Tagihan XL Bermasalah… hingga 20 Juta!!

Sekitar bulan November 2008 lalu, saya mengunjungi XL Center di Mal Kelapa Gading untuk menanyakan perihal pembukaan akses roaming international karena kantor tempat saya bekerja akan mengirim saya untuk melakukan training di Jepang selama kurang lebih 3 bulan. Pada saat itu saya dijelaskan bahwa karena saya adalah pelanggan pasca bayar Xplor, roaming international saya otomatis sudah dibuka sejak awal, dan mereka mengingatkan bahwa biaya data akan melonjak kalau memang digunakan.

Saat itu saya secara spesifik meminta salah satu customer rep. disana agar dapat mematikan akses data dan layanan voicemail dan layanan lainnya yang saya miliki untuk memastikan tidak ada biaya2 tak terduga yang akan muncul nantinya. Dan customer rep. tsb juga sudah mengkonfirmasi saya bahwa fasilitas2 tersebut sudah ditutup. Kemudian staf tsb juga mengkonfirmasikan batas penggunaan limit Xplor saya adalah 1 juta dan menanyakan apakah saya ingin menambahnya (dimana saat itu saya menjawab ‘tidak ingin ditambah’ karena memang dirasa sudah lebih dari cukup).

Sekitar bulan Desember 2009, saat saya masih berada di Jepang, istri saya memberitahukan saya via email bahwa tagihan Xplor saya sudah datang, dan jumlah tagihan yang harus dibayar adalah sebesar 7jutaan! (suatu angka yang bagi saya sangat fantastis besarnya). Dan karena tagihan Xplor saya bayar dengan Autodebet BCA, maka secara otomatis jumlah itu sudah didebit ke rekening BCA saya.

Di bulan berikutnya (Januari 2009), kembali istri saya memberitakan bahwa jumlah total tagihan Xplor saya sudah sebesar 14 jutaan!! Terus terang hampir pingsan saya waktu itu begitu mendengarnya. Saya memberitahukan istri untuk segera mengkontak XL center untuk mencek masalah ini sesegera mungkin. Setelah beberapa hari, istri kembali memberitahukan saya bahwa harus ada orang yang bersangkutan untuk melihat data2nya karena tidak bisa diwakilkan. Saat itu saya memang mengatakan ke istri saya bahwa nanti segera setelah saya pulang, kita akan cek dan selesaikan masalahnya.

Pada bulan Februari 2009, saya balik ke Jakarta, dan segera melihat bill2 Xplor yang terkumpul. Didalam bill tersebut banyak sekali terlihat voice call yang dilakukan di Jepang (beberapa bahkan selama satu jam atau lebih!) yang mengakibatkan tagihan saya membengkak… Dan yang lebih anehnya lagi, seluruh nomor2 voice call yang tertera disana pada bagian Nomor tujuan/ pengirimnya adalah 00000000000 (Jadi saya tidak tahu siapa dan nomor berapa yang memang menghubungi saya tersebut).

Semula saya berpikir mungkin istri saya yang memang melakukan panggilan masuk, tapi ternyata rasanya tidak mungkin karena pada bill tersebut akan tercantum nomor istri saya apabila melakukan panggilan (tertera di bill). Ini terbukti dengan munculnya nomor istri saya apabila sedang melakukan panggilan tersebut di billnya.

Beberapa hari kemudian, saya pergi ke XL Center Kelapa Gading untuk menanyakan masalah ini. Diluar dugaan saya, ternyata tagihan berjalan saya kembali sudah membengkak menjadi 20 jutaan!!! Saya benar2 tidak tahu harus berkata apa2 selain meminta pernjelasan XL saat itu.

Staff XL saat itu menjelaskan bahwa hal ini kemungkinan disebabkan oleh seseorang yang mencoba menelpon saya, namun karena pada saat itu mungkin saya tidak bisa angkat/ tidak dijawab, dan orang tersebut lupa mematikan teleponnya, maka airtime yang harus saya bayarkan akan terus berjalan. Namun rasanya saya kurang bisa menerima alasan ini…mengapa saya yang harus dikorbankan kalau memang orang lain yang salah mematikan sambungan telponnya??. Dan kalau memang saya memiliki maksimum limit 1 juta, lalu bagaimana mungkin saya bisa memiliki tagihan sebesar itu? Apa gunanya limit kalau begitu kalau selama ini saya selalu ‘terpaksa’ untuk menambah limit saya menjadi lebih banyak setiap kali limit pemakaian saya tercapai sebelum tanggal jatuh tempo???

Karena tidak dapat memberikan penjelasan yang memuaskan, staff XL tersebut meminta waktu ke saya untuk menyelidiki masalah ini terlebih dahulu, dan akan menghubungi saya begitu memiliki jawabannya. Saat itu saya mengiyakan dengan harapan dapat menyelesaikan permasalahan secepatnya.

Saya juga lihat bahwa sepertinya bunga untuk tunggakan pembayaran saya terus berjalan… Apakah memang demikian XL memberlakukan konsumennya yang memang sedang berniat baik memperbaiki masalahnya? Bayangkan berapa bunga yang harus dibayarkan dengan tagihan saya yang 20 jutaan itu… Membayar bunganya saja bisa2 sangat sulit buat saya…

Bagaimana ini XL? Mohon penjelasannya… Saya rasa ini bukanlah kali pertama masalah ini terjadi, karena bahkan staff BCA yang saya hubungi pun langsung mendukung saya untuk menghentikan Autodebet XL saya di BCA karena memang sudah banyak problem yang terjadi sebelumnya.

Mudah2an surat/ artikel saya ini dibaca oleh XL, dan semoga cara penanganannya bisa segera diberikan.

Wayan Krisnayuda
iwky_77@hotmail.com

5 thoughts on “Tagihan XL Bermasalah… hingga 20 Juta!!

  1. Waduh pak,
    kalau saya dikenai kasus seperti itu tentunya saya akan sangat marah, bukan karena apa2 tapi itu telah merugikan kita sebagai konsumen. Tentunya, jika dia provider seharusnya mendengarkan keluhan konsumen dan juga harus secepatnya mengurusi masalah ini. Karena masalah ini telah melanggar UU Perlindungan Konsumen!
    Apa gunanya sih regulasi dan badan yg mengurusi regulasi itu kalo bukan menangani masalah konsumen seperti ini.
    Benar2 mereka gaji buta semua….

  2. Xplor emang lintah..

    Saya pernah berlangganan Xplor utk akses paket internet 99rb/bulan untuk 256mb, 2 bulan pertama pemakaian tagihan berjalan normal. Menginjak bulan ke 3-8 tagihan mulai ngaco, bulan ke 3 tagihan saya mulai naek drastis jd 200ribuan, saya pikir mungkin pemakaian saya melebihi kuota. bulan ke 4 tagihan saya naek lagi jd 360rb, secara saya sudah mengurangi pemakaian Xplor saya. Bulan ke-5 saya sengaja mendiamkan Xplor saya, saya siap rugi 99rb untuk tes apakah penghitungan volume Xplor fair, saya terkejut ketika tagihan saya bulan ke-5 440rb. (Xplor shiiiit).
    Saya konfirm pemakaian Xplor saya ke XL Center magelang untuk melacak data historis saya selama 3bulan dan menutup Xplor saya, XL center magelang cm bisa mengeluarkan data tagihan saya (saya mikir trus fungsi mereka apa ya? cm buang2 waktu n tenaga aj komplain k XL center).
    Xplor saya tutup tanpa saya lunasi sebelum ada klarifikasi dari XL, apa yg terjadi 2 bulan kemudian? saya didatangi debt collector menagih duit sebesar 720rb. kata mereka billing saya masih jalan, pdhl kan dah ditutup, cara kerja XL bener2 ga masuk logika.
    Krn saya tdk puas dgn XL center magelang (krn cuma abal2), saya dtg ke XL center mangkubumi yogyakarta, sama aj, tidak ada jawaban memuaskan disana, kl jawaban memuakkan iya. Itu aj tagihan 3 bln terakhir tdk dpt dilihat detail pemakaian yg saya, (payaah bgt, perusahaan nasional kok bodoh bgt bisanya cm sulapan jumlah tagihan tanpa didukung data valid)
    Setelah berjam2 g ada penawaran solusi dr pihak XL kecuali membayar sesuai bill, dgn alasan males didatengin secara tidak hormat oleh debt collector maka saya bayar aj tagihan tersebut. (720rb saya hitung sbg biaya maki2 ke CS XL aj-lah, jaman sekarang maki2 orang harganya mahal).

    Saran saya, jangan pakai Xplor atau produk XL lainnya. Coz billing, pelayanan after selling, dan cara penagihannya ngacooo…

    Salam

  3. saya juga dikecewakan XL. saya sbagai retailer XL cabang solo, pd bulan februari – mei 2009 ikut program kas XL. tp sampai saat ini (4 agustus 2009) blm ada konfirm dari XL untuk mengambil uang yg dijanjikan.

  4. Ini sih biasa. Saya juga ada beberapa panggilan nomor dobel. Singkatnya kalau saya telp nomor sama sebanyak 2 sampai 3 kali selalu ada tagihan lebih banyak untuk nomor yang bersangkutan misalnya 4 sampai 5 pengulangan ditambah nomor nomor aneh. Saya sampai mencatat jurnal panggilan keluar saya secara manual untuk menkonfirmasi dan masih terdapat penggandaan dan nomor nomor aneh.

    Hanya karena no telp saya sudah dikenal banyak orang makannya saya tetap menggunakan XL. Akhirnya setelah mengalami kerugian saya memutuskan untuk mengubah nomor saya menjadi pra bayar (dengan voucher) untungnya sih XL nggak compaint jadi akhir ceritanya happy ending.

    Saran saya jika ingin tetap pakai XL beralihlah ke pra bayar. Mending pakai voucher Pak. Dan jika ke luar negeri pakai saja nomor pra bayar lokal (nomor Jepang) jauh lebih murah.

  5. Yang sabar Pak, Xplor memang seperti itu. Saya juga pernah mengalami kasus “tidak enak” dengan XL. Masak nomor hangus masih bisa ditagih. Akhirnya kasus saya “selesai” setelah mengirim surat pemabaca ke harian Kompas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>