kita terima, dls.
Kita sebagai konsumen juga harus dapat mengetahui apa yang boleh dan dasar fairness dalam pengajuan pembiayaan. misal: Unit adalah milik kita sendiri. Jika aset/agunan/barang jaminan adalah milik kita sendiri, maka kita dapat mengajukan untuk dilakukan pembiayaan. Mengenai dana tersebut mau nanti digunakan oleh diri sendiri atau pihak lain, maka diperlukan tanggung jawab dan kedewasaan dari kita untuk menggunakan dana tersebut secara bijak dengan segala konsekuensi yang ada
Merupakan tindakan yang benar dari perusahaan pembiayaan jika diharuskan melakukan peringatan, penagihan maupun penarikan unit jika di awal kontrak kita sudah sepakati untuk melakukan pembayaran angsuran setiap tanggal berapa dan pada saat tanggal tersebut kita tidak melakukan pembayaran. Jika memang terjadi problem/kendala dalam melakukan pembayaran angsuran, bisa diinfokan terlebih dahulu kepada perusahaan, dengan adanya itikad baik dari kita semoga perusahaan dapat memaklumi hal tersebut.
Hal yang paling mudah dalam melakukan perhitungan besarannya nilai yang harus kita bayar, mungkin bisa gunakan rasio hutang. Cara perhitungannya sbb:
(nilai angsuran perbulan x jangka waktu pembayaran angsuran) dibagi nilai dana yang diterima.
Misal, Mr. Kredit mengajukan pembiayaan di perusahaan pembiayaan AAA. Dia mengajukan pembiayaan dengan jaminan motor, dana yang akan di terima sebesar 10 jt. Angsuran setiap tanggal 5 per bulan, selama 12 kali, dengan nilai angsuran sebesar 1jt per bulan.
Maka rasionya : (1 X 12):10 = 1,2
Dari pengajuan pembiayaan tersebut, Mr. Kredit juga membandingkan dengan perusahaan pembiayaan lainnya. Maka, idealnya dia akan memilih mengajukan pembiayaan ke perusahaan dengan Rasio terkecil dengan waktu pencairan tercepat dan mekanisme pembiayaan terfleksibel.

Perhitungan di atas dapat juga di terapkan di perhitungan syariah. Jika si pembiayaan syariah ada akad bagi hasilnya bagaimana. Perhitungannya silahkan di sesuaikan saja, berapa yang harus dibayar perbulan dikalikan jangka waktu pembiayaan dibagi dengan dengan dana cair bersih yang diterima

Jika keberatan dengan bunga atau administrasi yang di bebankan oleh perusahaan pembiayaan atau bank, ada baiknya kita harus mulai berhitung dan menabung dana untuk mencapai keinginan tersebut. Tapi perlu diingat, setiap tahun terdapat inflasi, sehingga sebenarnya nilai uang angsuran kita sebenarnya menurun setiap tahunnya, sedangkan manfaat pembiayaan tersebut, jika kita menggunakannya dengan bijak, nilainya akan lebih meningkat. Nilai adalah keuntungan apa yang kita peroleh, harga adalah besarannya rupiah yang harus kita bayar.

Semoga bisa membantu

Reply

46 LPK KLATEN February 20, 2012 at 8:03 am

Bagi konsumen yg punya masalah dgn finance ,kami dari LEMBAGA PERLINDUNGAN KONSUMEN siap memperjuangkan hak anda ,kontak kami hp 0856 421 44444 ….Saatnya konsumen diperlakukan sebagai raja yang sebenarnya bukan obyek biadab pelaku usaha
salam konsumen !!!!

Reply

47 nanda June 7, 2012 at 12:37 pm

makanya kalau mau pembiayaan si konsumen jangan tanda tangan dulu sebelum diisi blangko perjanjian kreditnya…….. terus baca dulu juga pasalnya. yang gak enak lambaaat pencairannya.

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: