Telkom Speedy… Mudah Masuk Tapi Susah Keluar

Saya berlangganan speedy sudah hampir satu tahun. Pada mulanya saya merasa registrasinya sangat mudah karena saya tidak perlu datang ke telkom sendiri tetapi saya bisa memanggil teknisi untuk datang ke rumah dan mengisi formulir di rumah sendiri.

Setelah sekian lama berlangganan dengan speed yang makin lama saya rasa makin pelan, saya akhirnya mendapatkan masalah kira-kira setengah bulan yang lalu ketika internet saya berhenti bekerja. Ketika saya telpon ke Telkom mereka bilang koneksi dari sana lancar-lancar saja dan saya diminta mengecek modem. Tapi untuk mendatangkan teknisi saya harus bayar lagi (???) padahal modem itu pun diberikan oleh speedy dan saya tidak pernah tahu bagaimana cara mengesetnya.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengakhiri langganan speedy saya. Pertama kali saya datang ke telkom, CS yang ada mengatakan bahwa saya harus membayar lunas sisa tagihan saya sejumlah Rp. 751.000. Saya masih ingat saya tanya waktu itu kepada dia, “segitu aja?” dan dia jawab, “iya”. Ketika saya menuju ke counter pembayaran begitu kecewanya saya bahwa ternyata mereka tidak menerima pembayaran melalui debit dan ATM BCA juga tidak terhubung dengan layanan mereka.

Akhirnya saya membayar dengan ATM Permata (milik adik saya) sesuai jumlah tersebut. Setelah itu saya kembali lagi dan kali ini baru diberitahu bahwa berhubung telepon yang terhubung dengan layanan speedy itu tidak terdaftar atas nama saya maka saya harus menyertakan dokumen-dokumen seperti KK dan fotokopi KTP sehingga sekali lagi saya kembali dengan tangan hampa.

Ketiga kali saya mengunjungi telkom hari ini dengan semua dokumen dokumen yang diminta dan kali ini setelah dimintai biaya materai Rp. 6000 saya diminta lagi untuk membayar Rp. 487.000 sebagai pro rata dari pemakaian bulan ini.

Yang membuat saya marah adalah:

1. Sejak saya berkunjung pertama kali, saya sudah mengatakan bahwa saya mau terminasi layanan speedy. Mengapa CS tidak bisa memberi semua persyaratan sekaligus? Apabila ada 8 persyaratan apakah saya harus berkunjung dan menghabiskan bensin saya 8 kali?

2. Telepon yang digunakan untuk internet itu masih aktif. Mengapa biaya sisa itu tidak bisa dibebankan saja ke nomor telepon itu? Apakah telkom berusaha mengulur-ulur waktu agar biayanya semakin bengkak?

3. Ini sudah tahun 2009 dan saya malu sebagai orang Indonesia kalau perusahaan telekomunikasi terbesar di negara ini tidak mampu berkoneksi dengan bank yang jaringan ATMnya merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Bahkan membayar dengan debitpun tidak bisa. Apabila ada orang telkom yang membaca, saya minta pak/bu untuk berkunjung ke mall mall besar dan lihat toko mana yang tidak menerima pembayaran dengan debit? Apakah Telkom kelasnya sudah setara dengan pedagang kaki lima?

Saya tidak akan menunggu balasan dari pihak telkom karena besok saya bertekad untuk mengakhiri layanan telkom speedy saya. Saya sudah muak dengan kualitas pelayanan telkom. Saya juga tidak akan menganjurkan satupun teman saya untuk berlangganan telkom speedy kecuali terpaksa.

Butuh Cerita Pengalaman Internet Service Provider

Saya menggunakan internet untuk keperluan mencari nafkah. Seminggu, kurang lebih saya terkoneksi selama 60-80 jam. Sampai hari ini saya menggunakan Telkom Speedy sebagai Internet Service Provider saya.

Meski pada awalnya sempat mengecewakan, tetapi hingga saat ini, genap saya setahun menggunakan Telkom Speedy dan sejauh ingatan saya, hanya 3 kali mengalami gangguan koneksi fatal, yaitu:

Continue reading